
Setelah bersama-sama mengolah Energi Yin-Yang selama beberapa jam lamanya, keduanya akhirnya membuka mata secara bersamaan perlahan-lahan, terlihat jelas ada tatapan lembut dan penuh kasih pada keempat mata tersebut.
Bush!
Seketika terjadi lonjakan aura pada tubuh Bing Hua, lalu dalam sekejap ia menerobos ke ranah selanjutnya!
Origin Field Lapisan 4!
Luar biasa!
"Selamat, Bing Hua." Tian Yan mengucapkan sanjungan. Ia juga merasa kekuatan Tubuh Kaisar Gioknya hanya kurang ½ lagi untuk menembus Tingkat 3.
Tidak buruk! Setidaknya ada peningkatan.
"Tuan, terima kasih! sekarang aku merasa Yin Qi yang selama ini seperti ingin mengikis umurku berhasil menghilang karena bantuan Energi Yang milikmu!"
"Aku juga merasa Esensi Kehidupan ku semakin melimpah seiring berjalannya waktu!" ungkap Bing Hua.
"Senang bisa menolongmu." Tian Yan tersenyum, "Katakanlah ketika Energi Yin milikmu sudah pulih lagi!"
"Maksud Tuan ..." Bing Hua menjadi malu, dari maksud perkataan Tian Yan ini sudah jelas mengisyaratkan ia ingin berkultivasi ganda lagi ketika Energi Yin miliknya sudah penuh kembali.
'Tapi ini kesempatanku! Aku akan merebut hati penolongku ini!' batin Bing Hua. 'Aku tidak boleh menyerah hanya untuk mendapatkan posisi Yang Lain, aku harus berjuang untuk yang lebih baik!'
Yah ... ini bukan hal mustahil.
Tian Yan sebenarnya mengatakan tidak akan menjadikannya wanita utamanya sebab ... dia takut dengan kemarahan Huang Yun. Kucing Hitam itu sangat cemburuan dan pemarah, akan berbahaya jika ia mengetahui ada yang setara dengannya.
Jadi menurut Tian Yan ini sudah jalur aman, juga semua pihak sepertinya sama-sama bahagia.
"Tuan, aku akan berjuang!" Bing Hua mengatupkan kedua telapak tangan Tian Yan dan berkata dengan sungguh-sungguh ke dekat wajah Tian Yan.
"Eh? umm ..." Tian Yan mengangguk, tidak paham dengan tingkat Bing Hua yang tiba-tiba berubah.
"Untuk itu aku akan berjuang keras dalam kultivasiku dan membuat anda bangga padaku!" Bing Hua mencondongkan kepalanya ke depan lagi.
Di mana sikap dingin wanita ini? semua telah sirna di hadapan Tian Yan.
Dunia benar-benar panggung sandiwara.
__ADS_1
Setelah berkata-kata seperti itu, segera Bing Hua bangkit berdiri dan berjalan ke luar pintu, tak lupa juga ia menutupnya kembali sebelum pergi.
"Fiuhh ..." Dia bangkit berdiri dan sedikit meregangkan otot-ototnya.
"Ini pertama kalinya aku menang dalam hal semacam ini, aku sebelumnya benar-benar dibuat seperti minuman soda yang baru digerakkan sedikit sudah menyembur keluar (Saat bersama Jiao Yue)."
"Ini merupakan kemajuan!"
Kemajuan menuju masa depan yang lebih baik.
***
Malam hari.
Setelah tidak tidur selama beberapa bulan, Tian Yan yang masih merupakan makhluk fana juga bisa merasakan kantuk, jadi ia pun tertidur pulas di kamarnya tanpa tahu ada kedatangan tamu tak diundang.
Tian Yan terus tertidur begitu pulas, hingga hari berganti hari, dan malam pun muncul kembali.
"Uhhh ..."
Tian Yan yang masih berbaring di ranjang dengan mata tertutup, tiba-tiba merasakan sesuatu yang hangat di bawah sana. Dia membuka matanya dan mengangkat selimutnya untuk melihat bahwa Jiao Yue, yang telah berhasil memasukkan seluruh Tombak Sakti ke dalam mulutnya.
Gerakan Jiao Yue berhenti ketika dia menyadari apa yang telah dia lakukan. Mulutnya tiba-tiba penuh, dan dia bahkan merasakan ada sesuatu yang penuh itu di tenggorokannya.
Meski sadar melakukan sesuatu yang konyol, ada rasa nyaman di tubuhnya, merasa seolah-olah tindakan seperti itu wajar baginya.
Segera, dia mulai menggerakkan kepalanya dengan gerakan naik-turun, menyebabkan ruangan kecil itu dipenuhi dengan suara tersedak.
Sementara Jiao Yue melayani Tian Yan dengan pelayanan bl•wj•b yang intensif dan dalam, dia menatapnya dengan tatapan aneh itu adalah ekspresi yang akan dimiliki seseorang ketika harapan mereka telah terlampaui.
Sedangkan untuk Jiao Yue, dia benar-benar asik memuaskan keinginan terpendam yang terbangun pada saat ini, tampaknya dalam keadaan kesurupan.
Waktu berlalu dengan cepat, dan tanpa sepengetahuannya, setengah jam telah berlalu. Segera, ruangan kecil seperti gua bergema dengan suara er*ngan tanpa henti. Sehingga kehangatan membanjiri seluruh tubuh Jiao Yue.
"Lebih! Lebih cepat! Lebih keras! Uhmmm!"
Waktu berlalu perlahan saat keduanya memanjakan diri mereka sendiri dalam kesenangan. Tanpa sepengetahuan Jiao Yue dan Tian Yan, berjam-jam telah berlalu sejak mereka memulainya.
Selama waktu ini, gua m3r4h mudanya secara alami membentuk dirinya sendiri agar sesuai dengan kerangka Tombak Sakti Tian Yan dengan sempurna, dengan sempurna membungkus dirinya di sekelilingnya untuk memastikan bahwa mereka berdua menikm*ti satu sama lain sepenuhnya.
__ADS_1
"Haaa! Uhhhnnm!"
Gerakan naik dan turun sudah seperti kewajiban saat ini, namun tetap mempertahankan pada ritmenya, seolah kedua orang itu sudah terlatih betul melakukan hal seperti ini.
"Uhhh! Sudah saatnya!" Ekspresi Tian Yan sangat kompleks untuk sesaat ketika punggung Jiao Yue juga tampak mengejang untuk sesaat.
"Ahhhhhnnnn ... Aku juga!"
Jleb!
***
Saat ini, Jiao Yue bersama Tian Yan sedang tidur bersama, seperti seorang yang tidak bisa untuk dipisahkan satu sama lain.
Untuk kali ini Jiao Yue tampaknya lebih manja ketika dirinya lebih memilih menjadikan lengan Tian Yan sebagai bantal dan kepalanya di dekap ke tubuh Tian Yan seperti seorang bayi.
"Yue'er ... ada apa?" Tian Yan bertanya sambil membenarkan rambut Jiao Yue yang berantakan di dahinya.
Jiao Yur sedikit mengemut bibirnya sebentar sebagai bukti ia sedikit ragu. "... Bing Hua, pernah menghampiri Tuan, bukan?"
"Hmm ..." Tangan Tian Yan berhenti untuk memperbaiki rambut Jiao Yue. Sejenak ia hanya bisa terdiam sebelum akhirnya mengangguk, "Itu benar."
"Kenapa?" Wajah Jiao Yue menjadi gelap ketika ia berkata, "Apakah Tuan ... lebih menyayanginya?"
"Mana mungkin!" Tian Yan cepat-cepat menjawab. "Di mataku kalian berdua itu sama!"
"Apanya yang sama? d*danya jauh lebih kecil, pinggulnya jauh lebih kecil, pan***nya jauh lebih kecil, apanya yang sama?" Jiao Yue jelas tidak terima dan bingung tentang kesamaan yang Tian Yan maksudkan.
Tian Yan berdehem, tapi memang yang dikatakan oleh Jiao Yue adalah benar.
Namun meski begitu, keduanya benar-benar memberikan kenikmatan tersendiri yang hanya bisa dipahami oleh Tian Yan seorang sendiri.
"Kau ingin tahu kesamaannya?" Tian Yan berbalik badan menghadapnya, sehingga kedua tatapan saling bertemu. "Sama-sama disukai oleh aku!" ungkap Tian Yan dengan senyum percaya diri.
Mata Jiao Yue perlahan melebar karena kata Tian Yan sangat masuk ke dalam hatinya. Ia akhirnya tersenyum manis disertai anggukan puas.
"Tuan, mulutmu sangat manis." Jiao Yue tersenyum manis, tidak menyangka perkataan seperti itu akan keluar di saat-saat seperti ini.
"Ehh ...???"
__ADS_1
[Bersambung!]