Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 087 : Menawarkan Pekerjaan


__ADS_3

"Apa kau ingin mengelak? setiap nama bayi yang baru lahir di seluruh wilayah kekaisaran ada di otakku, bahkan nama orang tua mereka sampai buyut mereka, tapi aku tidak pernah mendengar nama Lu Yan di Kekaisaran Bulan Suci dan beberapa kerajaan yang ada di bawah kami."


'Gila! apakah wanita ini memiliki ingatan komputer? bagaimana dia bisa mengetahui semua itu? ataukah ... dia ingin menjebakku?'


Yah, itu seperti jika saat ini Tian Yan menjawab: "Ya, aku hanya menyamar." Maka Bing Hua akan berkata, "Sudah aku tebak, rupanya kau bukan dari kekaisaran." Lalu Tian Yan akan terkejut dan berkata, "Ka... Kau menipu! kau sebenarnya tidak menghafalkan nama-nama itu!"


'Ya, dia pasti ingin menjebakku!'


Tian Yan keluar dari pikirannya, dan menjawab, "Aku benar-benar dari kekaisaran ini!"


Plak!


Bing Hua langsung mengeluarkan ribuan buku tebal ke lantai yang di masing-masing sampul tertulis "Data Penduduk".


'Dunia! Apakah dia reinkarnasi PNS di bidang kependudukan?!' batin Tian Yan.


"Sekarang katakan dengan jujur, ataukah kau ingin aku mencari namamu di dalam Buku-buku ini? jika tidak ada mungkin akan ada hal menyakitkan." Bing Hua mengancamnya.


"Ughh, Tuan Putri mungkin benar-benar layak menjadi Manager Besar ..." gumam Tian Yan.


"Apa katamu?"


"Tidak, tidak, aku hanya berkata anda sangat cantik!" Tian Yan berkata sambil tersenyum tulus dan mengaktifkan Kemampuan Bawaannya [Aura Ketampanan] dan [Aura Baik Hati] yang langsung membuat wanita itu sedikit salah tingkah.


"Ummm ... jadi kau ini menyamar? begitu?" tanya Bing Hua.


"Ya ... maafkan aku, hehe." Tian Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Lalu siapa namamu?"


"Tian Yan, namaku adalah Tian Yan."


"Jadi begitu ..." Ia memegang dagunya sejenak seolah sedang berpikir, sebelum akhirnya ia lanjut, "Kaukah yang saat itu?"


Meski tidak mengatakan maksud jelasnya, tapi Tian Yan paham dan hanya bisa mengangguk. "Itu memang aku."


"Benar-benar kau!" Bing Hua sedikit terkejut. Berhenti sejenak, dia lanjut berkata, "Aku berhutang budi padamu, katakanlah apa yang kau mau."


"Apapun itu?" Tian Yan bertanya balik.


"Katakan dahulu." Bing Hua mengangguk.


"Baiklah ..." Tian Yan menghirup udara di sekitarnya, dan mengatur nafasnya, lalu dengan penuh keberanian ia berkata, "Aku menginginkan dirimu!"


"Apa?!" Bing Hua terkejut dan sedikit tersipu di wajahnya yang cantik.


Tian Yan juga kemudian sadar bahwa perkataannya sudah mengundang kesalahpahaman, jadi cepat-cepat dia ingin memperjelasnya, tapi tidak menyangka sikap Bing Hua lebih aneh.

__ADS_1


"Kau curang ... mengatakan itu secara tiba-tiba." Ia mengalihkan pandangannya sambil mengatakannya.


'Tunggu, wanita ini ... apakah dia jomblo akut!?!?'


"Aku menerimanya karena kau sudah memenuhi tiga kriteria: Penolong, Penipu, dan Berbakat."


Kriteria yang bagus, tapi apa maksudnya dengan penipu?!


"Tapi ..." Bing Hua dengan ragu-ragu mengalihkan pandangannya kembali ke mata Tian Yan, "Kau harus punya satu lagi kriteria, yaitu: Pencuri."


"Uhuk ..." Tian Yan terbatuk, baru pertama kali dia mendengar hal seperti itu.


"Apa maksudmu Tuan Putri?" Tian Yan bertanya, "Apa maksudmu dengan Penipu dan Pencuri?"


"..." Bing Hua terdiam sejenak, "Penipu adalah seseorang yang bisa mengelabui semua orang, dan pencuri adalah seseorang yang dapat melarikan diri setelah mendapatkan tujuannya, pergi dan menghilang secara diam-diam, sunyi ..."


"Apa maksudmu?"


"Aku ingin kau membawaku pergi dari Kekaisaran Ini!" ungkap Bing Hua.


"Kenapa? bukankah kau akan menjadi Kaisar?" tanya Tian Yan.


"Justru karena itu!" Bing Hua menekankan, "Aku ingin hidup yang lebih tenang, bagiku mengurus Kekaisaran sangat melelahkan."


"Bagaimana bisa ..."


"Benar juga."


"Benar kan?" Bing Hua mengangguk.


"Tapi apa maksudmu tentang sebelumnya? apa yang kau rencanakan?" Tian Yan mengerutkan kening lagi.


"Tian Yan ..." Bing Hua mendekatkan wajahnya, "Apakah mataku bercanda? semenjak kau menyelamatkan hidupku, seluruh jiwaku adalah milikmu."


"Gadis kecil, apa kau penyembah Dewi Chu?" Suara gadis terdengar secara tiba-tiba di ruangan itu.


"Eh?" Bing Hua terkejut dan melihat ke sekitar.


"Aku di sini!" Jiao Yue tiba-tiba terbang keluar dan hingga di bahu Tian Yan.


"Ini ..." Suara Bing Hua sedikit bergetar saat ia berkata, "Elf!"


"Ya, aku memang Elf."


"Bagaimana bisa ... bukankah kalian tinggal di Domain Hutan ...?"


"Apa yang tidak bisa?" Jiao Yue terbang dan berubah menjadi sosok wanita cantik di samping Tian Yan, "Semua ini adalah takdir dari Dewa Sejati."

__ADS_1


"Dewa?" Bing Hua mengernyitkan keningnya.


"Tidak, lupakan saja, kau sepertinya tidak mengenali Nya, lalu dari mana kau mengetahui kata itu?"


"Kata apa?" Bing Hua mengernyitkan keningnya, sementara Tian Yan masuk dalam mode nyimak.


"Semenjak kau menyelamatkan hidupku, seluruh jiwaku adalah milikmu." Tanya Jiao Yue, "Dari mana kau mendengarnya?"


"Dari ibuku," jawabnya.


"Apakah marga Ibumu adalah Chu?" tanya Jiao Yue sekali lagi.


"Kau mengetahuinya!" Bing Hua menatapnya dengan penasaran.


"Hmm, sudah kuduga ..." Jiao Yue berkata, "Pastilah kau keturunan dari Dewi Chu, dan kalau boleh aku tebak, kau pasti memiliki Garis Keturunan Phoenix Es, bukan?"


".. Bagaimana kau bisa mengetahui itu?!" Bing Hua langsung menghunuskan pedangnya ke leher Jiao Yue.


"Bagaimana aku bisa mengetahuinya? aku tidak ada alasan untuk menjawabnya," balas Jiao Yue.


"Ughh ..." Bing Hua semakin menatapnya dengan sengit, tapi akhirnya ia hanya bisa mengendurkan nafas dan memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarung pedang.


"Lupakan saja." Bing Hua kemudian menoleh kepada Tian Yan, "Aku akan mengikuti nasehat ibuku itu, jadi sekarang tergantung Tian Yan, bagaimana dia ingin memilih."


Jiao Yue juga memandangnya dengan serius.


'Ugh, kenapa malah berakhir seperti ini, apa yang harus aku jawab?'


[Katakan saja: Aku hanya ingin mengakhiri hidupku dengan tenang sebagai Dewa Pedang, untuk mencapai itu, aku butuh dukungan ... Bing Hua, maukah kau menjadi Manager Besar dari sekteku?]


[Jangan lupa tersenyum agar mengaktifkan 'Aura Ketampanan' dan jangan lupa menggunakan 'Aura Baik Hati'.]


'Sugoi, ide yang bagus! tapi bagaimana jika gagal?'


[Maka itu adalah sebuah Nice Try (Usaha Yang Bagus).]


'Ughh, bodoh amat lah, aku akan mencobanya!'


"Kalian berdua diamlah, jangan menindasku." Tian Yan mengeluarkan kata-kata yang berwibawa.


"Yue, apapun keputusanku, itu dari hatiku, aku harap kau dapat mengerti, begitu juga kau Bing Hua."


'Hahaha, aku benar-benar seperti Master Sekte yang sebenarnya sekarang!'


"Baik, Tuan!" Jiao Yue hanya bisa mundur ke belakang, saat ini Tuannya kelihatan sangat serius dan dia tidak berani mengganggu.


Tian Yan lalu berkata kepada Bing Hua dengan senyum tulus, "Aku hanya ingin mengakhiri hidupku dengan tenang sebagai Dewa Pedang, untuk mencapai itu, aku butuh dukungan ... Bing Hua, maukah kau menjadi Manager Besar dari sekteku?"

__ADS_1


[Bersambung!]


__ADS_2