
Hari demi hari berlalu semenjak hari itu, dan tak terasa sudah seminggu lebih berlalu sejak Tian Yan dan Xun Die bertemu Sheng Yi.
Pada hari itu, di sore hari menjelang malam. Tiba-tiba sebuah kekuatan tak kasat mata seperti memegang mereka dan ada yang memaksa mereka untuk keluar dari dunia rahasia tersebut.
[Tidak perlu khawatir, ini adalah Kekuatan Dunia, Prinsip Dunia di tempat ini kelihatannya ingin membawa Host dan seluruh pendatang untuk keluar!]
Mendengar pemberitahuan dari Sistem, Tian Yan akhirnya melepaskan kewaspadaannya dan membiarkan Prinsip Dunia untuk mengirimnya keluar dunia rahasia ini.
Swiiishhh~!
Tubuh Tian Yan dan Xun Die langsung menghilang seperti diteleportasikan, dan ketika muncul kembali keduanya sudah tiba di dunia luar, hanya saja tempat mereka berbeda-beda.
Saat itu, di kejauhan Kerajaan Wang Mao, Tian Yan muncul kembali.
"Aku sepertinya diteleportasikan cukup jauh ..." Tian Yan bergumam dan melihat ke arah Kerajaan Wang Mao yang tercetak jelas di kejauhan, "Aku sudah memberikan 10 Monster Core kepada Xun Die sebelumnya, harusnya itu cukup untuknya memenangi kompetisi ini, harusnya Qing Jia tidak akan marah jika aku pergi!"
"Kau berani juga menyebut namaku secara langsung!" Suara dingin terdengar dari samping Tian Yan, membuat pemuda itu langsung meloncat untuk membuka jarak.
"Kau ..." Tian Yan sedikit terkejut, melihat yang berbicara barusan adalah Qing Jia!
'Sial, aku bahkan tidak merasakan aura kehadirannya, dan sistem juga tidak merasakan aura kehadirannya.'
[Maafkan Sistem, tapi itu dikarenakan Teknik penyembunyian atau apapun itu yang digunakan oleh pihak lain haruslah melebihi yang ada di Benua Wu Dian!]
[Sistem mampu mendeteksi apapun itu, selama masih menunjukkan setetes saja aura, namun sosok ini benar-benar menggunakan teknik yang bahkan tidak menunjukkan sepeserpun aura, seolah dia benda mati!]
'Oke-oke, tidak apa! lagipula aku yakin dia bukan kultivator biasa!' batin Tian Yan.
Tian Yan pun menangkupkan tinjunya dan sedikit membungkuk, "Kakak Cantik, aku sudah menjaga Xun Die dengan baik, tidak bisakah kau melepaskan aku?"
"Hmm ..." Qing Jia menatapnya dengan tenang selama beberapa saat, sebelum akhirnya dia mengangguk dan berkata: "Bakatmu sangat bagus, kenapa tidak tinggal di Tanah Suci Sheng Yun saja?"
Tian Yan cukup terkejut, mengetahui bahwa dirinya diundang secara langsung oleh pemimpin Tanah Suci Sheng Yun yang terkenal.
Tapi ... dia tidak ingin tinggal di tempat ini terlalu lama, ia ingin terbang ke langit dan menembusnya, melampaui segalanya dan pergi ke Alam Suci yang dia bahkan tidak tahu ada di mana itu.
__ADS_1
Dengan penuh minta maaf, Tian Yan menundukkan kepalanya sedikit dan berkata, "Maafkan saya ... Senior. Junior memang sangat ingin masuk ke Tanah Suci, tapi Junior lebih tertarik pada kebebasan!"
"..." Qing Jia terdiam mendengar jawaban yang dia dapatkan, baru pertama kali dia bersikap sopan seperti ini untuk mengundang orang, sangat tidak disangka dirinya akan ditolak.
Tapi Qing Jia tetap menjaga martabatnya, jadi setelah tahu ia ditolak, Qing Jia tidak memedulikannya lagi. "Kalau begitu pergilah, ada sebuah Void Tunnel di Abandoned Mysterious Valley (Lembah Misterius Terbengkalai), jika kau memang berani, pergilah ke sana, semoga kita bisa bertemu lagi di sana!"
Setelah mengucapkan hal itu, maka menghilanglah Qing Jia dari sana, meninggalkan Tian Yan dengan wajah kosong yang secara perlahan mulai berbinar.
"Tidak mungkin, apa Void Tunnel itu mengarah ke dunia yang lebih luas? itu artinya dia benar-benar dari dunia yang lebih luas!" Tian Yan bergumam, dan sangat tidak sabar untuk segera pergi ke sana.
"Ah, benar!" Tian Yan tiba-tiba langsung menghilangkan keceriaannya.
"Aku belum menemukan Huang Yun!" seru Tian Yan.
"Aku harus pergi ke Tanah Gray Evil!"
***
Beberapa hari kemudian.
Bangunan-bangunan yang hancur di sekitar menjadi saksi dari pertarungan mematikan yang Tian Yan dan Nie Guang lakukan di masa lalu, semenjak memasuki tempat ini Tian Yan selalu dalam mood yang buruk dan dia semakin mempercepat hingga tiba di tempat di mana Nie Guang meledakkan dirinya sebelumnya.
Swuush!
Tian Yan tiba di sana, dan dia melihat ada tulisan berdarah di sana yang bertuliskan: Jika kau masih hidup, pastikan menemuiku lagi, atau aku akan membunuhmu!
"Tulisannya sangat jelek ..." Tian Yan berkata dengan sedikit keringat di dahinya.
"Kau manusia yang sangat sombong, bahkan berani mengolok tulisan Ratu Harimau Hitam ini!"
Suara yang familiar terdengar dari sampingnya, suara yang lembut namun juga agak kasar, suara yang ingin Tian Yan dengar cukup lama.
Tian Yan langsung berbalik dan melihat juga seorang wanita berpakaian serba hitam sedang menatapnya dari samping pohon yang ada di kejauhan.
Perasaan ini sangat aneh, ini perasaan yang membuatmu menjadi manusia bodoh, pintar, kuat, dan juga lemah ... mungkin itu yang dirasakan Tian Yan saat itu ketika melihat Teman Lamanya.
__ADS_1
"Xiao Mao!" sahut Tian Yan.
Mendengar panggilan itu, wajah wanita yang merupakan Huang Yun itu langsung menjadi suram seperti ia diguyur oleh air dingin di siang hari yang panas.
Matanya menunjukkan kilat ganas, dan dalam detik selanjutnya ia sudah melesat dengan kecepatan yang tidak masuk di akan Tian Yan, langsung melayangkan tinjunya tepat ketika tiba di depan Tian Yan.
'Dia pasti hanya berpura-pura, selanjutnya pasti ia akan memelukku—!'
Perkiraan masihlah sebatas perkiraan, yang terjadi sebenarnya terkadang di luar ekspektasi setiap orang, termasuk Tian Yan yang saat ini tengah meluncur seperti roket ke arah kejauhan dengan pipi yang bonyok akibat pukulan tanpa belas kasihan dari Huang Yun.
"Arghhhhhhhhhhh ... kucing sialan!"
Bang!
***
"Uhkkk... uhkkk, pelan-pelan!"
Di dalam sebuah penginapan, Tian Yan terbaring di tempat tidur dengan lemas, sementara Huang Yun tengah mengompres luka-lukanya dengan air hangat— tidak! Ini air panas! tidak heran Tian Yan bahkan merasakan kesakitan.
"Tian Yan, apa kau tahu aku begitu takut?" Huang Yun tiba-tiba berkata dengan suara yang lembut.
"Huang Yun ...."
"Kau menjadi begitu bodoh karena hal yang disebut dendam itu, aku benar-benar membenci hal itu karena hampir merenggut teman pertamaku dari diriku."
Malam hari itu sangat tenang, sehingga hanya suara Huang Yun yang terdengar di dalam ruangan penginapan.
"Aku tidak ingin kehilangan temanku lagi, tidak lagi!" Huang Yun menatap lekat-lekat kepada Tian Yan.
"Ckk, apasih yang aku katakan!" Huang Yun memasang wajah konyol, dan menyudahi percakapan itu.
Tepat ketika Huang Yun baru beranjak dari tempat duduknya, Tian Yan dengan tekad yang jelas di matanya langsung menarik tangan Huang Yun.
[Bersambung!]
__ADS_1