Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 205 : Hati Iblis


__ADS_3

“Siapa ... yang pertama?” Tian Yan seakan menjadi orang bingung ketika ditanyakan hal tersebut. Jantungnya menjadi sakit dan dirinya terjatuh ke tanah, seolah-olah ada sesuatu yang merobek hatinya dari dalam.


“Arghhh ...!!”


“Suami!” Wajah Bai Qing Ye berubah drastis dan bergegas pergi untuk menopang tubuh Tian Yan. “Ada apa denganmu? Kau tidak apa-apa?”


“Tidak apa-apa ...” Tian Yan berkeringat dingin memegang pundak Bai Qing Ye yang menolongnya.


“Tidak apa, apanya? Kau pasti bermasalah! Ayo ke rumah!”


“Tidak ...” Tian Yan memegang dadanya, seketika bukan hanya jantung, tetapi benaknya juga menjadi kesakitan.


“Arghhh ...!!”


Apa kau yakin ingin menyerah?


Apa ini yang kau cari?


Jiao Yue? Bing Hua?


Huang Yun ...?


Suara-suara itu bergema di dalam otaknya yang sudah gelap gulita, seolah memaksa dirinya untuk melihat sebuah terang ajaib yang bersinar di dalam kegelapan otaknya.


“Siapa kau?!” Tian Yan terjatuh ke tanah sambil mengacak-acak rambutnya seperti orang gila yang tak terkendalikan.


“Suami ...”


“Diam kau!” Tian Yan mendorongnya menjauh, bukan dengan Qi, tetapi dengan energi jiwanya yang saat ini masihlah setara dengan Martial Emperor.


“Apa yang merasukimu?!” Bai Qing Ye mendarat sempurna di tanah dan berteriak, “Sadarlah!”


Tetapi Tian Yan yang saat ini dikendalikan oleh sisi gelap seperti iblis yang menggila. Hanya dengan energi jiwanya saja, ia membuat seluruh hutan bergetar dan gempa bumi di mana-mana.


“Bodoh!” Tiba-tiba sesosok wanita berpakaian serba merah muncul di hadapannya dan menaruh jari telunjuknya di kening Tian Yan, “Tidurlah!”


“Ahhh ...” Mata Tian Yan menjadi putih di bawah teknik yang digunakan oleh wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Qing Jia!


Hanya dengan menggunakan jarinya saja itu sudah cukup untuk membuat Tian Yan tak sadarkan diri di bawah kekuatannya.


Brakkk!


Qing Jia menahan tubuhnya dan memandang wajah pemuda yang sudah lama tidak dia lihat ini.


“Kau terlalu liar, sebenarnya cara kotor apa yang kau lakukan untuk berkultivasi?” gumam Qing Jia sambil mengelus rambut Tian Yan yang sedikit acak-acakan.


“Master Sekte!” Bai Qing Ye datang menghampirinya dan memberi penghormatan kepadanya.


“Qing Ye ...” Qing Jia menatapnya, lalu melihat ke arah perutnya, “Kau ...”

__ADS_1


“Maafkan aku, Master Sekte! Ini keputusanku!”


Entah apa alasannya, tetapi Qing Jia terlihat kecewa sekaligus khawatir dengan kondisi Bai Qing Ye yang pernah menjadi muridnya di Gerbang Cahaya Suci.


“Bagaimana dengan suami? Apa dia baik-baik saja?”


“...” Qing Jia tidak menjawab, dia hanya berbalik dan memandang wajah Tian Yan, “Semuanya tergantung pada dirinya sendiri, aku hanya bisa melakukan ini.”


“Apa maksudnya ...?”


Qing Jia menggelengkan kepala, dia tahu ini berat, tapi ia harus menjelaskannya.


“Dia pasti sudah membunuh terlalu banyak orang dan memicu karma buruk yang terlalu banyak pada dirinya. Karena saking banyaknya karma buruknya, ketika ia gagal dalam mencapai tujuannya; entah kebahagiaan atau apa, maka ia akan dipengaruhi oleh karma buruknya itu.”


“Seharusnya tidak apa-apa, karena meski dipengaruhi, tetapi dirinya masih memiliki kesadaran. Sampai beberapa saat yang lalu, dia benar-benar dipengaruhi sepenuhnya dan menjadi seperti ini.”


“Tidak mungkin!” Bai Qing Ye menutup mulutnya dan mulai menyesali perbuatannya sebelumnya, “Ini karenaku, aku harusnya tidak membahas hal yang tidak ingin dia bahas, ini salahku!”


“Tenanglah, Qing Ye, masih ada harapan dia bisa kembali ...” ucap Qing Jia untuk menenangkan hati Bai Qing Ye.


“Harapan? Bagaimana caranya? Aku akan melakukannya bahkan jika harus mengorbankan nyawaku!”


“Bukan begitu ...” Qing Jia menjawab, “Seperti yang aku katakan sebelumnya, semuanya tergantung kemampuan dirinya sendiri, apakah dia bisa melewati ini atau tidak, jika dia menang, maka dia akan hidup, tapi jika ia kalah, jiwanya akan menjadi gelap dan sesat, jika itu terjadi ... Aku akan membunuhnya!”


•••


“Menyerah saja ...”


“Kau sudah gagal ...”


“Untuk apa berjuang?”


Suara-suara yang mirip dengan suaranya tetapi agak serak mulai membisikkan sesuatu yang langsung bergema di telinganya.


“...” Tian Yan hanya terdiam, termenung, dan tidak melakukan apa-apa.


Tatapannya sangat lelah dan kantuk, seolah tidak ada gairah hidup dalam tubuhnya.


“Buat apa aku berjuang ... Huang Yun pasti sudah mati ...” gumam Tian Yan yang saat ini sudah berputus asa.


Baginya, tidak bisa menyelamatkan Huang Yun adalah aib terbesar dalam hidupnya yang membuatnya sampai seperti ini.


Kini Huang Yun sudah pergi dan tidak mungkin ia masih hidup. Tian Yan bahkan membayangkan hal-hal seperti penyiksaan pada jiwa Huang Yun yang membuatnya sangat ketakutan sampai memicu hati iblisnya seperti ini.


“Jangan menyerah, Xiao Yan.”


Suara itu seperti angin musim dingin yang menyengat, membuat Tian Yan yang sebelumnya tampak hampir tenggelam dalam keputusasaan akhirnya sedikit tersadar.


Tap! Tap!

__ADS_1


Sesosok gadis muncul dalam wujud energi di depannya dan memandangi jiwa Tian Yan yang saat ini sedang jatuh berlutut di hadapannya.


“Bangunlah, kau akan menjadi Dewa Pedang, bukan?” ucap sosok misterius itu sambil mengulurkan tangannya kepada Tian Yan.


Tian Yan yang mendengarnya segera merespon untuk mendongak ke atas, untuk mengetahui bahwa sosok itu bukan lain adalah Huang Yun!


“Kenapa ...” Tian Yan menangis, tetapi bukan air mata, melainkan darah yang bercucuran keluar dari matanya.


“Kenapa kau ada di sini? Bukankah kau sudah ... mati?”


Plakkk!


Kepala Tian Yan dibuat benjol dengan tinju Huang Yun. “Bodoh, aku tidak akan mati, dan tidak akan bisa mati selama kau masih hidup!”


“Apa maksudmu ...??” Ia bertanya sembari mengelus kepalanya yang terasa sakit.


“Hmm ...” Huang Yun menyipitkan matanya, “Sebenarnya aku bukan Huang Yun yang asli, aku hanyalah manifestasi dari energi miliknya yang ia masukkan ke dalam jiwamu saat kau sedang pingsan saat itu.”


“Kau ... maksudku, kenapa Yun Jie melakukan itu?”


“Kenapa lagi? Tentu saja karena kau pengendali elemen kegelapan!”


Ia berkata, “Pengendali elemen kegelapan adalah orang yang sangat mudah terjatuh ke dalam kesesatan. Ini tidak mengherankan, karena mengingat umurmu yang masih terlalu muda di dunia kultivasi ini, diriku tentu saja mengkhawatirkan kau akan memicu iblis hati, terlebih lagi kau sudah mendapatkan terlalu banyak karma buruk karena terlalu banyak membunuh orang!”


“Kau saat ini sama seperti minyak yang bisa meledak bahkan hanya dengan percikan api kecil. Kau sangat kuat tapi juga sangat rentan.”


“Karena itulah diriku menaruhku di sini, agar kau tidak bimbang.”


“... Jadi, Yun Jie masih hidup?”


“Tentu! Jika dia mati, maka aku juga akan menghilang.”


“Tapi bukankah ...” Tian Yan ingat terakhir kali tubuh Huang Yun dirasuki oleh sosok kuat yang menurut Tian Yan bisa dengan mudah menghancurkan tubuh Huang Yun dan merampas tubuhnya, lantas bagaimana Huang Yun masih hidup? Ini tidak masuk akal!


“Hadeh, kau bahkan ragu dengan perkataan kekasihmu sendiri, kau memang sangat payah, Xiao Yan.”


“Bukan begitu ...” Tian Yan menggaruk pipinya.


“Hah ... Apa kau tidak pernah belajar di sekte, yah? Jiwa manusia itu tidak bisa menyatu sepenuhnya ke dalam tubuh makhluk lain yang masih hidup. Juga, sebenarnya ada alasan lain ...”


“Sepertinya sosok itu menginginkan Akar Elemen Yin-Yang milikku, jadi dia memutuskan untuk tidak menghancurkan jiwaku, karena pada dasarnya Akar Elemen itu ada di dalam jiwa, bukan tubuh!” jelas Huang Yun untuk mencerahkan Tian Yan yang masih awam tentang hak semacam ini.


“...” Tian Yan baru mengenal ini. Selama ini dia terlalu fokus dalam peningkatan kekuatan sampai-sampai melewatkan detail seperti ini.


“Itu artinya Yun Jie masih hidup ...” Wajah Tian Yan tercerahkan, dia yang sebelumnya hampir sepenuhnya dilahap keputusasaan, kini mulai bangkit kembali dari keterpurukan.


•••


Bersambung! Jangan lupa like, comment, dan share :)

__ADS_1


__ADS_2