
Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
[Host mendapatkan misi baru!]
[Misi: Mengambil harta gudang sekte Yunlong. Hadiah: 2.000.000 Poin Sistem. Gagal: -100.000 Poin Sistem. Waktu: 2 Minggu Terima: Ya/Tidak]
‘Bukankah sistem ini menyuruhku untuk mencuri!? Kenapa namanya bukan Evil System saja?’ Tian Yan merasa aneh dengan misi yang diberikan oleh sistem, tapi ... apa boleh buat? seorang pencuri hanya hidup dari hasil curiannya, tidak ada yang akan menyalahkannya kecuali dia ketahuan.
“Aku terima misi ini, sistem!”
[Baik!]
[Host masih harus berhati-hati, saran sistem adalah host harus mencoba berkenalan dengan beberapa orang yang dekat dengan Xixia, mungkin mereka mengetahui lokasi rahasia gudang harta.]
Tapi siapa?
“Benar, tanya saja pada bocah Jian San!” Tian Yan langsung cepat-cepat bergerak keluar pintu dan tak lama sudah muncul di depan pintu rumah Jian San.
“Jian—” Tian Yan baru saja ingin memanggil, tapi tiba-tiba muncul pedang yang menembus pintu kayu dan hampir mengenai dirinya, tapi ditahan oleh dua jari Tian Yan.
“Ini aku, Tian Yan!” ungkap Tian Yan dengan wajah kesal.
“Eh, guru?” suara terkejut terdengar dari balik pintu.
“Ya, ini aku!” ungkap Tian Yan.
***
Setelah beberapa keluhan dilontarkan, Tian Yan pun diajak masuk ke dalam rumah kecil Jian San dan diseduhkan teh di atas meja yang disediakan oleh Jian San.
Jian San akhirnya duduk dan bertanya, “Apa yang guru lakukan malam-malam begini?”
“Emm, tidak, aku hanya ingin mengecek kondisimu,” jawab Tian Yan sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
“Oh ...” Jian San membuka mulutnya, “Bakatku sepertinya lebih rendah dari Saudari Junior Qing Ye ... setelah masuk ke dalam kondisi pencerahan, aku memang merasa ilmu pedangku meningkat banyak, tapi tidak dengan ranah kultivasiku! Sedangkan, Saudari Junior justru menerobos ranah Nascent Soul tahap 5, dia benar-benar jenius!” ungkapnya dengan wajah sedikit iri.
“Jadi begitu, lalu ... apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya Tian Yan sembari meminum teh hangat.
__ADS_1
“Aku ...” Jian San sedikit merenungkan nasibnya. Dia jelas menyukai Bai Qing Ye, namun sekarang sudah jelas bakatnya lebih lemah, bagaimana dia bisa mendapatkan hati Bai Qing Ye?
“Mohon pencerahannya guru!” Pinta Jian San.
Tian Yan melihat ini, dia berkata: “Jalan kultivasi sangat rumit, hal duniawi benar-benar adalah penghambat utama, tapi tanpa ada itu kita tidak akan bisa menjadi kultivator sejati.”
Jian San mengangguk setuju, “Guru benar, tapi aku benar-benar cinta dengan saudari junior!”
Tian Yan mengangguk, dan memberikannya kata-kata, “Kau mempunyai niat ini, maka aku akan mendukungnya. Tapi, apakah kau yakin dunia akan selalu jalan mengikuti keinginanmu? bukan begitu cara dunia ini bekerja.”
“... Kau benar, Guru!” Jian San merasakan sedikit sesak dalam dadanya, “Apakah guru ada saran yang bagus?” tanya Jian San.
Tian Yan menggelengkan kepalanya, “Tidak ada! Tapi, semua kunci jawaban di dunia ini adalah kekuatan. Kau paham maksudku, bukan?”
Tian Yan lalu mengeluarkan seteko anggur dan dua gelas baru dari udara kosong dan mengajak Jian San untuk minum, “Ayo kita minum untuk malam ini, pikirkan saja hal bermasalah ini esok hari!”
“Tapi, Guru. Besok kita akan lati—” Sebelum Jian San dapat menyelesaikan perkataannya, Tian Yan sudah menuang anggur tersebut ke dalam gelas kecil dan menyodorkannya kepada Jian San.
“Kau tenang saja, aku yang akan bertanggung jawab jika penyihir wanita itu marah!” ungkap Tian Yan dengan senyum percaya diri.
“... Baiklah.” Jian San memegang gelas anggur di tangan kanannya dan memandangnya, ‘Ini pertama kalinya aku minum anggur, semoga saja tidak apa-apa.’ Ia pun mengangkat dan menuangkan seluruhnya ke mulutnya.
Setelah meminumnya, wajah Jian San nampak terkejut. “Pwahh ~ Enak! Anggur apa ini?”
“Guru, tolong tambah!” Jian San menyodorkan gelasnya ke depan dengan kepala sedikit pusing.
Tian Yan mengangguk dan menuangkan anggur ke dalam gelas Jian San.
Entah sudah berapa kali, hingga anggur yang penuh di teko itu menjadi habis sepenuhnya.
“Huhuhu~ Bai Qing Ye ... kenapa kau bersikap acuh kepadaku ...”
Terdengar suara tangisan dari Jian San, pemuda ini benar-benar sudah terpengaruh oleh anggur Huang Lian, membuatnya menjadi kehilangan kontrol emosi.
“Padahal aku sudah memberikanmu pedang tingkat langit, kenapa?...”
Mata Tian Yan sedikit berkedut mendengar ungkapan hati Jian San ini, baru kali ini dia melihat ada pendekar bodoh yang memberikan pedang tingkat langit kepada seorang wanita yang bahkan tidak jelas mencintainya atau tidak.
“Jian San ...” Tian Yan baru saja ingin memanggilnya, tapi Jian San lebih membesarkan suaranya.
“Kenapa?! kenapa Qing Ye?!”
__ADS_1
Wajah Tian Yan berubah, dan mencoba menenangkannya.
“Tenangkan dirimu!” Tian Yan menutup mulut Jian San dan melihat ke sekeliling, untung saja teriakan barusan tidak menarik perhatian orang banyak.
‘Sepertinya akan agak sulit untuk memperoleh informasi dari anak ini ...’ batin Tian Yan.
***
Keesokan harinya, di pagi hari.
Tian Yan berjalan ke arah tempat latihan bertarung dengan bekas hitam di matanya, seolah tidak tidur semalam suntuk.
Semalam Tian Yan terus berusaha untuk mendapatkan informasi dari Jian San, namun semuanya jauh lebih sulit dari yang dia kira karena Jian San terlalu banyak membicarakan omong kosong cintanya kepada Tian Yan.
Tapi, meski begitu Tian Yan setidaknya sudah mendapatkan beberapa informasi mengenai gudang harta sekte Yunlong.
Benar! Ada di bawah tanah!
Itulah yang Tian Yan peroleh setelah usaha tadi malam.
Tap Tap Tap …
Melangkahkan kakinya menaiki tangga, Tian Yan langsung disambut oleh kisaban pedang ke arah tubuhnya.
Tapi, tetap dalam kondisi seolah tak sadar, Tian Yan hanya memiringkan kepalanya dan berhasil menghindar dari tebasan yang dilakukan oleh Bai Qing Ye.
“Hoammm … apa kau ingin membunuhku?” Tian Yan menatap malas kepada Bai Qing Ye yang kini terdiam mematung di tempat, seolah tidak percaya dirinya yang sekarang bahkan masih belum bisa melukai Tian Yan.
“Apa ranahmu yang sebenarnya?!! apa kau bermain babi untuk memakan harimau?” teriak Bai Qing Ye dengan wajah kesal.
Tian Yan yang berjalan ke depan tiba-tiba berhenti berjalan dan menengok ke arah Bai Qing Ye, “Ranahku? bukankah sudah jelas adalah Nascent Soul?”
“Bukan itu maksudku, maksudku tahap berapa?!” kata Bai Qing Ye dengan raut wajah kesal.
Tian Yan membalikkan wajahnya ke depan dan terdiam selama beberapa saat. “Bai Qing Ye, jangan bersikap terlalu tidak sopan. Meski sementara, aku ini gurumu, jika kau bahkan tidak tahu menghormati gurumu, bagaimana caramu menghormati pedangmu?” ungkap Tian Yan.
Swoosh …
Daun kering tertiup melewati wajah Bai Qing Ye yang mematung di tempat karena mendengar ucapan yang disampaikan oleh Tian Yan.
‘Sial, kenapa aku sangat mahir mengeluarkan kata-kata bijak di saat-saat seperti ini? harusnya aku mendapatkan sistem yang mendapatkan poin dengan cara berakting!’ batin Tian Yan.
__ADS_1
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)