Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapeter 43


__ADS_3

Cras


Cras


Cras


Drass


Pilar-pilar seperti duri menembus tubuh wanita cantik hingga membuat tubuh wanita itu melayang di udara.


Darah segar dari tubuh wanita itu mengaliri pilar-pilar layaknya krista berwarna merah darah itu.


Wanita itu juga sempat memuntakan darah dari mulutnya beberapa kali.


"Uhuk ... jadi.. uhuk ini yang kau pilih uhuk... uhuk.." ujar wanita itu masih dalam posisi yang sama dimana tubuhnya yang tertancap dipilar dan membuatnya melayang di udara.


Seorang pria keluar dari kegelapan dengan aura kelam yang sagat kuat menekan sekelilingnya yang bisa saja membuat sesak siapa saja yang berada di dekatnya pria itu adalah Claudi.


"Sudah kuperingatkan jangan perna menyentu milikku" ujar Claudi dengan penuh penekanan di setiap kata.


"Ha... ha.. uhuk.. uhuk... milikmu... ha.. ha... uhuk... uhuk" ujar Yunife wanita yang tertancap pilar kristal itu.


"......"


"Hah.... Claudius Ruhtven the Night... uhuk... uhuk... kamu pikir... yang mengincarmu itu hanya aku saja... uhuk... uhuk....kamu juga pasti tahukan dan merasakannya bukan... pergerakan orang itu... uhuk.. uhuk atau jangan-jangan orang itu sudah menujukan dirinya padamu... uhuk..uhuk...."


Claudi tahu apa yang dimaksud oleh Yunifer tapi dia hanya diam tak menangapi apapun yang dikatan Pureblood yang sedang sekarat di tanganya itu.


"Lalu apa yang kau lakukan sekarang yang bisa kau lakukan hanya ini menyerang dan mencoba mengehabisiku di saat aku memintamu untuk kembali padamu agar kau tak berbuat kebodohan sekali lagi seperti sebelumnya..... tapi kau menolak dan kau kembali memilih jalan yang sama seperti dulu.... memilih pada sesuatu yang dinamakan kebahagian sesaat kebahagian yang hanyalah sebuah omong kosong......lalu apa kau pikir jika dia mengetahui soal wanita itu dia tidak akan mendatangimu.... kau pasti menyesalinya karna kau sudah memilih wanita itu dan akan membuat wanita itu dalam bahaya lebih dari keberadaannku...... ah... tidak.... dia tidak akan mendatangimu  mingkin saja dia akan langsung mendatangi wanita itu..... wanita keturunan Hunter yang bisa mengandung bayi seorang pureblood kekuatan dasyat apa yang bisa dimiliki seorang anak half vampire yang memiliki kekuatan pureblood sekaligus Hunter siapa yang tak menginginkannya..... ha... ha... kau akan menyesal jika hal itu sampai terjadi Claudius... uhuk ... uhuk..."


"......"


"Kau pikir kau akan bisa menyelamatkan wanita itu darinya .... uhuk... kau tak akan bisa kau akan kehilangan semuanya kembali Claudius... uhuk.....


Brak


Pintu didobrak dari luar semua pengikut Yunifer memasuki ruangan itu satu persatu dengan keadaan terkejut melihat pimpinan mereka yang saat ini menlayang di udara dengan tubuh yang tertancap di pilar kristal Blood stone milik Claudius.

__ADS_1


"NONA YUNIFER.....


"HA... HA... KAU AKAN KEHILANGAN SEMUANYA SEPERTI SEBELUMNYA ..... KAU AKAN KEHILANGAN SEGALANYA SEKALI LAGI....HA..HA...


"DIAM"


"Ha...ha...


Ctarrr....


Tubuh Yunifer hancur berkeping-keping layaknya serpihat kristal berhamburan melayang di udara.


Pengikut Yunifer tak bisa melakukan apapun selain melihat kemusnahan pemimpin mereka di depan mata mereka sendiri.


Claudi pergi dari tempat itu tanpa kata setelah menghabisi Yunifer para pengikur Yuniferpun tak ada yang bisa menghentikan Claudi untuk pergi.


Claudi kembali kerumah sakit dimana Nisa dan anaknya berada dengan langka berat.


Memasuki kamar rawat Nisa melangka pelan kearah Nisa masih belum sadarkan diri.


Claudi menatap tedu wanita yang dicintainya itu tanganya dengan lembut menyingkirkan helaian rambut pirang Nisa yang berada di wajah.


Tanpa disadari Claudi mata Nisa mulai bergerak tanda jika wanita sudah akan siuman.


"Claudi" panggil Nisa lemah tapi bisa di dengar sangat baik oleh Claudi. pria tampan itu terlihat senang saat melihat Nisa yang sudah sadar.


"Kamu sudah sadar" ujar Claudi senang dan segera mengecupi keseluruh wajah Nisa dengan ciuman ringannya yang lembut.


"Claudi kita dimana?" Nisa mengamati sekelilingnya.


"Ah....rumah sakit aku berada di rumah sakit lagi" lanjut Nisa setelah menyadari di mana dia berada saat ini.


"Ya kita ada dirumah sakit" jawab Claudi.


"Hmmm....


"Semua akan baik-baik saja aku tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada kalian setelah ini"

__ADS_1


Seperti teringat sesuatu Nisa segera menyentu perutnya yang kini sudah rata tak ada lagi perut buncitnya karna mengandung dengan panik Nisa bertriak histeris menanyakan keberadaan bayinya.


"CLAUDI.... DIMANA.... DIMANA BAYIKU... DIMANA BAYIKU ... CLAUDII....


Claudi memeluk Nisa yang bertriak histeris itu hingga membangukan Kent dan Garry yang sudah tertidur di sofa ruang rawat Nisa.


"Ada apa? Nisa kau sudah sadar" ujar Kent segera menghampiri Nisa yang sedang histeris itu meski dia baru saja bangun dari tidurnya yang membuat kepalanya terasa sedikit pusing.


Sama halnya dengan Kent, Garry pun melakukan hal yang sama segera bangkit setelah terbangun karna mendengar jeritan Nisa.


Mereka berdua melihat Claudi yang mencoba menenangkan Nisa di dalam pelukannya.


"Nisa tenanglah semua baik-baik saja bayimu baik-baik saja dia sedang berada diruang perawatan untuk bayi" ujar Claudi masih memeluk erat Nisa agar tak berbuat sesuatu yang gegaba.


Perlahan Claudi merasakan Nisa mulai tenang setelah mendengarkan apa yang di katakannya.


"Hiks... hiks kamu tak sedang membohongiku kan..hiks... hiks" ujar Nisa di dalam pelukan Claudi dengan suara isakan yang saling bersahutan.


"Hn. tentu saja.... untuk apa aku membohongimu jika kamu ingin melihatnya aku bisa membawamu untuk melihatnya"


"Syukurlah... hiks... syukurlah dia tak kenapa-kenapa... hiks..."


"Kamu bisa melihatnya besok sekarang aku akan memeriksa keadaanmu dulu sebentar setelah itu kamu harus kembali beristirahar" kata Haiden yang baru saja datang setelah mendengar bunyi bel yang ternya di tekan oleh Garry saat melihat Nisa sudah sadar dan dalam keadaan histeris karna takut terjadi apa-apa Garry segera saja memecet tombol darurat yang berada di samping ranjang rawat untuk memangil Haiden karna itulah Haiden bisa berada di ruangan itu sekarang.


Seperti apa yang di katakan Haiden, Claudi segera membantu Nisa untuk kembali berbaring dengan benar di tempat tidurnya.


Setelahnya Haiden segera memeriksa keadaan Nisa secara menyeluruh untuk mencari kesalahan yang mungki tak diketahuinya.


Pemeriksaan berjalan sebentar setelah semua selesai Nisa di minta untuk segera beristirahat kembali dan dengan patuh wanita pirang itu melakukannya.


"Keadaannya baik dan sudah stabil jangan khawatir" ujar Haiden menjelaskan keadaan Nisa pada semuanya.


Claudi, Kent dan Garry bisa bernafas lega setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Haiden.


"Kalau begitu Master saya akan kembali keruangan saya jika terjadi sesuatu Master bisa langsung panggil saya" Haiden berpamitan untuk kembali kekantornya setelah selesai pemeriksaan.


"Ya kembalilah" ujar Claudi mengijinkan pengikut setianya itu.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2