Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 87


__ADS_3

"Nisa" Claudi tak memperdulikan pelangan yang berada diresto langsung menerobos memasuki resto dan berjalan menuju kantor Nisa berada.


Kosong itulah di dapatkan oleh Claudi wanita pirang yang dicarinya tak ada diruangan itu yang ada hanya Ryuu yang sedang tertidur dibox bayinya.


Tap.... tap....tap....


"Dimana Nona Nisa?" Tanya Haiden pada Erin saat wanita itu berhasil mengejar Claudi dan Haiden yang berjalan cepat kekantor Nisa.


"Bos beliau pergi berbicara dengan pria itu disamping resto dia bilang tadi saat berpamitan" jelas Erin.


"Kenapa tak berbicara di resto?" Tanya Haiden lagi.


"Itu karna pria itu yang meminta"


Tanpa berkata apapun sekali lagi Claudi segera keluar menujuh ketempat yang dibicarakan oleh Erin.


Claudi dan haiden melewati Cain dan yang lainnya yang sedang menunggu mereka dari lantai dua untuk memeriksa sebelumnya.


"Itu Master ada apa?" ujar Cain penuh tanda tanya bukan hanya Cain tapi yang lainnyapun sama.


Setelah melihat Claudi dan Haiden berjalan melewati mereka, merekapun ikut menyusul sang Master.


Samping resto


Brug


Claudi terjatuh berlutut di gang kecil itu saat tak mendapati istrinya disana dia bisa merasakan keberadaan Nisa terakhir kalinya digang kecil itu dan menghilang tak tahu kemana ia tak bisa merasakan keberadaan istrinya sama sekali saat ini.


"Master" panggil Haiden khawatir dan yang lainnya hanya bisa terdiam melihat keterpurukan sang Master kembali padahal mereka tak ingin menyaksikan hal itu untuk yang kesekian kalinya lagi.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Rumah Haiden


Bug... bug... bug...


"BAGAIMANA HAL INI BISA TERJADI.... SIAL... SIAL... SIALLLLLL....." triak Kent frustasi sambil memukul tembol ruang tamu.


Saat ini semua sedang berkumpul dirumah Haiden termasuk Kent juga Gerry.


"Kita berurusan dengan seoramg pureblood gila saat ini kita harus membuat rencana jika ingin menyelamatkan Nyonya Nisa"


"Tapi kita bahkan tak tahu mereka membawa Nisa kemana bagaimana bisa kita melakulannya bahkan kita juga tak tahu keadaan tempat itu bagaimana?" Ujar Raisa mengutarakan apa yang ada dipikirannya.


Semua terdiam kembali karna apa yang dikatakan oleh Raisa adalah benar tapi mereka juga tak boleh membiarkan masalah ini terlalu lama karna mereka tak tahu apa yang akan dilakukan Antonius pada Nisa nantinya jika mereka tak segera menyelamatkan Nisa.


Apalagi mereka begitu mengenal Antonius Pureblood gila itu yang selalu terobsesi untuk menghancurkan segalanya terutama keluarganya yang kini hanya tinggal Claudi seorang.


Dimulai dengan kejadian kecelakan yang dialami oleh orang tua Claudi yang sangat di nyakini di sebabkan oleh Antonius meski tak ada bukti soal itu.


Tapi jika menyambungkan dengan semua kejadian sesudah kejadian itu semua juga pasti berpikir jika kejadian itu kemungkinan besar juga disebabkan oleh Antonius juga sebagai permulaan dari segala kekacauan yang ada.


Dari para Black Vampire yang semakin banyak lalu dilanjutkan dengan para bangsawan Vampire yang sebagian membelot pada kepemimpinan Claudi di Senate yang mengakibatkan perpecahan dan peperangan antar Vampire.


Lalu ada juga perpecahan antara Vampire dengan Para Kestaria yang kini disebut sebagai Hunter membuat mereka tak lagi mempercayaan Vampire bangsawan dan yang lainnya.


Hingga membuat mereka tak mematuhi peraturan yang sudah ada sejak perkumpulan itu didirikan yang dulunya tugas mereka dibuat hanya untuk menangani dan melindungi manusia dari Black Vampire saja tapi karna hasutan Antonius membuat mereka mejadi membenci para Vampire bangsawan apalagi Pureblood yang seharusnya tak mereka lakukan karna bagaimanapun yang membuat organisasi mereka ada itu juga karna seorang pureblood yang membuatnya.


Tapi semua itu harus terjadi karna ulah Antonius setelah bagaimana kejadian dari Senate yaitu Claudi harus digulingkan dari posisinya hingga dihianati seoramg wanita yang merupakan tunangannya sediri lalu membuat Claudi harus menerima semua hal yang tak seharusnya didapatkan olehnya sampai juga kejadian dimana Claudi harus diusir dari rumah sendiri itu semya juga karna ulah Antonius sebenarnya.


Tapi mereka tak ada yang sadar jika ulahnya itu terus belanjut hingga hari ini mereka mengira jika Antonius telah menghilang dan musna di pertarungan terakhirnya melawan Claudi peperangan antar Vampire sebelum Claudi di usir oleh orang-orang dari kediamanya sendiri.


Dan sekarang jika di ingan semua kembali hal itu benar-benar seperti sebuah domino yang tersusun rapi jika di jatuhkan akan jatuh semua seling berkaitan satu sama lainnya.

__ADS_1


Lalu kini mereka harus kembali berurusan dengan Pureblood gila macam Antonius kembali yang tak akan perna merasa puas jika belum benar-benar menghancurkan semuanya terutama Claudi sabg keponakan yang begitu dibencinya.


Beralih ketempat lain di saat Claudi dan yang lainnya sedang memikirkan cara untuk menyelamatkan Nisa.


Disebuah kamar yang begitu mewah dan luas terlihat Nisa yang terbaring disebuah ranjang yang luas dan empuk.


Wanita itu terlihat masih tak sadarkan diri hingga ada pergerakan di kedua kelopak matanya tanda dirinya mulai sadar dari pingsanya.


Nisa mengedipkan beberapa kali matanya untuk menormalkan padanganya agar bisa fokus mengamati sekitarnya.


"Dimana ini?" Gumamnya setelah tersadar sepenuhnya dan mengamati sekelilingnya ditinya yang berada disubuah kamar mewah yang begitu luas dengan gaya dekorasi tempo dulu.


Nisa memcoba mengingat apa yang terjadi padanya sebelumnya begitu dirinya kembali mengingat apa yang sudah terjadi dia dengan panik turun dari tempat tidur besar itu.


"Aku tak tahu ini dimana tapi aku harus pergi dari sini secepatnya sebelum dia datang" monolognya berjalan cepat kearah pintu kayu yang besar dan kokoh itu.


"Antonius dia adalah seorang Pureblood juga merupakan paman Claudi aku harus memberi tahu hal ini pada Claudi jika pamannya sediri sedang mengicarnya"


Nisa membuka pintu kokoh itu dan melihat keluar untuk memastikan ada orang atau tidak diluar kamarnya sebelum dirinya benar-benar keluar dari kamarnya.


"Tidak ada siapapun" Nisa segera melangka keluar dan dengan langka cepat meninggalkan ruang yang baru saja ditempatinya.


Tempat itu begitu sepi dan kosong dia tak menumukan seorangpun dia jumpai sejak dirinya keluar dari kamar dan saat ini dia sedang berjalan cepat melewati sebuah lorong yang begitu panjang tak tahu akan berakhir dimana dirinya jika sampai.


"Sebebarnya ini tempat apa? Tempat ini seperti sebuah kastil atau istana yang aku lihat dicomik atau flim....


Tapi bukan waktunya aku  memikirkan hal itu sekarang yang harus kupikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa pergi dari tempat ini secepatnya"


Nisa terus berjalan hingga dia sampai di ujung lorong dan kini dihadapannya adalah sebuah taman yang luas tapi yang menjadi fokus Nisa bukanlah taman itu melainkan sesuatu yang lain.


Susuatu itu terlihat bertumpuk karna gelap itu tak terlalu kelihatan dan diatas tumpukan itu ada seseoramg yang duduk diatasnya  memandangnya dengan matanya yang menyala merah hal itu membuat Nisa merasa takut hingga berjalan kembali mundur kebelakang.


"Rupahnya kau sudah sadar" ujar orang diatas tumpukan itu.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2