Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 206 : Kembali Dari Kegelapan


__ADS_3

“Fumu, akhirnya kau semangat lagi.” Huang Yun menyeringai seraya mengulurkan tangannya, “Ayo, Xiao Yan. Takdirmu bukan menjadi orang kecil, takdirmu adalah menjadi yang terkuat! Jangan menyerah!”


“Hmm ...” Tian Yan tersenyum cerah, tetapi bukannya menggapai uluran tangannya, Tian Yan justru langsung memeluknya sehingga dunia yang sebelumnya gelap berubah menjadi bersinar kembali, seolah semua dosa sudah dihapuskan.


“Makasih, Yun Jie.”


Huang Yun tersenyum dan membalas pelukan itu, ketika ia mulai berkata, tubuhnya pun secara perlahan mulai menghilang. “Xiao Yan, aku tahu kau sangat mencintaiku, tetapi ingatlah dengan mereka yang lain, terlebih kepada Bai Qing Ye, karena anak yang ada dalam dirinya, aku menganggapnya anakku juga.”


“... Siap, Bos!”


Seketika semuanya mulai bercahaya menyilaukan dan ketika Tian Yan membuka matanya kembali, semuanya berubah, dia yang sebelumnya ada di ruangan serba hitam, tiba-tiba muncul di dalam ruangan rumahnya, dengan kondisi terikat di tiang kayu.


“Persetan, bajingan siapa yang mengikatku?! Ahsjsjsnsjzisjaksk$&.”


“Suami!”


“Kau sudah sadar rupanya.”


“Hmmm!”


Dihadapkan dengan tiga wanita yang ia kenal berdiri di hadapannya, Tian Yan tidak tahu harus mengatakan apa-apa lagi.


Ia hanya bisa tersenyum konyol dan meminta maaf, “Sepertinya aku merepotkan kakak cantik.”


Kakak cantik ... itu adalah sebutan yang ia gunakan kepada Qing Jia saat masih di Benua Wu Dian.


“Hmm, suami, omong kosong apa yang kau ucapkan?!” Bai Qing Ye jelas sedikit cemburu ketika Tian Yan memuji wanita lain di hadapannya.


“Kau juga cantik, Qing Ye, tolong jangan marah. Daripada itu, tolong bantu lepaskan rantai di tubuhku ini, apa kau tidak kasihan padaku?”


“Hmmm!” Bai Qing Ye memasang wajah malas tahu dan bergegas pergi, akan tetapi wajahnya tiba-tiba berubah menjadi malu-malu karena pujian Tian Yan sebelumnya.


“Apa ini benar-benar bajingan itu?” Xun Die menyoroti tubuh Tian Yan dari samping Qing Jia.


“Tidak diragukan lagi, dia pasti Tian Yan,” jawab Qing Jia, lalu balik bertanya kepada Tian Yan, “Apakah gadis harimau itu yang menyadarkanmu?”


‘Gadis harimau?’ Sama seperti Xun Die yang kebingungan, Bai Qing Ye yang saat ini sedang mengintip dari luar ruangan merasa terkejut dengan perkataan Qing Jia.


Siapa? Siapa orang itu?


Tian Yan tahu kenapa Qing Jia mengetahui tentang Huang Yun, lagi pula keduanya pernah bertemu di tempat masuk Hutan Yin-Yang saat itu, jadi tidak berguna menyembunyikannya.


“Itu benar,” jawab Tian Yan.


“Hmm ...” Qing Jia melirik ke luar pintu, dia tahu Bai Qing Ye sedang mengintip dari sana. “Lalu, apa kau akan pergi? Aku tidak ingin Qing Ye melahirkan seorang anak tanpa ayahnya, sudah cukup dia hidup menyedihkan bersamamu selama ini.”


Perkataan ini memang sangat menusuk hati, tapi itu murni perasaan Qing Jia yang ia utarakan kepada Tian Yan.100000

__ADS_1


“Bagaimana jika aku memaksa pergi?” Tian Yan bertanya dengan tenang.


“... Aku bisa membunuhmu, lho.”


“Senior ...” Xun Die sedikit merinding, begitu pula Bai Qing Ye yang sedang mendengar dari luar.


“... Aku memang ingin pergi, tapi aku akan kembali lagi,” ucap Tian Yan untuk meyakinkan Qing Jia agar melepaskannya.


“Jika kau masih bersikeras ...” Qing Jia menatapnya dengan suram, “Jangan salahkan ratu ini karena bersikap kejam.”


“Tunggu, apa aku pernah menyinggungmu?”


“Ya!” Qing Jia berkata, “Kau sudah melukai mantan muridku.”


“Melukai?” Tian Yan mengerutkan alisnya, dia kemudian memandang Xun Die, tetapi di mana Xun Die sedang terluka?


“Mungkinkah ...”


“Benar, kau melukai Bai Qing Ye! Dengan membuatnya mengandung anakmu, itu adalah kesalahan terbesar karena kultivasinya tidak akan bisa berkembang lagi!”


“Apa?!”


Setahun bersama Bai Qing Ye, akan tetapi Tian Yan belum pernah mendengar hal seperti ini dari mulut Bai Qing Ye.


“Tian Yan, aku tidak tahu berapa lama kau akan pergi. Tetapi kapan kau akan kembali? 1.000 tahun? 10.000 tahun? Aku khawatir kau hanya akan melihat tulangnya ketika kau kembali.”


“Tidak mungkin ...” Tian Yan merasa sangat bersalah dalam hatinya, matanya melihat ke arah luar pintu seolah ingin bertanya kenapa Bai Qing Ye tidak memberitahunya hal penting seperti itu.


“!!!”


“Apa dia tidak bisa membuat tubuh pil seperti yang aku lakukan?” Tian Yan bertanya setelah sedikit berpikir.


“Pil Tubuh adalah pil legendaris, kau pikir ada berapa banyak pil seperti itu? Xun Die terakhir kali memberikannya padamu karena keberuntungannya mendapatkan pil tersebut di Hutan Yin-Yang!” lugas Qing Jia, memberitahu bahwa pil tersebut benar-benar hanya ada satu di Alam Inti Langit ini.


“...” Tian Yan tidak menyangkanya, ini artinya dia benar-benar berhutang budi pada Xun Die.


“Tetapi, apakah tidak ada cara lain?”


“Tentu ada.”


“Benarkah? Apa itu?”


“...” Semua orang di tempat itu terdiam, mereka tidak tahu bagaimana harus memberitahu Tian Yan, termasuk System sendiri.


[...]


“Suami ... tidak ada gunanya menggunakan cara itu.”

__ADS_1


“Iya, cara apa?”


“Duh! Kau masih saja bodoh!” dengus Xun Die sebelum akhirnya menjelaskan, “Janin dalam tubuh Qing Ye adalah sumber masalahnya, apa kau paham sampai di sini?”


Janin adalah sumber masalah ...


Otak Tian Yan akhirnya menangkap apa yang dimaksud, sehingga tubuhnya sedikit lemas ketika memikirkan itu.


“Maksudnya Qing Ye harus menggugurkan bayi itu segera?”


Semua orang hanya terdiam dan tidak menjawab.


“Itu ...” Tian Yan menoleh untuk memandang wajah Qing Ye dengan perasaan kasihan.


“Apapun yang terjadi, aku akan melahirkan anak ini, bahkan jika kau tidak setuju!”


Tian Yan mengerti perasaan seorang ibu dari Qing Ye, ia rasa jika itu ibunya, pasti juga akan melakukan hal yang sama.


Sekarang tugasnya sebagai seorang ayah sekaligus suami adalah harus mencari jalan keluar agar keduanya selamat.


Tapi bagaimana?


Di saat Tian Yan sedang ditelan dalam dilema yang tak henti-hentinya, suara System pun bergema dalam kepalanya.


[Apa host melupakan kehadiran System?]


Suara System sedikit terdengar ngambek.


‘Oh, iya, aku lupa kau masih bersamaku!’ batin Tian Yan.


‘Apa kau ada solusi?’


[Tentu.]


‘Apa?’


[Sebenarnya anda masih memiliki 4 permintaan yang bisa saya kabulkan, Host.]


‘Kenapa kau tidak memberitahuku sejak dulu?!’


[Apa gunanya memberitahu kepada orang sesat, aku selalu menunggu agar Host sepenuhnya sadar agar tidak menggunakan 4 permintaan ini untuk hal yang tidak berguna.]


‘Ehem ...’ Tian Yan merasa bahwa keputusan System sudah tepat, jika System memberitahu hal ini saat dirinya sedang diliputi kegelapan, mungkin dia akan meminta hal yang tidak berguna.


‘Bisakah aku menjadi Dewa Pedang?’


[Permintaan Host di luar nalar, apakah tidak ada yang masih masuk akal?]

__ADS_1


•••


Bersambung! Jangan lupa like, comment, dan share :)


__ADS_2