
"Wahh.... sudah lama tak pergi jalan-jalan seperti ini" ujar Nisa sat ini mereka sedang berada di taman untuk piknik bersama dengan Claudi dan Ryuu tentunya.
"Kamu senang?" tanya Claudi meski sudah melihat tingkat keantusiasan dan kebahagian yang dipancarkan wajah ayu milik istrinya.
"Tentu saja.... apa kamu masih ingat saat pertama kita pergi ketaman berdua beberapa waktu lalu bukankan kita sudah membuat janji untuk pergi lagi sambil membawa bekal piknik... sekarang kita belakukannya ditambah ada Ryuu juga bersama kita"
"Iya aku mengingatnya"
"Syukurlah karna kamu masih mengingatnya ini akan jadi piknik keluarga yang sangat menyenangkan.... ayo kita cari tempat untuk mengelar kain"
"Hm"
Mereka berjalan mencari tempat yang pas untuk pikni mereka kali ini dan mereka mendapatkan tempat yang cocok dibawah sebuah pohon besar yang rindang dengan hamparan rumput hijau yang berkilau terkena pantulan sinar mentari.
"Disini sepertinya bagus kita gelar kainnya disini saja"
"Baiklah"
Claudi meletakan keranjang piknik yang dibawahnya mengambil kain berwarna biru langit dan segera mengelar kain itu tepat di bawah pohon.
Selesai mengelar kainnya dirinya mengambil kembali keranjang pikniknya dan meletakan keranjang itu diatas kain dirinya juga mendudukan bokongnya diatas kain sama halnya seperti Nisa.
Nisa menurunkan Ryuu juga di sana membiarkan anaknya duduk disana dengan mainan yang ada dihadapan Ryuu yang sengaja mereka bawa juga.
"Rasanya begitu menenangkan bukan, begitu damai dan sejuk" ujar Nisa menikmati suasanan yang berada di taman itu.
Meski banyak orang juga yang berada ditaman itu tapi tak masalah toh memang itu adalah tempat umum dan lagi tempat yang mereka tempati ini kebetulan jauh dari orang-orang lain yang juga menikmati hari libur mereka ditaman itu, jadi hal itu membuat suasana tempat mereka terasa jauh lebih damai dan menenangkan.
"Ya kamu benar" jawab Claudi.
Setelah sekian lama dia hidup dia tak perna membayangkan bisa melakukan sebuah kegiatan yang bernama piknik dengan anggota keluarganya sendiri selama ini.
Kini karna keberadaan Nisa istrinya yang begitu ia cintai membuatnya bisa merasakan hal ini merasakan apa yang juga perna dirasakan oleh orang lain.
"Ini adalah piknik keluarga kita yang pertama apa kita perlu mengambil foto" gumam Nisa dengan senyuman dibibirnya.
"Hn?"
"Ayo ambil foto" jelas Nisa dan mengeluarkan kameranya untuk berfoto bersama.
__ADS_1
"......."
"Ayo pasang tripodnya Claudi" pinta Nisa.
"....."
"Ada disana kaki Camera itu yang tadi kita bawa" jelas Nisa menujukan pada tripod berwarna hitam yang mereka bawa sebelumnya.
Mengerti apa yang dimaksud istrinya Claudi segera melalukan apa yang dikatalan oleh Nisa sedangkan Nisa sediri juga sedang menyiapkan Camera miliknya.
Mereka meletakan tripod tak jauh dari tempat mereka duduk memposisikan sebaik mungkin agar foto yang didapat juga bagus.
Ryuu yang duduk sendirian diatas tikar piknik dan sedang bermain menjadi objek pertama mereka untuk gambar foto yang mereka ambil.
"Hasilnya bagus, Ryuu selalu tampak mengemaskan setiap kali diambil fotonya" ujar Nisa melihat hasil foto yang mereka dapatkan.
"Hn. Seperti dirimu" tanggap Claudi.
"Eehhhh....."Nisa memandang Claudi tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya itu.
"Kenapa itulah yang sebenarnya" tanggap Claudi tenang dan kembali ke tempat mereka.
"Ini benar-benar menyenangkan" ujar Claudi membaringkan kepalanya dipangkuan Nisa sambil menikmati tiupan angin sejuk yang menerpa tubuh mereka.
Juga masih dengan senang hati menjaga dan mengawasi Ryuu yang sedang bermain tak jauh dari mereka.
"Iya ini memang sangat menyenangkan kita ambil foto piknik pertama kita ini yang banyak" tanggap Nisa.
"Ya"
"Hah... aku menikah dengan Kakek-Kakek berusia ribuan tahu yang tak tahu apapun soal kehidupan saat ini meski begitu rasanya juga masih menyenangkan dan aku bisa begitu bahagia seperti saat ini" ujar Nisa lagi sambil mengelus surai hitam milik Claudi.
"Kakek-kakek?" Ujar Claudi terkejut dengan apa yang dikatakan istrinya.
"Pfft hi.. hi...." Nisa tertawa melihat tanggapan dari suaminya.
"Ya... aku memang Kakek-kakek tapi kamu mencintaikukan" balas Claudi.
"Mau bagaimana lagi Kakek-kakek yang kunikahi begitu tampan bangaimana bisa aku menolak pesonanya itu dan tak mungkin juga aku tak mencintainya di begitu baik" jawab Nisa sambil tersenyum manis kearah Claudi yang bebaring di pangkuanya.
__ADS_1
Cup
Satu ciaman mendarat dibibir Nisa saat wanita itu menunduk melihat kearah suaminya yang ada dipangkuanya tak mengkah jika Claudi tiba-tiba bangkit dan memberikan Cuaman yang begitu manis padanya.
"Isss... kau ini.... ini di tempat umum dan disini ada Ryuu juga" kata Nisa dengan wajah memerahnya setelah Claudi melepaskan ciuman mereka.
"Memang kenapa kamu istriku apa ada yang akan menyalahkan kita" kata Claudi cuek dan kembali berbaring di pangkuan Nisa.
"Bu.... bukannya begitu....
"Sudah jangan dipikirkan" potong Claudi kini ditambah dengan senyum kecil dari pria tampan itu yang membuat pria itu selalu semakin menawan jika tersenyum seperti itu.
Nisa kembali memerah tapi kali ini karna senyum yang begitu menawan yang ditunjutkan oleh Claudi untuknya.
"Kamu tahu selama ribuan tahu kehidupanku aku tak perna sekalipun malakukan sesuatu yang seperti ini dan ini adalah kali pertama aku melakukannya..... kamu tahu seberapa menyenangkanya ini bagiku... pergi besama denganmu juga Ryuu keluargaku, milikku, sendiri orang-orang yang begitu berarti dihidupku..... ini benar-benar tak perna terbayangkan sekalipun dalam kehidupanku selama ini... tapi semua itu kini berubah dan itu semua karna dirimu" ujar Claudi memyesakan hati setelah mengakhir ucapanya Claudi memeluk pingang istrinya itu masih dalam posisi yang sama kepalanya di pangkuan istrinya.
"Kalau begitu kita akan sering-sering melakukanya kita juga bisa mengajak Kak Kent, Paman Gerry, Dokter Haiden dan yang lainnya juga pasti akan lebih menyenangkan nanti"ย Nisa mengelus begitu lembut surai hitam Claudi.
"Hn, kita akan lakukan itu nanti" jawab Claudi masih memeluk istrinya.
Pluk
Pluk
Sedang asik-asiknya bermajan pada istrinta Claudi tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang memukul tubuhnya dari sampingnya.
"Pa...Mamm... mamm ... ama... uwa" oceh seorang bayi yang masih memukul-mukul tanganya pada Clauidi.
"Ada apa Ryuu?" Tanya Claudi setelah membalikan wajahnya dari perut sang istri kearah anaknya yang berada disampingnya.
Mendengar pertanyaan sang Papa justru membuat bayi gembul itu merangkak menaiki tubuh sang Papa yang sedang berbaring.
"Sepertinya Ryuu ingin kamu bermain denganya" kata Nisa melihat Ryuu yang terus berusaha menaiki tubuh besar Papanya.
"Oh... begitukah? Ryuu mau bermain sama Papa" Claudi mengambil Ryuu yang mencoba menaiki tubuhnya mengakatnya keudara dengan dirinya yang masih dalam posisi yang sama berbaring seperti meneebangkan anaknya.
Diperlakukan seperti itu oleh Papanya membuat Ryuu tetawa gembira.
Nisa juga ikut tertawa saat melihat Ryuu yang tertawa begitu gembira merekapun bersenang-senang hapir seharian di taman itu.
__ADS_1
Tbc