Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 188 : Cincin Ruang Yang Kosong


__ADS_3

Beberapa saat kemudian. Setelah merasa tidak ada yang diperlukan lagi dari Benkei, Tian Yan pun memasukkannya kembali ke dalam kartu karakternya dan hendak berkultivasi, akan tetapi suara teriakan histeris membuat Tian Yan terkejut dan buru-buru berlari mendapati Huang Yun yang sepertinya shock melihat cincin ruang di tangannya.


"Ada apa Yun Die?" Tian Yan mengernyitkan keningnya.


"Xi-Xiao Yan ..." Suara Huang Yun sangat gemetar ketika menunjuk cincin ruang yang ada di tangan kirinya, "Semuanya ... semuanya hilang..!"


"Hilang? Ah ..." Tian Yan langsung tahu apa yang dimaksud oleh Huang Yun.


'Benarkan yang aku pikirkan?'


[Ya. Sistem sudah menukar semua isi cincin ruang, sebab begitulah, Sistem akan memungut semua isi cincin ruang yang orangnya dibunuh oleh Host.]


'Jadi semuanya sudah kau tukarkan jadi Poin Langit? berapa banyak?' Suara Tian Yan menjadi sedikit bersemangat karena dia yakin itu bukanlah jumlah yang kecil, apalagi tuan kota Shen Yang adalah Martial King Tahap Menengah.

__ADS_1


[Sistem akan menampilkan status host saat ini!]


[Status Host » Nama: Tian Yan Umur: 22 Tahun Ras: Half Dragon Ranah: Martial Spirit Tahap Menengah Tubuh: Kaisar Giok (3) Mata Spesial: Conqueror's Eye, Illusion Destroying Eye, Inner Eye, Evil Emperor's Eye. Garis Darah: Dewa Naga Emas Poin Langit: 5.900 Exp: 350.000.000.000/550.000.000.000 Versi Deity System: 3.0] [Penyimpanan »] [Toko »]


'5.900!' Tian Yan berseru kaget dalam batinnya. 1 Poin Langit setara atau sebanding dengan 1 miliar poin sistem, itu artinya sekitar 5,9 Triliun Poin Sistem total kekayaannya saat ini.


'Sebelumnya aku sudah menggunakan 5.000 Poin Langit untuk membeli pedang kelas Sovereign, jika tidak harusnya poinku sekarang 10.000 lebih.'


"Xiao Yan! Kenapa kau hanya diam? apakah kau mengetahui sesuatu?" Huang Yun bertanya sembari mengusap air matanya.


"Ya ... aku tidak mengetahuinya, mungkin saja itu memang cincin ruang kosong?"


"Jadi begitu ... mana bisa begitu!" Huang Yun semakin marah dan kesal.

__ADS_1


"Sudahlah, Yun Die, ikhlaskan saja," ucap Tian Yan sembari duduk di sampingnya.


"Matamu! Ayo kita kembali ke kota itu dan mengambil semua harta Tuan Kota itu!" timpal balik Huang Yun, dengan tekad kuat dia pun bangkit berdiri.


"Tunggu!" Tian Yan menahan tangannya. "Ini percuma saja jika kita pergi ke sana."


"Percuma?" Huang Yun berbalik dan memandanginya, "Kenapa percuma? apa jangan-jangan kau sudah menyembunyikan semuanya?"


"Ma-Mana ada, hehe." Tian Yan berkata lagi, "Coba pikirkan, sudah berapa lama kita pergi? bahkan jika kita kembali ke kota itu, aku khawatir semua harta sudah dibawa pergi oleh para orang-orang kuat di tempat itu."


"Hmmm ..." Huang Yun memikirkan hal ini, dan menurutnya Tian Yan ada benarnya juga. "Itu artinya kita mengalami kerugian?" Huang Yun semakin murka, "Bajingan itu, bahkan jika dia bereinkarnasi lagi, aku pasti akan meminta pertanggungjawabannya karena meninggalkan cincin ruang tanpa isi ini!" ujarnya sembari membanting cincin ruang di tangannya dan menginjak-injaknya.


"Benar-benar, bajingan itu harus menerimanya." Tian Yan mengangguk setuju, meski sebenarnya dia melakukan ini agar Huang Yun segera mendapatkan ketenangannya kembali, tidak, tidak, 'Yun Die sangat imut ketika marah! ini benar-benar pemandangan yang aku nanti-nanti,' batinnya.

__ADS_1


[Bersambung!]


__ADS_2