Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 74


__ADS_3

Sebuah kamar yang bernuasa monokrom terlihat pasangan suami istri sedang asik duduk berpelukan diatas tempat tidur mereka malam ini.


Claudi yang duduk dibelakan Nisa memeluk dengan mesra bersadar pada bagian kepala ranjang sedangkan Nisa yang berada di depan tubuh Claudi bersandar dengan nyaman pada tubuh kekar dan lebar milik suaminya.


"Besok malam orang tuaku mengundang kita untuk makan malam apa kamu mau?" Tanya Nisa masih dengan menikmati pelukan hangat sang suami.


"Boleh saja jika kamu bersedia" jawab Claudi terlihat mengecup pundak Nisa.


"Lalu bagaimana denganmu?" Lanjut Claudi lagi memberikan pertanyaan balik dia tahu jika Nisa masih belum bisa sepenuhnya memaafkan apa yang sudah diperbuat Ayahnya padanya.


Dan Claudi sangat memagami hal itu bahkan beberapa hari sebelum orang tua Nisa datang untuk meminta Maaf mereka juga sempat kembali menyakiti perasaan putrinya itu di sebuah pesta yang mereka hadiri.


Menginggat kejadian itu saja membuat hati Claudi begitu dongkol apalagi saat itu Nisa sampai menangis dipelukanya karna kejadian itu.


Claudi tak mau jika kejadian yang sama terjadi kembali karna itu dia akan selalu mengikuti apa yang di inginkan Nisa membiarkan istrinya itu memilih apapun yang baik menurut Nisa.


"Kakak dan Paman juga ikut" kata Nisa lagi.


"Hn"


"Karna kamu juga setuju kita akan pergi juga kalau begitu" putus Nisa.


"Jika kamu tak ingin pergi tak apa kita tak usah pergi" kata Claudi.


Nisa melihat kearah Claudi yang duduk dibelakanya tersenyum lembut dengan apa yang dikatakan oleh Claudi.


"Terimakasih.... tak apa asal ada kamu aku akan baik-baik saja lagipulah ada Kakak dan juga Paman pasti semua baik-baik saja" kata Nisa.


Cup


Sebuah ciuman mendarat dibibir merah muda milik Nisa membuat sang empunya terkejut sesaat sebelum ikut menikmati apa yang dilakukan suaminya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Hari berganti hari ini adalah hari dimana makan malam bersama dikediaman Albert dilasanakan.


Nisa terlihat sibuk menyiapkan pakaian untuk Claudi sebelum dirinya juga menyiapkan keperluan Ryuu dan dirinya.


Selesai menyiapkan pakaian Claudi Nisa meletakan pakaian itu  diatas ranjangnya dan setelahnya dirinya keluar dari kamarnya untuk pergi keruang keluarga dimana Claudi dan Ryuu ada disana.


"Claudi kamu bisa bersiap-siap berikan Ryuu padaku aku akan mempersiapkanya juga "kata Nisa begitu dirinya sampai di ruang tamu.


"Baiklah" Claudi berajak setelah menyerakan Ryuu pada istrinya.


Claudi pergi kekamar untuk mandi Nisa juga begitu wanita itu pergi menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur untuk memandikan Ryuu karna Kamar mandi dikamarnya dipakai oleh Claudi.


Setelah selesai mandi Nisa segera membawa kekamarnya untuk memakaikan pakaian untuk Ryuu yang juga telah ia siapkan sebelumnya seperti halnya pakaian Claudi.


Begitu sampai dikamar Nisa meletakan Ryuu di atas karpet halus yang mejadi alas untuk lantai kamar itu.


Tak berapa lama terlihat Claudi juga baru keluar dari kamar mandi dengan mengunakan jas handuknya.


"Ya.. ini sedang ganti baju" jawab Nisa.


Seperti halnya Ryuu Claudi juga segera memakai pakaiannya tubuhnya yang begitu kekar terpapang begitu jelas saat dirinya memakai kemeja putihnya begitu sexy membuat semua yang melihat hal itu hanya bisa menenguk ludahnya. termasuk autor yang sedang membayangkanya😂


Bahkan Nisa sekalipun yang sudah sering melihatnya masih saja terpesona akan tubuh indah milik suaminya itu.


Nisa memakaikan setelah tuxido berwarna biru tua berlengan pendek pada Ryuu tidak lupa sepatu juga yang serasi dengan pakaian yang dikenakan terlihat begitu tampan dan imut bayi Ryuu.


"Aduh anak Mama cakepnya" puji Nisa pada Ryuu yang duduk dihadapanya setelah ia dandani sedemikian rupa.


Ryuu terlihat tak perduli akan pujian yang dilontarkan Mama sibuk dengan mainan yang ada ditangannya lagi pula Ryuu juga belum mengerti pujian yang dilontarkan Mamanya itu.


"Lalu bagaimana dengan Papanya" ujar Claudi menujukan dirinya yang kini telah berpakaian lengkap sebuah setelan jas berwana senada dengan milik Ryuu meski milik Claudi terlihat lebih gelap.


"Hmm... Papa Ryuu juga begitu tampan" puji Nisa dengan senyum kecil.


"Baiklah sekarang giliran Mama Ryuu yang harus bersia-siap Papa dan Ryuu tunggu saja di ruang keluarga" kata Nisa lagi menyerakan Ryuu pada Claudi.

__ADS_1


Claudi mengangguk mengerti dan membawa anaknya keluar dari kamar membiarkan istrinya untuk mempersiapkan diri.


Setelahnya Claudi keluar bersama Ryuu Nisa segera mandi seperti Ryuu dan Claudi Juga tak lama dia keluar dari kamar mandi dia berjalan kelemari pakaian dan mengambil satu Dress Brocat pendek selutut berwarna hijau tosca dress simpel hanya berhiarkan sebuat tali yang di ikat dipinggang tapi meski begit saat Nisa memakainya telihat begitu pas ditubuhnya yang kecil itu apalagi kaki Nisa yang jenjang menambah kesan begitu Sexy pada wanita beranak satu itu.


Nisa segera memakainya setelah memakai dress itu wanita itu berajak ke meja riasnya untuk merias wajahnya agar lebih segar.


Riasan sederhana yang tak terlalu tebal begitu natural menambah kencantikanya berkali lipat.


Rambut pirangnya yang indah yang selama ini selalu diikat ekor kuda karna tak mau jika Ryuu menariknya dan mungkin saja itu akan melukai tangan kecil putranya kini ia sanggul sedemikian rupa yang cocok dengan makeup yang dia pakai.


Selesai berdandan Nisa mengambil sepatu berwarna putih berhak renda agar nyaman saat dirinya mengendong Ryuu nantinya untuk melengkapi penampilan terakhirnya Nisa juga mengambil tak kecil yang senada dengan sepatunya yang sama-sama berwarna putih.


Beres


Merasa sudah semua Nisapun segera keluar dari kamarnya menujuh kelantai bawah dimana Suami dan anaknya sudah menunggunya.


"Aku sudah siap" ujar Nisa begitu sampai diruang keluarga.


Claudi melihat istrinya itu sesaat dan sebuat kata terlontar dari mulut pria yang selalu bersikap tenang itu.


"Cantik..... sangat cantik" puji Claudi.


Nisa memarah malu meski dia sering mendengar pujian itu dari Claudi sejak mereka tinggal bersama kembali sebenarnya hanya saja dia masih belum terbiasa.


"Terimakasih kita pergi sekarang?" Tanya Nisa.


"Ya" jawab Claudi mengendong kembali Ryuu dan membawanya berjalan keluar rumah.


Mobil mereka sudah terparkir di halaman rumah Claudi membuka pintu untuk istrinya dan menyerakam Ryuu untuk dibangku Nisa.


Setelahnya diapun masuk duduk dikursi pengemudi dan segera menjalankan mobilnya menujuh kerumah Albert ayah Nisa berada.


Nisa terlihat tak tenang sepanjang perjalanan menujuh kerumah lamanya rumah dimana dirinya di besarkan rumah penuh kenangan dari mulai kenangan bahagia hingga menyedihkan ada dirumah itu.


Hari ini dia akan kembali mengijakan kakinya kerumah itu untuk pertama kalihnya setelah dia pergi meninggalkan rumah itu karna diusir oleh Ayahnya sediri.


Claudi yang  melihat kecemasan istrinnya melepaskan sebelah tanganya dari kemudi dan memegang tangan Nisa yang sedang memeluk Ryuu untuk menenangkan Nisa dari segala kecemasan yang dirasakan ibu dari anaknya itu.


"Semua akan baik-baik saja aku berada disisimu dan selalu bersama denganmu jangan khawatir" ujar Claudi begitu lembut hal itu membuat Nisa merasa jauh lebih tenang.


"Ya aku tahu" balas Nisa tersenyum tulus pada suamimya itu.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2