Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 242 : Yang Yue Digilir?!


__ADS_3

“Bakat menakutkan, ditambah Kristal Elemen Yin & Yang ... monster macam apa jika ia menerobos Heaven Saint?” Tian Yan tersenyum kecut, merasa bahwa Huang Yun bisa membawa bencana besar di masa depan.


[Host melupakan Qing Jia yang juga adalah seorang Phoenix. Dia sekarang pastinya akan menerobos True Saint, ia tentu akan menjadi bantuan jika Host bisa membawanya lagi sebagai penjaga.]


Memang benar, tapi tidak selamanya dia akan bergantung pada Qing Jia. Apalagi saat ini Qing Jia tidak bersamanya— Tian Yan membayangkan jika pada saat ini ia bertemu dengan Huang Yun, apa dia bisa mengalahkannya? Tian Yan yakin itu mustahil. Dia sangat lemah saat ini.


“Sudahlah. Aku tidak bisa berbuat banyak lagi. Karena memang sudah seperti ini, satu-satunya cara adalah terus berlatih.”


Pemuda itu nampaknya sudah membulatkan tekadnya.


“System, keluarkan Buah Dao!”


Sesudah Buah Dao dikeluarkan, dengan cepat Tian Yan mulai menggigitnya untuk merasakan khasiat yang tak terbayangkan terus mengalir di dalam benaknya—memaksanya untuk jatuh sekali lagi ke dalam meditasi demi memahami misteri dari Hukum Pedang Bintang 2.


*Hap!* Suara menggigit.


*Hap!* Suara menggigit.


*Hap!* Suara menggigit.


Tanpa sadar telah sebulan berlalu di dalam Giok Waktu, namun sejak Tian Yan bermeditasi— barulah berlalu 13 hari di dunia luar.


“Di mana, Master sebenarnya?” Gadis itu menggaruk-garuk kepalanya — Ia memang tahu Tian Yan sedang pergi ke pengasingan dari surat yang ditinggalkan, tapi di mana ia mengasingkan diri?


“Apa Master meninggalkanku?” Pikiran ini sempat terlintas di benak Yang Yue sebelum dia buru-buru menepisnya. “Tidak, Master bukan orang seperti itu ...” Yang Yue mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa Tian Yan pasti akan kembali lagi.


Cantik jelita, lembut dan penyabar, ketiganya benar-benar cukup untuk menggambarkan sosok sederhana seperti Yang Yue dengan baik. Ditambah dengan kesan dirinya yang tampak positif di mata orang-orang, dia pasti akan menjadi rebutan jika para generasi muda yang masih labil melihatnya.


Tok tok tok ...


Suara ketukan pintu memecah keheningan dan menarik perhatian Yang Yue ke arah pintu masuk.


Tok tok tok ...


“Sabar ...” sahut Yang Yue sembari berjalan menuju pintu masuk dengan wajah tenang.


*Membuka pintu ...*


“Siapa ...” Sebelum Yang Yue dapat bertanya lebih jelas, sosok yang berada di luar pintu tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke arah belakang Yang Yue.


“Siapa kau? Ada perlu apa?” Bukan Yang Yue atau siapa, tetapi Tian Yan yang baru saja muncul yang melayangkan pertanyaan tersebut kepada sosok di luar pintu masuk.


“Senior ... Tuanku ingin berbicara denganmu, aku harap kau mau mengindahkannya.”

__ADS_1


“Tuanmu? Siapa dia? Dari ras apa?” Tian Yan bertanya seperti ini sebab menyadari bahwa lelaki muda di hadapannya memiliki dua mata tambahan di bawah matanya, yang artinya dia adalah ras yang berbeda dari ras manusia.


*


Note :


Ada ribuan ras di Alam Suci. Di antaranya yang terbesar atau terkuat adalah : Ras Spirit Beast, Ras Ashura, Ras Iblis, dan Ras Manusia.


Naga & Phoenix termasuk kategori ras Spirit Beast. Namun mereka sering menyebut bahwa ras mereka itu berbeda; yakni ras Naga dan ras Phoenix.


*


“Tuanku adalah Wang Yu, Tuan Kota ini.”


“Tuan Kota?” Tian Yan menaikkan alisnya, ‘Apa ini karena bencana sebelumnya?’ batin Tian Yan.


“Kami berdua akan pergi ke mansion Tuan Kota—” ucapan Tian Yan tiba-tiba dipotong oleh lelaki muda itu.


“Tuan Wang hanya ingin berbicara denganmu, Senior.” Ucapannya membuat Tian Yan mengerutkan kedua alisnya sehingga tampak menyatu. “Baiklah, aku akan ke sana.”


Tian Yan lalu menoleh kepada Yang Yue dan menepuk p4ntatnya. “Tunggu sebentar, aku akan kembali!”


“Ahh, baik Master!” sahutnya dengan wajah memerah.


*Raba.*


Yang Yue kemudian menghilangkan senyum malunya dan menutup pintu secara perlahan-lahan sambil memutuskan bahwa sudah tidak ada orang lagi di sana.


“Fiuh ...” Ia menghela nafas lega, lalu memasukkan tangannya ke dalam saku celananya untuk menarik sesuatu seperti manik bundar berwarna hijau seperti giok.


“Benda apa ini? Kenapa Master memberikannya padaku?”


Ini sangat mencurigakan. Yang Yue sempat memikirkan untuk menyelidiki manik tersebut, namun ia sadar bahwa mungkin itu tidak perlu. Apalagi ini bukan miliknya sendiri.


***


“Masuklah, Senior. Tuan Wang ada di dalam.”


Dengan mengikuti perkataan pemuda tampan itu, Tian Yan pun segera membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Selamat datang!” sapa seorang lelaki paruh baya mengenakan pakaian putih dilapisi dengan rompi panjang berwarna coklat.


‘Bukan manusia!’ seru Tian Yan dalam hatinya setelah menatap pada lelaki paruh baya itu yang berwarna kuning dengan manik mata berwarna hitam, sementara telinganya adalah telinga serigala.

__ADS_1


“Silahkan duduk.” Ia tersenyum ramah sambil mempersilahkan Tian Yan duduk di kursi yang berada tepat di depannya, dengan meja sebagai perantara antara keduanya.


“Langsung saja, apa yang kau butuh dariku?” tanya Tian Yan setelah duduk.


“Ahh, tidak perlu buru-buru, bisakah kau kenalkan namamu terlebih dahulu?”


“Namaku Tian Yan, apa itu sudah cukup?”


“Cukup, cukup.” Wang Yu kemudian mengubah senyumannya itu menjadi ekspresi yang berbeda. “Tujuan Wang memintamu datang ke sini adalah ingin meminta sedikit bantuan.”


“Bantuan? Kenapa aku?”


“Ya, aku ingin memintamu untuk mengawal anakku, Wang Peng. Alasan aku memilihmu adalah karena kau berhasil bertahan dari petir sebelumnya.”


“...”


Apa petir sebelumnya sangat kuat? Tian Yan bahkan merasa itu hanyalah serangan di tingkat Saint Soul.


[Petir sebelumnya harusnya bisa melukai kultivator Celestial Saint.]


[Alasan Host tidak terluka adalah karena petir itu hanya menyambar sampai di lantai empat, sementara Host yang berada di lantai tiga tidak bisa merasakan kekuatan sesungguhnya dari petir tersebut, hanya sisa-sisa kekuatan yang mengenai Host.]


‘...’


Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi? Apakah petir juga masih pilih kasih? Ataukah karena ada Yang Yue?


Tian Yan sudah mulai menebak-nebak, mungkin saja karena Yang Yue memiliki banyak keberuntungan, sehingga dirinya tidak disambar secara langsung oleh petir sebelumnya.


Yang Yue benar-benar Anak Kesayangan Langit & Bumi! Dia benar-benar layak untuk mendapatkan gelar seperti itu.


‘Oh, yah ... sepertinya aku sudah tahu bagaimana kelanjutan ini ...’ Tian Yan sedikit berkeringat dalam benaknya. Bukan karena takut, tapi karena pasti akan ada masalah lagi kali ini.


Jeda sejenak. Wang Yu kemudian bertanya lagi, “Bagaimana jawabanmu? Apa kau mau?”


“Biarkan aku memikirkannya, Tuan Kota.”


Begitu selesai menjawab, Tian Yan dengan sopan mulai bangkit dan berjalan pergi dengan memasang wajah tenang.


Hal ini tentu adalah jawaban yang tidak memuaskan. Apalagi yang melakukannya adalah ras rendahan seperti ras manusia ... Tuan Kota benar-benar merasa harga dirinya diinjak. Mengatakan “Biarkan aku memikirkannya.” Itu sama saja dengan penolakan tidak langsung yang mana benar-benar sesuatu yang terlalu sombong bagi ras manusia seperti Tian Yan lakukan kepada Spirit Beast yang agung sepertinya.


"Sebaiknya kau tidak bertingkah sombong, manusia. Kecuali jika kau ingin melihat gadis itu digilir oleh para bawahanku!"


***

__ADS_1


Sudah selesai, lanjut next chapter :)


__ADS_2