
"Reuni?"
("Iya.... apa kamu mau datang")
"Tapi bagaimana bisa mereka tahu jika kamu bertemu denganku"
("Katanya ada seseorang yang melihat kita saat kita pergi ke Aquarium waktu itu dan itu tersebar")
"Jadi begitu"
("Iya.. karna itu di Reuni nanti mereka memintaku untuk mengajakmu juga..... bagaimana apa kamu mau datang?")
Nisa terlihat berpikir dengan ajakan Ancel membiarkan Ancel yang berada dibalik sambungan telpon menunggu untuk sesaat.
("Nisa") panggil Ancel lagi dari balik sambungan karna Nisa tak kunjung memberikan jawananya.
"Entahlah aku tak yakin soal itu.... aku akan memikirkanya dulu bolehkan?" Ujar Nisa akhirnya meski dia tak memberikan jawaban yang harusnya dia jawab.
("Baiklah kamu bisa memikirkanya jika sudah hubungi akun lagi .... aku mengerti keadaanmu ini pasti sulit untukmu aku mengerti kamu tenang saja")
"Baiklah terimakasih Ancel"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Disini ya?" Ujar Nisa saat ini dirinya dan juga Ryuu berada tepat di depan sebuah resto.
Nisa memasuki resto itu mencari tempat yang nyaman untuk dirinya lalu memesan minuman sebagai pendamping dia yang sedang menunggu seseorang.
__ADS_1
"Kenapa belum datang juga?" Gumamnya sendiri melihat kearah jalan yang berada di balik jendela resto.
Tak berapa lama seorang wanita memasuki resto itu juga melihat kekiri kekanan mencari seseorang.
"Disini Kak Reni" panggil Nisa saat melihat wanita yang dia tunggunya.
"Oh... astaga maaf Nisa aku datang terlambat" ujar Wanita merasa bersalah setelah sampai tepat dimana Nisa duduk.
"Tak apa Kak" Nisa tersenyum memaklumi.
"Baiklah kita pergi setelah kita makan dulu disini... apa kamu sudah pesan?"
"Belum... aku hanya pesan minuman tadi karna aku mau menunggumu"
"Begitu ya... sekali lagi Nisa terimakasih kamu sudah mau menemaniku hari ini Nisa sunggu kamu adalah teman yang terbaik" ujar Reni benar-benar bersyukur.
"Itu bukan masalah besar Kak.. Kakak tak perlu sampai seperti itu" balas Nisa tersenyum tulus.
"BAIKLAH KALAU BEGITU HARI INI AYO KITA BERSENANG-SENANG SEPUASNYA" ujar Reni semangat Nisa hanya tersenyum melihat wanita yang merupakan pegawai resto Bu Sella itu.
"Baiklah kita mulai dari mana dulu?" Ujar Reni lagi berpikir mulai dari mana mereka akan bersenang-senang menghabiskan hari liburnya hari ini.
"Terserah Kak Reni saja mau kemana saja" ujar Nisa sebenarnya hari ini Nisa juga punya undangan Reoni bersama teman SMAnya tapi dia menolak ajakan Ancel untuk pergi dan memilih mengikuti ajakan Reni yang ingin menghabiskam waktu liburannya.
Mereka dengan sengaja mendatangi Nisa dan Reni saat melihat Nisa di resto itu.
"Oh.. kamu ada disini kamu menolak undangan Reoni teman sekolah" ujar Evelin begitu tepat di hadapan Nisa dengan nada meremehkanya.
"Apa acara itu wajib kudatangi?" ujar Nisa tak menjawab justru bertanya balik.
"Kenapa tidak. acara ini juga acara yang penting bukan... untuk berkumpul kembali dengan teman-teman yang sudah lama tak kita temui"
"Tapi menurutku acara itu tak terlalu penting bagiku"
"Benarkah? Atau sebenarnya kau tak mau datang karna ingin menghindari kami.... kamu takut jika keburukanmu itu di bicaran di Reoni nanti"
Ha.. ha.... ha...
"Kurasa itu yang tepat ha... ha..ha.."
"Benar aku juga setuju kurasa memang begitu ha... ha..."
__ADS_1
Tawa teman-teman Evelin memenuhi resto itu hingga suara gebrakan dari seseorang mengentikan mereka.
"Kenapa kalian menganggu Nisa dia tak mau datang memangnya apa masalah kalian lagian saat ini dia sedang pergi denganku apa kalian dari tadi mengabaikan keberadaannku" ujar Reni geram.
"Memang siapa kau? Kami tak memiliki urusan denganmu tuh" Tantang Evelin.
"Hei... kalian ini benar-benar kurang ajar ya.. sudah merusak acara orang lain, menganggu orang lain dan kini kalian bilang tak memiliki urusan denganku.... apa kalian tak perna dididik oleh orang tua kalian untuk bersikap sopan santu hah...." kesal Reni.
"Sudahlah kak abaikan saja ayo kita pergi" Nisa mencoba menenangkan wanita yang lebih tua darinya itu.
"Bagaimana bisa aku tenang mereka sudah merusak moodku, merusa acaraku denganmu dan juga menghinamu kenapa kau bisa setenang ini Nisa.... mereka itu hanya anak-anak orang kaya yang tak tahu kerasanya kehidupan hanya bisa meremekan orang dengan harta orang tua mereka.... untuk apa kita mengalah pada mereka"
"Kau memangnya kenapa jika begitu kau mengatakan hal itu hanya karna kau merasa irikan pada kami.... jika merasa iri suruh orang tuamu juga untuk jangan menjadi orang tua yang menyedikan karna membuatmu hidup miskin" ujar teman Evelin yang bernama Dianti.
Evelin dan satu lagi temanya yang bernama Emma hanya tersenyum puas dan mendukung apa yang dikatakan oleh Dianti.
"Ha... ha... untuk apa aku merasa iri dengan kalian wanita-wanita rendahan yang bahkan tak punya harga diri itu" balas Reni lagi tak mau kalah.
"Sudahlah kak Reni jangan buat keributan disini banyak yang melihat kita sekarang" ujar Nisa lagi melerai karna banyak pelanggan yang melihat kearah mereka mungki mereka sedang merasa terganggu karna mendengar keributan itu.
Terlihat juga ada beberapa pelanyan yang mulai berjalan kearah mereka sepertinya mereka juga mau melerai keributan yang dibuat oleh Evelin dan teman-tamanya itu.
"Nisa jika kau memang tak menghindari kami ayo.. ikut kami ketempat Reoni sekarang" ujar Evelin lagi masih mencoba membuat Nisa mengikuti Reoni.
"Untuk apa aku pergi? Sudah kubilangkan aku tak mau pergi kesana sebenarnya apa yang kaljan rencanakan hingga kalian begitu tegu untuk membawaku keacara itu?" Nisa sudah merasa jika pasti akan terjadi sesuatu yang tak mengenakan jika dirinya pergi keacara itu apalagi melihat Evelin yang selama ini selalu tak menyukainya begitu ingin dirinya pergi ketempat itu.
"Untuk apa kami merencanakan sesuatu untukmu lagi pula buka aku yang membuat acara ini" ujar Evelin lagi tak mau kalah.
"Lalu kenapa kau terus menyuruhku tadang?"
"Kau benar-benar selalu berpikir buruk ya tentangku jika kau tak percaya padaku dan takut terjadi apa-apa padamu di acara itu kau bisa membawa teman wanitamu yang barbar itu"
"Aku tak mau" kekeh Nisa menolak.
"Ck.. kamu ternyata benar-benar pengecut yang hanya mencoba menghindari kami semua" sindir Evelin dengan sringai diwajahnya membuatnya begitu terlihat menyebalkan.
"Sial ..... kau hanya ingin Nisa datangkan baiklah kami akan ikut seperti yang kau inginkan hanya karna itu kau terus menganggu kami sedari tadi.... kau puas sekarang" ujar Reni tiba-tiba membuat keputusan sepihak tanpa di bicarakan terlebih dulu pada yang bersangkutan hanya karna terbawa emosi mendengarkan Evelin yang terus menghina Nisa.
"Kak... Reni....
"Sudahlah Nisa kita pergi saja dengan mereka jika tidak mereka pasti tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja dan akan terus menghinamu... kau jangan kalah dari mereka aku akan bersamamu kau tenang saja" ujar Reni wanita itu tak mengetahui jika kedatangan mereka ketepat reoni itu nantinya hanya akan semakin membuat Nisa merasa tersakit lebih dari apa yang ada diresto saat ini.
__ADS_1
"Baiklah kalau hegitu ayo pergi kalian bisa ikuti kami" ujar Evelin dengan sringai di bibirnya berbalik untuk keluar resto disusul teman-temanya juga Nisa yang mengendong Ryuu dan juga Reni yang berjalan di sampingnya.
Tbc