Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 054 : Mengambil


__ADS_3

Setengah hari berlalu semenjak keduanya keluar dari gua pohon.


Kini keduanya terpaksa harus kembali pada pertarungan dengan binatang buas yang bersebaran di hutan ini.


"Xun Die, aku sudah mempunyai banyak monster core dari Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 6, bukankah itu sudah cukup?" tanya Tian Yan sambil dengan santai menghindari serangan Binatang Buas yang datang.


Sringggg...!!


Xun Die menangkis serangan Binatang Buas, dan berkata, "Itu punyamu, bukan punyaku!"


"Ckk, bukankah kita ini tim, apa bedanya punyaku dan punyamu?" Tian Yan sedikit lelah dengan sifat keras kepala Xun Die juga.


Sringgggg!!


Dengan teknik pedang yang sangat cepat, Xun Die langsung menebas seekor Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 5 menjadi dua bagian, dan berhenti bertarung. "Aku juga bisa melakukannya seperti yang kau lakukan!"


Kali ini Xun Die benar-benar bersungguh-sungguh ketika mengatakannya. Dari sorot matanya, sudah tersorotkan tekad yang kuat dan pantang menyerah di dalamnya.


"Xun Die ..." Tian Yan tampak kagum sejenak, namun wajahnya tiba-tiba berubah menjadi konyol, "Teruslah bermimpi untuk melampaui ku, hahahaha!"


"Apa kau bilang?!" Xun Die langsung kesal, dan mencoba memukul Tian Yan, tapi Tian Yan menghindarinya lagi dan lagi.


'Tapi ... dia memang sangat berbakat!' batin Tian Yan. Dia berpikir seperti ini karena Xun Die saat ini walaupun hanya Nascent Soul tahap 4, ia sudah bisa membunuh Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 5 (setara Nascent Soul tahap 5) dengan mudah, dan bahkan mampu bertarung dengan satu tingkat di atas itu lagi.


"Oke-oke, baiklah, sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan!"


***.


Selanjutnya, dalam perjalanan mereka yang tanpa arah, Xun Die sendiri telah mengumpulkan setiap monster core dari Binatang Buas yang dia bunuh di sepanjang perjalanan.


Hingga akhirnya keduanya tiba di samping sebuah sungai yang terdapat air terjun, dan menemukan sesuatu yang menarik perhatian keduanya.


Ada sesuatu di tengah-tengah sungai!


Ada sebuah gundukan tanah tepat di tengah-tengah sungai, dan sebuah pohon berwarna emas tumbuh di tengah-tengahnya dan menghasilkan beberapa buah berwarna hijau tua dengan corak biru yang memikat mata setiap kultivator ketika melihatnya.

__ADS_1


[Buah Umur Panjang!]


[Satu dari buah itu dapat memperpanjang esensi kehidupan selama 100 tahun! dapat dimakan hingga lima kali!]


'Astaga, sesuatu yang berharga lagi!' Web Qi berseru kaget dalam hatinya. Jika dia tidak salah ingat, umur seorang Nascent Soul tahap 9 adalah 200 tahun lebih, jadi jika bisa mengkonsumsi Buah Umur Panjang ini, maka bisa memperpanjang hingga 700 tahun lamanya!


Nascent Soul mana yang akan menolak?


Tian Yan segera dengan cepat berbalik dan menoleh ke arah Xun Die, berharap bahwa Xun Die tidak akan mengenali apa buah ini, agar hanya dirinya saja yang mengambil, tapi harapannya sirna seketika.


"Itu pasti Buah Umur Panjang yang legendaris! selain dapat memperpanjang umur, juga dapat mengubah seorang nenek-nenek menjadi gadis muda kembali, ini benar-benar buah yang sangat bagus!" kata Xun Die dengan bersemangat, tapi dia tiba-tiba teringat ada Tian Yan bersamanya.


"Umm, yah ... kita akan membaginya menjadi dua—!" Xun Die baru ingin menyelesaikan perkataannya, akan tetap telah disela oleh seseorang dari seberang sungai.


"Buah itu milik kami!"


Seketika tatapan Tian Yan dan Xun Die terjatuh kepada sosok yang berbicara di seberang sungai, dan langsung mengenalinya.


Dia adalah seorang pemuda berambut merah yang berkata, dari tampangnya terlihat polos, tapi matanya itu benar-benar memancarkan kerakusan. Sementara di sampingnya juga terdapat wanita dengan wajah yang mirip dengan pemuda tersebut.


"Wu Yun, Wu Yan!" Xun Die terlihat kesal seketika.


"Oh? gadis bercadar dan pemuda tidak tahu malu, aku tidak menyangka akan bertemu kalian di sini!" kata Wu Yun dengan senyum ejekan.


"Siapa yang kau sebut tidak tahu malu?" Tian Yan menjadi kesal seketika ketika mendengarnya.


"Siapa lagi? tentu saja kau, bodoh!" Wu Yun menegaskannya dengan ulang.


"Apa?"


"Pfftt..." Xun Die sedikit tertawa kecil.


"Xun Die, aku tim mu!"


"Maaf-maaf—!"

__ADS_1


"Kau juga sama saja, pasti wajahmu sangat jelek sehingga kau menggunakan cadar ungu itu, hahahaha!"


Kali ini bukan Wu Yun yang memotong, melainkan Wu Yan, wanita tersebut.


"Ugh, apa kau bilang?!"


"Hei, sudahlah, memang itu fakta, tapi kita harus fokus kepada lain hal," kata Wu Yun yang semakin membuat Xun Die kesal.


"Lagipula kalian berdua akan mati setelah kami mengambil buah ini!" imbuhnya.


"Tidak mungkin aku mengizin—!" Xun Die baru saja ingin mencegat mereka, tapi tangan Tian Yan telah memegang pundaknya.


"Biarkan saja!" kata Tian Yan.


"Apa? apa kau takut dengan mereka?" Xun Die menatap Tian Yan dengan sorotan tidak senang.


"Xun Die ..." Tian Yan berkata sekali lagi dengan tenang.


"Ughhhh ..." Xun Die akhirnya hanya bisa menggigit bibirnya, dan menyaksikan ke seberang sungai.


"Hehe, itu keputusan yang bagus, kalian pasti akan memanfaatkan kesempatan kamu mengambil buah untuk melarikan diri, tapi tidak apa-apa, kami pasti akan mengejar kalian!" kata Wu Yun dengan senyum remeh. Dan dia langsung mengajak Wu Yan untuk pergi, "Ayo ambil buah itu!"


"Enn!" Wu Yan mengangguk. Dan keduanya segera melompat melewati batu-batu yang ada muncul di permukaan sungai yang luas itu satu per satu.


Tap... Tap... Tap...


Tepat ketika keduanya ingin melompat lagi, dari dalam sungai dengan air buram itu, sesosok ular langsung menyembur keluar dari dalamnya dan mengarahkan taringnya yang tajam ke arah keduanya.


"Astaga! cepat lari!" Wu Yun berteriak lantang, dan buru-buru berbalik badan untuk melarikan diri, begitu juga Wu Yan yang sudah melarikan diri kembali dengan raut wajah ketakutan.


Selagi keduanya tengah dikejar-kejar oleh ular raksasa itu, Tian Yan segera berkata, "Kau sekarang sudah paham, jadi sekarang saatnya kita yang beraksi!"


Xun Die mengangguk, dan dengan mengikuti arahan Tian Yan, keduanya langsung melompat-lompat di atas batu yang terdapat di atas permukaan sungai dan dengan cepat sudah tiba di dekat pohon tersebut.


Srett... Srett...

__ADS_1


Hanya dengan beberapa gerakan tangan saja, keduanya berhasil mengamankan Buah Umur Panjang dari pohonnya dengan cepat, dan hendak melarikan diri untuk pergi ke tepian, namun ular yang mengejar Wu Yan dna Wu Yun juga dengan cepat tersadar akan keanehan dan buru-buru berbalik untuk mengejar keduanya yang ternyata telah mencuri buah yang selama ini dia jaga.


[Bersambung!]


__ADS_2