
"Ayo cepat!"
Tian Yan sendiri terlihat tenang tapi juga tergesa-gesa, dikarenakan ular yang mengejar mereka adalah Tingkat 6 Tahap 8, tidak ada yang baik jika dia harus memaksa diri untuk melawan dengan ranah Nascent Soul tahap 4 miliknya.
Tappp... Tappp... Tappp...
Tap!
Keduanya berhasil menyebrang ke sebelah, dan tidak berhenti sampai di sana, mereka terus lagi berlari hingga jauh ke dalam hutan.
Beberapa kali Tian Yan menggunakan kemampuan bawaan dari Garis Keturunan Dewa Naga Emas miliknya, hal ini dia lakukan untuk menekan sedikit kekuatan ular tersebut supaya ada peluang besar dia dan Xun Die melarikan diri.
"Xun Die, ini demi kebaikan kita!" Tian Yan tiba-tiba berkata dengan wajah serius.
"Eh, apa maksudmu?"
Sebelum Xun Die dapat memahami maksud dan tujuan Tian Yan mengatakan hal itu, seluruh tubuhnya sudah seperti membeku dan tak bergerak karena Tian Yan sebenarnya telah merangkul dan menggendongnya menggunakan kedua tangannya.
"A-Apa yang kau lakukan!" Xun Die berdecak kesal dan memelototi Tian Yan dengan wajah sangat memerah.
"Diamlah!" balas Tian Yan tanpa melihatnya, hanya fokus untuk melarikan diri ke depan.
Mendapatkan perlakuan tegas seperti itu membuat Xun Die sedikit terdiam dan untuk sesaat jantungnya berdegup kencang ketika menatap wajah Tian Yan dari bawah. "Ukk, aku akan memberimu pelajaran lain kali! tapi ..." Xun Die sedikit mencengkram pakaian Tian Yan, dan sambil mengalihkan pandangannya dia berkata, "Yang terpenting kita harus kabur dari ular itu terlebih dahulu!"
"Ya ..." balas Tian Yan. Dia langsung memfokuskan semua Zhen Qi di kakinya dan dengan tolakan yang kuat, ia pun melompat secara zig-zag di antara batang pohong dengan sangat cepat.
Hingga akhirnya ketika hari telah mulai sore, Tian Yan berhasil melarikan diri dan dia juga sudah lelah sehingga memaksanya untuk berhenti di bawah pohon untuk istirahat.
"Hah.. Hah.. Hah.." Tian Yan mencoba mengatur nafasnya selama beberapa saat, sebelum akhirnya kembali seperti semula.
"Fiuh ... kita berhasil melarikan diri!"
"Eh, Xun Die?" Tian Yan menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan aneh, "Kenapa kau diam?"
Xun Die terlihat seperti orang yang bingung dan termenung akan sesuatu, hingga akhirnya dia keluar dari itu semua ketika mendengar ucapan Tuan Yan. "Aku tidak apa-apa!"
__ADS_1
"Hmm ..." Tian Yan sedikit memandangnya dengan tenang. "Kurasa kau lelah, sebaiknya kita beristirahat saja malam ini dan melanjutkannya pagi-pagi sekali!"
"Ya, itu ide yang bagus!" Xun Die langsung menyetujuinya dan berjalan pergi terlebih dahulu.
"Astaga, apa lagi yang sedang dia pikirkan?" Tian Yan terlihat bingung. "Jika terjadi sesuatu padanya, aku yakin Qing Jia akan memotongku menjadi ribuan bagian ... tunggu, apa memang tugasku di sini adalah menjaganya?"
Tian Yan akhirnya tersadar mengenai hal itu, mungkin memang benar Qing Jia menyuruhnya mengikuti kompetisi ini agar dapat membantu sekaligus melindungi Xun Die.
"Ahggg, lupakan! Memikirkannya hanya membuatku pusing!" erang Tian Yan sebelumnya akhirnya berjalan pergi mengikuti Xun Die untuk mencari tempat tinggal sementara.
***
Setelah mencari selama beberapa saat, keduanya akhirnya menemukan sebuah gua di kaki gunung dan memasukinya untuk tempat tinggal pada malam hari nanti.
"Gua ini tampaknya masih tak berpenghuni, dan tidak ada tanda-tanda binatang buas, sepertinya memang bagus untuk dijadikan tempat tinggal sementara!" kata Tian Yan setelah mengamati dalam gua batu itu dengan lebih cermat.
"Ya, aku rasa begitu!" kata Xun Die dengan anggukan setuju.
"..."
"Tidak ada!" Xun Die menjawab dengan wajah santai dan hendak berjalan pergi, namun tangannya langsung ditarik dan badannya di dekatkan, sehingga keempat mata itu bisa saling memandang satu sama lain.
"Ada baiknya menyelesaikan semuanya jika kau banyak pikiran, karena aku ingin memberitahumu satu hal: Pikiran adalah musuh terbesar para manusia!" ungkap Tian Yan dengan nada serius.
Xun Die mengerutkan keningnya, dan memandangnya dengan agak kesal, "Sudah kubilang tidak ada—!"
"Kau iri dan merasa lemah padaku kan?" Tian Yan memotong ucapannya.
"Apa??"
Tian Yan memegang dagu wanita itu dan menatap lekat-lekat langsung ke matanya, "Kau iri karena aku jauh lebih baik! kau merasa dirimu lemah karena aku terus menolongmu! kau—"
"Cukup!" Xun Die menatapnya dengan sorot mata dingin, "Aku tidak iri! aku hanya bingung bagaimana cara membalas budi kebaikanmu, aku Xun Die bukan orang yang tidak tahu berterima kasih!"
"..."
__ADS_1
"Tidak perlu balas budi, lagipula kau sudah melakukan kebaikan padaku sejak dua tahun lalu, kenapa harus peduli kepada hal kecil ini?"
Kata-kata Tian Yan membawa banyak hal membingungkan ke dalam benak Xun Die, membuat dirinya semakin bingung dan bingung tentang kebaikan apa yang sudah dia lakukan, dan dua tahun lalu?
Xun Die akhirnya teringat akan pemuda yang dia selamatkan saat itu di Turnamen Kekaisaran Yan, dan matanya pun tampak tidak percaya. "Apa kau yang waktu itu?"
Tian Yan melepaskan pegangan tangannya, dan berkata, "Jika iya, maka bagaimana?"
"Hah ..." Xun Die menganga dengan tidak percaya, "Kau bajingan tidak tahu berterima kasih saat itu!"
"Hei, julukan macam apa itu." Tian Yan merasa kurang nyaman ketika dirinya dipanggil seperti itu.
Seketika Xun Die saat itu juga melupakan semua beban pikirannya, dan menjadi marah. "Ini benar-benar tidak terduga, tidak heran aku selalu merasa mengenalimu sejak melihat kau bersama Saudari Qing!"
'Cehh, biarlah dia marah, yang penting pikirannya tenang, akan sangat sulit melindunginya di hutan ini jika dia mempunyai beban pikiran!' batin Tian Yan, tapi dia tetap memasang senyum minta maaf untuk tidak membuat Xun Die curiga.
***
Akhirnya setelah melewati semalam suntuk, Tian Yan dan Xun Die pagi-pagi sekali telah berjalan keluar dan yah, ada sedikit perbedaan.
Xun Die telah menerobos Nascent Soul tahap 5!
"Aku sangat bersemangat hari ini, ayo kita cari Binatang Buas yang kuat untuk mempercepat proses penyetabilan kekuatanku!" kata Xun Die sambil membusungkan dadanya ke depan.
"Ya, ya, ya ..." Tian Yan berkata dengan kelopak mata lelah, semalam dia benar-benar berjaga-jaga di luar gua untuk memastikan tidak ada ancam sekecil semut pun yang masuk ke dalam gua agar tidak menggangu Xun Die yang hendak menerobos ranah.
"Ewh, Tian Yan, kau harusnya bersemangat juga!" Xun Die mendengus dan datang menarik lengannya untuk dirangkul.
Kenyal ...
Tian Yan merasa ada sesuatu yang menyentuh lengannya, langsung cepat-cepat dia menoleh dan melihat ke bawah hanya untuk melihat lengannya sedikit bersandaran dengan bantal terbaik idaman seluruh pria.
Xun Die yang sadar ada yang salah akhirnya melihat juga dan cepat-cepat langsung melepas rangkulannya dan memberikan beberapa jurus kepada Tian Yan. "Dasar mesum, terima ini, teknik pedang pembelah anjing!"
[Bersambung!]
__ADS_1