Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 069 : Menginap


__ADS_3


Perjalanan yang ditempuh oleh keduanya cukup jauh, bahkan dengan kecepatan keduanya saat ini untuk sampai ke Kota Star Qi masihlah membutuhkan waktu sebulan penuh, sudah termasuk dengan waktu istirahat.


"Hah ..." Jiao Yue meneteskan keringat yang mengalir turun ke dagunya, ia sudah membawa Tian Yan dan dirinya sendiri terbang selama seminggu, itu bukanlah hal yang mudah.


Melihat kondisi Jiao Yue yang tampak lelah, Tian Yan menawarkan untuk mencari tempat istirahat sementara, dan kebetulan terdapat sebuah penginapan kecil tak jauh dari sana, yang langsung keduanya gunakan untuk istirahat.


Untuk menghemat biaya juga, keduanya hanya menyewa dua kamar saja, tidak terlalu mahal.


Penginapan tempat keduanya tinggal menyediakan satu ruangan kepada mereka, namun terdapat dua kamar, satu kamar mandi, dan satu dapur, ini lebih mirip kostan.


Setelah melangkahkan kakinya masuk ke dalam sana, Tian Yan dapat mengetahui bahwa ada array anti spiritual yang melindungi ruangan mereka, serta bahkan kamar dan kamar mandi pun memiliki Array Anti Spiritual agar seseorang tidak dapat memata-matai ke dalam, benar-benar sangat bijak yang membuat penginapan ini.


"Oke, aku di kamar sana, kau di sana!" Tian Yan selesai berkata dan pergi ke kamar di sebelah kiri, sementara Jiao Yue pergi ke kamar sebelah kanan.


Selepas masuk ke dalam kamar yang nyaman dan tertata rapi itu, Tian Yan langsung duduk di tempat tidur dan merenung sedikit, sama seperti manusia normal yang suka merenungkan nasib tentang masa depan.


"Pusat Wilayah Timur dari Domain Manusia pastilah sarang kultivator Origin Field Realm, bahkan kemungkinan ada Origin King Realm ... apa yang harus aku lakukan jika memang terpaksa harus berhadapan dengan musuh sekuat itu?"


Kabur?


Yah, itupun kalau bisa.


[...]


System kelihatan ingin memberitahu sesuatu ide yang bagus, namun tidak jadi, agar Tian Yan juga bisa agak mandiri.


"Lupakan, sebaiknya aku membersihkan diri lebih dahulu!" Tian Yan bangkit berdiri dan melepas pakaiannya, hanya menggunakan handuk yang tergantung di cantolan dinding.


Meski dia seorang kultivator Origin Dao, manusia tetaplah manusia, tak terlepas dari keinginan duniawi seperti ini.


'Dikatakan bahwa ada energi misterius di kamar mandi yang dapat membuat seseorang mendapatkan banyak ide, entah betul atau tidak ... biarkan saja!' Tian Yan membuka pintu dan berjalan pergi ke arah kamar mandi.


Setelah masuk ke kamar mandi, Tian Yan melihat bahwa terdapat kran air di sana, ini kejutan baginya dapat melihat sesuatu yang familiar seperti ini.


"Tapi memangnya ada mesin untuk membuat air panas?" gumam Tian Yan, sebelum akhirnya dia sadar ada sebuah plat array yang berfungsi untuk mengendalikan array di dalam kamar mandi ini.


"Pasti itu!" Tian Yan langsung mengambilnya dan mencobanya.


Skritttr ...

__ADS_1


Swuushhhh ...


Air meluncur ke luar langsung ke bak mandi, itu benar-benar air hangat!


"Wtf, sepertinya array benar-benar sesuatu yang sangat berguna! Jika ada waktu, aku benar-benar ingin mempelajari Prinsip Array ini!" sahut Tian Yan dengan wajah kagum.


***


Ia terus menunggu hingga air penuh, lalu kran pun di matikan, sementara Tian Yan mengambil bak kayu yang sudah berisi air hangat itu pindah ke tengah-tengah dengan Origin Qi miliknya, itu sangat mudah.


"Hah ..." Tian Yan mencelupkan dirinya ke dalam bak itu, merasakan nafasnya benar-benar lega dan hatinya sangat tenang seperti bersama Huang Yun.


"Andai saja dunia ini damai ..." Tian Yan berkata tanpa sadar. "Tapi bagaimana bisa damai? siapa akar permasalahan di dunia ini?"


[Kultivator, dan makhluk kuat lainnya.]


"..." Mendengar jawaban singkat itu membuat Tian Yan terdiam seketika. Memang benar, selama ada kekuatan, akan selalu ada perselisihan, dan dari perselisihan itu terlahirlah dunia yang tidak damai ini.


"Pada akhirnya sesuatu bernama 'PERASAAAN' dan 'AKAL' yang membuat ini semua terjadi ... Juga musuh utama seseorang adalah pikiran dan isi hatinya, tidak— itu lebih ke pengendali utama."


"Ugh, apa sih yang kubicarakan ..." Tian Yan menggelengkan kepalanya, "Aku harus menikmati air ini selagi hangat!"


Klakkk ...


Pintu terbuka ke samping, membuat Tian Yan langsung membuka matanya dan seluruh tubuhnya bergidik karena melihat keindahan yang sulit dijelaskan.


"Dunia! apa yang kau lakukan di sini? Jiao Yue!" Imbuhnya, "Juga di mana handukmu!"


"Eh, oh, emm ... tidak tersedia handuk di kamarku, hehe ..." Jiao Yue menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Penampilannya saat ini benar-benar membuat Adik Kecil Tian Yan menegang, hanya berbekal bikini berwarna biru, yang bahkan sedikit menonjolkan sesuatu di dada, Jiao Yue benar-benar masuk ke dalam kamar mandi ini!


"Apakah ini juga mimpi— maksudku wahyu yang kau lihat?" Tian Yan bertanya dengan gelisah hati.


"Wahyu? tentu tidak!" jawabnya sambil berjalan menghampiri Tian Yan, "Tapi kita ini adalah bawahan dan Tuan, bukankah wajar seperti ini?"


'Wajar?!'


"Ehem ..." Tian Yan berdehem dan memejamkan matanya, "Aku bukan Tuan yang seperti itu—!"


"Benarkah?"

__ADS_1


Tian Yan membuka matanya kembali, dan melihat celah dua gunung di depan matanya.


C? D?


Tidak, ini G Cup!


Dunia! baru pertama kali Tian Yan melihat ukuran seperti ini dari sedekat ini.


'Huang Yun bahkan hanya sekitar F, tapi yang ini ...' Tian Yan menghembuskan nafas panasnya, tapi masih tetap menekan niatnya (untuk sementara).


"Bak mandi hanya satu saja, bagaimana menurutmu?" Tian Yan tersenyum gelisah, namun punggungnya benar-benar berkeringat.


"Tuan ... jika memang kau izinkan yang rendah ini ..." kata Jiao Yue dengan wajah memelas.


Pada akhirnya keduanya berakhir dalam bak yang sama, entah bagaimana!


Untuk menjaga suasana tetap tenang, Tian Yan mulai mengajaknya untuk mengobrol.


"Boleh kupanggil Yue saja?" tanya Tian Yan.


"Terserah kau, Tian Yan— maksudku Tuan."


Tian Yan mengangguk, "Kalau begitu aku akan memanggilmu Yue mulai sekarang!"


Jiao Yue tersenyum berseri, dan mengangguk puas.


"Yue, bisakah kau ceritakan tentang ... dunia ini?"


"Tentang dunia ini?" Jiao Yue tampak sedikit bingung, "Menurut sejarah di buku kuno?"


Tian Yan mengangguk. "Enn, setahu kau saja, aku hanya ingin mendengar."


"Hmm, kalau menurut buku catatan kuno yang pernah aku baca, Planet tempat kita tinggal ini bernama Sheng Ding!"


"Planet Sheng Ding awalnya hanya mempunyai satu benua besar yang hampir memenuhi 50% planet ini, hanya saja semakin tahun berlalu, banyak yang terpisah dan menghilang dari peredaran di antah berantah."


"Dikatakan jika semua benua benar-benar menyatu seperti dahulu, seseorang mungkin dapat memata-matai ranah selanjutnya karena Energi Alam yang sangat kaya."


Mendengar semua penjelasan Jiao Yue, Tian Yan cukup paham langsung tentang kisah Planet ini.


[Bersambung!]

__ADS_1


__ADS_2