
Di dalam ruang kemudi, setelah berkumpul kembali dengan Sheng Yi yang sedang bertugas menjaga ruang kendali, Tian Yan pun memutuskan untuk mengeluarkan smartphonenya dan menyalakannya.
'Semoga saja Yue tidak apa-apa!'
Tian Yan bergumam sebelum akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan kepada Jiao Yue via sebuah aplikasi khusus.
Kring~
Di lain sisi, Jiao Yue yang saat ini sedang fokus melarikan diri tiba-tiba saja merasakan getaran pada smartphone di dalam sakunya.
"Sepertinya sudah saatnya!" Jiao Yue bergumam sebelum akhirnya mengeluarkan Jimat Teleportasi Acak yang sempat diberikan oleh Tian Yan kala itu sebagai langkah terakhir ketika merasa tidak bisa melarikan diri terlalu jauh lagi.
Melihat Jiao Yue mengeluarkan sesuatu yang mencurigakan ke tangannya secara tiba-tiba tentu langsung menarik perhatian keduanya, membuat mereka memiliki firasat kurang enak dalam hati masing-masing.
"Aku tidak peduli lagi, ayo serang dia!" teriak Manager Kota, Li Xuan.
Komandan Youci juha hanya bisa mengangguk, lalu keduanya secara bersamaan menarik tinju mereka ke belakang dan menyelimutinya dengan Origin Qi yang murni.
"Hyahhhhhh!!!"
Keduanya melesatkan tinju masing-masing ke depan, menciptakan sebuah tinju raksasa berwarna emas yang mampu menggetarkan benda-benda apapun di sekitar.
Namun tepat sebelum kedua serangan mampu melukai Jiao Yuez Jimat Teleportasi Acak pada tangannya kini telah terbakar habis dan mengirimkannya pergi dari sana.
Swoosh Swoosh!
Kedua serangan tak bertujuan itu terus berlanjut seperti petasan kembang api yang langsung menghancurkan puluhan gunung dan meratakan hutan-hutan lebat di sekitarnya.
"Sial! Dia berhasil melarikan diri!" Li Xuan berdecak kesal. "Bagaimana cara kita menjelaskannya kepada Tuan Kota nanti?"
Yah, apa?
Apakah mengatakan bahwa ada seorang perusuh datang, tapi kami membiarkannya pergi?
Itu tidak masuk akal!
Yang ada mereka mungkin akan mengalami nasib yang sama seperti Jian Yong 109 tahun yang lalu.
"Ughhh, ini kelalaian kita!" Komandan Youci juga berdecak kesal, dan benci dengan dirinya yang tidak mampu menangkap Jiao Yue.
Bahkan wajah Jiao Yue pun belum dia ketahui sebab sejak tadi Jiao Yue menggunakan jubah dan rambutnya selalu menutupi wajahnya.
__ADS_1
Ini benar-benar kegagalan besar sejak awal karir mereka.
Tapi itu masihlah awal, entah apa yang akan terjadi setelah mereka kembali ke Kota Timur Raya dan melihat keadaan di sana.
Mungkin mereka akan muntah darah?
Bukan hanya harta karun Istana Kota yang hilang semuanya, tapi juga danau lava sudah mengering. Ini merupakan beberapa kesialan dalam satu waktu.
***
Di dalam ruang kemudi, Tian Yan terus memandangi layar smartphonenya dan melihat sebuah anak panah yang bergerak ke arah suatu tempat.
Yups, ini sifatnya hampir sama seperti fitur pelacak Gps, dan yang dilacak saat ini adalah Jiao Yue berdasarkan sinyal lokasi yang telah dinyalakan pada smartphone milik Jiao Yue.
Memang canggih, tapi juga memiliki batasan, yakni hanya dapat menyelidiki pihak lain ketika berada dalam rentang jarak 200 mil.
Pada suatu waktu anak panah itu sedikit berputar, dan Tian Yan memberi perintah kepada Sheng Yi untuk memutar arah kapal terbang.
Kemudian, setelah beberapa menit berlalu — di atas sebuah puncak gunung, mereka akhirnya menemukan Jiao Yue yang sedang bermeditasi dengan tenang dan nafas yang terengah-engah.
"Yue!" Tian Yan pergi ke geladak dan memanggilnya.
Dia membuka matanya dan bangkit berdiri. "Tuan!" sahutnya, sebelum akhirnya naik ke atas Kapal Terbang.
"Siapa pengemis tua ini?" Jiao Yue bertanya tanpa memandangi Jian Yong.
Hal ini tentu saja membuatnya kesal dan tidak bisa membantu tapi meneriakinya, "Aku bukan pengemis tua!"
"Ckkk, anak muda ..." Jian Yong membersihkan pakaiannya dan membetulkan nadanya, lalu menunjuk dirinya dengan jempolnya, "Aku adalah Jian Yong! Pendekar pedang terbaik di Wilayah Timur!"
"Ohh ..." Jiao Yue hanya mengangguk tanpa ekspresi terkejut. "Aku tidak pernah mendengarnya."
"Ughh ..."
"Sudahlah, ayo kita bercerita di dalam!" Tian Yan memutuskan untuk menyudahinya, sebelum akhirnya ia dan Jiao Yue lebih dahulu masuk ke dalam.
***
Malam hari — Tian Yan berjalan ke geladak atas, dan tanpa sengaja bertemu dengan Jian Yong yang tengah duduk di tepian kapal sambil memandang ke langit malam.
Jian Yong sedikit mendengar suara langkah kaki dan langsung berbalik badan.
__ADS_1
"Nak ... tidak, Boss."
Tian Yan tersenyum dan berjalan ke arahnya sambil mengeluarkan dua botol anggur, satu untuknya dan satu lagi dia berikan kepada Jian Yong.
Tring!
Keduanya saling bersulang sebelum akhirnya menikmati anggur itu.
"Anggur pertamaku setelah 109 tahun ..." Jian Yong meneguk anggur itu hingga tertumpah-tumpah.
"Hah ..." Jian Yong bergumam menikmati.
"Pak tua, kenapa kau ditangkap saat itu?" Tian Yan bertanya sambil melihat ke arah belakang kapal.
"Kenapa aku ditangkap ..." Jian Yong menghela nafas, "Zhen Yu takut jika aku menerobos Origin King Lapisan 2, takut bahwa aku akan menggulingkan kekuasaannya."
"Lantas apakah kau juga berpikir akan melakukan itu jika menerobos Origin King Lapisan 2?" tanya Tian Yan dengan santai.
"Hmm ..." Jian Yong meneguk anggur lagi sebelum akhirnya menatap langit berbintang yang sepi, "Aku hanya ingin menjadi Pendekar Pedang terbaik."
"..." Tian Yan tertegun sejenak.
"Pedang adalah segalanya bagiku, mereka lebih berharga dari apapun itu, aku bahkan rela meninggalkan sanak saudara dan orang tuaku demi mencari jalan menjadi Pendekar Pedang terbaik."
"Tapi terkadang aku berpikir ..." Jian Yong menoleh ke arah Tian Yan. "Setelah aku menjadi Pendekar Pedang terbaik, lalu apa?"
Kata-kata itu seperti batu yang dijatuhkan langsung ke dalam batin Tian Yan, membuatnya tidak bisa untuk tidak termenung.
Ia juga mempunyai keinginan menjadi Dewa Pedang, menjadi yang terbaik di dunia.
Tapi, setelah itu apa?
"Boss, sebenarnya ... apa tujuan kultivasi ini sebenarnya? menjadi abadi? menjadi terkuat? menjadi penguasa? apa itu tujuan berkultivasi?" Jian Yong bertanya dengan wajah pusing, akibat ia sudah mulai terkena efek anggur yang kuat.
"..." Tian Yan dibuat terdiam lagi, jika dipikir-pikir, sebenarnya apa tujuan sebenarnya berkultivasi? jenius seperti apa yang menciptakan kultivasi? dan apa sebenarnya yang ingin dicari orang yang berkultivasi?
"Seorang bijak mengatakan tujuan berkultivasi untuk menjadi abadi, yang lain mengatakan untuk mengatur hidup miliaran manusia, dan banyak pendapat para bijak di luar sana."
"Tapi itu pendapat mereka, kurasa ketika seseorang benar-benar paham tentang tujuan sebenarnya dari kultivasi, maka ia akan memecahkan misteri alam semesta ini yang tak pernah seorang pun sadari."
"Misteri Alam Semesta ini ..." Tian Yan bergumam sendiri.
__ADS_1
"Dan yah ... pada saat itu mungkin saja semua ada dalam genggamanmu, segalanya ..." Jian Yong menghela nafas.
[Bersambung!]