Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 13


__ADS_3

"Apa yang akan kita lakukan sekarang Lord?" Seorang dengan wajah tertutup jubah hitam di seluruh tubuhnya.


Membungkuk merendakan diri pada


sosok yang berada di hadapanya tengan duduk disingasananya pula.


"Wanita itu sudah bergerak kita tak perlu buang tenaga untuk saat ini kita lihat saja apa yang akan dilakukan wanita itu setelah ini" jawab pria yang berada dikursi kebesarannya kalem tapi begitu penuh arti.


Semua orang yang berjubah dihadapanya hanya bisa menurut dengan apa yang dikatannya seperti sebelum-sebelumnya.


Dilain sisi Nisa wanita hamil itu tengah tertidur pulas di kamarnya wajahnya yang cantik terpapar sinar bulan yang menyorot dari balik jendela besar yang berada di kamarnya hal itu membuat wanita itu terlihat seperti bercahaya dan semakin cantik menawan saat di pandang.


Tak berapa lama terlihat Claudius masuk kekamar itu beberapa hari terakhir ini memang pria tampan itu selalu menyelinap masuk kekamar Nisa tanpa alasan yang jelas.


Claudius selalu menghabiskan waktu malamnya di kamar itu bersama Nisa yang tertidur tak perna mengetahui atau meyadari keberadaannya.


Claudius mendudukan dirinya di tepian tempat tidur menatap dalam pada Nisa yang tertidur dengan lelapnya.


"Aku tak mengerti dengan perasaanku ini tapi yang jelas aku tak akan perna melepaskamu apapun yang terjadi kau harus selalu disampingku" ujar Claudius dan diakhiri ciuman ringan dikening Nisa yang tertidur pulas.


Bibirnya melenkung keatas saat menatap wajah wanita yang tertidur itu wajahnya yang tersirami pantulan sinar bulan sama seperti Nisa sebelumnya membuat pria itu telihat sangat menawan.


Mengingat kejadian beberapa waktu lalu dimana dia dibuat susah oleh wanita itu tapi entah kenapa dia sama sekali tak keberatan dan justru menikmati moment itu.


...Flasback on...


Hari sudah menujukan jam 22:00 terlihat Nisa, Claudius, Haiden dan keempat orang lainya Raisa, Cain, Rafael dan Stefani sedang menikmati hari mereka dengan bersantai menghabiskan waktu.


Mereka berbincang-bincang ringan satu sama lain meski Claudius terlihat hanya diam dan mendengarkan saja juga Rafael yang terlihat tidur di shofa paling pojok entah tidur atau tidak tapi mamang begitulah kebiasaan pria bersurai hitam itu.


"Aku pengen makan Mie instan" ujar Nisa tiba-tiba membuat semua orang diruangan itu menatap kearahnya.


"Bukankah kita baru saja makan malam?" Ujar Raisa menanggapi apa yang di katakan Nisa.


"Claudi ayo masak Mie untukku" ujar Nisa lagi tanpa pinkir panjang dan merayu pada Claudius.

__ADS_1


"......" Claudius menatap wanita itu dengan pandangan bingung.


Semua orang hanya bisa menjatukan rahang mereka saat melihat Nisa yang merayu dan bersikap manja pada pimpinan mereka.


"Claudi apa kau tak mau?" Tanya Nisa lagi dengan mata berkaca-kaca karna pria itu tak mengatakan apapun untuk mengiyakan atau menolak.


"Aku akan meminta pelanyan membuatkan anda Mienya tunggulah karna di rumah ini tak ada Mie instan jadi mereka harus pergi untuk membelinya terlebih dulu" ujar Haiden setelahnya merasa tak enak dengan sang tuan dia mengerti kemungkinan Nisa saat ini sedang merasa ngidam yang sering dirasakan wanita hamil pada umumnya tapi yang membuatnya merasa tak enak karna wanita itu meminta sang tuan untuk menuruti permintaannya.


"Tapi aku mau makan Mie buatan Claudi" ujar Nisa lagi merasa sedih.


'Gawat' batin Haiden memandang sang tuan yang berada di hadapannya kalau sudah begini dia tak bisa melakukan apapun ini adalah permintaan wanita hamil yang harus di lakukan apapun yang terjadi karna konon itu merupakan permintaan sang calon bayi itu sendiri jadi biasanya pasangan suami istri memang melakukan semua itu jika istri ngidam saat hamil maka sang suami harus siap melakukan apapun yang diinginkan istrinya.


//"Haiden"// panggil Claudius lewat telepati mereka saat melihat wajah orang kepercayaannya yang terlihat pasra.


// "Maaf Master sepertinya anda memang harus melakukannya Nona Nisa sepertinya sedang dalam masa ngidam itu biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil"// jawab Haiden.


"Hm... baiklah aku akan membuatkannya untukmu" putus Claudius


"Hahh... benarkah terimakasih Claudi" ujar Nisa antusias dan merasa sangat senang.


Melihat wajah bahagia wanita itu membuat Claudius juga ikut senang apa lagi dia begitu menyukai senyum ceria yang dimiliki oleh Nisa selama ini dan dia selama ini selalu ingin membuat wanita hamil itu bisa selalu tersenyum bahagia.


"Dokter bolehkan yang pergi membelinya kami saja?" Tanya Nisa menujuk pada dirinnya dan Claudius.


"Karna rasanya pasti lebih enak dan menyenangkan jika kita membuatnya setelah berbelanja terlebih dahulu" lanjut Nisa lagi menjelaskan pada Claudius yang menatapnya tak mengerti.


"Tapi tuan belum perna pergi berbelanja sebelumnya" ujar Haiden khawatir.


"Tak apa aku akan pergi bersamanya" jawab Cladius dan berdiri dari tempat duduknya Nisapun ikut berdiri dengan antusias.


"Baik master supir akan mengantar kalian ke sualayan terdekat dari sini" ujar Haiden.


Claudius mengambil langka awal meninggal ruangan di ikuti Nisa juga Haiden sekaligus memberikan perinta pada supirnya untuk mengantar Claudius dan Nisa.


Beberapa waktu Nisa dan Claudius sampai didepan sebuah minimarket yang berada tak jauh dari rumah Haiden.

__ADS_1


Mereka berdua masuk bersamaan meninggalkan sang supir yang menunggu mereka ditempat parkir.


"Bawa ini" ujar Nisa meminta Claudius untuk membawa troli.


"Hm" Claudius tak mengerti tapi tetap melakukannya mendorong troli seperti yang dilakukan orang-orang berkeliling minimarket.


"Sepertinya tempat Mie instan ada disana" tujuk Nisa di sebuah areh makanan.


Claudius hanya mengikutinya disampinya hingga mereka sampai di bagian Mie instan Nisa terlihat mulai memilih-milih Mie yang dia mau dan memasukan kedalam kerajang jika dia menginginkanya.


Kembali Claudius hanya memperhatikan saja tanpa kata apa yang dilakulan Nisa.


"Claudi kau mau yang mana?" Tanya Nisa pada Claudius yang hanya diam memperhatikannya saja sedari tadi.


"Bukanya yang ingin makan itu kamu"


"Iya tapi kamu juga nanti pasti pengen juga saat membuatnya jadi pastikan kamu juga memilih untuk dirimu sendiri juga"


"Memang apa bedahnya dari semua itu?" Tanya Claudius akhirnya setelah sejak tadi penasaran karna bujukan dari Nisa yang telihat masih sibuk sekali memilih .


"Hm.. tentu saja rasanya setiap kemasankan selalu berbeda" ujar Nisa lagi.


"Bagaimana dengan yang ini! apa kau suka?" Ujar Nisa menujukan satu kemasan Mie.


Claudius mengambilnya dari tangan Nisa untuk melihatnya saat seperti ini mereka benar-benar seperti pasangan suami istri yang sedang pergi berbelanja bersama pasangan pengantin muda yang baru menikah itulah yang berada di pandangan semua orang saat melihat kebersamaan mereka seperti saat mereka pergi jalan-jalan sebelumnya.


"Hm.. boleh" jawab Claudius dan melempar Mie itu ke troli mereka.


"Baiklah ini sudah cukup ayo kita bayar dan segera pulang aku sudah tak sabar makan mie buatan Claudi" ujar Nisa antusias.


"Ya"


Setelah membeli apa yang mereka mau mereka segera membayar di kasir dan segera keluar dari minimarket.


Begitu keluar Minimarket sang supir segera menghampiri mereka dan mengambil belajaan mereka untuk di simpan di bagasi mobil dan setelahnya merekapun kembali pulang.

__ADS_1


Begitu sampai mereka berdua segera pergi kedapur semua orang sudah mendapat intrupsi dari Haiden agar tak menganggu kedua orang itu.


Tbc


__ADS_2