Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 040: Trik Mudah Terbaca


__ADS_3

Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.


Selamat membaca :)


***


Mendengar semua penjelasan dari Xixia, Tian Yan akhirnya berhenti bertanya lagi.


“Hari sudah mulai malam, kau pergilah mencari ruangan tempat tidur di kamar nomor 121!” Setelah mengatakan itu, Xixia langsung menghilang dari hadapan Tian Yan seperti hantu.


“Tunggu! di mana kamarnya!?” teriak Tian Yan — tapi tidak ada jawaban.


“Cih!” Tian Yan akhirnya hanya bisa dengan kesal memutari sekte ini untuk mencari kamar nomor 121 selama beberapa saat.


Setelah menemukannya, Tian Yan langsung masuk ke dalamnya dan mulai bermeditasi hingga akhirnya tiba tengah malam yang bertabur bintang, namun suasana di dalam sekte sudah sangat sunyi.


“Phew, haruskah aku mencobanya?” Tian Yan hendak bangkit berdiri, tapi dia tiba-tiba mendengar langkah kaki di dekat kamarnya.


“Hmm? apa yang dia lakukan di sini?” Tian Yan mengangkat alisnya dan langsung berjalan ke arah pintu keluar dan langsung membukanya.


Klakkk ...


Pintu secara perlahan di buka, menampakkan sosok Feng Kuang dan Gong Mai’er di depan pintu.


“Apa yang kalian berdua lakukan malam-malam di sini?” Tian Yan bertanya dengan wajah santai.


Feng Kuang menjulurkan tangannya, di atas tangannya terdapat kopi hangat yang sepertinya baru saja dibuat.


“Saudara Tian, aku minta maaf atas sifatku yang tadi siang, minum ini dan anggap saja semuanya sudah berlalu,” ungkap Feng Kuang dengan wajah penuh penyesalan.


Ketika mengatakan hal ini, mata Feng Kuang melirik Gong Mai’er yang ada di sampingnya.


‘Ah!’ Gong Mai’er paham apa yang harus dia lakukan.


Tup!


Lengan kanan Tian Yan segera dipeluk oleh dadanya yang cukup empuk itu, Persetan ... bahkan jika kalian merencanakan sesuatu, aku masihlah laku-laki! pikir Tian Yan, tapi wajahnya tetap tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.


“Saudara Tian, Mai’er minta maaf juga sudah bersikap kasar seperti sebelumnya!” ungkap Gong Mai’er ditemani oleh setetes air mata yang mengalir turun dari matanya.

__ADS_1


“Kalian berdua ...” Tian Yan menatap keduanya dengan wajah terharu, lalu mengajak mereka masuk, “Ayo masuk, mari kita minum kopi bersama-sama!”


“Eh? maafkan aku, saudara Tian, tapi hari sudah mulai malam ... sepertinya takdir hanya mengizinkan dirimu yang menikmati kopi hangat ini.” Feng Kuang memberikan tangannya ke depan dengan maksud agar Tian Yan menerima kopi buatannya.


“Kau begitu baik ...” Tian Yan tersenyum sambil memejamkan matanya, lalu menerima kopi tersebut dan langsung meminumnya.


Glup Glup Glup ...


Hanya dalam sekali tegukan, Tian Yan langsung menghabiskan segelas kopi, tapi tiba-tiba wajahnya menjadi pucat dan langsung terjatuh ke lantai dengan mulut mengeluarkan darah.


“Kalian berdua!...” Tian Yan menatap tidak percaya bahwa dirinya punya nasib sial seperti ini.


“Hehehe, saudara Tian, tidurlah dengan nyenyak dan jangan bangun lagi!”


Itulah kalimat terakhir yang dia dengar sebelum akhirnya jatuh pingsan ke lantai.


“Bagus, sekarang ayo kita membuangnya di tempat yang jauh dari sekte!” kata Feng Kuang kepada Gong Mai’er, keduanya sepertinya sudah menyepakati hal ini sebelumnya.


***


Di tengah hutan yang jauh dari Sekte Yunlong, terdapat sebuah jurang yang sangat dalam di depan Feng Kuang dan Gong Mai’er, keduanya saat ini sedang menyeret tubuh Tian Yan dan hendak membuangnya ke dalam jurang ini.


“Dia sepertinya hanya pingsan, saudara Feng, apa kau yakin dia akan langsung mati nanti?” tanya Gong Mai’er dengan raut wajah khawatir.


“Baiklah ...” Gong Mai’er mengangguk, sepertinya keputusan Feng Kuang adalah segalanya bagi dirinya.


“Ayo buang bajingan ini!” Feng Kuang dan Gong Mai’er langsung melempar tubuh Tian Yan ke dalam jurang dan langsung berbalik saling memandang.


“Hahaha, terima kasih saudari Mai’er, akhirnya aku bisa menyingkirkan bajingan ini!” Feng Kuang tertawa ketir, sangat senang dengan kematian orang yang menurutnya cukup mengganggu.


“Kakak Feng ...” Gong Mai’er memandang mata Feng Kuang dengan wajah memerah.


Feng Kuang juga memandang mata Gong Mai’er, ‘Rupanya ****** ini benar-benar tertarik dengan ketampananku, hahaha! sebaiknya aku jadikan dia sebagai boneka s3sk ku mulai sekarang!’ Feng Kuang tersenyum jahat dalam hatinya.


Feng Kuang langsung mendorong Gong Mai’er hingga terjatuh ke tanah.


“Ah!” Gong Mai’er terkejut dengan apa saja yang baru terjadi ini.


Gong Mai’er hendak mendongak tapi Feng Kuang sudah membuatnya tertidur ke tanah dan mulai memperkosanya. Bukannya menolak, Gong Mai’er justru menerima semuanya dan mendeesah kegirangan akan nikmat duniawi ini.

__ADS_1


Sementara itu, dari sisi jurang, seorang pemuda berambut hitam menyaksikan ini semua dengan tatapan kosong, dia adalah Tian Yan. Meski racun yang terkandung di dalam kopi cukup kuat, tapi Tian Yan memiliki Tubuh Dewa Naga Emas, bagaimana bisa terkena racun semudah itu? racun seperti itu hanya seperti air asam di mulut Tian Yan.


Tapi yang lebih penting saat ini, Tian Yan tidak pernah terbayangkan bahwa kedua pasangan sialan ini berani melakukan hal intim ini di depan matanya.


‘Padahal aku ingin membuat kejutan, tapi mereka malah melakukan hal ini, apa keberadaanku ini tidak dianggap?” gumam Tian Yan dengan kesal.


‘Kalian makhluk laknat pantas mati!’ Tian Yan berteriak, lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi ...


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Ribuan pedang yang tercipta dari Zhen Qi dan niat pedangnya langsung menuju turun dan membunuh Feng Kuang dan Gong Mai’er.


[Ding! Host berhasil membunuh 2 cultivator Nascent Soul tahap 1, mendapatkan 120.000 Exp & 2 cincin penyimpanan!]


***


Keesokan paginya.


Di arena bertarung, Tian Yan melihat Bai Qing Ye dan Jian San kini sedang menunggu dirinya.


Melihat kedatangan Tian Yan, Jian San menangkupkan tinjunya, tapi Bai Qing Ye hanya mengangguk.


“Di mana Feng Kuang dan Gong Mai’er?” tanya Tian Yan dengan wajah serius, seakan-akan bukan dirinya yang membunuh mereka.


“Kami juga tidak tahu, biasanya keduanya datang lebih pagi secara bersama-sama, tapi entah kenapa kali ini berbeda ...” jawab Jian San.


“Kalian berdua sama sekali tidak tahu?”


“Ya.”


***


“Keduanya menghilang?!”


Di dalam ruangan, Xixia berseru kaget mendengar laporan yang dilaporkan oleh ketiga orang di depannya yaitu Bai Qing Ye, Jian San, dan Tian Yan.


“Benar, ketua sekte, kami sudah memeriksa kamar keduanya tapi mereka tetap tidak ada di sana!” ungkap Jian San.


“Hmmm ...” Xixia terdiam sejenak mendengar laporan yang diberikan oleh Jian San. Setelah jeda, Xixia sedikit melirik curiga kepada Tian Yan.

__ADS_1


« Bersambung! »


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)


__ADS_2