
"Dia adikku, apa yang ingin kalian lakukan? sialan!"
Tangan lelaki paruh baya itu dihentikan oleh orang lain. Orang itu adalah seorang pemuda berambut hijau tua sedang memandangnya dengan tatapan dingin.
"Heh? siapa pemuda ini? hanya Origin Dao kecil rupanya ..." Lelaki paruh baya itu berbalik dan memandanginya dengan intimidasi yang dingin.
"Ka... Kakak!" Gadis muda itu terkejut, tidak menyangka kakaknya akan datang di saat-saat genting seperti ini.
Pemuda itu sedikit tersenyum kepadanya sebelum akhirnya memandangi lelaki paruh baya itu beserta para bawahannya yang lain. "Apa kalian tidak takut menyinggung Keluarga Lu?" kecamnya.
"Keluarga Lu?" Ketiga lelaki paruh baya tertawa seketika, "Hahahahaha!"
"Rupanya Keluarga kecil Lu! Tapi lalu kenapa?" Pemimpin orang-orang itu melepas genggaman tangan pemuda itu sehingga pemuda itu sedikit terpental ke belakang.
"Kalian berdua, urus bocah ini."
"Baik, Bos!" Kedua bawahannya langsung tersenyum sambil maju menghampiri pemuda itu.
"Kalian pikir aku takut? bajingan!" Pemuda itu menggunakan teknik tinjunya ke arah wajah pihak lain, tapi kultivasinya yang hanya Origin Dao Lapisan 2 kelihatan tidak berguna di hadapan Origin Dao Lapisan 3 kedua bawahan tersebut.
"Sialan!" Dia memukul dengan penuh kekuatan ke arah wajah pihak lain, tapi itu dengan mudah dihindari sehingga pemuda itu hanya memukul udara kosong.
Memanfaatkan celah itu, pihak lain langsung memukul dengan sikunya ke arah belakang leher pemuda tersebut.
Pak!
"Hhkkkk ..."
Meski itu bukan kekuatan penuh, tapi hanya itu saja sudah cukup untuk membuat tenggorokan pemuda itu mengeluarkan darah ketika jauh ke jalan.
"Kakak!" Gadis muda yang tidak tega langsung mencoba untuk menyelamatkan, tapi tangannya langsung dipegang erat oleh Lelaki Paruh Baya Origin Field Lapisan 1 dengan erat.
"Kau mau ke mana?!" Setelah menarik tangannya, tubuh gadis muda itu langsung ditabrakkan ke dinding hingga terjatuh ke bawah.
"Sudah saatnya menikmati tubuh indahmu!" Ia menjulurkan lidahnya dengan rakus, sementara tangannya bergerak untuk membuka celananya sendiri.
__ADS_1
"Jangan ..." Pemuda yang terbaring tak berdaya di tanah sedikit membelalakkan matanya, menangis dan memohon, "Jangan apakan Lu Xi!"
"Hehehe ..."
Ketiga orang itu sama sekali tidak peduli, dan masing-masing yang lain juga berjalan menghampiri gadis itu, sepertinya benar-benar ingin melakukan three in one kepada gadis muda belia tersebut.
"Keluarga kalian mempunyai Origin Field?" Suara asing terdengar dari mulut gang, membuat semua orang di tempat itu langsung mengalihkan pandangan ke arah luar.
"Origin Dao lagi? apakah sekarang Origin Dao begitu sok menjadi pahlawan?" Lelaki paruh baya itu berdecak kesal, karena dilihatnya Tian Yan sedang berjalan menghampiri mereka.
"Aku juga heran ..." Tian Yan berhenti di depan pemuda yang terluka itu, tapi matanya hanya memandang ketiga bajingan itu, "Kenapa Origin Field begitu sombong di dunia ini?!"
Ia yang mendengar perkataan sombong nan angkuh itu langsung berwajah muram dan gelap seperti arang panci.
"Sangat jarang ada pemberani sepertimu!"
"Hoaammm ..." Tian Yan mulai bosan berlagak keren, "Ayo selesaikan ini!"
"???"
Tian Yan langsung melesat maju dengan cepat, sebelum kedua bawahan lelaki itu dapat mengelak, Tian Yan telah tiba di antara keduanya dan menyumbangkan tinjunya ke bawah keduanya hingga terjatuh ke bawah kaki lelaki paruh baya tersebut.
Tap!.
Tian Yan kembali berdiri ke posisi tegak dan menoleh ke arah gadis muda itu, serta mengulurkan tangannya, "Ayo pergi!"
"Kau ..." Gadis itu masih tidak jelas tentang semua yang terjadi di depan matanya, seolah semuanya hanya berlalu beberapa detik, dan semua dilakukan oleh pemuda di hadapannya.
"Hei ..." Tian Yan memanggilnya lagi, hingga akhirnya gadis itu kembali ke kondisi normalnya.
"Terima kasih ..." Dia memegang tangan Tian Yan dan bangkit berdiri.
"Ya, sebaiknya kita segera pergi lebih dahulu, dari pada menarik terlalu banyak perhatian!" kata Tian Yan.
"Enn!"
Jika ini berada di luar Kekaisaran, maka nyawa ketiga anjing ini pasti sudah berubah menjadi Exp, namun kini dirinya berada di dalam Kekaisaran Bulan Suci, tidak ada baiknya bertindak terlalu jauh, terlebih untuk orang asing.
__ADS_1
***
Beberapa saat kemudian, sebelah timur dalam Kekaisaran Bulan Suci.
Sebuah kediaman kecil seluas 100×100 meter berdiri di pojokan dinding kekaisaran, bangunan-bangunannya terlihat cukup tua, namun suasana di tempat itu begitu segar dan menenangkan.
Suatu waktu, pelayan yang sedang bertugas untuk bersih-bersih halaman tanpa sengaja melihat ada tiga orang yang berjalan menuju kediaman keluarga itu.
Dua di antaranya ia mengenalinya, tapi satu adalah orang asing. Keduanya merupakan Pemuda dan Gadis bermarga Lu, sementara Tian Yan lah orang asing yang dimaksud, yang saat ini sedang merangkul lengan Pemuda bermarga Lu itu di bahunya.
"Tuan muda! Nona muda!" Pelayan itu berseru dan melepaskan sapunya untuk berjalan menghampiri ketiganya.
Melihat ada pelayan yang datang, Gadis Muda segera tersenyum, "Bibi Pelayan!"
"Apa yang terjadi? apa yang terjadi pada Tuan Muda?" Pelayan itu terlihat khawatir, dan dengan gerakan cepat dia langsung mengambil Pemuda itu dari Tian Yan.
"Biarkan saya mengurus Tuan Muda."
"Enn! Terima kasih, bibi!" Gadis itu mengucapkan terima kasih.
Sang bibi pelayan hanya mengangguk dan membawa masuk pemuda bermarga Lu itu.
Gadis bermarga Lu itu menoleh, dan berkata, "Saudara Tian, ayo kita masuk, kau adalah penyelamat kami, tidak baik jika berada di luar."
"Enn! Saudari Lu Xi!"
Tian Yan akhirnya dibawa masuk ke dalam kediaman Keluarga Lu, lebih tepatnya di dalam ruang tamu yang sederhana.
Selang beberapa menit, pelayan pun datang membawakan teh hangat dan menaruhnya di atas meja tempat Tian Yan dan Lu Xi berbincang-bincang.
"Saudara Tian, aku benar-benar berterima kasih atas pertolonganmu hari ini!" ungkap Lu Xi dengan kepala sedikit tertunduk.
Tian Yan mengangguk, sesungguhnya dia sudah mengatakan untuk tidak terlalu memperdulikan itu, tapi sedari tadi Lu Xi terus-menerus mengucapkan terima kasih, jadi Tian Yan hanya bisa menerimanya.
Tak lama berselang, terdengar bunyi derap langkah kaki dari luar, lalu dengan bantingan kuat, pintu ruang tamu pun terbuka ke samping dan seorang Lelaki Paruh Baya berhidung mancung dengan kumis tebal nan runcing berjalan masuk, rambutnya dan warna matanya yang berwarna hijau terlihat mirip seperti milik Lu Xi.
"Xi'er! Siapa yang menyakitimu dan Lu Fang, kakakmu?!" tanya Lelaki paruh baya tersebut dengan raut wajah kemarahan, namun matanya tersulut kekhawatiran yang mendalam.
__ADS_1
[Bersambung!]