Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 223 : Lorong Hampa


__ADS_3

Swoosh!


Tian Yan masuk dan menghilang ke dalamnya, ketika dirinya membuka mata kembali, semuanya sudah berbeda, ini bukan lagi Alam Inti Langit, melainkan suatu dunia yang serba hitam dengan bintik-bintik bercahaya seperti langit malam.


“Tian Yan, kenapa sangat lama?” Qing Jia berbalik badan menatapnya dengan alis berkerut.


Tian Yan hanya melambaikan tangannya. “Hanya masalah kecil. Yang lebih penting, apakah ini Alam Suci?” Tian Yan melihat-lihat ke sekeliling dan sedikit mengernyit, “Aura di dunia ini memang berbeda dengan yang ada di Alam Inti Langit, tapi tidak ada kehidupan di sini.”


“Ini hanyalah sebuah dunia terpisah yang menghubungkan antara Alam Inti Langit dan Alam Suci,” jelas Qing Jia agar Tian Yan paham.


“Hmm ...” Tian Yan membayangkan bentuk kabel USB, mungkin seperti itu pula dunia terpisah ini.


“Ini adalah Lorong Bintang, aura di sini sama dengan aura di Alam Suci, sehingga kau harus bermeditasi di sini untuk sementara waktu, agar ketika sampai di Alam Suci kau bisa langsung berkultivasi dan diterima dengan baik oleh Kehendak Dunia Alam Suci.”


Mendengar semua penjelasan yang begitu runtut membuat Tian Yan benar-benar paham apa yang harus dia lakukan.


“Baiklah, aku akan mulai bermeditasi saja!” ucap Tian Yan dan segera bergegas duduk bersila di atas air tempat mereka berpijak.


“Hmm ...”


Saat Tian Yan mulai bermeditasi, simbol 劍 di keningnya mulai bereaksi dengan mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat tenang, sampai-sampai tidak bisa disadari oleh Qing Jia sekalipun.


Wush! Wush!


Qing Jia berkedip dan mencetak pemandangan langka ini di depan matanya. “Dia menyerap Holy Qi begitu cepat?” Untuk Half Saint seperti Tian Yan, Qing Jia merasa Tian Yan benar-benar sangat luar biasa. “Jika dia tetap konsisten seperti ini, maka dalam satu bulan saja harusnya sudah cukup.”


***


Sebulan berlalu, Tian Yan yang selama ini bermeditasi akhirnya membuka matanya dan menghembuskan nafas.


Sesaat dia tidak bergeming dan memilih untuk memeriksa tubuhnya.


“Hmm, Martial Qi di dalam tubuhku secara perlahan-lahan mulai berubah menjadi Holy Qi ...”


Itu merupakan jenis Qi yang hanya bisa dimiliki oleh para kultivator di ranah Saint dan seterusnya.

__ADS_1


“Berapa persen Martial Qi milikmu yang sudah berubah?” Qing Jia tiba-tiba membuka matanya dan menoleh kepada Tian Yan yang sedang duduk bersebelahan dengannya.


“Aku sudah mengubah hampir 30%.”


“Sangat cepat ...”


“Eh, apa?”


Qing Jia menggelengkan kepalanya. “Karena kau sudah mengubah 30% dan beradaptasi baik dengan Holy Qi, maka itu sudah cukup. Ayo kita melanjutkan perjalanan!”


“Enn!”


...***...


Ketika mereka berdua terus berjalan untuk menelusuri Lorong Bintang, akhirnya dari kejauhan Tian Yan bisa melihat ada sebuah gerbang emas raksasa yang wujudnya serupa dengan Gerbang Suci.


“Apa itu jalan keluarnya?” tanya Tian Yan.


“Benar, tapi sepertinya ada sedikit masalah ...” Qing Jia terus berkata sambil memicingkan matanya, “Kau berhati-hatilah.”


Awalnya peringatannya itu tidak membuat Tian Yan paham betul dengan apa yang ia maksud, tapi setelah keduanya terus berjalan dan sampai di dekat Gerbang Suci, pemuda itu akhirnya sadar bahwa ada tiga orang pemuda di sana.


“Siapa mereka?” Tian Yan mengagumkan sesuatu dan mendarat di hadapan ketiganya.


“Bos, ada orang!” seru salah satu pemuda manusia yang memiliki aura mendalam dan tubuh yang kekar dengan kapak di bahunya.


Bos yang dia maksud adalah seorang ras Heian yang sedang duduk bersila. Karena dia ras Heian, rona kulitnya berwarna sedikit gelap dan tentu saja ia mengeluarkan aura kegelapan yang sudah menjadi elemen alami mereka para ras Heian.


“Hmm ... pemuda itu adalah ranah Saint?” Qing Jia sedikit memperhatikan ras Heian yang ada duduk bersila, sementara di belakangnya terdapat dua orang manusia yang masing-masing di antaranya merupakan seorang Half Saint sama seperti Tian Yan.


“Hmmm ...” Pemuda dari ras heian itu membuka matanya. Pada pandangan pertama penglihatannya hanya memandang Tian Yan, setelah merasakan bahwa Tian Yan hanyalah seorang Half Saint, ia kemudian memandangi wanita setinggi 178 yang berdiri dengan anggun di samping Tian Yan.


‘Astaga! Siapa wanita cantik ini?’ jantung pemuda ras Heian merasa seperti dirinya menemukan permata berharga di antara langit dan bumi. Dari bentuk tubuh Qing Jia saja, dia sudah bisa menilai bahwa wanita ini adalah yang terbaik dari yang terbaik.


Bahkan jika Qing Jia saat ini menutup wajahnya dengan cadar merah, tapi melihat matanya yang berwarna merah darah itu sungguh terkesan sangat dingin dan tidak ternoda.

__ADS_1


“Apa yang kau lihat?!” Tian Yan mendengus dingin dan menghalang tubuh Qing Jia dengan lengannya.


“Dia seorang Saint Body ...” Qing Jia berbisik rendah dan ingin melihat seperti apa reaksi Tian Yan yang selanjutnya.


“Sa-Saint Body?”


Itu adalah lapisan pertama dari ranah Saint!


Apa yang ranah Saint lakukan di tempat ini? Apa mereka mencari hantu?


Saat mengetahui bahwa pihak lain adalah seorang Saint, Tian Yan segera menarik tangannya kembali dan berdehem pelan.


“Uhuk ...”


Lupakan saja jika seorang Saint Body, dia bahwa belum bisa mengalahkan Qing Jia pada ranah Half Saint di Ruang Pelatihan.


Melihat tingkah Tian Yan yang sedikit penakut tiba-tiba membuat Qing Jia ingin menangis, dia tidak menyangka pemuda berbakat seperti Tian Yan akan gentar dengan mudah di hadapan seorang Saint Body belaka.


“Nona ...” ucapan pemuda ras Heian itu membuyarkan Qing Jia dari benaknya. “Maukah kau menjadi wanitaku?”


“Pufttt!” Tian Yan membuang ludah seperti mencipratkan minuman, baru kali ini dia melihat cara menembak wanita yang seperti ini.


Di mana dia belajar? Siapa yang mengajarinya? Apa dia masih perjaka tulen? Tian Yan tertawa kencang dalam hatinya.


Andai saja pemuda itu tahu yang ada di hadapannya adalah seorang Celestial Saint, Tian Yan khawatir ia akan lari terbirit-birit demi mencari keselamatan.


“...” Qing Jia tidak bergeming, sebaliknya, ia justru melirik Tian Yan yang saat ini sepertinya sedang asik menertawakan nasibnya.


“Nona, apa kau menerimaku?”


“Tentu!” jawab Qing Jia, mengejutkan Tian Yan dan membuat pihak lain tersenyum bahagia.


“Se-Senior ...” Tian Yan merasa pendengarannya salah. Ia lalu memandangi pemuda di hadapannya dan mengamatinya dari atas ke bawah dan hanya ada satu kesimpulan. Dia seperti orang yang tidak pernah mandi!


Bagaimana bisa Dewi seperti Qing Jia menerima ajakannya? Apa dunia sudah terbalik? Atau karena black mambanya? Tian Yan memegangi dagunya sambil memandang celana pemuda itu baik-baik.

__ADS_1


“Tapi ...” Qing Jia tiba-tiba berbicara lagi untuk melanjutkan yang sebelumnya. “Kau harus mengalahkan bocah ini terlebih dahulu.”


...Jangan lupa like bosque :)...


__ADS_2