Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 039: Misteri


__ADS_3

“Qing Jia? siapa itu,” Feng Kuang mengernyitkan keningnya, sepertinya dia benar-benar tidak tahu siapa Qing Jia ini.


“Hoh?” Tian Yan menaikkan alisnya dan bertanya: “Apakah 2 tahun yang lalu kau ada pergi ke hutan darkness?”


“Hah? untuk apa aku pergi ke hutan darkness?” Feng Kuang lebih bingung. “Sudahlah, jangan ganggu aku lagi!”


Setelah selesai berkata, Feng Kuang langsung pergi menjauh dari Tian Yan, sepertinya tidak nyaman ada bersama Tian Yan.


[Mungkin Qing Jia melakukan sesuatu pada ingatan mereka dengan sebuah teknik rahasia.]


‘Kau benar.’


“Emm, saudara Tian ...” Jian San tiba-tiba datang ke sisi Tian Yan dan langsung menangkupkan tinjunya, “Mohon bimbingannya!”


“Kau ingin bertarung denganku?” Tian Yan sedikit bertanya, “Apa kau tidak mengerti kata kalah?”


“Saudara Tian sudah membuka mataku bahwa langit itu luas dan segala sesuatu mempunyai kemungkinan tak terbatas, aku sangat angkuh sebelumnya, mohon maafkan aku!” ungkap Jian San.


‘Kau harusnya lebih angkuh saja biar aku tidak usah mengajar ...’ batin Tian Yan.


‘Sistem, keluarkan pedang Pemotong Gunung!’ titah Tian Yan sambil menyodorkan tangannya ke samping kanan, seakan-akan sedang menggenggam pedang.


[Pedang anda telah hilang di dalam retakan ruang.]


“...” Tian Yan langsung terdiam tak bersuara, hilang? bagaimana bisa hilang, itu pedang tingkat langit!


Tian Yan saat ini merasakan sakit namun tak berdarah dalam dirinya, sungguh nasib yang benar-benar terlalu sial.


“Saudara Tian, apa yang kau lakukan?” Jian San bertanya dengan wajah polos, “Apa kau tidak mau berlatih tanding denganku?”


“Tentu saja aku mau!” Tian Yan menarik kembali tangannya, lalu lanjut berkata: “Namun, aku tidak akan menggunakan pedangku, kau masih belum layak.” Tian Yan mencoba mempertahankan martabatnya.


“Hohhhh ...” Jian San mengangguk paham, ia lalu menghunuskan pedangnya dan langsung menyerang Tian Yan, “Rasakan ini!”


Jian San langsung menebas ke arah Tian Yan, namun langsung dihindari, keduanya melompat ke sana ke mari bagai kucing yang mengejar tikus, namun semuanya masih sia-sia karena gerakan menghindar Tian Yan sangat cepat, bahkan Jian San tidak bisa mengenai sehelai rambutnya.


“Hmm ..." Tian Yan menatap Jian San yang mencoba menyerangnya dengan santai, tiba-tiba dia memikirkan sesuatu yang cukup bagus di benaknya.


Melihat ke arah Bai Qing Ye, Feng Kuang, serta Gong Mai’er yang sedang berlatih, Tian Yan langsung menciptakan ribuan pedang di berbagai sisinya dan langsung dilesatkan ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


Untung saja ketiganya cukup bagus, jadi mereka mampu dengan cepat langsung menangkis semua serangan pedang yang menuju ke arah mereka.


Ting! Ting! Ting! Ting!


“Brengsek, kenapa kau menggangguku!” Feng Kuang memelototi Tian Yan dengan ganas.


“Kau saja yang lemah karena sulit menghindari itu,” Tian Yan tersenyum dan mencibirnya.


“Brengsek!” Feng Kuang seketika menjadi marah dan langsung ikut menyerang Tian Yan bersama-sama dengan Jian San.


“Tunggu aku!” Gong Mai’er juga langsung mengikuti Feng Kuang, sudah jelas dia sangat suka dengan Feng Kuang ini.


“Hah ~ Bagaimana bisa mereka tertipu trik godaan seperti ini?” Bai Qing Ye merasakan aneh dalam benaknya, tapi ketika melihat gabungan Jian San dan keduanya masih belum bisa melukai Tian Yan, dia justru memikirkan sesuatu yang lain.


“Mungkin dia akan jauh lebih cocok menjadi bahan latihanku!" Gumamnya, “Sebaiknya aku manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya!” Bai Qing Ye langsung melesat maju dan ikut bergabung melawan Tian Yan.


***


Sore hari.


Di atas arena bertarung, Jian San dan lainnya terlihat kelelahan dan penuh keringat, bahkan sampai detik ini pun mereka masih belum bisa menyentuh seinci pakaian dari Tian Yan.


‘Ketinggiannya terlalu tinggi hingga aku tidak bisa melihat puncak ilmu pedangnya, benar-benar ada penghalang yang membuatku mustahil untuk dapat mengejarnya ...’ Bai Qing Ye semakin merasa tertekan dan mulai mempertanyakan apa gunanya dia berkultivasi selama ini.


Melihat Bai Qing Ye yang mulai melamun, Tian Yan mengerutkan keningnya dan berteriak: “Bai Qing Ye!” untuk menyadarkannya kembali.


“Ughhh ...” Bai Qing Ye langsung tersadar kembali dan dirinya menjadi sangat ketakutan, bukan karena hal lain, tapi karena hampir saja dirinya mengalami penyimpangan dalam kultivasi.


“Latihan sampai di sini saja, kalian bubarlah!” titah Tian Yan.


“Sial, ini belum selesai!” Feng Kuang melesat maju lagi dan ingin melawan, tapi lehernya langsung ditaruh pedang tajam dari sisi kirinya.


“Kau berani!” Feng Kuang berbalik dan melihat Jian San lah yang melakukan hal tersebut.


“Feng Kuang, cultivator jalan pedang itu harus mengetahui seberapa jauh pedangnya bisa menebas, kau harusnya tahu itu, kan?”


“Guhhh ...” Feng Kuang langsung dibuat tak bersuara mendengar pertanyaan dari Jian San.


“Sial, aku pasti akan mengalahkanmu lain kali!” Feng Kuang langsung menyarungkan pedangnya kembali dan berjalan pergi, diikuti oleh Gong Mai’er di belakangnya.

__ADS_1


“Saudara Tian, aku juga pergi dahulu!” Jian San menangkupkan tinjunya dan langsung pergi.


“Kau?” Tian Yan memandang Bai Qing Ye.


“Aku juga akan pergi.” Bai Qing Ye mengangguk sedikit dan langsung berjalan pergi.


Setelah mereka semua pergi, Tian Yan tiba-tiba melirik ke kanannya dan berkata: “Apa yang ketua sekte Xixia lakukan di sini?”


“Heh, rupanya kau melebihi ekspektasiku, Ketua Qing memang tidak salah memilihmu untuk mengikutiku!”


Bersamaan dengan suara itu, Xixia langsung muncul di dekat Tian Yan.


“Hmm, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Tian Yan sambil memandang Xixia.


“Apa?”


“Sejak kapan Qing Jia menjadi penguasa Tanah Suci Sheng Yun?”


“... Kau tidak tahu?”


“Umm, yahh. Aku baru saja keluar dari kultivasi tertutup beberapa saat yang lalu.”


“Jadi begitu ... biarkan aku memberitahukanmu sesuatu, sebelumnya Ketua Qing adalah murid dari Sekte Yunlong ku ini.


Namun entah kenapa setelah dia menerobos ranah Nascent Soul, dia berkata akan berkultivasi tertutup, namun ketika keluar dia sudah Nascent Soul tahap 9.”


“Lalu?”


“Dia langsung bertarung denganku dan aku kalah, lalu tak lama dia langsung pergi ke Tanah Suci Sheng Yun dan mengalahkan ketua tanah suci sebelumnya dan mengambil alih kekuasaan!”


Mendengar semua penjelasan singkat dari Xixia membuat Tian Yan semakin yakin akan dua hal, yang pertama adalah Qing Jia mendapatkan obat mujarab untuk meningkatkan kekuatannya atau yang kedua adalah Qing Jia sebenarnya adalah mantan orang kuat dari dunia yang lebih tinggi.


“Tunggu, lalu bagaimana dengan pemimpin tanah suci sebelumnya?” tanya Tian Yan.


“Maksudmu ketua Liu Liu? dia masih ada di tanah suci Sheng Yun dan dia adalah pemimpin formal tanah suci Sheng Yun, bahkan sampai saat ini pun hanya orang-orang penting yang mengetahui bahwa tanah suci Sheng Yun sudah ada di tangan dia (Qing Jia).”


« Bersambung! »


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)

__ADS_1


__ADS_2