Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 222 : Valentine's Day


__ADS_3

[Hanya chapter spesial, ini berada di luar cerita asli dan tidak saling berkaitan dengan plot cerita asli.]


...***...


Valentine ... ini adalah hari yang sangat berarti bagiku.


Glegarrrrr!!!


[Ding! Peringatan! Ini adalah Valentine's Day!]


"Nani?!" Aku membuka mataku dari dalam kultivasi berkepanjanganku dikarenakan pemberitahuan super penting yang diberitahukan oleh System. KaCantik, Pintar, Seksibar ini benar-benar seperti duri yang menancap di kepalaku sehingga membuatku merasa pusing.


...***...


"Duh ... di mana aku akan mendapatkan coklat?" Tian Yan berjalan mondar-mandir di depan halaman rumahnya sampai akhirnya datang Xie Yun menghampirinya, karena penasaran melihat Tian Yan yang seperti orang kebingungan.


"Ada apa, Saudara Tian? Kenapa kau mondar-mandir?"


"Ah, Junior!" Tian Yan berseru kegirangan, "Apa kau tahu di mana orang menjual coklat?"


"Coklat? ... Ini kan dunia kultivasi, mana ada coklat di dunia ini."


"What the ..." Tian Yan ingin memaki orang-orang di dunia ini di dalam hatinya.


"Memangnya kenapa Saudara Tian menginginkan coklat?"


"Kau tidak tahu kenapa?!" Tian Yan memarahinya. "Ini adalah Valentine's Day, kau tahu!"


"Va-Valentine ...? Apa masih ada pasangan lebay di dunia ini yang masih mewarisi budaya purbakala ini?" Xie Yun (Author) sedikit berpikir sambil memegangi dagunya, membuat Tian Yan marah dan ingin mengusirnya.


"Pantas saja tidak ada yang suka padamu. Kau benar-benar tidak ada kesan romantisnya, Xie Yun ..." Tian Yan membalas sindirannya itu dengan sindiran yang lebih menusuk hingga uluh hati Xie Yun yang terdalam.


"Uh ... Ughhhhh, bukannya aku tidak punya kekasih. Hanya saja belum takdirnya!"

__ADS_1


"Ahh, kalau begitu mungkin takdirmu adalah lajang seumur hidupmu, hahaha!"


Tian Yan memang pesatir handal.


"Sialan kau ... Aku benci kauuuuuuu!" pekiknya sesaat setelah bergegas pergi ke kejauhan.


"Pergilah, dasar tidak membantu!" cerca Tian Yan dan mulai kembali menjernihkan kepalanya. "Huft, apa tadi yah ... Ah, benar, coklat!"


Di mana aku akan mendapatkannya?


Tian Yan sedikit berpikir, sebelum akhirnya mendarat lagi seorang wanita di dekatnya.


"Hei, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah guru menyuruhmu untuk bermeditasi?" Dia adalah Xun Die, wanita yang mulutnya seperti toa bagi Tian Yan.


"Xun Die?!" Tian Yan terkejut ketika berhasil keluar dari benaknya sendiri.


"Hmm! Kau baru menyadari kehadiranku?!" Bola mata Xun Die seperti api Phoenix yang berkobar-kobar penuh amarah dan niat membunuh.


"Ohhh?" Xun Die kelihatan sedikit penasaran, "Apa itu?"


"Emm, sebenarnya itu ..."


"Hah! Coklattt?!"


"Shutttttt!" Tian Yan menyumbat mulut Xun Die dengan dua jarinya; jaring tengah dan jari telunjuk.


"Uakkk ..." Xun Die mendorong tangannya dan merasa sedikit jijik sehingga ia meludah. "Jarimu sangat bau, kenapa asal masukkan ke dalam mulutku?!" Meski dia marah, tapi ada perasaan malu-malu yang membuat wajahnya sedikit memerah padam.


"Hei, apa kau menghinaku? Tanganku ini bersih, terakhir kali aku hanya menggunakannya untuk ce*** ..."


Terkejut! Tercengang!


Ingin muntah!

__ADS_1


"Uakkk ... Uhuk! Uhuk!"


"Hei, lihat! Tetua Xun muntah!"


"Benar, apakah pemuda itu menghamilinya?!"


"Sial, padahal dia sudah memiliki tiga wanita cantik di sisinya."


"Dasar b4bi!"


"Manusia laknat!"


"Woiii!" Tian Yan memarahi mereka, para murid-murid Gerbang Cahaya Suci dengan tekanan Half Saintnya yang menggebu-gebu hingga membuat seluruh sekte bergetar kencang.


Brukkk ...


Di atas puncak, Qing Jia yang baru ingin meminum teh terpaksa menghentikannya karena seluruh teh tumpah ke wajahnya yang cantik dan membasahi pakaiannya.


"..." Qing Jia memejamkan matanya, namun nafasnya sedikit tidak terkendali, ia saat ini benar-benar memiliki kesabaran setipis tisu yang bisa terbakar dengan mudah.


"TI-AN YANNNN!"


...***...


Akhirnya Qing Jia pun memasuki mode seriusnya dan menghajar Tian Yan hingga selangkah dari maut. Tian Yan yang berhasil masih bertahan hidup segera menyesal dengan perbuatannya.


Selain itu, dibandingkan mencari coklat yang sepertinya sangat mustahil ada di Alam Inti Langit, Tian Yan pun memutuskan untuk menggunakan salah satu permintaannya pada System, ia minta diberikan sebuah coklat silverking setruck, dan membagikannya ke semua wanitanya.


Ketiga wanita itu pun semakin jatuh cinta padanya dan ... Itu akan menjadi Valentine's Day terbaik ketiganya dalam kehidupan ini.


...Selesai!...


Huang Yun mengetik, [Hei, di mana coklatku?!]

__ADS_1


__ADS_2