
Tian Yan semakin tertarik. Jadi ia menebak, "Apakah ini artinya ras manusiaku adalah penguasa saat ini?"
"Tentu tidak seperti itu cara kerjanya." Qing Jia menjelaskan agar kiranya pemuda di hadapannya ini paham. "Disayang langit, artinya ras manusiamu akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi raja, tapi tetap saja bukan hal gampang menggulingkan kekuasaan ketiga ras besar yang lainnya."
Ras besar yang dimaksud adalah Spirit Beast, Demon, dan Ashura. Mereka adalah ras unik yang sangat kuat dan memiliki kemampuan bawaan sejak lahir, sangat berbeda dengan manusia.
"Jadi, jika aku mengumpulkan banyak manusia, terlebih lagi yang berbakat di tempat ini, maka tempat ini akan semakin subur dan auranya akan lebih terjaga, tentu saja ini hanya hipotesisku," ungkap Qing Jia tentang niatnya menyuruh Tian Yan membawa para murid-murid jeniusnya.
Tian Yan mengangguk dan mengakui pendapat Qing Jia ini.
"Oh, yah. Apa senior tahu tentang Ras Heian?" Tian Yan tiba-tiba mengubah arah topik, karena penasaran dengan ras ini yang katanya jauh lebih sedikit daripada manusia.
"Ras Heian ... Kudengar mereka diciptakan oleh Dewa Iblis Sejati sebagai pelayan mereka, tapi sepertinya ada beberapa yang menyelinap pergi dan mendirikan klan mereka sendiri."
"Ahhh ..." Qing Jia gagal fokus, dia benar-benar dibuat terkecoh dengan pertanyaan Tian Yan, sampai-sampai ia malam membeberkan rahasia yang tak seorang pun ketahui di Alam Inti Langit ini.
Tian Yan tersenyum dan berkata untuk menenangkan Qing Jia. "Senior tidak perlu terlalu peduli, aku memang tahu senior pasti dari Alam Suci."
"... Begitu, yah." Qing Jia tidak terlalu peduli sesungguhnya, lagi pula hal semacam ini akan diketahui oleh Tian Yan, cepat atau lambat.
Slurppp ...
Qing Jia kembali menyesap teh hangat untuk menenangkan suasana.
Sedangkan Tian Yan, ia hanya memandangi Qing Jia dan ikut meminum teh hangat tersebut sambil mengamati kapan Qing Jia akan berhenti, dia juga akan berhenti untuk bertanya.
__ADS_1
"Apa Senior tahu tentang Elf?"
"Elf ..." Qing Jia memicingkan matanya ketika perkataan itu keluar dari bibir mulut pemuda di hadapannya. "Bagaimana kau mengetahui ras legenda itu? Dikabarkan mereka adalah kesayangan langit sebelum ras manusia saat ini, tapi karena mereka terlalu berbahaya, mereka pun ditentang oleh ketiga ras besar dan berujung dengan kepunahan massal."
"Apa?!" Tian Yan menahan nafas tidak percaya. Itu artinya Ras Elf yang ada di Benua Wu Dian adalah sisa-sisa ras yang selamat setelah perang di zaman kuno.
Wow! Tidak heran ketika Tian Yan menanyakan tentang Ras Elf, Huang Yun malah tidak mengetahuinya, rupanya mereka memang sudah punah 99,9%!
Qing Jia mengernyitkan keningnya dan menjelaskan lebih runtut. "Ras Elf ini dikabarkan terdiri dari beberapa suku besar, dan yang terkuat berasal dari suku Jiao yang sangat ahli dalam memanah. Kabarnya leluhur mereka dahulu dapat membuat sayap kanan Permaisuri Phoenix terluka parah dengan Hukum Panahnya!"
Tian Yan tidak bisa berkata-kata lagi. Karena bahkan dapat melukai Permaisuri Phoenix, pemilik tubuh peringkat 1 di semesta kultivasi ini, seberapa kuat Ras Elf pada masa kejayaan mereka?
Apalagi bermarga Jiao, bukankah itu satu suku dengan wanitanya, Jiao Yue? .
"Ti-Tian Yan ... Kau menjadikan ras legenda seperti itu sebagai pelayanmu?" Baru kali ini sosok dingin seperti Qing Jia merasa benar-benar ingin memukuli otak bodoh Tian Yan. "Aku tidak tahu kau ini benar-benar hebat atau bodoh," ucapnya tanpa memedulikan cercaannya.
Qing Jia tidak tahu apa yang akan terjadi jika para penduduk Alam Suci mengetahui masih ada ras Elf di dunia ini dan sekarang rupanya hanyalah pelayan dari seorang manusia, ras terlemah di seantero jagad kultivasi ini.
"Ughh ..." Qing Jia meletakkan kembali gelasnya dan mengusap-usap keningnya. 'Apa mimpi itu benar? Sang Dewi benar-benar menyuruhku untuk melindungi anak bodoh ini di Alam Suci? Yang bahkan menjadi elf sebagai pelayan?' batin Qing Jia ingin menangis, tapi kemudian dia menyadari sesuatu lagi, 'Jika aku menjaganya, bukankah aku juga akan menjadi penjaganya ...?'
Ras Phoenix juga adalah ras spesial di antara langit dan bumi ini. Dapat menjadikan seorang Phoenix sebagai penjaga, Qing Jia merasa Dewi benar-benar terlalu menganak emaskan Tian Yan.
"Hei, Senior ..." Tian Yan terima saja ketika dirinya sedikit diejek seperti itu, karena itu juga fakta. "Apa senior tahu tentang ini?" tanya Tian Yan sembari memegang kalung bintang permata merah yang tergantung di lehernya.
"Ah ... Itu ..." Qing Jia berusaha untuk melihat lebih dalam. "Sepertinya ini artefak kelas Saint Heaven!" Qing Jia berseru setelah berhasil melihat kedalaman artefak itu menggunakan kesadaran spiritualnya yang sangat kuat. "Bagaimana bisa kau memiliki artefak seberharga ini, Nak?"
__ADS_1
Pertanyaan Qing Jia itu dijawab oleh Tian Yan dengan jawaban yang sederhana. "Ini adalah warisan dari orang tuaku, aku tidak menyangka akan sangat berharga seperti ini."
"Kau benar!" Qing Jia mengangguk, "Sekarang tidak heran kenapa jiwamu tidak apa-apa ketika tubuhmu dihancurkan. Lagi pula artefak ini adalah tipe jiwa yang mungkin bisa menjaga jiwamu."
"Jadi begitu ..." Tian Yan berpura-pura tidak mengetahui kegunaan kalungnya ini.
"Hmmm ..." Ketika membicarakan tentang jiwa, Tian Yan akhirnya teringat tentang memori masa lalunya. "Kenapa ayah atau ibu tidak menggunakan kalung ini? Bukankah ini akan menyelamatkan nyawa mereka bahkan jika mereka dibunuh?" gumam Tian Yan. Dia merasa ada yang tidak beres, seolah ada misteri besar yang tidak dia ketahui— Mungkin satu-satunya jalan untuk mengetahui semuanya adalah dengan menanyakannya langsung kepada Keluarga Zhang, keluarga ayahnya di Alam Suci.
Tian Yan keluar dari lamunannya, lalu menatap Qing Jia untuk bertanya, "Kapan kita akan ke Alam Suci?"
Qing Jia menanggapinya, "Bulan depan? Lagi pula kau belum menstabilkan ranahmu, bukan?"
Tian Yan mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu pergilah dan datang kembali ketika kau sudah benar-benar siap!"
"Baik, Senior!" Tian Yan bangkit berdiri dan membungkuk hormat sebelum akhirnya meninggalkan puncak utama dan pergi ke salah satu rumah yang berada di tebing suatu gunung di sebelah barat.
Rumah di tebing itu ada empat dan keempat-empatnya saling menyambung satu sama lain— tidak ada jalan yang menghubungkan tempat itu dengan dataran di bawah sehingga akses satu-satunya ke sana hanyalah dengan terbang.
Ketika Tian Yan mendarat di depan rumahnya, tiga penghuni rumah yang lain membuka mata mereka, mereka adalah Jiao Yue, Bing Hua, dan Bai Qing Ye.
Mendapatkan respon dari mereka, Tian Yan sejenak memejamkan matanya dan memberikan pesan bahwa ia akan masuk ke pengasingan dalam sebulan. Barulah setelah itu ia melangkah masuk ke dalam rumah kecilnya dan mendirikan array agar tidak ada suara yang akan mengganggu pengasingannya.
...Bersambung! Jangan lupa like bosque :)...
__ADS_1