
Woah!
Pemandangan yang didapatkan oleh Tian Yan setelah masuk ke dalamnya membuat wajahnya menjadi sangat cerah, dikarenakan ada begitu banyak benda berkilauan di dalamnya.
"System, kumpulkan semuanya dan tukarkan menjadi poin!"
[Baik!]
Seperti yang diperintahkan oleh Tian Yan, System langsung menyelimuti secara perlahan namun cepat seluruh benda-benda yang ada di ruangan ini dengan kekuatan tak kasat matanya.
Sheess!
Dalam sekejap mata saja, semua benda-benda berharga di tempat itu sudah menghilang dan pemberitahuan System masuk.
[Ding! Host mendapatkan 144 miliar poin—]
Segera setelah pemberitahuan System berlalu, Tian Yan tiba-tiba merasakan dirinya seperti terbawa sesuatu, dan ketika ia membuka matanya kembali, ia sudah tiba di tempat yang sangat berbeda, terlebih daripada itu ...
"Panasssss!!" Tian Yan meraung kesakitan, baru kali ia merasakan panah yang menyengat seperti ini.
Buru-buru ia menyelimuti seluruh tubuh dengan Origin Qi, tapi meski begitu rasanya masih sangat panas.
"Tempat hantu macam apa ini!" Tian Yan melihat ke sekitar, dan baru sadar jika di sekelilingnya terdapat lava yang memenuhi pandangan, sementara di bawahnya adalah tanah pijakannya yang sangat gersang.
Ini seperti dirinya ada di dalam telur, lalu cangkang telurnya adalah lava, bagaimana tidak panas?
Namun tepat ketika Tian Yan sedang mengutuk-ngutuk nasib sialnya, tiba-tiba saja terdengar suara serak yang langsung masuk ke telinganya.
"Nak, bagaimana kau bisa ke sini?"
Kaget!
Tian Yan menjadi merinding, lalu secara kaku ia menoleh ke atas. Maka dilihatnya lah seorang pria paruh baya bertubuh kurus kering dengan pakaiannya yang compang-camping seperti pengemis.
Pria itu seperti ditempelkan ke atas langit-langit dengan rantai dan paku yang membuatnya tidak bisa bergerak.
"Siapa kau?!" Tian Yan termundur beberapa langkah sambil tetap memasang sikap waspada kepada pria paruh baya tersebut.
"Aku adalah dewa!"
"Matamu!" Tian Yan mencacinya langsung.
"Ha-ha-ha ... tidak, tidak, aku hanya bercanda." Lelaki paruh baya itu tersenyum dan berkata, "Aku adalah Pendekar Pedang terbaik di Wilayah Timur! Jian Yong!"
__ADS_1
Lelaki paruh baya itu memejamkan matanya dan berkata dengan nada yang bangga namun tidak angkuh. "Jika umurmu lebih dari 100 tahun, kau harusnya mengetahuiku—!"
"Jadilah bawahanku, pak tua!" Tian Yan langsung memotongnya.
Seketika mata Jian Yong langsung terbuka dan menyipit kepada Tian Yan. "Apa aku tidak salah dengar?"
"Hmm, aku hanya berkata, jadilah bawahanku!" tegas ulang Tian Yan.
Mendengar semua penegasan ulang yang disampaikan oleh pemuda di hadapannya ini, perasaan Jian Yong menjadi campur aduk.
'Sial, apakah aku begitu sudah tidak terkenal? bahkan Origin Field (Hanya Menebak) sepertinya berani memandang remeh diriku!' batin Jian Yong.
"Nak, kau ini ... apa kau tidak sadar diri? bahkan jika aku menjadi bawahanmu, lalu apa? kita berdua tetap akan terjebak selamanya di sini!"
"Terjebak di sini?" Tian Yan mencibir dan melihat ke sekitar, "Memang wajar kau tidak bisa kabur karena kau tersangkut di sana, tapi aku tidak!"
"Tidak, tidak, kau sangat naif." Jian Yong menggelengkan kepalanya. "Apa kau tahu apa lava ini?" Jian Yong menoleh ke sekitar.
"Memangnya apa?" Tian Yan mengerutkan keningnya.
"Lava ini berasal dari Core Naga Api! Dan itu masihlah dari Naga ranah Sovereign Lapisan 1!" ungkap Jian Yong.
"..."
"Sekarang kau paham, bukan? Bahkan jika kau menghancurkan pelindung yang menghalangi lava masuk, tetap saja kau akan mati tenggelam dalam lava!"
"Siapa yang ingin menjadi bawahanmu, Nak!" Setelah membuang semua unek-uneknya, ia pun menjawab, "Yah, tapi biarlah ... jika kau ingin keluar dari sini, kau haruslah beradaptasi atau bisa melawan dengan lava itu sendiri."
"Apa kau ingin aku mati?" Wajah Tian Yan menjadi gelap.
"Tunggu, dengarkan penjelasanku dahulu," Jian Yong menegurnya. "Kau tentu saja bisa beradaptasi dengan lava itu, dengan satu syarat, kau memahami Prinsip Api Tingkat 3!"
"Tapi, kau juga bisa tidak terlalu terpengaruh dengan lava ini jika kau mempunyai pemahaman Prinsip Es Tingkat 3!" Imbuhnya.
Mata Tian Yan menjadi tercerahkan setelah mendengar perkataan Jian Yong.
"Kau benar-benar pintar, pak tua!" puji Tian Yan.
"Benarkan?" Jian Yong tersenyum sombong.
"Karena itu cepatlah jadi bawahanku!"
"..."
__ADS_1
"Kau masih mengatakan itu!" Jian Yong berdecak kesal, jika bukan karena ia sedang ditahan di sini, dia mungkin sudah mengajak pertarungan tangan kosong dengan Tian Yan.
"Tidak ..." Tian Yan menggelengkan kepalanya. "Aku serius, jika kau mau menjadi bawahanku, maka kita pasti bisa keluar dari sini."
"Benarkah?" Jian Yong menyipitkan matanya.
"Hmm, apa aku kurang meyakinkan?" Tian Yan tersenyum jelek.
"Sangat!" Jian Yong berdecak kesal.
"Kau masih keras kepala rupanya ..." Tian Yan memandangnya dengan serius, lalu mengubah ekspresinya menjadi senyum mencurigakan.
"A-Apa yang kau rencanakan?" Jian Yong memiliki firasat buruk dalam hatinya.
"Hehe ..." Tian Yan mengangkat telapak tangannya ke atas, lalu Origin Qi keluar melaluinya yang langsung membentuk rupa tangan.
"Tu-Tu-Tunggu, apa yang ingin kau lakukan?" Jian Yong semakin panik. Saat ini ranahnya sudah disegel, dan ia adalah orang yang tidak berdaya, jadi ketika melihat Tian Yan mengambil tindakan, dia juga sedikit panik.
"Hehe, nantikan saja itu sendiri." Tangan Origin Qi Tian Yan terus naik, lalu mulai menggelitik perut Jian Yong.
"Ughhh ..." Jian Yong mengatupkan giginya, tapi ia tidak memiliki kekuatan besar, jadi setelah beberapa saat, dirinya juga tidak mampu menahan untuk tidak tertawa.
"Hahahaha! Hentikan! Bocah bajingan! Hahahaha!"
"Kalau begitu jadilah bawahanku!"
"Mustahil!" Jian Yong memelototinya sebentar, sebelum tangan Origin Qi milik Tian Yan kembali menggelitiknya.
"Hahahaha!"
'Mari lihat seberapa lama kau bisa bertahan! hehe!' Tian Yan memandangi Jian Yong dengan senyum menyeringai.
***
Benar saja, setelah usaha selama kurang lebih lima menit, Jian Yong sudah seperti kehabisan napas, dan air mata tak berhenti keluar dari matanya.
"Haha ... haha ... hentikan, tolong hentikan!" Jian Yong benar-benar sudah tidak kuat, bahkan seorang pendekar sepertinya pun bisa dibuat menyerah dengan hal sederhana semacam ini.
Tian Yan juga sudah bosan dengan cara ini, jadi ia menghentikannya dan berkata, "Bagaimana? apa kau sudah memutuskan untuk menjadi bawahanku?"
"Ha ..." Jian Yong menghembuskan nafas berulang kali, sebelum akhirnya berkata, "Baiklah-Baiklah, aku akan menjadi bawahanmu, aku berjanji demi Hati Iblisku!"
"Benarkah?" mata Tian Yan menjadi cerah.
__ADS_1
"Umm, tentu saja." Jian Yong mengangguk. 'Tidak ada bedanya, lagipula janji ini akan berakhir ketika Origin Qi nya habis.'
[Bersambung!]