
"Jadi dia ada disini? Bersama para Human rendahan" ujar Yunifer saat ini wanita Purebood itu sedang berada didepan gedung perusahaan C_N Crop bersama para pengikutnya.
Wajahnya yang cantik begitu menarik perhatian banyak orang apalagi keberada orang-orang yang merupakan pengikutnya yang selalu setia berada disamping dan belakangnya layaknya bodyguat itu membuat wanita itu begitu terlihat mencolok.
"Apa dia itu seorang artis?" Ujar orang-orang penuh tanda tanya saat melihat kelompok Senate yang dipimpin oleh Yunifer itu didepan gedung perusahaan C_N crop.
"Entahlah mungkin saja kamu lihat saja para bodyguar yang mengelilinginya itu lagi pula bukankah ini bukan kali pertama perusaan C_N crop mendatangkan seorang artis jadi mungkin saja kali ini juga begitu bukan mungki dia artis pendatang baru"
"Kau bener Raisa dan Rafael juga merupakan artis langanan ambasador perusahaan kita ini jadi jika ada artis baru yang datang pasti itu bukan sesuatu yang mengherankan sih"
Itulah yang dibicarakan para pegawai C_N Crop saat melihat kedatangan Yunifer Bersama rombongan pengikutnya yang setia.
"Aku ingin bertemu dengan Claudi dimana ruangannya?" Tanya Yunifer pada resepsionis.
"Tuan Claudi? Maaf apa anda sudah membuat janji dengan beliau?" Tanya resepsionis itu ramah.
"Aku adalah tunangannya apa aku harus membuat janji dulu pada tunanganku jika ingin bertemu" jawab Yunifer pelan begitu angun, elegan membuat apa yang dikatakanya langsung dipercaya meski itu kebohongan sekalipun.
"Ah... maafkan saya anda tunangan Tuan CEO sunggu maafkan saya... saya akan segera mengantarkan anda" ujar Resepsionis itu gelagapan percaya dengan apa yang dikatakan Yunifer tak sedikutpun menaruh kecurigaan pada wanita itu dikarna penampilan Yunifer yang begitu meyakinkan dan tak terbantakan jika dia tak memiliki hubungan khusus dengan CEO mereka.
Resepsionis itu segera membawa Yunifer kelantai di mana kantor Claudi berada.
Dilantai itu ada resepsionis lain segera saja resepsionis pintu masuk membawa Yunifer untuk menemui resepsionis lantai itu.
"Ms, Emely Nona ini ingin bertemu tuan CEO"
Emely mengamati Yunifer baik-baik penampilan Yunifer yang begitu cantik dan memukau tak membuat wanita yang bekerja sebagai resepsionis lantai CEO itu berbaik hati.
"Siapa Nona itu.... memang beliau sudah memiliki janji dengan Tuan CEO?" tanya Emely ketus.
"Tidak itu.... Nona ini....
"Kalau dia tidak membuat janji kenapa kau membawanya kemari? Aku jugs tak mendapatkan perinta untuk menyambut seseorang tamu hari ini" ujar Emely memotong perkataan resepsionis lantai bawah tak membiarkan begitu saja.
"Tapi dia bilang dia adalah tunangan Tua CEO"
"Kau pikir jika semua orang mengatakan dia tunangan Tuan CEO maka mereka semua betulan tunangan dari tuan CEO"
__ADS_1
"Anda memang benar terus harus bagaimana sekarang "
"Ya sudah usir mereka"
"Tunggu Emelly"
"Ada apa jangan menganggu Rosi"
"Apa kau tak berpikir mungkin saja apa yang di katakan wanita itu benar kita semua tahu bukan keberadaan Tuan CEO sampai sekarang belum di ketahui orang lain selain orang-orang yang berkarja diperusahaan ini orang lain selain dari perusahaan ini pasti tidak ada yang tahu karna Tuan CEO belum mengenalkan dirinya dihadapan publik.... jika wanita itu bisa menyebutkan namanya dengan benar itu saja sudah menujukan jika dia benar-benar mengenal tuan CEO jika kita mengusirnya mungkin saja kita akan mendapat masalah Nantinya"
Apa yang dikatakan Rosi memanglah benar info soal sang CEO memang belum tersebar diluar perusahan saat ini karna rencananya sang CEO akan di perkenalkan secara khusus nantinya didepan umum itulah yang mereka tahu.
"Ck, kalau begitu aku yang akan membawanya dan kau kembali sana keposisimu" ketus Emely.
"Baik kalau begitu saya pergi sekarang" Resepsionos bernama Ratna yang merupakan Resepsionis lantai bawah itu segera pergi seperti apa yang dikatakan Emely.
"Nona anda bisa ikut dengan saya" ujar Emely mengambil alih begitu Ratna pergi.
Tanpa banyak bicara Yunifer segera mengikuti Emely yang akan membimbingnya keruangan Claudi.
"Tunggulah disini saya akan mengatakan kedatangan anda dulu pada CEO jika sudah nanti saya akan sampaikan pada anda jika sudah dapat ijin"
"Kenapa begitu? Kenapa harus begitu banyak proses hanya untuk bertemu dengan tunanganku sendiri"
"Maaf ini memang prosedur yang harus selalu diterapkan"
"Ya sudah pergilah sampaikan kedatanganku pada Claudi"
"Baik"
Clek
Pintu dibuka oleh Emely wanita itu segera berjalan dan menghadap Claudi yang terlihat sibuk dengan dokumen yang harus di pelahari dan dikerjakannya.
"Ada apa?" Tanya Claudi yang melihat wanita penyambut di kantornya itu datang ke ruangannya.
Claudi tak memiliki asisten khusus sebenernya hingga hari ini karna pekerjaannya saat ini masih di bantu oleh Cain jadi untuk sementara waktu memang Cain bekerja sebagai Sekertaris Claudi untuk membantu semua pekerjaan yang belum di ketahuin oleh Claudi selain jadi Direktu di peruhaaan C_N Crop.
__ADS_1
"Itu ada seorang wanita yang mengaku sebagai tunangan anda dia ingin bertemu dengan anda" ujar Emely memberi tahukan tujuannya.
'Tunangan!? Nisa?' Pikir Claudi senang karna tak ada wanita lain yang merupakan tunanganya selain Nisa meski mereka sama sekali belum perna mengadakan acara pertunangan meski dirinya juga sudah melamar Nisa dan Nisapun sudah menerima lamarannya..
Tapi entah bagaimana saat mendengar tunanganya yang ada di otaknya hanya ada nama satu orang wanita yaitu Nisa seorang.
"Suruh dia masuk" ujar Claudi tenang seperti biasanya.
"Baik tuan CEO" Emely wanita itu kembali keluar dari kantor Claidi untuk memanggil tamu yang datang.
"Silakan masuk Tuan CEO sudah menunggu anda" ujar Emely pada Yunifer.
Tak perlu lagi menunggu Yunifer segera saja memasuki kantor itu tentu masih dengan diantarkan oleh Emely dan tentu saja masih dengan para pengikutnya yang selalu setia dan siaga di belakangnya.
"Ni... kamu?" Claudi sedikit terkejut dengan kedatangan Yunifer dia tak menyaka jika wanita yang mengaku sebagai tunanganya adalah Yunifer padahal sebelumnya ia sudah senang dan siap menyambut kedatangan Nisa yang dia kira Nisalah yang datang tak disangka justru kelompok Senatelah yang datang.
"Kenapa apa kamu terkejut dengan kedatanganku? apa kamu berpikir jika yang datang menemuimu adalah wanita lain karna itu kamu mengijikan aku untuk masuk keruanganmu ini" Ujar Yunifer dengan senyuman sringai kepuasanya..
"Untuk apa kamu datang kesini?" Claudi kembali ketempat duduknya dibalik meja kerjanya setelah dia tadi berdiri karna ingin menyambut kedatangan Nisa itu yang ada dipikirannya.
"Sebelum itu bisakah kau menyuruh Human itu pergi keberadaannya mengangguku disini"
"Kamu pergilah" printa Claudi pada Emely.
"Baik Mr, CEO"
Seperti yang di perintakan Emely segera keluar dari kantor Claudi.
"Jadi ini yang kau sembuyikan dariku kau tak ingin kembali padaku dan kau malah lebih memelih hidup seperti ini... ya... ini memang kelihatan tak begitu buruk" ujar Yunifer setelah kepergian Emely.
Wanita itu berkeliling mengamati seluruh bagian dari ruang yang dipakai sebagai kantor oleh Claudi itu.
"......."
"Kehidupan bermewah-mewah memang tak akan bisa lepas dari kaum kita bahkan dirimu yang baru bangun dari tidur panjangpun menginginkan kehidupan yang seperti ini juga.... tapi kenapa kau menolak ajakanku saat itu... aku sunggu penasarang padahal jika kau mau kau bahkan bisa mendapatkan jauh dari apa yang kau miliki saat ini... kau juga bisa menguasai dunia ini bersamaku jika kau mau.. tapi kenapa kau menolaknya"
Tbc
__ADS_1