
"Benar-benar berhasil!" Huang Yun yang telah menarik diri sekali lagi cukup tercengang.
"Pertama-tama adalah dasar, kedua adalah Niat Pedang, Ketiga Domain Pedang, sekarang hampir ke tahap ke-4!"
Karena Huang Yun berkata "hampir", itu artinya ini belum mode sempurna, jelas masih ada kekurangan, tapi Tian Yan sepertinya masih belum menyadari hal tersebut.
Namun meski begitu, Huang Yun dapat menilai, keadaan Tian Yan saat ini jelas lebih kuat dari sebelumnya.
'Hah ... sejak awal aku sudah menduganya, dia benar-benar kultivator yang sangat berbakat, bukan pada kecepatan kultivasi, tapi pemahamannya terhadap pedang itu sendiri!'
Melihat potensi Tian Yan dalam pedang yang begitu besar ini, Huang Yun semakin menanti-nanti saat tujuan besar Tian Yan tercapai nanti.
'Tapi perjalanannya masih panjang ...' Huang Yun menghilang pikiran kagum pada benaknya dan berkata, "Ayo!"
"... Ya."
\*\*\*
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah selama lima menit mereka saling menyerang di atas sana dengan sengit, akan tetapi Tian Yan masih belum dapat melukai Huang Yun, namun Huang Yun juga tidak dapat membuat terlalu banyak luka pada tubuh Tian Yan.
Hanya dengan ini saja sudah menjadi bukti bahwa Tian Yan sudah jauh lebih kuat dari beberapa saat yang lalu.
Hyatt~!
Tebasan Tian Yan semakin kuat, memaksa Huang Yun untuk akhirnya melapisi tubuhnya menggunakan Monster Qi miliknya yang murni dan kuat.
"Kau bisa memaksaku seperti ini, Xiao Yan!"
"Kau yang terlalu meremehkanku!" Tian Yan terlihat kesal, sejak dari tadi dia bertarung, baru kali ini Huang Yun menyelimuti tubuh menggunakan Monster Qi, benar-benar perbandingan pengalaman tempur yang sangat jauh.
Tapi meski begitu ia tidak begitu saja kecewa, sebab dia sadar kekuatan yang dia miliki saat ini sudah jauh meningkat. Dengan pedang sebagai dirinya, dia merasa setiap gerakan pedang adalah tangannya sendiri, sehingga membuatnya terlihat lebih santai namun juga cepat.
"Baiklah!" Tian Yan semakin bersemangat, kini dia kembali melancarkan serangan berturut-turut, terus dan terus, hingga tanpa sadar dampak pertarungan mereka sudah membuat badai di sana, akan tetapi semua tanaman, bahkan rumput terkecil pun tidak terlepas dari tempatnya.
Hyatt! Hyatt! Hyatt!
"Masih lambat!" Huang Yun menemukan celah dan memukul perut Tian Yan, namun bukannya meraung kesakitan, Tian Yan justru langsung melayangkan tinjunya dan mengenai juga perut Huang Yun.
__ADS_1
Bammm!
Huang Yun sedikit tersentak ke belakang dan pelindung Monster Qi yang dibuatnya sedikit retak. Ini membuka kesempatan kedua bagi Tian Yan untuk akhirnya menarik diri ke belakang dengan mulut mengeluarkan darah.
Sringgg!
Pemuda itu menghunuskan pedangnya dan melakukan penyerapan Energi Spiritual dari wilayah sekitar.
Wushhh...!!
Dalam 10 detik saja seluruh Energi Spiritual dari wilayah sekitar dengan gila-gilaan terserap masuk dan memenuhi seluruh Pedang Naga Emas hingga membuat Tian Yan merasa tercengang.
Energi Spiritual di tempat ini benar-benar sangat melimpah!
Jika bukan karena alasan ini, tidak mungkin akan begitu cepat seperti ini, pikir Tian Yan.
"Yosh!" Tian Yan menghembuskan nafas dan mengalihkan pandangannya kembali kepada Huang Yun.
"... Di mana dia—?"
"Tu-Tu-Tunggu!" Tian Yan menatap Pedang Naga Emasnya, "Jika tidak dilepaskan segera, Pedang Naga Emas-ku akan meledak!"
"Hmmm ..." Huang Yun menoleh dan memperhatikan Energi Spiritual yang ada di dalam pedang milik Tian Yan. "Sinikan pedangmu."
"Ehh? baiklah ..." Meski tidak tahu apa yang ingin dilakukan, karena ini adalah Huang Yun, dia hanya bisa mempercayainya dan mendekatkan pedangnya kepada Huang Yun.
Di bawah tatapan Tian Yan, Huang Yun hanya menaruh jarinya pada pedang Naga Emas, dan selanjutnya seluruh aura Energi Spiritual ditenangkan lalu dihempaskan keluar.
"Baiklah, sudah."
"Makasih ..." Tian Yan menarik kembali pedangnya dengan menahan keterkejutan dalam benaknya.
"Ngomong-ngomong, kenapa tiba-tiba pergi?" Tian Yan bertanya sambil melihat ke sekeliling, "Mungkinkah ada musuh?"
Huang Yun memasang wajah datar dan menjawab, "Tentu tidak, aku hanya bosan bertarung denganmu, kau sangat lemah."
"Hei!" Tian Yan merasa hatinya benar-benar sakit. "Aku juga punya hati!"
__ADS_1
"Eh, maaf. Bukankah kita harus jujur satu sama lain?" Huang Yun kemudian menoleh dan berkata, "Pasangan harus seperti itu, bukan?"
"Ehmmm ..." Tian Yan bingung dengan itu, di satu sisi perkataan Huang Yun benar-benar sangat menekan, tapi di sisi lain dia hanya gadis polos (terkadang) yang akan mengucapkan apa yang menurutnya benar.
Tian Yan tidak bisa lagi menyalahkan Huang Yun, jadi akhirnya ia hanya bisa terdiam sambil melihat ke sekeliling.
"Benar, Yun Jie. Tanaman di tempat ini kelihatannya sangat kuat."
"Kau menyadarinya." Huang Yun tidak heran, dia pun menjelaskan, "Bukan hanya tanaman, tapi tanah dan gunung juga sangat kuat. Satu batu kerikil di Alam Inti Langit ini setara dengan sebuah kerajaan kecil di Benua Huxing yang kau bicarakan sebelumnya."
"Itu artinya ..." Tian Yan mengingat kembali adegan dimana kedua lawan Huang Yun dipukul sampai menghancurkan sebuah gunung melayang.
Gila! seberapa kuat fisik mereka?!
"Yahh, kau tidak perlu merasa minder seperti itu. Ngomong-ngomong, rumput normal di Alam Inti Langit kuat pertahanannya seperti seorang Origin King Lapisan 3 puncak!"
"What the hell!" Sekarang dia tidak heran kenapa sejak pertarungan dengan Huang Yun berlangsung di udara, rumput-rumput di atas tanah kelihatan seperti diterpa badai, tetapi tidak ada yang tercabut.
"Ini artinya harga diriku tidak lebih dari sekumpulan rumput rendahan di Alam Inti Langit!" Tian Yan benar-benar tidak menerima semua ini saat ini, seolah perjuangannya dengan bantuan Sistem selama ini seperti tidak berguna.
"Yah, kau tidak perlu khawatir, sebab aku akan memberikanmu sesuatu," ucap Huang Yun menenangkan benak Tian Yan.
"Kau ingin memberikan sesuatu? tapi bukankah aku gagal melukaimu sebelumnya?"
"Itu memang syarat yang mustahil, bahkan jika ranah kultivasi diturunkan, kekuatan fisik tidak bisa. Jadi mau kau berjuang sebagaimana mungkin, mustahil pedang emas mu itu dapat melukaiku."
"Jadi maksudmu ...."
"Ya, aku hanya mengujimu saja, terutama fondasi mu, sepertinya benar-benar kokoh. Apakah itu karena Garis Darah Naga Emas milikmu?"
"Sepertinya begitu!" Tian Yan tidak bermaksud menyembunyikan mengenai Tubuh Kaisar Giok, hanya saja akan membuang waktu jika menjelaskannya.
"Baguslah kalau begitu!" Huang Yun dan Tian Yan mendarat kembali di atas puncak salah satu gunung yang cukup tinggi serta sepi, lalu keduanya pergi masuk ke dalamnya.
"Apa yang kita lakukan di sini?" Tian Yan bertanya seperti itu, tapi otak lainnya sepertinya memikirkan hal lain.
\[**Bersambung**!\]
__ADS_1