
Hari berikutnya Nisa menjalani harinya dengan lebih semangat karna dia juga mulai bekerja sebagai pemilik sebuah resto dipusat kota.
Setiap hari dia akan berangkat bersama Claudi ke restonya bersama Ryuu saat Claudi juga akan berangkat bekerja.
Nisa tak perna menyangka jika dia akan bisa memiliki sebuah resto dengan namanya sendiri kalau bukan karna Claudi pasti itu tak akan perna bisa terjadi.
"Sampai jumpah nanti aku akan menjemput kalian" ujar Claudi memberikan kecupan di kedua orang yang paling berharga di hidupnya itu.
"Kami tahu" Ujar Nisa dan segera keluar dari mobil Claudi .
Setelah Nisa keluar Claudi segera pergi dari termpat itu dan Nisa juga Ryuu berjalan memasuki resto.
"Selamat pagi" sapa semua pegawai resto saat melihat Bos mereka memasuki resto.
"Pagi" balas Nisa dengan senyum manisnya.
"Ryuu.... pagi sayang" beberapa pegawai datang menghampiri sengaja untuk menyapa anak yang berada digendongan Ibunya itu.
"Pagi juga Kakak-kakak semua" balas Nisa sambil melambaikan tangan Ryuu.
"Ryuu benar-benar mengemaskan maukah jadi anak Kakak?" Ujar seorang pelanyan
"Hisss jangan bermimpi" balas temannya.
"Apaan sih kalau iri katakan saja"
"Untuk apa iri Ryuu sudah jadi anakku sejak hari pertama datang tahu ha...ha..ha"
"Kalian semua sudah hentikan cepat kembali bekerja jangan ngelujak hanya karna Bos selalu membiarkan kalian selama ini"
"Ah.... Manger kami mengerti" semua kocar-kacir kembali kepekerjaan mereka masing-masing setelah mendapat seprotan kata-kata pedas dari sang Meneger resto.
Nisa hanya tersenyum melihat itu karna dia sudah terbiasa dengan kejadian seperti itu setiap harinya sejak dirinya akrab dengan semua pegawai restonya hal seperti ini setiap hari terjadi.
Dan itu semua di sebabkan oleh Ryuu putranya yang sering kali menjadi pusat perhatian.
"Sudahku bilang anda jangan terlalu lembek pada mereka Nyonya jika begitu terus mereka akan semakin melunjak" ujar Erin lagi dan lagi sudah kesekian kalinya jika kejadian serupa terjadi.
"Hm... aku mengerti" balas Nisa sambil tersenyum.
"Anda selalu saja bilang mengerti tapi anda tak perna melakukan apa yang aku katakan" gerutu Erin.
"Sudah ayo kekantor apa ada sesuatu yamg ingin kamu lapotkan hari ini?" Putus Nisa jika tak ingin dapat gerutuan dari Erin terus menerus.
Merekapun pergi kelantai dua dimana kantor Nisa berada saat sampai Nisa segera menurunkan Ryuu di lantai berkarper bulu tebal yang empuk sengaja memang disiapkan untuk tempat bermain Ryuu disana juga ada mainan Ryuu agar Ryuu tak rewel saat Mamanya sedang bekerja.
Nisa bekerjanya tak terlalu fokus pada pekerjaan karna memang dia juga harus menjaga Ryuu juga jadi mau tak mau dia bekerja sebisanya.
Erin menyerakan beberapa dokumen untuk Nisa setelah Nisa duduk ditempat kerjanya.
Nisa mulai membuka dan mempelajari apa yang menjadi isi dari dokumen itu sesekali Erin memberikan penjelasan pada apa yang ditanyakan oleh Nisa.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Jam makan siang resto terlihat makin sibuk jika di jam- jam itu karna akan ada banyak pengujung untuk makan siang direstonya.
Apalagi restonya yang terletak di tepat yang begitu strategis yang bertempat tak jauh dari gedung perkantoran.
Di jam-jam seperti ini Nisa akan membantu sedikit-sedikit jika Ryuu sedang tidur siang dikantornya hal itu bisa membuatnya bisa membantu sedikit-sedikit disaat Resto sibuk.
Disaat-saat dirinya sedang membantu perkerja karna resto yang ramai Nisa tiba-tiba di tegur oleh seseorang.
Seorang pria yang terlihat familier tapi meski begitu dia tak mengenal pria itu.
"Oh, anda...." ujar Seorang pria pada Nisa pria itu adalah pengujung restonya.
"Ya..
"Anda tak ingat pada saya padahal saya merasa sangat malu karna kejadian itu... kejadian waktu itu yang saya salah mengenali anda sebagai kenalan saya.... sepertinya anda benar-benar lupa" jelas pria itu.
"Ah... saya ingat" jawab Nisa setelah cukup lama menginggatnya.
"Oh.. tak apa itu kejadian yang lumrah terjadi anda tak perlu seperti itu"
"Ah... baiklah kalau begitu... ngomong-ngomong ada mau makan sesuatu disini biar saya yang traktir" tawar pria itu.
"Oh.. tidak perlu saya tidak sedang mau makan atau sesuatu saya bekerja disini" terang Nisa.
"Hm, begitu"
"Iya"
"Ngomong-ngomong boleh saya tahu nama anda?"
"......."
"Ah.... jangan salah paham saya hanya ingin berkenalan saja karna mungkin saya akan sering datang keresto ini jika bertemu akan lebih baik jika saya menyapa anda bukan"
"Oh... Saya Nisa"
"Saya Antonius" pria itu mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan Nisa.
Nisa dengan senang hati menerima jabatan tangan itu.
"Kalau begitu saya harus pergi sekarang terimakasih sudah mau bemberitahukan nama anda sampai jumpah lain waktu" ujar pria itu lagi setelah melepaskan jabatan tanganya dengan Nisa.
__ADS_1
"Ya" jawab Nisa
Pria itu tersenyum setelahnya dia pergi dari resto membawa satu gelas kopi pesanannya.
"Bukankah pria itu benar-benar mirip Claudi? Claudius, Antonius bahkan nama mereka terdengar mirip" Monolog Nisa sambil melihat pria yang bernama Antonius itu keluar dari Restonya.
Disisi lain Antonius pria itu terlihat menujukan Smirk dibibirnya begitu keluar dari resto.
"Hari inipun dia terasa begitu mengiurkan tapi sayang ada aroma yang tak kusukai yang selalu menempel padanya"
"Sepertinya aku harus menyingkirkan sesuatu yang menyebabkan aroma itu menempel padanya atau aku bawah dia menhauh dari aroma itu agar tak menempel padanya" setelah mengatakan hal itu pria itu menghilang dalam sekejap bahkan orang-orang yang berada disekitarnya saja tak ada yang menyadari yang tertinggal dari jejaknya hanya botol kopi yang di belinya dari resto Nisa yang terjatuh ketanah yang keras.
.
.
.
.
Sejak pertemuan kedua kalinya dengan Nisa Antonius sering kali datang keresto Nisa.
Mereka juga sering berbincang-bincang meski tak terlalu lama Nisa menganggap Antonius sebagai pelangan Restonya tak lebih.
Berbedah lagi dengan pria itu entah apa yang ada dipikiranya karna setiap saat selalu datang keresto seperti terlihat tujuan sebenarnya bukalah untuk menikmati apa yang dijual disana melainkan untuk bertemu dengan sang pemilik Resto.
Beberapa pekerja yang peka akan situasi bisa dengan muda menebak tujuan Abtonius apalagi pria itu selalu bertanya keberadaan sang pemilik Resto pada pelayan yang ada jika tak melihat Nisa membantu mereka.
"Bukankah tujuan tuan itu sudah sangat kelihatan begitu jelas"
"Kamu benar padahal Boskan sudah menikah dia juga sudah mengetahui keberadaan Ryuu tapi tetap saja maju"
"Sepertinya dia tak perduli dengan apa yang ada dihadapanya"
"Bos sepertinya memang selalu populer dia dikelilingi begitu banyak pria tampan bahkan Kakaknya saja sangat tampan benarkan"
"Kyaaaa kamu benar selain CEO Night dan Direktur Haiden kakaknya itu benar-benar tampan namanya kalau tidak salah adalah Kent belum lagi Raisa dan Rafael sang aktor dan artis terkenal itu Bos kita sepertinya benar-benar bukan wanita biasa"
"Ah... benar aku ingat itu aku benar-benar sangat terkejut dengan kedatangan mereka..... mereka benar-benar luar biasa cantik dan tampah bahkan kalau dilihat secara langsung semakin kelihatan kecantikan dan juga ketampanannya bukan"
"Kalian sudah selesai bergosipnya"
"Oh... astaga anda selalu saja mengagetkan kami Maneger Erin"
"Jam istirahat akan berakhir cepat kembali"
"Hah... iya"
Begitulah yang selalu terjadi di Resto jika para pekerja memiliki waktu luang untuk beristirahat.
Tbc
__ADS_1