
"Hehe ..." Tian Yan terlihat cukup malu ketika dipuji seperti itu oleh orang yang dia cintai, yakni Huang Yun.
"Ini bukan apa-apa, jika dibandingkan denganmu, Yun Jie."
"Hmm." Huang Yun cukup senang dengan sikap rendah hati dari Tian Yan ini. Jadi dia pun memikirkan hal lain untuk dilakukan.
"Jangan buang waktu lagi. Ayo kita segera pergi dari sini. Bukankah tujuanmu adalah Lembah Kekelaman?"
"Ehh, benar! Ayo kita pergi!"
Huang Yun puas karena Tian Yan menurut kepadanya jadi dia pun memasukkan Tian Yan masuk kembali ke dalam giok waktu dan pergi ke sana sebelum semakin banyak orang yang berdatangan karena mungkin akan menimbulkan banyak masalah yang tidak perlu terjadi.
***
Di dalam sebuah gua yang berada di bawah danau. Yups, meski di dalam danau tapi gua ini tetap kering berkat perlindungan yang dipasang oleh Huang Yun.
Sudah satu hari berlalu sejak Tian Yan menerobos ranah ada kemungkinan Huang Yun memutuskan untuk tinggal di dalam gua ini agar Tian Yan dapat menyetabilkan ranahnya terlebih dahulu, akan tetapi itu hanyalah pengalihan.
Di dalam gua yang cukup tenang suara percikan seperti air terus bermunculan dari dalamnya.
Squeett.. Squeett..
Ahmmm ...
Di atas batu tiannya duduk dengan tenang namun wajahnya dipenuhi dengan kenikmatan duniawi melihat bahwa teman kecilnya sedang dihibur oleh Huang Yun, ini benar-benar merupakan perasaan yang berbeda, sebab his*pan ini jauh lebih bagus dan enak dari pada Jiao Yue, bahkan Bing Hua sekalipun.
"Ahmmm ..."
Slurrppp...
"Ummmmm!!" Mata Huang Yun sedikit terbelalak sebab tiba-tiba Tian Yan memaksa kepalanya untuk maju ke depan sehingga bend* tumpul itu menusuk tenggorokannya dan memenuhi ke segala tempat.
"Pwahhhh ..." Huang Yun menarik kembali mulutnya dan menelan semuanya, ia benar-benar terlihat seperti pemain handal, bahkan sisa-sisa yang menempel di mulutnya ia menjilati mereka semua menggunakan lidahnya.
"Ini agak asin, terakhir kali padahal manis." Wajah Huang Yun sedikit cemberut.
"Hehe, Huang Yun, jangan menyalahkanku, kau yang memintanya."
"Ckkk." Huang Yun tidak bisa menyangkal hal itu sebab sebenarnya yang dikatakan oleh Tian yang memintanya. Tapi dia melakukan semua ini juga karena berniat untuk memberikan selamat kepada Tian Yan dan juga ini adalah hal wajar di dunia kultivasi, sebab mereka adalah sepasang kekasih.
"Kau sudah puas sekarang, bukan?" Huang Yun bertanya kepadanya sambil terus memperhatikan eksepsi wajah Tian Yan.
"Emm, itu ... bisakah kau lakukan menggunakan (sensor)?" Tian Yan sedikit malu ketika mengatakan ini, tapi dia tidak menyangka Huang Yun dengan polosnya akan menyetujuinya.
"Baiklah, aku akan melakukannya."
"Benarkah?" Tian Yan menjadi gembira.
__ADS_1
"Tentu, kenapa tidak? ataukah kau sudah tidak mau?"
"Mau! Mau!"
***
Lembah Kekelaman.
Setelah selesai menghibur Tian Yan sudah satu bulan berlalu sejak saat itu kini Hwang Yun terus terbang maju dan ia akhirnya tiba di sebuah gunung yang sangat tinggi, dan ia menoleh ke bawah.
Tempat di mana ia melihat adalah tempat yang sangat gelap bahkan sinar matahari pun tidak bisa menerus masuk sekolah kegelapan itu abadi dan absolut tidak bisa tertembus sama sekali.
"Xiao Yan, keluarlah."
Tap ...
Tian Yan benar-benar muncul keluar dari dalam giok waktu dan menatap juga ke arah tempat Huang Yun menatap.
"Benar-benar sangat gelap ..." gumam Tian Yan. Sekarang dia sadar mengapa uang Yun mengatakan bahwa tempat ini sangat berbahaya.
Sebab dilihat dari manapun juga, jelas-jelasnya tempat yang sangat berbahaya!
"Yun Jie, jika kau tidak yakin ..."
"Tidak perlu khawatir." Huang Yun masih terlihat penuh percaya diri tidak ada ketakutan yang terlintas di sorot matanya itu.
"Ayo kita pergi!"
"Enn!"
***
Swooshhhh!!
Bersama-sama keduanya terbang masuk ke dalam kabut hitam yang sangat gelap itu dan akhirnya tiba di dasar Lembah ukuran Lembah itu sangat luas kira-kira beberapa 10 mil jadi tempat mereka sangat luas.
"Sial, bahkan kesadaran spiritual tidak bisa digunakan!" gumam Tian Yan, terlebih lagi tempat ini benar-benar sangat gelap dan terkesan sunyi.
Ti.. an.. Yan...
"Hahhhhhgggg ..." Tian Yan benar-benar terkejut dengan suara menakutkan yang tiba-tiba muncul dari dekat daun telinganya.
"Tenangkan dirimu!" Huang Yun mempererat genggaman tangannya, membuat Tian Yan terkagum-kagum, tapi setelah melihat ke bawah, dia baru sadar bahwa kaki wanita ini juga sedikit menggigil!
"Persetan, kau juga benar-benar takut!" Tian Yan mengumpat kesal.
"Aku tidak takut!" Huang Yun menoleh kepada Tian Yan dan hendak memarahinya lebih lanjut, akan tetapi ia melihat penampakan wajah mengerikan di balik Tian Yan.
__ADS_1
Sama seperti Huang Yun, Tian Yan juga melihat penampakan wajah horor di samping kepala Huang Yun hanya menyerupai kepala wanita tanpa mata, hanya tersenyum kepadanya, itupun tidak ada kulit di sekitar mulutnya.
"..."
"Kyahhhhhhhhh!"
[TENANGKAN DIRI KALIAN!!!]
Sistem terdengar sangat kesal saat ini.
'Tapi ini hantu nyata, persetan!' Tian Yan hanya bisa memejamkan matanya dan berbalik kepada Huang Yun, dan Huang Yun juga melakukan hal yang sama, meski dia terkesan lebih pemberani.
'Sial, aku hanya pemuda biasa dari bumi, munafik jika aku tidak takut hal seperti ini!'
Tian Yan ingat dia sudah trauma dengan hal seperti ini sebab saat duduk di bangku sekolah dasar, gurunya sempat mengajak nobar film horor menggunakan proyektor, itu adalah awal dan terakhir ia menonton film dengan genre horor.
[... Itu cuman sosok menakutkan, tidak lebih tidak kurang.]
'Kau mengatakan itu sebab kau sistem!' Tian Yan benar-benar ingin mengatakan hal itu kepadanya.
[Hantu-hantu ini diciptakan oleh ketakutan pada diri Host. Cobalah untuk tidak takut, maka semuanya akan menghilang.]
'Tapi ...'
[Coba Saja!!]
Sistem benar-benar menekankannya untuk terakhir kali.
"Glupppp ..." Tian Yan menelan air liurnya, dan kali ini dengan sungguh-sungguh mencoba untuk membuka matanya secara perlahan.
"Blaaaa ..." Sosok hantu yang dia temukan sebelumnya kembali muncul, namun ini lebih dekat, tepat di depan wajahnya!
"..." Tian Yan terus mencoba untuk tenang, yah! dia benar-benar tenang, namun hanya wajahnya saja selain dari itu kaki tangan dan badan tetap gemetar ketakutan jelas tidak sesuai dengan wajahnya.
"Aku... adalah pria ...!!" Tian Yan mencoba untuk menguatkan tekadnya, tapi bukan semakin berani, justru wajah hantu itu semakin dekat dan semakin membuat buku kuduknya merinding.
Grappp!
Secara tiba-tiba Tian Yan merasakan kehangatan meliputi tangannya, membuat dirinya akhirnya tertanggung sejenak dan merupakan tentang hantu yang berada di hadapannya ini.
"Yun ... Jie." Tian Yan menoleh dan mengetahui bahwa itu adalah Huang Yun yang menggenggam tangannya dengan erat.
Huang Yun secara perlahan membuka matanya kembali dan berkata kepada Tian Yan, meski masih merasakan ketakutan. "Ayo lewati semua ini."
Tian Yan tertegun mendengar perkataan itu, sebelum akhirnya ia tertawa di dalam hati, 'Hahaha, aku sangat bodoh. Kenapa aku begitu takut ketika orang yang paling aku cintai ada di sini?'
[Bersambung!]
__ADS_1