
"Apa yang ..."
Sebelum ketiga Origin Field Lapisan 6 itu dapat menyadari sesuatu bencana yang akan menimpa mereka, mereka tiba-tiba melihat tubuh Bing Huo sudah membengkak seperti balon yang akan meletus.
"Gawat! Buat pelindung—!" teriak salah satunya dengan wajah panik, tapi terlambat.
Boooommmmmmm!!
Bagaikan petasan kembang api yang meledak terbuka di udara, begitu pula Bing Yuo. Saat ketika ia meledak menciptakan suara dahsyat yang membisingkan apapun dalam radius ribuan mil.
Lalu ketika dampak ledaknya muncul, itu langsung menghancurkan hutan di bawahnya, bahkan gunung-gunung yang berada di sekitarnya tak luput ikut hancur dalam ledakan mematikan tersebut, termasuk Kapal Terbang juga ikut kena dampak ledakannya!
Suara ledakan akhirnya terus menerus berlanjut, sementara itu radius ribuan mil pun ikut dimusnahkan hingga rata dengan tanah, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang dapat bertahan di bawah peledakan diri itu.
***
Lautan luas, terbentang dari timur ke barat, serta dalam ... di tengah-tengah lautan, sebuah kapal terlihat sedang berlayar secara perlahan.
Di atas kapal, Jiao Yue dan Bing Hua tengah terduduk di lantai sambil menopang pada tangan mereka dengan wajah penuh keringat dan begitu lelah.
"Aku tidak menyangka peledakan diri akan semematikan itu!" Jiao Yue benar-benar meremehkan kali ini, dia berpikir karena sebelumnya dapat mengalahkan Bing Yuo dengan tidak begitu sulit, maka menahan efek peledakan akan mudah, rupanya itu 10× lebih sulit!
Tidak heran dikatakan bahwa peledakan diri adalah kartu truf terakhir kultivator, sebab itu memang membawa kekuatan yang sangat mematikan meski harus mengorbankan nyawa sendiri.
Jiao Yue lalu menoleh ke arah Bing Hua yang terdiam sejak tadi, "Bing Hua, apa yang kau pikirkan? dia adalah kakak yang buruk, jangan tangisi dia!"
Bing Hua hanya bisa tersenyum kecut, kakaknya itu dulu sangat menyayangi dia, semuanya ini berubah ketika ia memulai kultivasi dan diketahui bahwa bakatnya jauh lebih baik ...
"Kenapa aku memiliki bakat yang begitu bagus?" Bing Hua menatap langit dengan senyum kecut. Jika bakat keduanya sama-sama setara, bukankah konflik semacam ini tidak akan terjadi?
Tian Yan yang mendengar itu dari belakang sedikit tersenyum masam, baru kali ini ia mendengar seseorang berkata seperti itu.
'Betapa enaknya ... lahir dengan bakat luar biasa. Andai saja Ayah dan Ibu tidak terkena cedera dahulu, mungkin aku juga akan terlahir dengan bakat yang menentang langit!' batin Tian Yan mulai mengandai-andai.
Karena hal seperti itu merupakan impian semua kultivator.
Untuk alasan itu juga, Tian Yan bersumpah akan berkultivasi sebaik mungkin, agar kelak anak-anaknya juga akan memiliki bakat yang bagus dan bangga kepadanya, ia tidak ingin anak-anaknya nanti mengalami nasib tragis sepertinya.
__ADS_1
Tian Yan menghela nafas, lalu berbalik badan dan berjalan masuk.
"Tuan?" Bing Hua langsung menyadarinya dan berbalik, tapi Tian Yan sudah berjalan jauh.
"Ugh, perasaan Tuan pasti sedang tidak baik." Jiao Yue menghela nafas, "Lain kali janganlah membahas bakat dan atau masalah keluarga kepada Tuan!"
"Emmm, baiklah!" Bing Hua mengangguk paham, meski tidak mengerti apa alasan Jiao Yue mengatakan hal ini.n
***
Ketika memasuki kamarnya, Tian Yan sedikit mengeluh. "System, kenapa aku tidak mendapatkan Exp? bukankah mereka mati?"
[System tidak menghitung yang seperti itu, titik.]
"Ancrit, pakai titik." Tian Yan berdecak kesal, lalu duduk di tempat tidurnya.
[Ding! Host mendapatkan misi baru!]
[Misi: Rekrut Jian Yong Lokasi: Kota Timur Raya - Pusat Wilayah Timur - Domain Manusia Hadiah: Prinsip Es Tingkat 3 Waktu: 1 tahun Terima: Ya/Tidak]
"Ya!" Tian Yan langsung menerimanya tanpa basa-basi. Lagipula memang seharusnya begitu.
Setelah semua ini selesai, ia akan memperkenalkan sektenya di Wilayah Timur ini, lalu akan terus berkembang hingga menjadi terkenal. Agar nantinya ketika namanya sudah tersebar, mungkin Huang Yun akan bisa menemuinya.
Itu salah satu tujuannya untuk saat ini!
***
Satu bulan kemudian, ketika sedang berkultivasi dengan tenang di kamarnya, Tian Yan tiba-tiba membuka matanya kembali karena mendengar adanya ketukan.
Tian Yan bangkit berdiri dan pergi membuka pintu, untuk dilihatnya Jiao Yue sedang berdiri di depan pintu dengan raut wajah khawatir.
"Ada apa?" Tian Yan mengerutkan keningnya, tapi akhirnya ia menyadari sesuatu dan menoleh ke kamar paling pojok yang merupakan kamar milik Bing Hua.
Dari bawah sela pintu, menyebar keluar aura dingin yang mematikan dari bawahnya.
"Aura dingin ... apa yang terjadi?" Tian Yan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, Tuan. Sudah sejak sejam lalu seperti ini!" jawab Jiao Yue.
"Hmmm ..." Tian Yan menjadi penasaran dan memutuskan untuk pergi ke depan pintu kamar Bing Hua sebelum akhirnya memanggilnya, "Apa yang terjadi, Bing Hua?"
"..."
Tian Yan menoleh ke arah Jiao Yue, namun Jiao Yue hanya mengangkat bahunya.
Tian Yan mengernyitkan keningnya. "Yue, tunggu di sini, aku akan masuk!" kata Tian Yan sebelum akhirnya membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya.
Setelah masuk ke dalam, Tian Yan menutup pintu kamar itu kembali lalu menatap jauh lebih dalam.
Seluruh kamar itu sudah membeku, seperti kerajaan es, dan suhu di dalamnya benar-benar sangat dingin sehingga dapat membunuh Origin Dao jika memaksa masuk tanpa persiapan terlebih dahulu untuk melindungi tubuh dari dinginnya suhu di tempat ini.
Tian Yan melihat ke sekeliling hingga akhirnya matanya terfokus pada Bing Hua, ia pun berjalan dan menghampiri Bing Hua yang tengah bermeditasi di atas tempat tidur.
"Bing Hua ... Bing Hua ..." Tian Yan memanggil dengan lembut.
Setelah beberapa usaha yang singkat, akhirnya Bing Hua yang selama ini terdiam, membuka matanya secara perlahan-lahan, lalu ia melihat ke sekitar dengan keringat dingin.
Ketika ia berhasil keluar dari kultivasinya, secara perlahan juga es di sekitar dengan cepat mencair.
"Hah ... Hah ..." Bing Hua keringat dingin dan memandang Tian Yan dengan permintaan maaf.
"Apa yang terjadi, Bing Hua?" Tian Yan mengernyitkan keningnya karena penasaran.
Bing Hua menjawab, "... Tidak apa-apa, ini hanya kesalahan dalam kultivasiku, terima kasih Tuan sudah membangunkanku!"
"Hoh ...." Tian Yan memandangi Bing Hua dengan tenang, tapi ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan.
"Kalau begitu pastikan jernihkan kepalamu dahulu untuk saat ini," kata Tian Yan.
"Terima kasih atas sarannya, Tuan. Aku akan mencobanya!" ujar Bing Hua dengan wajah patuh.
"Hmm, baguslah kalau kau paham, katakan jika kau membutuhkan sesuatu! Lagipula perjalanan kita masih lama untuk mengarungi lautan luas ini."
"Baik, Tuan, terima kasih atas perhatiannya!"
__ADS_1
[Bersambung!]