
SEKTE NAGA GIOK
Di dalam rumah yang dibangun ulang oleh kelompok Naga Palsu, Tian Yan duduk seorang diri di sana sambil merenungkan nasibnya, dan sikapnya yang terlalu ceroboh.
"Tian Yan, kau benar-benar terlalu berpikir panjang! Coba saja saat itu kau membeli Kartu Karakter, maka senior pasti tidak perlu melakukan pengorbanan semacam itu!" Tian Yan merasa dirinya benar-benar bodoh, mungkin ini adalah penyesalan terbesar dalam hatinya.
Terlebih lagi sehari setelah kematian Jiao Yang, Jiao Yue datang kepadanya dengan tatapan datar, itu wajar sebab dia berduka, jadi Tian Yan tidak mempermasalahkannya.
Namun yang membuatnya merasa menyesal adalah sudah membiarkan Jiao Yue untuk pergi!
Pada saat itu Jiao Yue berkata dia ingin pergi berkelana sendirian dan mencari cara untuk membangkitkan kembali ayahnya.
Menurut Tian Yan itu tidak masuk akal, sekaligus hal yang mustahil, tapi melihat tatapan Jiao Yue yang sangat serius pada saat itu, serta rasa bersalah yang besar dalam hatinya, Tian Yan dengan berat hati membiarkannya pergi dan berjanji untuk tidak memaksanya melakukan kehendaknya lagi.
"Kenapa aku membiarkannya pergi!" Tian Yan masih tidak tahu kenapa dia melakukan hal konyol ini kala itu.
Dia pun sadar bahwa "Seseorang akan merasakan kehilangan setelah orang yang dia cintai pergi." Itu adalah benar, dan itu yang sedang ia rasakan saat ini.
"ARGHHHHHH!!"
Dia sudah seperti orang kehilangan kendali diri, kenapa, kenapa, kenapa! Pikiran itu selalu menghantui dirinya dan membuatnya menyesal.
[Tenangkan diri Host.]
"Bagaimana aku bisa tenang!"
[Host hanya perlu mempercayai Jiao Yue, dia sudah mengatakan bahwa dalam 10-20 tahun lagi dia pasti kembali ke Sekte Naga Giok.]
"Ughhh ..."
[Jiao Yue mungkin sedang marah, dan dia pasti hanya pergi untuk menenangkan pikiran, perkataan bahwa dia akan mencari cara kebangkitkan pasti hanya pengalihan saja.]
"Apa benar begitu?" Tian Yan menjadi sedikit tenang.
[Pasti begitu, sifat wanita memang sulit dimengerti. Terkadang apa yang mereka ucapkan tidak selalu sesuai dengan hati mereka. Jadi untuk menjaga suatu hubungan, Host hanya perlu percaya, itu sudah cukup.]
"..."
Tok! Tok! Tok!
[Nah—]
Setelah ketukan berlalu, tanpa menunggu jawaban dari Tian Yan, pintu langsung terbuka dan dari luarnya masuk seorang wanita tinggi 180 cm dengan rambut berwarna kuning vanilla, dan simbol Hexagonal di dahinya.
"Hah!"
Tian Yan berkedip, sekali lagi berkedip, dan sekali lagi!
Apa yang terjadi?
Bukankah kau mengatakan untuk pergi saat itu?
__ADS_1
Kenapa balik secepat ini?
"Yu-Yue!" Tian Yan menyahut.
Tap! Tap!
Jiao Yue langsung mengambil langkah kaki cepat dan ia langsung memeluk Tian Yan, hingga terjatuh ke atas ranjang.
"Tuan, aku minta maaf tentang sebelumnya, kepalaku benar-benar panas sebelumnya!" ungkap Jiao Yue dengan ekspresi penyesalan.
"... Jadi, kau tidak jadi pergi?" Tian Yan bertanya dengan hati-hati.
"Tentu!" Jiao Yue mengangguk, dan tanpa basa-basi lagi langsung mencium b*bir Tian Yan dengan cepat lalu menariknya kembali. "Tapi, tuan ..."
"???" Tian Yan tidak mengerti.
"Nikahi aku, sekarang."
"Uhuk! Uhuk!" Tian Yan sangat kaget dengan permintaan Jiao Yue barusan.
"Yu-Yue, bukankah ini terlalu cepat?"
"Cepat?" Jiao Yue menekan kedua bola dadanya ke separuh wajah Tian Yan, "Bukankah Anda sudah berjanji akan menikahinya setelah tujuan anda tercapai?"
"Tujuanku?"
"Ya! Sekarang bukan hanya pengendali tertinggi Benua Huxing, tetapi Anda juga merupakan pendekar pedang terbaik dan bahkan sudah mendapatkan gelar Dewa Pedang, bukankah ini sudah saatnya?"
"Yu-Yue, sepertinya kau salah paham tentang maksudku ..."
"Hmph! Apakah Tuan ingin mengingkari janji?" Dari jalan masuk, sesosok wanita berambut hitam gelap berjalan masuk dengan berlapiskan bikini hitam corak biru, itu jelas Bing Hua!
"Tu-Tu-Tunggu dulu! Akwuuu biswaa ..."
Wajah Tian Yan semakin ditekan oleh kedua bola d*da ukuran G Cup milik Jiao Yue sehingga apa yang dia ucapkan juga ikut tidak jelas.
"Berhenti!" Tian Yan langsung mengerahkan kekuatannya dan mendapatkan kebebasannya kembali untuk duduk.
"Baiklah! Baiklah! Aku akan menuruti keinginan kalian, tapi tunggu! aku akan membawa seseorang dahulu." Tian Yan bangkit berdiri.
'Sistem, keluarkan Jimat Teleportasi Antar Individu! Kurasa sudah saatnya menggunakan hal itu.'
[Baik!]
Sistem pun menjawab dan mengeluarkan apa yang Tian Yan minta di genggaman tangannya.
"Kalian berdua tunggu! Aku pasti akan kembali segera!" ucap Tian Yan, sebab pikirnya dia pasti akan kembali dalam satu atau dua bulan.
"Baik, Tuan. Kami akan menunggu!"
"Bagus!" Tian Yan mengangguk puas atas pengertian mereka berdua. Selanjutnya dia kembali fokus kepada Jimat Teleportasi Antar Individu di tangannya.
__ADS_1
[Host hanya perlu mengedarkan Origin Qi ke dalamnya dan itu akan aktif.]
'Baiklah!' Tian Yan cukup senang karena cara penggunaan Jimat Teleportasi ini sangat mudah dan praktis.
Origin Qi miliknya pun diedarkan dan terserap masuk ke dalam Jimat Teleportasi Antar Individu selama 10 detik, sebelum akhirnya Jimat tersebut berubah menjadi Kilauan cahaya dan menyelimuti seluruh tubuh Tian Yan.
"Aku pergi!" Untuk terakhir kalinya Tian Yan mengucapkan salam perpisahan, sebelum akhirnya ia berubah menjadi aliran cahaya dan menghilang dalam sekejap dari tempatnya meninggalkan kedua wanita cantik itu.
"Apakah Tuan mencari wanita itu? Huang Yun." Bing Hua bertanya dengan penasaran.
"Kurasa begitu." Jiao Yue mengangguk, dan tidak mempermasalahkan hal ini, setidaknya ia ingin mendiang ayahnya menjadi tenang karena dirinya akan segera menikah, sebab itu adalah keinginan ayahnya.
Ini adalah kewajiban, dan harus dilakukan!
Sekarang hanya tinggal tunggu beberapa hari atau beberapa minggu saja, dan untuk menunggu hal ini.
"Bing Hua!" Jiao Yue tersenyum dan bangkit berdiri.
Seakan paham dengan maksud Jiao Yue, Bing Hua pun mengangguk dan berkata, "Kurasa ini hanya hal kecil, ayo kita lakukan!"
"Ya!"
***
Tring!
Muncul!
"Arghhhhhhhh ..." Setelah tiba di tempat yang berbeda, Tian Yan langsung menjatuhkan lututnya ke tanah serta memegang kepalanya yang saat ini penuh dengan rasa kesakitan yang tak tertahankan.
Ini jelas efek teleportasi, tapi tidak pernah Tian Yan akan separah ini.
[Host ... sepertinya ada yang aneh.]
'Apa maksudmu—'
"Xiao Yan."
"Hah??" Kepala Tian Yan langsung terangkat ke atas ketika mendengar suara paling dirindukan oleh dirinya di antara dunia ini.
"..." Seketika tatapan Tian Yan seperti membeku.
Cantik ... indah ...
Itu deskripsi singkat dari sosok wanita berpenampilan berumur 20 tahun yang tengah melayang turun dari udara ke hadapannya.
Rambutnya yang panjang hingga ke pinggang terbang ke mana-mana, namun tetap mendapatkan keangunan tersendiri, ditambah dengan wajah cantik, indah, menawan, ini membuat Tian Yan bertanya-tanya apakah ini hanyalah mimpi.
"Yun ... er."
[Bersambung!]
__ADS_1
...Untuk Reader yang berharap Tian Yan bakal cepat nikah, Author hanya bisa tersenyum dan berkata, "Menikah? apa itu menikah?"...