
"La-La-Lari! semuanya, ayo lari!" Para kelompok bandit itu langsung berserakan ke segala arah dan mencoba untuk mencari pintu alternatif lain.
Namun itu hanyalah kesia-siaan belaka, sebab melarikan diri dari seorang Origin Field Lapisan 3 itu sangat sulit.
"Domain!" Jiao Yue hanya melantunkan nada itu, dan seketika dalam jarak 20 meter dari tempat itu diselimuti oleh kekuatan prinsip yang membuat seseorang yang terpengaruh seolah masuk ke dunia lain seperti hutan yang agak transparan.
Di dalam Domain itu, Jiao Yue lah Tuannya, dengan menggerakkan pikirannya saja, ribuan panah hijau muda langsung muncul dari dinding-dinding Domain dan menusuk tubuh para bandit, tapi tidak membunuh mereka.
"Kyakkkk ..."
"Uakkkk ..."
"Tolong ..."
Semua bandit itu terjatuh ke lantai penginapan bahkan sebelum mereka dapat melarikan diri dari penginapan.
Setelah mengalahkan mereka semua, maka dikumpulkanlah mereka pada satu tempat dan maksudnya sudah jelas kenapa Tian Yan memerintahkan ini.
"Kalian harus berbangga diri!" Tian Yan menghunuskan Pedang Hitam di tangannya, dan dengan sekali tebasan horizontal, para bandit yang tengah bertekuk lutut di lantai penginapan itu langsung terbelah menjadi dua bagian dengan rapi.
[Ding! Host berhasil membunuh 6 Origin Dao Lapisan 3! Mendapatkan 36 Juta Exp!]
[Ding! Host berhasil membunuh 1 Origin Field Lapisan 1! Mendapatkan 15 Juta Exp!]
[Mengambil dan menukar rampasan~]
[Ding! Host mendapatkan 700 Juta Poin Sistem!]
'Ckkk, masih belum cukup untuk menerobos ranah!' Tian Yan mengibaskan pedangnya ke samping dan membersihkannya dari darah.
Tian Yan pun menoleh ke arah pemilik penginapan, dan berkata kepadanya, "Bersihkan mayat mereka!"
"Ba-Ba-Baik Tuan Pelanggan!" Pelayan itu menundukkan kepalanya, dan berlari pergi untuk memanggil petugas kebersihan di lain tempat.
__ADS_1
Tian Yan lalu mengedipkan matanya lagi dan memandangi Jiao Yue, "Tampaknya ini sedikit kacau, sebaiknya kita segera kembali dan menunggu hingga kau pulih!"
"Enn!" Jiao Yue mengangguk.
***
Malam hari, setelah Jiao Yue berhasil memulihkan Origin Qi di dalam tubuhnya, maka berangkatlah keduanya dari penginapan itu untuk melanjutkan perjalanan mereka.
'Ckkkk, seharusnya aku tadi menjadikan pemimpin bandit itu sebagai budakku menggunakan kemampuan Conqueror's Eye!'
Conqueror's Eye adalah mata milik Tubuh Kaisar Gioknya, yang berguna untuk memperbudak lawan yang putus asa, dan mengendalikan jiwa mereka.
Namun sebelumnya ketika melihat para bandit, Tian Yan tiba-tiba teringat dengan masa lalunya, di mana keluarganya juga dirampok dan diperkosa oleh para bajingan seperti itu, hal ini membuatnya kesal dan tidak segan-segan untuk melibas semuanya.
'Bagaimana agar aku bisa selalu tenang?' Tian Yan bertanya-tanya.
Ketenangan adalah faktor penentu kemenangan, karena ketenangan dapat meningkatkan fokus dan kecerdasan dalam menganalisa pertarungan.
"Tuan, kau benar-benar kejam tadi pagi!" kata Jiao Yue, membangunkan Tian Yan dari pikirannya.
"Tidak, anda malah terlihat sangat keren!" kata Jiao Yue dengan nada kagum. "Ketika melihat anda menggunakan pedang, aku teringat pada salah satu tokoh dalam The Law Of Sky! Yakni Dewa Pedang Xiao San!"
'Dia mulai lagi bercerita ...' Tian Yan tersenyum dengan wajah keringat.
"Dewa Pedang Xiao San adalah murid dari Dewa Sejati, bersama dengan dua kakaknya yang lain, Dewa Ruang Xiao Bai dan Dewi Waktu Xiao Cai!"
Di bawah kolong langit ini, hanya ketiganya manusia yang diakui bakatnya oleh Dewa Sejati, bahkan dapat perhatian lebih dari Ia."
"Dewa Sejati mengawasi mereka sejak mereka terlahir, mereka awalnya tidak memiliki hubungan darah satu sama lain, tapi Dewa Sejati memungut Xiao Cai dan Xiao San untuk tinggal bersama dengan Xiao Bai beserta Ibunya."
"Ketikanya hidup dengan damai, hingga suatu hari Dewa Sejati pergi meninggalkan mereka untuk waktu yang lama, dan dalam waktu itu, ketiganya tumbuh dewasa menjadi kultivator yang kuat dan bijaksana."
"Namun ... karena Cinta, hubungan ketiganya menjadi retak. Dewa Pedang Xiao San sebenarnya diam-diam sudah menyukai Dewi Waktu Xiao Cai sejak kecil, tapi sayang Dewi Waktu Xiao Cai lebih menyukai Dewa Ruang Xiao Bai.
Hal itulah yang mengakibatkan Dewa Pedang marah dan menggunakan kekuatan langit dan bumi untuk mengalahkan Dewa Ruang dan Dewi Waktu."
__ADS_1
"Pada saat itulah hubungan mereka benar-benar meregang, Dewa Pedang Xiao San memutuskan untuk pergi dari mereka dan menyebabkan kekacauan di mana-mana ..."
"Ehem, ini terlalu panjang, bisakah langsung katakan bagaimana akhir kisah mereka?" Tian Yan memotongnya.
"Akhirnya Dewa Pedang Xiao San menggunakan segala kelicikan untuk mengalahkan Dewi Ruang dan Dewi Waktu, dia sangat kejam!"
"Dia bahkan menusuk tubuh Dewi Waktu dengan senjatanya!" Imbuhnya, "Tapi cinta tetaplah cinta, setelah melukai Dewi Waktu hingga nyawanya berada di ujung tanduk, Dewa Pedang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya juga agar Dewa Ruang sendiri yang menderita di dunia itu karena kematian Dewi Waktu."
"Jadi berakhir sedih ..."
"Tentu tidak, pada saat Dewa Pedang akan mengakhiri hidupnya sendiri, Dewa Sejati pun datang, dan dengan kemampuannya, ia berhasil menyembuhkan Dewi Waktu dan memecahkan perselisihan di antara ketiga Dewa itu."
"Akhir yang klise ..." gumam Tian Yan.
"Oh, iya, Dewa Pedang itu hanya gelar kecilnya, gelarnya yang benar adalah Dewa Pedang & Tombak, sebab dia bisa menggunakan keduanya sekaligus yang membuatnya dapat menyeimbangi Kedua Dewa(i) yang lain."
"Sementara ketiga murid Dewa Sejati sering dipanggil sebagai Tiga Bintang, sebab bakat mereka sangat tinggi seperti bintang-bintang di langit."
"Apakah mereka lebih kuat dari 15 Dewi Suci?" Tian Yan bertanya dengan santai, agar ada bahan topik, karena sangat canggung jika keduanya tidak ngobrol.
"Hmm, memang dikatakan bahwa hanya mereka ras manusia yang dapat menyaingi beberapa Dewi Suci."
"Jadi begitu ..." Tian Yan mengangguk mengerti. 'Manusia menjadi Dewa Pedang, aku yang akan melakukannya juga! Aku akan mengalahkan semua Ahli Pedang di dunia ini agar menyandang gelar Dewa Pedang!'
Mata Tian Yan menyorotkan cahaya tekad dan semangat yang mendalam, sepertinya dia cukup termotivasi mendengar cerita yang dibicarakan oleh Jiao Yue.
Jiao Yue juga cukup senang karena sudah dapat membangkitkan semangat juang Tuannya, ia merasa jika Tuannya ini benar-benar akan menjadi Dewa Pedang suatu hari nanti.
Sebab dalam wahyu yang dia dapatkan 19 tahun lalu, dia menyaksikan di antara langit dan bumi muncul pedang yang membentang luas di luar angkasa, dan pedang itu dikendalikan oleh Tian Yan yang tampak agung dan tak terkalahkan saat itu.
'Kuharap ... Tuan dapat membuat sesuatu yang membuat para dewa menyukainya, agar dia selalu tenang dalam hidupnya, Simyun.'
[Bersambung!]
[FYI: Simyun itu kayak sebutan Amin dalam Ajaran The Law Of Sky!]
__ADS_1