
Seminggu kemudian, kamar Tian Yan.
Kamar yang sunyi dan tenang, aroma harum menyebar di mana-mana, akan tetapi tidak ada hal itu.
Semuanya sangat tenang, dengan Tian Yan duduk di tempat tidurnya, sementara Jiao Yue dan Bing Hua duduk sopan di lantai sambil saling berhadap-hadapan.
"Saudari, aku minta maaf tentang sebelumnya, aku benar-benar kebablasan sebelumnya!" Bing Hua menundukkan kepalanya sedikit sebagai permohonan maaf akan perkataannya yang sebelum-sebelumnya.
"Hmm ..." Jiao Yue mengernyitkan keningnya, "Apa maksudmu? aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu."
"Jika kau tidak marah, lalu kenapa kau ... pergi beberapa bulan terakhir?" Bing Hua bertanya.
Bing Hua sedikit menghela nafas. "Aku hanya merasa tinggal di sekte akan membuatku banyak pikiran, jadi lebih baik aku pergi dan bertarung, juga ... bukankah ini lebih berguna dari pada hanya berdiam di sekte? sekarang sudah 50% wilayah di Wilayah Bagian Timur Domain Manusia yang berhasil diduduki oleh Sekte Naga Giok."
"Jadi kau tidak marah padaku?" Bing Hua bertanya secara hati-hati.
"Tentu tidak."
"Hah ..." Bing Hua benar-benar merasa sulit mempercayainya, dia bahkan merasa jika itu adalah dirinya, paling tidak dia akan sedikit marah.
"Marah memang emosi alami makhluk hidup, tapi kita harus berkuasa atasnya dan menjadikan itu sebagai motivasi atau dorongan untuk mencapai sesuatu, dan ..." Jiao Yue menoleh kepada Tian Yan, "Tujuan Tuan adalah tujuanku, karena Tuan menginginkan Sekte Naga Giok terkenal hingga ke seluruh Benua Huxing, maka aku akan melakukannya."
Tian Yan sedikit melebarkan matanya, dia jelas melihat dengan Mata Batin bahwa tidak ada keragu-raguan dalam kalimat Jiao Yue, itu penuh dengan rasa positif dan percaya diri.
Terkadang, Tian Yan bahkan bingung kenapa Jiao Yue sampai rela menjadi budaknya, jika Jiao Yue mau, mungkin dalam 20-50 tahun lagi dia bisa menjadi Origin King yang sangat kuat, dan dengan bakatnya sendiri, bahkan menyatukan seluruh Benua Huxing bukan hal mustahil.
"Aku benar-benar beruntung memilikimu, Yue." Tian Yan tersenyum puas.
"Tuan ..." Jiao Yue bahkan agak malu ketika dipuji berlebihan seperti itu.
Adapun Bing Hua, dia hanya bisa merasakan tubuh serta jiwa seperti tertekan karena kalimat Bing Hua barusan, itu seperti dirinya sama sekali tidak layak bisa membuat sosok seperti Jiao Yue menjadi marah, pada bagian itu saja mentalnya sudah sedikit dijatuhkan, tapi pujian dari Tian Yan kepada Jiao Yue justru semakin membuat dirinya tertekan.
__ADS_1
'Tuan lebih menyukai dia ...'
"Hei ..." Suara Jiao Yue memanggilnya keluar dari pikirannya.
"Kenapa kau melamun? sudah saatnya tugas kita." Bing Hua sedikit tersenyum kepadanya dengan wajah memerah, jelas tugas yang dimaksud mengarah ke hal lain.
"... Ya!"
\*\*\*
Pukul 02.00 dini hari.
Setelah kegiatan malam yang menyenangkan selama sore sampai beberapa jam yang lalu, kini kamar yang gelap itu sudah berantakan dan acak-acakan, tercium aroma wangi di mana-mana yang dapat membuat pikiran setiap orang menjadi tenang.
"Uhhh ..." Jiao Yue tiba-tiba membuka matanya dan berusaha untuk duduk sambil mengucek-ngucek matanya.
Tubuhnya tidak menggunakan pakaian apapun, sehingga menampakkan seluruh permukaan kulit yang mulus dan lembut seperti giok asli, dengan ukuran dua bola yang mungkin sekitar, hmm G Cup? entahlah, yang jelas itu cukup besar dan tidak kendur.
Jiao Yue selesai mengucek matanya dan melihat ke sekeliling, tapi dia tidak menemukan adanya Bing Hua, jelas ini sedikit aneh baginya.
"Itu sudah lemah ..." Jiao Yue tersenyum canggung, pada saat di Domain Hutan karena dia baru menerobos ranah, hal itu membuat kekuatannya paling tidak setara Origin King Lapisan 2, tapi setelah dia selesai menstabilkan ramah beberapa bulan yang lalu, kekuatannya langsung melonjak tajam dan tidak lebih buruk dari Origin King Lapisan 3!
Dia sangat kuat seperti ini, tentu saja Tian Yan benar-benar dibuat kewalahan, apalagi ada Bing Hua yang ikut dalam 'kegiatan' ini.
"Maafkan aku, Tuan kecil!" Jiao Yue menunduk sedikit lalu mengenakan selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, dan berjalan keluar.
\*\*\*
Luar rumah, sesosok tanpa pakaian, hanya menggunakan bikini, sedang duduk termenung di kursi panjang sambil menatap ke arah bulan di langit.
Itu adalah Bing Hua.
__ADS_1
"Bing Hua ... apa yang kau lakukan dini hari seperti ini?" Suara Jiao Yue mengagetkan wanita itu dari pikirannya, dia cepat-cepat mengatur ekspresinya dan berbalik dengan senyum manis, "Aku hanya ..."
Sebelum dia selesai berbicara, sosok Jiao Yue sudah tiba di hadapannya dan memandangnya dengan merendahkan.
"Apa kau sudah menyerah? tapi itu bagus, menyerahlah secepatnya, tuan tidak membutuhkan orang seperti itu."
"Apa yang kau katakan ..." Ekspresi Bing Hua berubah menjadi muram, sekarang dia benar-benar berpikir bahwa Jiao Yue masih membencinya, sikap baiknya sebelumnya dia lakukan karena ada Tian Yan.
"Tidak sesuai harapanmu?" Jiao Yue mengubah ekspresinya kembali menjadi seperti semula. "Itulah hidup."
"Sigh, jangan melakukan hal seperti itu lain kali, aku benar-benar hampir mempercayainya." Bing Hua sedikit mendengus pelan, dia langsung paham dengan apa yang dikatakan oleh Bing Hua.
Terkadang semua hal tidak akan sejalan oleh harapannya, sebagai contoh barusan, dia berpikir bahwa Jiao Yue mungkin akan bersikap baik, tapi rupanya dia datang dengan kalimat yang menusuk, meski tidak serius.
"Hihihi..." Jiao Yue tersenyum manis, sudah sangat lama dia tidak berbincang-bincang dengan Jiao Yue, meski hubungan keduanya terkadang seperti tikus-tikus yang saling memperebutkan keju (Tian Yan), akan tetapi terkadang hubungan mereka bisa tiba-tiba akur.
"Lagipula, kau sudah menyiapkan dua kursi panjang (kayak kursi pantai) di sini, bukankah kau memang menungguku?" kata Jiao Yue sambil berjalan ke arah kursi yang lain.
"Aku tidak menunggumu, memang ada kursi di sini."
"Hehe ..." Jiao Yue tersenyum manis lalu duduk terlentang di atas kursi panjang sambil ikut menatap langit malam yang berkilauan cahaya bintang.
Suasana menjadi sunyi sejenak, seolah seluruh dunia berhenti.
"Apa kau tahu ... apa tujuan sebenarnya Tuan?" Jiao Yue bertanya dengan tenang sambil terus memandang bintang yang berkilauan di langit malam.
"Tujuan?" Bing Hua tampak berpikir sejenak. "Bukankah tujuan tuan adalah membuat Sekte Naga Giok menjadi sekte terkuat di Benua Huxing?"
"Kau benar," Jiao Yue mengangguk, "Tapi bukan itu sebenarnya."
"Bukan itu?" Bing Hua mengernyitkan keningnya dan memandang kepada Jiao Yue dengan bingung, "Lalu apa?"
__ADS_1
"…" Jiao Yue menjawab, "Dia hanya ingin mencari seorang wanita bernama Huang Yun."
\[Bersambung!\]