
Mendengar tawaran yang disampaikan oleh rekannya, pemuda di sampingnya memasang raut wajah tidak setuju. "Saudari Sheng Yi, kita tidak perlu membawa bocah ini, kita berdua saja sudah cukup!"
Setelah dia berkata seperti itu, Tian Yan juga mengangguk dan berkata dengan perkataan lain, "Aku sedang buru-buru saat ini, jadi maafkan aku!"
Melihat pernyataan Tian Yan yang sepertinya mendukungnya, pemuda itu mencibir dalam hatinya, 'Dia pasti takut kepadaku!'
Sheng Yi di sisi lain hanya bisa terdiam sejenak, baru kemudian dia menghembuskan nafas, "Karena itu keputusanmu, maka aku menghormatinya. Silahkan pergilah."
"Enn!" Tian Yan mengangguk dan berjalan pergi. Setibanya di luar mulut gua, Tian Yan segera pergi dari sana tanpa tujuan yang jelas.
***
Tring! Tring! Tring! Tring!
Mayat Binatang Buas berhamburan di tengah hutan dan mengeluarkan bau amis, menciptakan sungai darah yang mengalir ke berbagai arah.
Tingkat 6 Tahap 5 ...
Tingkat 6 Tahap 6 ...
Semua Binatang Buas itu mati dengan satu tebasan pada setiap tubuh, dan masing-masing juga terbelah menjadi dua bagian dengan rapi karena Tian Yan menggunakan [Teknik Pedang: Tebasan Kilat] yang mematikan.
Setelah selesai membunuh semuanya, Tian Yan mengibaskan pedangnya, membuat seluruh darah pada Pedang Hitam menghilang.
"Sistem, apa kau sudah memisahkan semuanya yang aku maksud?"
[Sudah! Sistem telah memisahkan 8 monster core milik Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 6! sementara yang lainnya sudah ditukar secara otomatis menjadi poin!
"Itu bagus!" Tian Yan mengangguk puas.
Ia melakukan hal ini juga untuk memenuhi persyaratan kemenangan, yakni:
Mengumpulkan 120 Monster Core Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 4 /atau 60 monster core Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 5 dan atau 4 monster core Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 6.
Meski syaratnya itu, Tian Yan tidak ragu untuk 'sedikit' melebihkannya, karena bagi dirinya saat ini Monster Core tidak terlalu susah untuk dicari.
"Sekarang ... aku harus—"
Boom!
Sebuah suara seperti seekor banteng yang menabrak tembok terdengar dari kejauhan dalam satu arah yang jelas.
__ADS_1
"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di sana, aku harus memeriksanya!" gumam Tian Yan. Dengan rasa penasaran yang tinggi, dirinya pun langsung melaju ke arah ledakan barusan terjadi.
Boom!
"Ckk, kau sangat menyusahkan!"
Saat ini, di sebuah tanah lapang yang terbuka, Xun Die sedang berhadapan satu lawan satu dengan seekor bison raksasa yang nampak ganas dan tangguh.
Setiap bison itu menghembuskan, maka yang keluar adalah nafas dingin yang bisa membuat kultivator ranah Void Tribulation mati kedinginan dalam sekejap.
"Ughh, bagaimana bisa aku selemah ini!" Xun Die berdecak kesal dalam hatinya, dan terus menerus kecewa dengan dirinya sendiri.
'Jika begini aku tidak akan pernah dapat mengalahkan Tian Yan itu!' batinnya, dan ia menangkis sundulan Bison tersebut.
'Apa yang harus aku lakukan ...'
Dalam sekejap hati Xun Die dipenuhi dengan keragu-raguan dan kebingungan, seolah dia linglung, tidak tahu harus melakukan apa, terjebak dalam rasa tak berdaya yang tak ada jawabannya.
Lemah!
Saking banyaknya pikiran itu, mengakibatkan Xun Die yang awalnya masih bisa seimbang melawan Bison Raksasa, kini tiba-tiba tanpa sadar sudah membuka celah lebar yang membuat Bison Raksasa itu langsung menghantam tubuhnya dengan ekornya yang sangat besar.
BAAAMMMM!!
"Ahhhkkkkkkk..." Xun Die merasa badan bawahnya benar-benar mati rasa, dan seluruh meridiannya sangat kesakitan sehingga mengakibatkan dirinya untuk bangkit kembali sangatlah sulit.
"Ughhhhh ..." Xun Die secara usaha mencoba untuk bangkit berdiri dengan pedang sebagai topangannya, namun bahkan setelah berhasil berdiri, Xun Die masihlah sempoyongan, dan sebelum dia mampu mendongak ke depan, sosok Bison Raksasa itu telah tiba di depannya dan siap untuk menyundulnya.
"Grooooooooohhhh..."
"Beraninya menyakiti wanitaku!"
Suara familiar segera ditransmisikan ke telinga Xun Die pada detik itu juga, membuat Xun Die langsung seperti mempunyai harapan.
"Tebasan Kilat!"
Setelah ucapan itu dikeluarkan, sebuah serangan berbentuk pedang menebas secara horizontal (—) tepat beberapa inchi di atas rambut Xun Die yang terus berlanjut hingga mengenai Bison Raksasa tersebut.
Slashhhhhh...!!
Semudah memotong tahu dan membelah agar-agar, serangan pedang yang baru saja muncul itu langsung membelah tubuh Bison Raksasa secara rapi menjadi dua bagian, dan membuatnya mati seketika.
__ADS_1
Tap!
Sosok yang menyelamatkan dan melakukan semuanya barusan kini berdiri di sampingnya dan memandangnya. Sejenak, seolah dunia berhenti waktunya, hanya ada keduanya yang saling bertatapan mata.
"Xun Die, dunia sepertinya sangat sempit!" kata Tian Yan dengan senyum ramahnya.
"Kau ..." Xun Die sedikit tidak bisa berkata-kata, namun cepat-cepat ia mengubah ekspresinya dan memukul perut Tian Yan, "Apa yang kau maksud dengan 'Wanitaku' sebelumnya?! jangan bermimpi!"
Xun Die mengalihkan wajahnya dengan malas tau, tapi diam-diam juga wajahnya sedikit memerah, namun dia masih menjaga wibawanya.
"Hehe ..." Tian Yan tidak mempermasalahkannya, "Yah, yang penting kau selamat, itu yang terbaik dan anggap saja sebagai balas budiku."
'Dia mengkhawatirkan aku?' Xun Die menatap curiga kepada Tian Yan, 'Tidak mungkin, ini terlalu mencurigakan.'
"Tapi apa maksudmu dengan balas budi itu? aku tidak ingat pernah membantumu!" kata Xun Die.
"Tidak, lupakan saja apa yang aku katakan barusan, sekarang yang lebih penting adalah menyembuhkan dirimu dahulu!" balas Tian Yan.
"Jangan sok peduli padaku!"
***
Di dalam sebuah gua pohon yang cukup luas, keduanya duduk bermeditasi bersama-sama, sementara Xun Die memurnikan Pil Tingkat Langit untuk mempercepat proses penyembuhannya, Tian Yan juga fokus dalam penyerapan Energi Alam di sekitar tempat ini.
Luka-luka pada tubuh Xun Die kelihatan sudah sembuh, dapat dilihat bahwa pil yang dia telan memang memiliki khasiat terbaik.
Xun Die membuka matanya, kemudian Tian Yan juga membuka matanya.
"Aku tidak terkejut kenapa saudari Qing memilihmu untuk mengikuti kompetisi ini!" kata Xun Die. Dia nampaknya sudah paham alasan terbesarnya. "Kau sangatlah kuat, bahkan dapat membunuh Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 6 dengan mudah seperti sebelumnya," Xun Die tersenyum kecut.
"Apakah ini pengakuan?" Tian Yan menggodanya.
"Hmph! Aku akui kau sedikit lebih baik dariku, tapi hanya itu saja!" Xun Die mendengus dingin.
"Hei, ayolah ..." Tian Yan tersenyum mengejek.
"Tapi, terima kasih."
"Hmm?" Tian Yan berhenti tersenyum dan menaikkan alisnya, dia rasa telinganya salah dengar.
"Pokoknya terima kasih karena telah menyelamatkanku, itu saja!" kata Xun Die, dan segera beranjak pergi keluar dari gua pohon itu dengan cepat.
__ADS_1
"Ckckck, wanita ..."
[Bersambung!]