
“Tapi ...” Qing Jia tiba-tiba berbicara lagi untuk melanjutkan yang sebelumnya. “Kau harus mengalahkan bocah ini terlebih dahulu.”
“Bocah? Siapa bocah di sini?” Tian Yan melihat ke samping kiri dan kanan, tapi tidak menemukan siapapun, yang artinya hanya ada satu.
Itu Aku!
‘Sial! Sialan!’ Tian Yan menjerit penuh kemarahan dalam hatinya. Memang benar kemungkinan besar umurnya adalah yang terkecil di antara semua orang, tapi dipanggil bocah seperti ini tetap saja mengesalkan.
“Kalahkan dia.” Qing Jia menepuk pundaknya, lalu berpindah tempat sedikit jauh dari sana untuk menyaksikan apa yang akan dilakukan Tian Yan.
“Mengalahkan bocah lemah ini?” Pemuda ras Heian mendengus lembut, berpikir bahwa yang dimaksud oleh Qing Jia adalah dirinya. “Itu mudah!”Dengan senyum menyeringai, ras Heian itu bertingkah angkuh.
Melihat sikap angkuh pihak lain tidak membuatnya marah. Tian Yan hanya bisa mematung di tempat, kali ini dia benar-benar paham bagaimana rasanya dipermainkan oleh seorang wanita.
“Hahahaha! Bos, dia sepertinya ketakutan!” tertawa lelaki botak.
“Bos, sebaiknya kau habisi dia dalam satu gerakan agar sang dewi terpesona dengan kehebatanmu!” saran yang lain.
“Hmm, kau benar ...” Pemuda itu menerima saran para anjing penjilatnya dan mulai mengembangkan aura kegelapannya sehingga membuat kedua pemuda di belakangnya terpaksa harus menjauh dari sana jika tidak ingin terjadi hal buruk.
Wush! Wush! Wush!
Terpaan badai kegelapan seperti angin musim dingin yang berhembus ke segala arah, termasuk ke tempat Tian Yan berada.
Akan tetapi, pemuda itu hanya bisa berdiri tegak di sana sambil menahannya.
“Hei, jangan diam saja!” Pemuda ras Heian segera bergegas maju dengan teknik loncatan yang sangat cepat hingga melebihi kecepatan suara, ketika akhirnya ia tiba di depan Tian Yan, Tian Yan yang selama ini tenang akhirnya dengan gerakan slow motion menghindar ke samping dan menahan lengan pihak lain yang sepertinya ingin menusuknya.
*Klang ...*
Mata Dewa nya bersinar bagai emas yang terkena cahaya matahari di siang bolong.
“Apa?!”
Meski terkejut, tapi pemuda itu segera mendapatkan lengannya kembali dan mulai melancarkan serangan tinju meninju dan tendang menendang kepada tubuh Tian Yan di sepanjang tempat yang mereka lalui.
Wush! Wush! Wush! Wush!
Semua tinju dan tendangan dihindari dengan sempurna oleh Tian Yan, seolah semuanya sudah ia prediksi.
Swoooshhh ...
Kali ini pemuda itu meninju ke arah mukanya, namun pada Mata Dewa milik Tian Yan, tepat ketika jarak antara tinju itu dengan wajahnya hanya berjarak beberapa mili, tiba-tiba saja posisi pihak lain seolah sirna dan muncul sosok aslinya yang ternyata sedang menunduk dan mengincar dagunya.
Wush!
Tian Yan dengan cekatan mengangkat dagunya sehingga tinju itu hanya melayang ke atas tanpa mengenai dagunya.
Pada saat itu, ketika tahu bahwa Tian Yan mampu memprediksi teknik tipuannya, mata pemuda itu membulat sangat sempurna, dia tidak ingin percaya, tapi ...
Tian Yan seperti sudah melihat bahkan sebelum dia melakukannya.
Kemampuan ... apa itu?
*Klanggg ...*
__ADS_1
Mata Dewa Tian Yan benar-benar bersinar, ia yang saat ini mengaktifkannya sudah berhasil melihat 0,1 detik ke masa depan.
Karena itu, pada pertarungan ini, dia ...
Wushhh ...
Kelima jari Tian Yan diselimuti oleh Elemen Kekacauan yang sangat kacau dan mematikan.
‘Ah, sial!’ Pemuda itu menjerit dalam hatinya dan buru-buru untuk menghindar ke kanan— tapi tepat pada saat ia melakukannya, tubuh Tian Yan sudah menghilang dan tubuhnya yang asli justru muncul dalam posisi membungkuk tepat di bawah badannya.
Swoooshhh!
“Kuahhhhh!”
Kelima jari menusuk, jantung seorang Saint Body sepertinya langsung dihancurkan dibawah tusukan mematikan itu.
“Kau ... bagaimana kau bisa ...” Pemuda itu masih hidup bahkan ketika jantungnya dihancurkan.
“Bagaimana aku bisa meniru kemampuanmu?” Tian Yan memandanginya dengan tatapan tenang, seperti seorang master yang sudah melewati berbagai badai dalam kehidupan.
“Kenapa? Uakkk!”
Darah segar berwarna hitam pekat mengalir melalui tangan Tian Yan hingga menodai pakaiannya.
“Kau tidak perlu tahu ...” Tian Yan mencabut tangannya kembali dan menendang tubuh pemuda itu hingga terpental ke arah kedua manusia yang lain.
"Hiiiii!" Keduanya menangkap pemuda itu dengan ekspresi horor, ketika mereka ingin memohon ampun kepada Tian Yan, yang mereka lihat bukanlah Tian Yan melainkan sebuah serangan niat pedang raksasa yang diselimuti dengan Elemen Kekacauan yang mematikan.
"Ahhhhhhhh ...!!"
[Ding! Host berhasil membunuh Saint Body!]
[Ding! Host berhasil membunuh 2 Half Saint!]
[Ding! Host mendapatkan 54 triliun Exp!]
[Ding! Host mendapatkan semua jarahan dari Saku Dimensi!]
'Huh? Jadi bisa mengambil sesuatu dari Saku Dimensi, yah?' Tian Yan agak terkejut, sistem kerja Saku Dimensi cukup berbeda dengan cincin ruang, karena apapun yang ditaruh di Saku Dimensi akan menghilang ke dalam kehampaan ketika pemiliknya mati.
"Ngomong-ngomong ..." Tian Yan kembali menatap jasad mereka yang sudah menjadi daging gosong. "Bukankah mereka sangat lemah?" Tian Yan berkeringat.
Padahal ranah Saint Body Qing Jia bahkan bisa membuatnya mati dalam setengah menit. Tapi pemuda itu? Dia sangat lemah!
Tunggu ... apakah Qing Jia memiliki kekuatan untuk bertarung di atas ranahnya? Tian Yan sedikit menebak. Jika tebakannya ini benar, maka itu artinya melawan Qing Jia ranah Half Saint mungkin sama dengan melawan seorang kultivator di ranah Saint Soul, dan melawan Qing Jia ranah Saint Body mungkin setara Celestial Saint.
'Aku sangat bodoh!' Tian Yan menyesal baru menyadari hal ini. 'Itu artinya selama ini aku salah paham?'
"Nak ..." Sosok Qing Jia tiba-tiba mendarat di dekatnya.
"Senior ..." Sekarang tatapan Tian Yan semakin menunjukkan rasa hormat. Dia tahu, meski Qing Jia hanyalah Celestial Saint, tetapi kekuatannya pasti setara True Saint, dia sama sekali tidak bisa diremehkan.
"Aku hanya ingin memastikan saja, ternyata kau benar-benar bisa melawan ranah di atasmu." Qing Jia sedikit memujinya. "Kau salah satu manusia berbakat yang pernah aku temui."
"Kau juga ..." Tian Yan bergumam rendah.
__ADS_1
"???" Qing Jia menaikkan alisnya.
"Tidak ada, Senior ... Ayo kita pergi!"
Qing Jia tidak menjawab, hanya mengangguk dan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Gerbang Suci yang hanya berjarak 200 meter dari tempat mereka saat ini.
•••
Daftar ranah kultivasi selanjutnya :
Saint, terbagi menjadi tiga ranah kecil :
- Saint Body
- Saint Soul
- Celestial Saint
True Saint terbagi menjadi tiga tahap :
- Awal
- Menengah
- Kesempurnaan
Heaven Saint
Trancendent (Masih tidak pasti)
Daftar tahap Hukum/Aturan selanjutnya :
• Bintang 1
• Bintang 2
• Bintang 3
• Bintang Surgawi
Daftar kelas artefak, array, teknik, pil, dll. :
• Saint
• True Saint
• Heaven Saint
***
Untuk ilustrasi karakter, bakal saya tunjukkin di chapter selanjutnya.
__ADS_1
Sekian informasi, jangan lupa like dan komen sebagai dukungan kepada author :)