Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 143 : Melarikan Diri


__ADS_3

Dalam kurun waktu kurang dari sedetik, Tian Yan sudah diberikan pemberitahuan gawat darurat oleh Sistem, akhirnya dia pun menumbuhkan sisik naga di belakang lehernya yang lemah, tapi baru saja ingin tumbuh, itu sudah terkena tebasan dari Jiao Wen.



Sringggggg!



Tian Yan dipukul maju menabrak tanah untuk menciptakan kawah sedalam puluhan meter, saat dia mencoba untuk bangkit berdiri lagi, sosok Jiao Wen tiba-tiba sudah muncul di depannya dan menendangnya dari arah dagunya.



Pahhhh~



"Uakkk ..." Semburan air dimuntahkan keluar dari mulut Tian Yan.



'Apakah Origin King Lapisan 2 sekuat ini?' Tian Yan berpikir di saat-saat kritisnya.



\[Dia bukan Origin King Lapisan 2 biasa ... sepertinya, dia juga memiliki kemampuan melawan ranah di atasnya.\]



'Persetan, kenapa lawanku harus orang berbakat!' Tian Yan berdecak kesal teramat dalam di hatinya.



'Sistem, belikan Jimat Teleportasi Acak!'



\[Baik!\]



Ketika Tian Yan berhasil mengontrol tubuhnya kembali di udara, akhirnya Sistem berhasil membeli apa yang dia minta.



'Keluarkan ce—' Tian Yan sedang mencoba mencari tahu keberadaan Jiao Wen, namun secara mengejutkan Jiao Wen sudah muncul di atas kepala Tian Yan dan mengayunkan kakinya ke arah punggung Tian Yan.



Krakkk ...



Suara nyaring patah tulang terdengar sangat jelas di atas tempat tandus ini, bahkan suaranya melebihi petasan kembang api yang diledakkan.



"Arghhhhhhh~!" Tian Yan meraung kesakitan. "Bajingan, aku akan menemuimu nanti!" Sebelum akhirnya mendarat ke tanah, Tian Yan berhasil memasukkan Origin Qi miliknya ke dalam Jimat Teleportasi Acak, dan dirinya langsung dipindahkan.



Akan tetapi ...



"Ingin berteleportasi lagi?" Jiao Wen mendengus dingin dan dalam kurang dari tiga nafas Domainnya yang mengandung kekuatan Prinsip Ruang sudah menyebar di udara dan membuat ruang disekitarnya menjadi padat.



\[Ruang padat! Bahkan Jimat Teleportasi Acak tidak akan bisa berteleportasi.\]



'Wh-What the?!' Tian Yan hampir ingin memuntahkan seteguk darah, padahal dia sudah melontarkan kalimat cacian kepada Jiao Wen sebelumnya, jika ia tidak berhasil melarikan diri, bukankah ini memalukan?



Bang!



Tubuh Tian Yan akhirnya menabrak tanah dan membuat lubang yang dalam.

__ADS_1



'Arghh, persetan.' Pandangan Tian Yan mulai terlihat kabur, dia benar-benar babak belur kali ini.



\[Membeli Kartu Karakter adalah satu-satunya cara, apakah Host ingin membeku Kartu Karakter?\]



Tik ...



Suara tetesan air bergema dalam benak Tian Yan yang sudah mulai kosong itu.



Tik ...



Suara itu terus bergema, seolah ada setetes air yang jatuh ke dalam ember yang besar.



Tik ...



Air pada ember itu akhirnya penuh, dan ketika satu tetes lagi jatuh ...



Tik ...



Mata Tian Yan yang semulanya kabur tiba-tiba terlihat menjadi jelas kembali, dan dia merasa ada sesuatu yang menerobos blokade dalam dirinya.



\[Ding! Host mendapatkan 10 miliar poin!\]



Tappp~



Tepat ketika pemberitahuan Sistem baru saja selesai, akhirnya Jiao Wen pun muncul dan menginjak kepalanya dengan kasar.



"Kau cukup kuat bocah." Jiao Wen sedikit memujinya, tapi hanya itu.



"Aku tidak butuh pujianmu!" Tian Yan mencoba untuk menoleh ke atas dengan sangat kesal.



"Niat Pedang!" teriaknya.



Swaaaa ...



Jiao Wen langsung mendongak segera ke atas, matanya kian melebar ketika melihat Niat Pedang berwarna emas yang kini hanya berjarak dua meter dari atas bola matanya.



"Gila!" Jiao Wen buru-buru memasang perlindungan dengan pedangnya untuk menahan serangan itu, dengan teralihkannya perhatiannya, Tian Yan pun berhasil mendapatkan celah untuk membekukan kaki Jiao Wen dengan Prinsip Es miliknya, sebelum akhirnya melarikan diri dengan cepat.



"Booom!"


__ADS_1


Dampak ledakan antara keduanya menimbulkan gelombang kejut yang menghempaskan beberapa bukit kecil ke udara, dan membuat debu yang mengendap di mana-mana.



"SIALANNNN!!" Suara kekesalan Jiao Wen terpancarkan dari dalam, lalu tak lama Aura api yang membara pun melonjak ke udara dan menghilangkan semua debu yang mengendap mengelilingi dirinya.



"Tian Yan, aku pasti akan membunuhmu!" Setelah ia melepaskan kekesalannya, Jiao Wen pun langsung berbalik ke satu arah dan terbang, sesuai dengan arah Tian Yan melarikan diri.



"Hah ... Hah ..." Di kejauhan, dengan susah payah Tian Yan melarikan diri sambil memegang tulang belakangnya yang patah dengan satu tangan.



"Brengsek, harusnya aku pergi sendiri saja jika begini!" Tian Yan mulai mengumpat dalam hatinya.



"TIAN YANNNNN, BERHENTI!" panggilan kemarahan datang dari belakang, membuat kupingnya sedikit berdengung, akan tetapi dia terus melarikan diri tanpa melihat ke belakang.



"Mana mau aku berhenti," gumamnya. Berhenti hanyalah kematian, jika Jiao Wen hanyalah Origin King Lapisan 2 biasa, dia selalu siap melawan, tapi sebenarnya kekuatan Jiao Wen setara Origin King Lapisan 3, jelas bukan lawan baginya yang hanya Origin Field Lapisan 6.



"Mari lihat, jika aku benar-benar sudah tidak ada jalan lain, maka korbankan saja poin untuk membeli Kartu Karakter, hidupku jauh lebih berharga daripada poin sistem!" gumamnya lagi, dan kali ini dia langsung menemukan sebuah gunung batu yang menjulang cukup tinggi di depannya, dengan sebuah lubang di tengah-tengahnya yang hanya seukuran 2×2 meter.



"Urghhh, ini satu-satunya jalan!" Jika dia terbang lebih tinggi untuk melewati atas, maka itu akan membuang waktu beberapa detik, dan setidaknya mungkin sudah bisa disusul oleh Jiao Wen. Jadi satu-satunya terbang melewati lubang batu ini!



Swoosh~!



Setelah masuk melewati lubang gunung batu itu, apa yang dilihat oleh mata Tian Yan sekali lagi mengejutkan dirinya yang sudah cedera saat ini.



Tanah subur!



Pemandangan di hadapannya adalah sebuah padang rumput yang sangat hijau, dan tentram nan tenang.



Ini sangat berbanding terbalik dengan Domain Terbengkalai yang dikabarkan adalah tanah tandus tak berkehidupan.


'Mungkinkah ...' Tian Yan buru-buru memiliki firasat kurang enak.



"Illusion Destroying Eye!"



Jreng!



Mata Merah Kaisar Giok langsung muncul dan menyinari atas padang rumput hijau ini dengan cahayanya yang aneh, dan benar saja, seperti dugaan Tian Yan. Padang rumput yang awalnya hijau kini berubah menjadi sesuatu yang sangat berbeda, yakni tempat yang sangat tandus.



Tian Yan mengalihkan tatapannya ke kejauhan lagi, dan matanya menemukan ada sebuah lorong void yang terdapat di sana, yang sepertinya adalah jalan untuk dapat keluar dari sini.


Sangat mudah!


Tian Yan tersenyum bahagia, kemampuan Illusion Destroying Eye benar-benar sangatlah berguna ketika tiba saat-saat seperti ini.


"Yah, pasti itu!" Tian Yan segera berubah menjadi lintasan cahaya yang lebih cepat lalu menghilang ke dalam lubang void itu dan muncul kembali ke luar dunia ilusi barusan.


Sementara itu, Jiao Wen yang sedang mengejar akhirnya juga masuk ke dalam dunia ilusi, seketika dia menjadi kebingungan.


\[**Bersambung**!\]

__ADS_1


__ADS_2