Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 201 : Menyelesaikan Pertarungan


__ADS_3

“Naga ... Phoenix ...” Tatapan Qing Jia sangat melekat kepada kedua sosok yang muncul di hadapannya, tapi kemudian dia menyadari ada yang salah,“Kalian bukan Naga dan Phoenix!”


Qing Jia melepaskan luapan energinya yang sangat panas hingga mengeluarkan aura penindasan yang sangat kuat, bahkan Tian Yan yang baru saja berubah menjadi setengah naga setinggi dua meter, hampir terjatuh ketika terkena penindasan ini.


“Sial, dia sangat kuat!” Tian Yan tahu Qing Jia memang kuat, tapi tidak menyangka akan sekuat ini.


“Aku harus membantu agar masalah ini cepat selesai!” Tian Yan berkata sambil mengeratkan tangannya dalam menggenggam pedang, lalu segera bergegas pergi untuk melawan kedua musuh.


“Hmm ...” Qing Jia sadar dengan aura Tian Yan yang menyusul dari belakang, akan tetapi ia tetap tenang dan acuh tak acuh.


“Aku akan mengurus naganya.”


“Ya ...!!” Tian Yan melewati sampingnya dan keduanya pun bergegas maju secara bersamaan seolah keduanya sudah selaras satu sama lain.


“Teknik Pedang: Penghancur Benua!”


“Teknik Elemen: Api Hitam!”


Teknik pedang dikorbankan oleh Tian Yan, sementara Qing Jia menggunakan sebuah teknik elemen api yang sangat kuat dalam bentuk sebuah bola hitam yang bersuhu jutaan derajat.


Swoooshhhh ...


“Roar!”


“Kiyakkk!”


Mendapatkan kiriman serangan semacam ini, keduanya pun tak tinggal diam dan secara bersamaan menggabungkan Qi mereka sehingga menciptakan sebuah pelindung bening yang menghalau kedua serangan tersebut.


Bang! Bang!


Meski kuat, akan tetapi kedua serangan itu tidak cukup untuk melukai mereka, melainkan hanya menimbulkan kerusakan pada pelindung yang diciptakan.


“Ayo maju!”


“Ya!”


Mengikuti perkataan Qing Jia karena senioritas, Tian Yan dengan gagah berani pun maju bersama dan berkelahi dengan Burung Phoenix yang ada di sisi kiri.


“Terima ini!” Tian Yan berada tak jauh dari Burung Phoenix, lalu menghajarnya dengan Dragon Punch tanpa menaruh rasa kasihan kepadanya.


“Roar!”

__ADS_1


Sang Naga baru saja ingin membuka mulutnya lebar-lebar untuk menembakkan bola energi menuju ke arah Tian Yan, namun itu tidak berhasil, karena kini Qing Jia sudah muncul di depan matanya secara tiba-tiba dan melakukan teknik tendangan yang benar-benar mematikan.


Bang!


Yin dan Yang tidak teratur, akhirnya aura yang selama ini saling beresonansi di antara keduanya ikut terputus yang membuat keduanya sudah tidak bisa menggunakan Energi Keseimbangan lagi.


“Hahaha! Akhirnya!”


Tian Yan benar-benar meninju ke depan dan melepaskan seekor naga emas dari tinjunya yang langsung terkena telak di tubuh Burung Phoenix.


Bang!


Tidak menunggu pihak lain dapat mengatur posisi, kini Tian Yan sudah memperbesar tubuhnya hingga ratusan meter di atas udara, lalu dengan santainya ini mengatupkan kedua tinjunya bersamaan untuk memukul tubuh Burung Phoenix seperti melakukan passing bola voli secara terbalik dari atas.


Terpental!


Boooommm!


“Masih belum!” Tian Yan kembali mengubah wujud manusia normal, tepat di atas tempat terjatuhnya Burung Phoenix itu dan menatap ke bawah dengan senyum, “Rasakan ini!”


Tian Yan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, memasukkan kekuatan Elemen Api dan Elemen Air di kedua sisi pedangnya yang saling menyeimbang satu sama lain bagai Elemen Yin dan Elemen Yang yang saling menjaga keseimbangan satu sama lain, seperti itu pula.


“Kiyakkkkk ...”


Ini harusnya menguras 90% kekuatannya, begitu pula Tian Yan yang sudah tidak ingin bermain terlalu lama karena ingin segera menyelesaikan misinya.


“Kau sepertinya serius juga ...” Tian Yan tidak memandang remeh Burung Phoenix tersebut dari ketinggian ini, ia hanya kemudian memandang pedang Sovereign yang ada di tangannya.


“Berkat melihat kalian berdua, aku tercerahkan bahwa keduanya bisa saling seimbang satu sama lain ...” Tian Yan sedikit memuji peran keduanya, tetapi tidak sepenuhnya, “Tapi aku juga memiliki bakat yang bagus sehingga bisa mempelajarinya, mungkin? Yah, lupakan ...”


Tian Yan kembali memandang Sang Phoenix dengan tatapan serius, ketika pihak lain menembakkan energi kematiannya, dia juga melemparkan pedangnya ke bawah.


“Matilah!”


Swoosh ....!


Seolah waktu dan dunia berhenti bergerak, ketika kedua serangan mulai mendekat satu sama lain, muncul retakan ruang karena akibatnya dan membuat beberapa tempat terdistorsi, dapat dilihat seberapa menakutkan kedua serangan tersebut.


“Sialan kau, Tian Yan!” Mata Qing Jia ingin terbelah, sikap Tian Yan yang blak-blakan ini benar-benar seperti tidak peduli dengan kehadiran Xun Die dan Xie Yun yang berada di sekitar tempat kejadian.


“Sighhh ...” Qing Jia tidak banyak omong lagi, dan segera menggunakan salah satu teknik yang telah ditanamkan ke dalam tubuh Xun Die dan Xie Yun untuk berjaga-jaga terhadap situasi semacam ini.

__ADS_1


“Teleportasi Menuju Asal!”


Hanya mengucapkan mantra itu saja dan seketika keduanya muncul kembali di dekatnya.


“Senior!”


“...” Bukannya menjawab, Qing Jia justru memasang pelindung yang kuat untuk menjaga keduanya dari dampak ledakan yang akan terjadi.


Meledak!


Duarrr ...!!


Dalam radius beberapa mil dari tempat ledakan, semuanya menjadi hangus dan rata dengan tanah, bahkan danau yang sebelumnya tenang menjadi sangat tidak tenang seperti lautan samudera yang ganas.


Ketika dampak ledakan tersebut mulai mereda, kini yang tersisa masihlah tetap mereka saja, kecuali ... Tian Yan.


Dia sudah menghilang, entah ke mana, hanya meninggalkan tubuh Burung Phoenix yang mulai retak dan memudar.


“...” Qing Jia hanya bisa memejamkan matanya sejenak dan mengatur nafasnya, dia tahu bahwa Tian Yan sudah melarikan diri dan meninggalkan sisanya pada dirinya, betapa tidak tahu malunya!


“Kalian berdua, aku akan membunuh Naga ini dengan kekuatan terakhirku, setelah itu keluarlah dari Hutan Yin-Yang, paham?!” ucap sosok Qing Jia yang saat ini mulai terlihat transparan, seolah bisa hilang kapan saja dari hadapan keduanya.


“Baik!”


Qing Jia mengangguk lagi dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke atas.


“Hukuman Langit!” ucap Qing Jia menyebutkan nama teknik yang ia gunakan untuk menciptakan sebuah bola api raksasa di langit yang secara perlahan jatuh menimpa ke tempat mereka berada.


Ini adalah serangan bunuh diri!


Tapi Qing Jia tentu tidak sebodoh itu. Setelah dirinya menggunakan teknik ini, ia pun menggunakan Hukum Ruang untuk mengirim keduanya menjauh dari sana, lalu dirinya akhirnya bisa bergerak leluasa untuk menahan pergerakan sang Naga dengan medan gravitasi ribuan kali lipat yang dia ciptakan menggunakan kemampuannya pada Hukum Ruang.


Ini benar-benar combo yang mematikan!


Pada titik ini, dirinya dan sang naga hanya terpaku di tempat sampai akhirnya bola api raksasa itu jatuh ke atas keduanya.


“Sighhh ...” Qing Jia memejamkan matanya, dia sudah tidak peduli lagi hingga bola api tersebut menimpa tempat dirinya berada.


Meledak!!!


•••

__ADS_1


Bersambung! Jangan lupa like, comment, dan share :)


__ADS_2