Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 155 : Huang Yun Kembali!


__ADS_3

Ledakan! Ledakan! Ledakan!



Di tengah-tengah ribuan pulau terapung, pertempuran melampaui ranah Origin King Lapisan 3 dimulai di sana.



Dua melawan satu. Seorang wanita berambut hitam gemulai dengan iris mata seperti kucing terlihat sedang melakukan pertarungan tangan kosong melawan dua pemuda berseragam merah tua yang juga sepertinya tak kalah kuat dari wanita tersebut.



"\*\*\*\*\*\* sialan, kembalikan Buah Kekacauan Dunia itu kepada kami!"



"Hei ..." Wanita itu terlihat sedikit tempramental. "Jaga mulutmu, jangan membuat Ratu ini seperti seorang pencuri!" kata wanita itu sambil melayangkan tinju berapi-api kepada pihak lain.



"Awas!"



"Lambat!" Wanita itu menyengir dingin, pukulan mematikannya kini berhasil menghantam ke atas tubuh pemuda yang lain.



Bang!



"Uakkkkkk...!!"



Tubuh pemuda itu terus meluncur satu arah ke belakang hingga akhirnya menghancurkan gunung batu yang melayang di udara dengan sangat cepat.



Hancur! Hancur!



"Yu Wen!" Pemuda yang lain menoleh dengan wajah tercengang. Ia dan rekannya adalah kultivator yang ranahnya setara dengan wanita yang mereka hadapi, akan tetapi mereka benar-benar dipecundangi!



Apa-apaan ini!



Tepat ketika pikiran pemuda itu belum keluar dari keterkejutannya, suara dingin yang lain secara tiba-tiba muncul dari samping wajahnya.



"Ingatlah untuk tidak menyinggung Ratu ini di kehidupan selanjutnya!"



Mematung!



"Bagaimana bi ..." Pemuda itu hendak menoleh ke posisi normal, namun sebelum dia berhasil, sebuah pukulan dilapisi dengan kekuatan elemen api penghancur menghujam dengan telak tepat di pipi pemuda berpenampilan 20 tahun itu, tidak hanya melukainya, tapi justru membuatnya langsung terpental ribuan meter jauhnya.



"Ckkk, dasar manusia pecundang!" Wanita tersebut menggerutu dengan penuh kekesalan.


__ADS_1


Pada saat itu, entah tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba wanita itu merasakan aura familiar yang secara tiba-tiba muncul jauh di atas tanah. Secara reflek wanita itu menoleh ke bawah.



"...???" Mata wanita itu sedikit terbelalak dengan tidak percaya.



"Xiao Yan!" Wanita itu melayang secara perlahan ke arah bawah, gaun hitam diselimuti oleh zirah perak terlihat sangat indah dan menawan ketika ia secara perlahan-lahan mendarat ke depan pemuda tersebut.



Adapun pemuda tersebut, ia adalah Tian Yan, dan posisi Tian Yan saat ini sedang mengalami kesakitan sambil bertekuk lutut di atas tanah. Akan tetapi, begitu ia mendengar suara familiar yang memanggil, secara sadar maupun tidak sadar hatinya langsung tergerak dan ia mendongak ke atas.



"Yun ... er." Tatapan Tian Yan terjatuh dan hanya terpaku pada wanita itu saja hingga wanita tersebut secara perlahan mendarat di hadapannya dan langsung memeluknya.



"..."



Situasi menjadi hening selama beberapa saat, Tian Yan hanya bisa termenung dan membalas pelukan tersebut dengan erat.



Ini kedamaian ...



"Akhirnya aku menemukanmu." Suara Tian Yan terdengar sedikit bergetar ketika mengatakan hal ini. Sudah dua tahun lebih dia tidak bertemu dengan sosok yang selama ini selalu dia cari-cari, wanita ... yang sangat dia cintai ... Huang Yun!



"Bodoh!" Huang Yun mengencangkan pelukannya hingga membuat suara patah tulang pada diri Tian Yan yang terdengar cukup nyaring.




"Hehe!" Huang Yun menarik kembali pelukannya dan mendengus dingin. "Ada baiknya aku mematahkan tulang-tulangmu agar kau tidak bisa berjalan dan pergi ke mana-mana lagi!"



Meski terdengar begitu kejam, tapi Tian Yan mengerti apa yang dimaksud oleh wanita di hadapannya ini.



"Maafkan aku ..." Tian Yan menggaruk pipinya dan tersenyum canggung. Wanita mana yang betah ditinggal pergi selama bertahun-tahun?



"Ngomong-ngomong, ini di Domain mana?" Tian Yan bertanya, ia beberapa kali mencoba untuk bangkit berdiri tapi tidak bisa! Luka yang diakibatkan oleh Huang Yun benar-benar terlalu parah, bisa dibilang dia lumpuh saat ini.



'Sial, aku setara dengan Origin King Lapisan 3! Bagaimana karena hal ini saja aku tidak bisa berdiri sama sekali?' Tian Yan merasa tercengang dalam hatinya.



\[... Host, Sistem juga tidak dapat—\]



Sebelum Sistem dapat mengucapkan perkataannya, Huang Yun lebih dahulu berkata, "Domain mana? apa maksudmu? kita saat ini berada di Alam Rahasia Pulau Terapung!"



"Hah? apa?!" Meski sudah berada di Benua Huxing tidak terlalu lama, tapi telinga Tian Yan selalu terbuka untuk mendengar bermacam-macam informasi, namun dia belum pernah mendengar tentang Pulau Terapung ini.

__ADS_1



"Tunggu, Xiao Yan. Apa kau benar-benar tidak tahu? lalu bagaimana kau bisa datang ke tempat ini? dan juga ... apa bakatmu serendah ini? setelah 10 tahun berpisah kau hanya baru menginjak ranah Origin King Realm?" Meski kata-kata Huang Yun terkesan pedas, tapi Tian Yan tidak terlalu peduli, sebab begitulah sifat Huang Yun.



"Kita berpisah 10 tahun? apa maksudmu?" Tian Yan ingat terakhir kali bahwa waktu mereka berpisah hanya 2 atau 3 tahun, tidak mungkin 10 tahun, itu terlalu lama.



"SIALANNNNN!!" Raungan penuh kemarahan langsung memekakkan ke dalam telinga mereka, setelah raungan itu berlalu, sebuah aliran cahaya dengan kecepatan 2.000 meter per detik akhirnya melesat ke arah mereka.



"Dia masih hidup rupanya!" Huang Yun memandang ke sisi lain dengan penuh wibawa.



"Xiao Yan, tetap di sini dan lihat saja!" ujar Huang Yun sebelum akhirnya berubah menjadi aliran cahaya ke arah pihak lain, hanya meninggalkan Tian Yan dalam keheningan mendadak.



"Hah?!" Mata Tian Yan terbelalak ketika melihat kecepatan Huang Yun barusan.



"Itu begitu cepat!" Bahkan Jiao Yue tidak akan mencapai kecepatan dua kilo meter dalam sedetik.



\[Host ... ini sepertinya bukan Benua Huxing. Sistem khawatir Host sekarang berada di dunia kultivasi yang ... jauh lebih tinggi.\]



Bang!



Kedua aliran cahaya saling bertemu dan mereka bertukar serangan telapak tangan satu sama lain.



"Wanita, cepat berikan Buah Kekacauan Dunia itu kepada raja ini!" pemuda berambut hitam panjang itu menyelimuti seluruh telapak tangannya dengan Qi berwarna merah, lalu menebas ke arah tubuh Huang Yun.



"Jangan bermimpi!" Huang Yun mencibir, dengan santai ia menghindari serangan barusan, lalu sedikit menunduk ke bawah dan menendang secara horizontal ke arah perut pemuda tersebut.



"Sangat terbaca— Uakkk!" Dia baru saja ingin memasang pertahanan di bawah perut dengan kedua telapak tangannya, namun rupanya tendangan Huang Yun langsung berubah dan mengenai dengan telak pada dagunya.



Bammm~!



"Kau terlalu banyak oceh!" Paha putih indah gemilang itu terlihat sangat indah saat ini ketika diselimuti oleh cahaya matahari yang menyinari.



"Sudah saatnya mengirimmu kepada temanmu di dunia bawah!" Huang Yun mengambil ancang-ancang. Ia mengepalkan tinju dengan erat dan mengaliri Qi unik beserta Elemen Api ke sekujur kepalan tangannya. Kaki kirinya maju selangkah ke depan, sementara satu tangannya sedikit terjulur ke depan sebagai bentuk perkiraan sasaran.



"Rasakan ini!" Huang Yun melayangkan tinjunya ke atas, ke arah pemuda tersebut. "Tinju Penghancur Kehidupan!"



Wuuushhh...!!

__ADS_1


\[**Bersambung**!\]


__ADS_2