
Markas Hunter terlihat sibuk bayak orang-orang berlalu-lalang keluar masuk gedung itu.
Kent berjalan dengan santai memasuki gedung itu pemuda itu memang terlewat santai disetiap kesempatan jika tidak ada hal yang mendesak yang terjadi.
"Kent ada kasus ayo cepat ikut aku" ujar Gerry padahal Kent baru saja mengijakan kakinya digedung itu.
Tak bertaya lebih lanjut Kent segera belari mengikuti Garry yang berjalan cepat di depannya keluar dari markas Hunter.
Garry dan Kent juga dua orang lainnya segera memasuki jeep merah yang terparkir.
Mereka segera meluncur ketempat tujuan mereka dengan kecepatan tinggi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Diruang berbedah lima orang terlihat berkumpul mereka adalah Haiden, Cain, Stefani, Raisa dan Rafael mereka terlihat serius membahas sesuatu.
"Biar aku saja yang pergi" ujar Cain mengajukan dirinya.
"Tapi apa menurutmu ini benar-benar kebetulan" kali ini Stefani yang berbicara.
"Entahlah kita belum bisa memastikannya" jawab Haiden.
"Tapi jika ini semua terdengar oleh Senate bisa dipastikan kita tak akan bisa bersantai lagi" Rafael menambahkan.
"Karna itulah selama ini tuan menolak menujukan dirinya beliau tak ingin berurusan dengan Senate untuk saat ini"
"......"
"......"
"......"
"......"
__ADS_1
"Baiklah urusan kali ini kuserakan padamu Cain jika ada masalah langsung hubungi aku" Kata Haiden lagi.
"Aku mengerti"
Setelahnya keempat orang kecuali Haidenpun pergi keluar dari ruangan Haiden.
Disebuah rumah kosong yang terlihat sudah sangat lama tidak ditinggalkan terlihat dari keadaan rumah itu yang begitu berantakan kusam karna tumbuhan liar yang memenuhi halaman depan rumah juga beberapa bagian rumah yang terlihat rusak dimakan oleh usia.
Rumah itu terletak di sebuah daerah yang sepi dengan Gang yang juga sempit jika ingin mengujungi rumah itu meski mobil juga masih bisa memasuki gang sempit sebagai jalan satu-satunya menujuh kerumah itu.
Kelompok Hunter yang disana terdapat Kent juga Gerry terlihat mobil mereka kini terpakir dengan sembarangan di halaman rumah kosong itu.
Semua orang yang berada didalam mobil itu terlihat turun dari mobil dan dengan santainya memasuki rumah kosong itu.
Hari sudah menujukan sore hari dan matahari terlihat hampir tenggelam kegelapan malam mulai menutupi.
"Black Vampire mereka benar-benar merepotkan" ujar salah Satu dari mereka saat keempat orang itu memasuki rumah kosong itu.
Setelah benar-benar memasuki rumah kosong Gerry memberi perinta dengan isarat tangan untuk berpencar menyusuri semua bagian dari rumah agar secepatnya mereka menemukan apa yang mereka cari untuk mereka buruh.
Kent dan satu lainnya berjalan menaiki tangga untuk naik kelantai dua Sisa Gerry dan satu lainnya juga berjalan di sekitar tempat awal mengambil arah kiri dan kanan berpencar.
Saat di lantai dua Kent dan satu lainya juga berpencar ambil jalan masing-masing.
Rumah itu nampak tak menujukan hawa keberadaan lain selain keempat orang Hunter itu segitu sepi lembab dan pengap tak terjama sama sekali selama bertahun-tahun.
Kent mamasuki sebuah ruangan kosong seperti sebuah kamar dengan atap yang hampir sebagian tak ada lagi karna ambruk pemuda itu melihat sekeliling ruangan itu tak ada yang mencurigakan yang ada hanya keheningang seperti sebelumnya sebelum suara melengking ia dengar dari atas tepat di atap yang roboh
Seseorang menjatuhkan dirinya tepat mengarah pada Kent dengan kuku jari yang memanjang yang mengarah tepat padanya orang itu wanita dengan gaun lusu, kulit kusam, taring yang panjang mecuat dengan saliva memenihi mulutnya layaknya moster kelaparan yang siap menerkam mangsanya.
Kent menyadari hal itu segera mundur kebelakang untuk menghindar mengeluarkan sebuah pistol perak dari balik jaket yang ia kenakan dan mengarakanya pada makluk itu.
Dor
Dengan sekali tembakan tepat di kening makluk itu menghilang menjadi abu.
"Black Vampire sialan" gumamnya kesal.
Belum sempat merasa lega kembali tiga Black Vampire datang menyerangnya secara bersamaan dan seperti sebelumnya mereka berteriak melengking saat menyerang Kent bersamaan.
Kent memberi perlawana dengan beberapa tembakan yang diarahkan pada ketiga mahkluk yang kehilang pikiranya itu.
Dor
Dor
Dor
__ADS_1
Beberapa tembakak di arahkan oleh Kent tapi hanya satu yang tepat sasaran karna gerakan Black Vampire yang cepat layaknya vampire normal lainnya mengatasi mereka bukanlah hal yang muda yang membedahkan Black vampire dengan vampire normal hanyalah mereka tak memilik pikiran lagi untuk Mengontror dirinya mereka hanya di kontrol oleh hawa nafsu membunuh untuk makan itulah perbedaannya Black Vampire dan vampire normal dan sisanya semua hal yang didimiki vampire normal mereka juga memilikinya seperti kekuatan, kecepatan, mereka memiliki semuanya meski mereka tak memiliki kekuatan magis seperti halnya vampire bangsawan.
Dua arah di serang secara bersamaan Kent hanya bisa membidik satu sasaran teman-temanya tak ada yang tadang membantunya itu artinya mereka juga mengalami hal yang sama seperti dirinya.
"Sial" gumam Kent kesal saat melihat para Black vampir yang menghidari tembakanya dengan melompat dari sisi kesisi lainnya.
Bagian belalang pungung Kent terbuka seperti tak mau kehilangan kesempatan salah satu Black Vampire segera menyerang mengambil celah itu.
"Verdeaţă" Ujar seseorang dari atas atap menghentikan Black Vampire yang mau menyerang Kent bersamaan dengan suara tembakan yang di berikan Kent pada black vampire di hadapanya.
Dor
Wussss
Kedua Black Vampire yang tersisapun segera musna menjadi debu seperti black vampire sebelum-sebelumnya.
"Ck, Bangsawan" kesal Kent melihat wanita cantik berdiri di atap memandang renda dirinya yang berada di bawahnya.
"Harusnya kau berterimakasih manusia" ujar wanita itu.
"Aku tak perna meminta bantuanmu" jawab Kent.
"Padahal kau hampir terbunuh oleh Black vampire barusan tapi kau masih saja bisa bersikap sombong ya" ujar Wanita itu lagi.
"......"
"Raisa apa di sini sudah selesai" seorang pemuda menyusul dan berdiri tepat di samping sang wanita yang ternyata adalah Raisa.
"Ya begitulah aku hanya menghabisi satu Black Vampire itu bukanlah masalah yang sulit bagaimana denganmu" ujar Raisa pada Rafael pemuda yang ada di sampingnya saat ini.
"Ya sudah beres" jawab Rafael sambil melihat kebawa di mana Kent berada.
Rafael tak mengatakan apapun pada Kent justru dia segera mengajak Raisa untuk ikut dengannya pergi meningalkan Kent.
"Ayo pergi sepertinya Cain dan Stefani juga sudah selesai membereskan para Black Vampire Lainnya"
"Ya ayo"
Wuss
Kedua pasangan bangsawan Vampir itupun menghilang dalam sekejap mata meninggalkan Kent.
Setelah kepergian Raisa dan Rafael Kent juga berjalan keluar dari ruang itu untuk mencari teman-temannya melihat apakan mereka semua baik-baik saja atau tidak.
Saat hampir menuruni tangga lantai dua Kent bertemu satu orang temanya yang pergi bersamanya kelantai dua sebelumnya keadaannya terlihat baik tak ada luka yang serius yang dideritantanya.
Orang itu juga terlihat lega saat melihat keadaan Kent yang baik-baik saja merekapun turun ke lantai satu bersamaan disana sudah menunggu Garry dan satu orang lagi lainnya yang juga dalam keadaan baik.
__ADS_1
Sepertinya hari ini bukanlah hari yang berat untuk membasmi Black Vampire meski mereka juga mendapakan sedikit bantuan dari para Vampire bangsawan kali ini.
Tbc