Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 35


__ADS_3

Tap tap tap


Derap langka kaki beberapa orang mengemah diluar ruang kantor Claudi.


Clek


"Master"  panggil seseorang yang memasuki ruang itu.


Cain adalah orang pertama yang memasuki ruang kantor di susul oleh Stefani juga Emely dan Rosi dua resepsionis yang berada dilantai itu.


"......"


Claudi melihat mereka tak menujukan ekspresi apapun pria itu hanya duduk di tempatnya terlihat sibuk dengan apa yang dikerjakannya.


Flasback on


Dikantor bagian produksi dimana yang bertangung jawab adalah Cain sebagai Direktur disana terlihat semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Tapi ada juga beberapa pegawai yang terlihat bebincang-bincang sedikit mungkin untuk menghilangkan sedikit kepenatan mereka sebelum kembali bekerja.


"Hei kau tahu tadi aku melihat seorang wanita dilobi yang mengaku sebagai tunangan CEO kita"


"Hehh.. kok bisa padahal CEO juga baru saja menempati posisinya bagainana bisa sudah ada hal macam itu? Aku yakin jika wanita itu hanya berpura-pura seperti kebanyak wanita yang datang kesini"


"Entah itu benar atau tidak tapi penampilan wanita itu begitu menyakinkan bahkan dia membawa beberapa pengawal bersamanya, wanita itu juga memiliki paras yang sangat cantik seperti artis atau bisa jadi model"


"Lalu bagaimana? Jangan bilang mereka membiarkan wanita itu lewat"


"Ya begitulah... apa lagi katanya wanita itu juga langsung menyebutkan nama CEO kita itu saja sudah menjadi bukti jika apa yang di katakan wanita itu benar.... kau tahu sendirikan jika CEO kita itu belum perna menujukan dirinya di depan umum selain di kantor ini orang luar tak mungkin tahu"


Kedua wanita itu terus berbicara tanpa mereka sadari jika atasan mereka sedang melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Cain dengan wajah seriusnya.


"Aahhh... Direktur Cain maafkan kami" ujar wanita itu gelagapan dan segera kembali mengerjakan pekerjaan mereka.


"Ck, jika bekerja jangan banyak berbicara" ujar Cain memperingatkan.


"Baik" jawab keduanya serempak.


Cain segera keluar dari kantornya perasaannya mengatakan jika yang dibicara kedua pegawainya bukanlah orang yang dikehendakinya datang.


Cain adalah pria yang memiliki tingkat kepekaan sekelilingnya dengan sangat baik karna itu setelah mendengar apa yang dikatakan pegawainya ia merasa tak enak dan memilih bergegas untuk memastikan semua dengan matanya sendiri.


Saat berjalan menujuh kantor CEO Cain harus melewati kantor keuangan yang dipimpin oleh Stefani sebagai Direktur keuangan di perusahaan C_N crop.


Cainpun memutuskan untuk memberi tahu apa yang di denganya sebelumnya pada Stefani Cain memasuki kantor Stefani.

__ADS_1


"Cain ada apa?" Tanya Stefani pada Cain yang baru saja memasuki ruangannya.


"Aku mendengar ada seorang wanita yang datang kekantor ini dan mengaku sebagai tunangan Master menurutmu siapa wanita itu?"


"Mungkin saja itu adalah wanita itu bukan?" jawab Stefani yang dimaksudnya adalah Nisa karna Stefani hingga hari ini belum bisa mengakui keberadaan Nisa jadi wanita itu tak bisa memanggil nama Nisa dengan semestinya meski dia juga tak punya maksud lain hanya dia belum bisa mengakui itu saja.


"Maksudmu Nisa kurasa itu tak mungkin kamu tahu keadaannya saat inikan.... bahkan Haiden hingga hari ini selalu melarangnya pergi kemanapun sendirian demi keamanannya"


"Lalu kau pikir siapa?"


"Ada satu wanita lagi yang bisa mengatakan jika dirinya adalah tunangan Master dia adalah....


"Jangan bilang kalau....


"Ya dia tidak lain adalah Yunifer"


"Ck kita harus bergegas"


Keduanya segera bergegas untuk pergi kekantor CEO dengan langka cepat tak perdulu akan yang lainnya yang menyapa mereka saat mereka berpapasan.


Hingga mereka berdua sampai dilantai dimana kantor Claudi berada keduanya menghampiri dua resepsionis yang bertugas disana.


"Apa ada wanita yang datang?" Tanya Stefani to the poin pada kedua Resepsionis itu.


"Ah.... Direktur Cain, Direktur Stefani maksud anda sekalian wanita yang mengaku sebagai tunangan CEO?"


"Wanita itu saat ini masih dikantor CEO" jelas Rosi.


"Sial" umpat Cain dan bergegas kekantor Claudi di ikuti oleh Stefani juga.


"Ada apa sebenarnya?" Ujar Rosi pada Emely mereka saling memandang satu sama lain.


"Pasti ada masalah jika hal itu terjadi itu semua karna dirimu" kesal Emely dan bergegas mengikuti Cain dan Stefani, Rosi yang juga takut ikutan mengejar mereka ingin mengetahui apa yang terjadi.


Flasback off


Dan begitulah yang terjadi hingga mereka semua kini berada dikantor Claudi.


"Ternyata pengikutmu benar-benar setia mereka bahkan tahu saat aku datang menemuimu" Yunifer berbicara dengan nada sinis dan meremehkan.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Stefani dan tampa perlu berbasa-basi juga tanpa rasa hormat sedikitpun meski yang diajaknya bicara adalah seorang Pereblood.


"Hanya ada urusan dengan Master kalian" ujar Yunifer main-main.


"Bukankah urusanmu sudah selesai sebaiknya kau pergi jika sudah tak ada yang ingin kamu bicarakan lagi" ujar Claudi yang sejak tadi hanya diam saja.


"Ya .... sesuai apa yang kau katakan aku akan pergi jadi kau pikirkan saja apa yang kukatan tadi aku tunggu jawabanmu"

__ADS_1


"......"


"Ayo pergi" perinta Yunifer dan mereka semua keluar dari kantor Claudi.


.


.


.


.


.


.


Setelah Yunifer dan kelompoknya pergi dari kantor C_N Crop dan semua tenang kembali.


"Apa kalian bodoh bisa-bisanya kalian membiarkan orang tak dikenal memasuk kantor CEO" geram Stefani pada semua Resepsionis yang bekerja diperusahaan itu.


Semua Resepsionis yang bertugas hari ini dipanggil oleh Stafani tak ada yang terkecuali karna mereka sudah dianggap lalai dan mengabaikan peraturan yang ada.


Semua yang bertangung jawab hanya bisa tertunduk ketakutan akan kemarahan sang Direktur keuangan itu.


"Maafkan kami Direktur Stefani"  ujar Rosi mewakili semua teman-temanya.


"Maaf! Kalian pikir masalah akan selesei hanya karna kalian meminta maaf saja? Apa kalian semua tak berfikir bagaimana jika terjadi sesuatu pada CEO  karna kecerobohan kalian itu"


"Sudahlah Stefani biarkan saja untuk hari ini tapi jika lain kali mereka membuat kesalahan yang sama kembali tentu kita tak akan perna biarkan hal itu lolos, jadi biarkan saja hal ini menjadi pelajaran bagi mereka semua" kata Cain menghentikan semua keributan yang dilakukan oleh Stefani saat ini.


"Ck. kau terlalu lembek" kesal Stefani tapi tetap mengikuti apa yang dikatakan oleh Cain bahkan tanpa mengatakan apa-apa lagi Stefani segera meninggalkan ruang rapat darirat yang mereka pakai untuk memanggil semua resepsionis yang bertugas hari ini


"Kalian boleh kembali sekarang" ujar Cain pada jajaran resepsionis setelah kepergian Stefani.


"Terimamasih Direktur Cain sunggu terimakasih karna masih mau memberi kami kesempatan" ujar Rosi mewakili semua temanya kembali.


"Ya seperti yang kukatakan aku mau ini kali terakhir aku melihat ada kesalahan seperti ini jika terjadi lagi siap-siap saja hari itu kalian semua akan di usir langsung dari perusahaan ini" ujar Cain dengan Nada yang begitu dingin membuat bulu kuduk mereka merinding mendengarnya.


"Kami mengerti, kami tak akan melakukan kesalahan lagi" ujar para resepsionis itu serempak.


"Ya. kita lihat saja nanti" kata terakhir Cain sebelum meninggalkan semua resepsionis pembuat masalah itu.


Setelah kepergian Cain dan Stefani terlihat para resepsionis yang saling menyalakan terutama Emely yang memang sejak awal sudah menolak tapi gara-gara teman-temanya yang mengatakan hal-hal aneh yang membuatnya mengikuti apa yang mereka katakan hal itu membuat wanita itu begitu marah pada teman-temannya yang sudah melakukan itu terurama pada Rosi.


Sedangkan Rosi sendiri hanya bisa menerima kesalahan dan kemarah Emely karna memang itu tidaklah salah karna yang menyakinkan Emely untuk percaya pada tamu tak diundang itu adalah dirinya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2