
Kraukkk ...
Efektivitas dari Mata Merah atau Illusion Destroying Eye sangat kuat, membuat seluruh tempat seolah muncul retakan, dan dari baliknya terlihat antara ilusi dan dunia asli.
Sinngggg!
Tian Yan semakin mengalirkan Origin Qi secara gila-gilaan ke dalam Illusion Destroying Eye, dan dalam kurun waktu beberapa detik saja, semuanya ilusi berhasil dihancurkan.
Krakkkk ...
Dunia kelihatan seperti runtuh dan hilang tak tersisa, pemandangan kini diubah menjadi suatu tempat dengan pepohonan amat tinggi yang riuh, seluruh pepohonan berdiri mengitari tempat dia berada, seolah dia berada pada pusat tempat ini.
"Jadi, kau akhirnya datang ... manusia." Seorang lelaki paruh baya berjalan keluar dari atas gua pohon yang berada di bagian batang pohon, kulitnya terlihat masih belum mengendur, terlihat seperti awet muda, disertai dengan rambut kuning cerah dan telinga runcing yang membuat Tian Yan terkejut sampai ter mundur selangkah.
'Aku tidak bisa merasakan ranahnya!' Tian Yan berseru kaget dalam hatinya.
"Tidak perlu terkejut, anak muda." Lelaki paruh baya itu tersenyum, "Kau bisa kutemukan pada putriku," ucapnya dengan tatapan santai.
Tian Yan seketika melebarkan matanya dan menatap lelaki paruh baya itu dengan kaget. "Kau ... di mana Jiao Yue?!"
"Yue'er? aku sedikit menghukumnya karena berani mencemari nama baik Klan Elf."
"Apa yang kau lakukan padanya!" Tian Yan menjadi suram, "Dan apa yang kau maksud dengan mencemari?"
"Hmmph ... kenapa berpura-pura bodoh seperti ini?" Lelaki paruh baya itu sedikit mencibir, "7.000 tahun yang lalu, jika bukan karena Ras Manusia mu mengingkari perjanjian damai dengan Domain Hutan, bagaimana bisa Ras Elf ku menjadi sedikit seperti ini?"
"Ada hal seperti itu?" Tian Yan juga baru tahu mengenai tentang hal itu.
\[Ya. Karena Ras Manusia mengingkari perjanjian, maka Domain Manusia dan Domain Hutan akhirnya memutuskan untuk saling berperang di Domain Terbengkalai, yang dahulunya sebenarnya merupakan 25% wilayah Domain Hutan.\]
\[Akibat dari pertarungan itu, Domain Kegelapan dan Domain Binatang Buas juga menjadi marah karena wilayah mereka ikut kena imbasnya.
Sebab dahulu pada Domain Terbengkalai, yang merupakan pusat Benua Huxing, tempat itu juga dikuasai 25% oleh masing-masing domain yang lain.\]
\[Akhirnya pertarungan menjadi tak tertahankan dan berlangsung selama puluhan tahun sebelum akhirnya titik pusat Benua Huxing itu menjadi wilayah tandus yang kini dikenal sebagai Domain Terbengkalai, sebab tidak ada vitalitas di sana.\]
Tian Yan agak tercengang, baru kali ini dia mengetahui tentang berita ini.
Dia berpikir bahwa mungkin yang memulai perang adalah Ras Heian dari Domain Kegelapan, tapi rupanya adalah Ras Manusianya sendiri!
"Jangan pura-pura tidak tahu!" Lelaki paruh baya atau ayah dari Jiao Yue itu mendengus dingin.
__ADS_1
"..."
Kebencian ... hal seperti itu juga pernah dirasakan oleh Tian Yan, dan dia paham.
Pemandangan mengerikan ketika melihat keluarga dibunuh ... itu sangat menyedihkan.
"Aku tidak memintamu untuk memaafkan Ras Manusia, tapi ..." Tian Yan memandangnya dengan ekspresi serius, "Biarkan Jiao Yue sendiri yang memutuskan, apakah dia mau denganku atau kau!"
"Sadar posisimu, bocah!" Tiba-tiba dari belakang terdengar teriakan disertai dengan anak panah yang sudah melesat ke arah kepalanya.
Slettt ...
Tian Yan memiringkan kepalanya, sedangkan tangannya bergerak untuk merampas anak panah itu dengan gerakan yang terlihat pelan.
Slap!
Kraukkk ...
Anak panah itu seperti keripik goreng di tangan Tian Yan yang bisa langsung dihancurkan dengan sekali genggaman erat.
Slutttt ...
"Hah ..." Di balik pepohonan, seorang pemuda Elf dibuat ketakutan oleh lemparan mata panah barusan yang hampir saja mengenai wajahnya.
Sementara Tian Yan sudah tidak lagi memperdulikan Elf itu, dan pandangannya kembali fokus kepada Lelaki Paruh Baya di rumah pohonnya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk dapat membawa pela— tidak ... wanitaku!"
"Tatapan itu ..." Lelaki paruh baya itu dibuat tertegun sejenak oleh tatapan serius dari Tian Yan, melihatnya mengingatkannya ketika mencoba membawa pergi Mendiang Istrinya dari suatu Klan Elf yang sangat kuat dan terkenal 7.000 tahun silam.
'Ckkk, apa yang aku pikirkan.'
Tidak pernah dia sangka akan menaruh sikap semacam ini kepada manusia.
Tepat ketika lelaki paruh baya itu sedang terlihat terdiam, Tian Yan yang saat mengaktifkan kemampuan Mata Batin langsung dapat melihat auranya dengan jelas.
__ADS_1
Warna auranya jelaslah harus merah yang melambangkan kemarahan, tapi yang memaksa Tian Yan untuk terkejut adalah bahwa dia barusan melihat sepertinya ada aura biru (ragu-ragu) yang muncul sebentar sebelum akhirnya menghilang.
'Apa yang membuatnya ragu?' Tian Yan kebingungan.
"Bocah, apa kau sudah siap untuk mati?" Lelaki paruh baya itu tiba-tiba berkata serta mengangkat tangannya tinggi ke atas.
Wush!
Sebuah telapak tangan raksasa tiba-tiba muncul di langit, itu sangat kuat dan mematikan, seolah mengunci Tian Yan di tempatnya agar tidak bergerak.
"Kenapa...?" Tian Yan sedikit menunduk dan bertanya, "Apakah Yue benar-benar tidak boleh bersamaku? aku sudah membantunya naik ranah, dan jika aku tebak, beberapa Minggu yang lalu dia juga menerobos 2 ranah!"
Shap!
Tangan lelaki paruh baya itu tiba-tiba terhenti ketika dia baru saja ingin mengayunkan tangannya ke bawah. Tatapannya seperti tidak bisa dipercaya, menatap Tian Yan dengan kebingungan.
"Bagaimana kau ..." Dia berkata dengan nada yang bergetar, hal seperti ini hanya diketahui oleh Klan Elf Suci saja, tidak pernah berita ini dikatakan kepada orang luar, bagaimana bisa seorang manusia seperti Tian Yan mampu mengetahuinya?
"Dewa memberiku penglihatan ini." Tian Yan berkata dengan terus terang sambil terus memandangi simbol hexagonal di dahi pihak lain. 'Rupanya dia juga penganut ajaran The Law Of Sky, mari mainkan dia.'
"Omong kosong! kau bukan penganut ajaran The Law Of Sky, mengapa pula Dewa memberi penglihatan kepadamu!"
"Hah, kau tidak percaya? kalau begitu perintahkan anggota Klanmu untuk keluar dari rumah pohon mereka, aku akan menunjukkanmu sebuah keajaiban!"
"Ckkkk ..." Lelaki paruh baya itu jelas tak sudi mendengar perintah Tian Yan, tapi di lain sisi dia juga tertarik, apakah benar Tian Yan bisa melakukan keajaiban.
'Jika dia berbohong, itu artinya dia sudah mencemari Sang Dewa, aku akan langsung membunuh sampah seperti itu!'
Ia lalu keluar dari pikiran, dan berkata dengan lantang, "Kalian keluarlah!"
Prak Prak Prak!
Pintu rumah pohon semuanya terbuka, lalu berjalan keluar para Elf yang tinggal di dalam batang pohon ke atas teras yang berada di tengah-tengah batang pohon tersebut.
"Bocah, lakukan, jika kau tidak bisa ..."
"Aku bisa, dan aku akan melakukannya, jadi diamlah."
__ADS_1
\[**Bersambung**!\]