Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 086 : Kacau


__ADS_3

Di atas tempat bertanding, suara benturan benda keras yang bergesekan terus terdengar dan membisingkan telinga semua orang, hampir tidak ada dari mereka yang ingin melepaskan pandangan dari pertarungan yang terjadi ini.


Beberapa kali Tian Yan memberikan luka di antara paha samping Qiang Yang, serta beberapa kali juga Qiang Yang mencoba menyerang bagian vatal Tian Yan, namun selalu agak meleset.


"Kesal! 100 gerakan beruntun!" Qiang Yang merubah ritme pertarungan, kini serangannya lebih banyak gerakan cepat yang menusuk ke depan, tapi Tian Yan juga yang memiliki minim pertarungan hanya bisa menangkis dan menangkis.


Sebab jika ia mengeluarkan kekuatan sejati, mungkin tanpa sengaja dia bisa membunuh Qiang Yang dan bisa-bisa dia masuk penjara Kekaisaran, itu tidak bagus.


Jadi, Tian Yan dibandingkan menyerang balik, ia lebih sering menghindar dan menghindar sehingga membuat Qiang Yang yang kesal dengan sengaja mengeluarkan cacian kepadanya.


"Terus meloncat-loncat seperti monyet, pasti orang tuamu monyet!"


"..."


Tian Yan menghindar satu serangan lagi dan wajahnya langsung berubah menjadi muram seperti arang panci.


Swoosh! Swoosh!


Tian Yan memiliki wajah yang benar-benar tidak cerah saat ini, sebab perkataan barusan benar-benar penghinaan bagi orang tuanya.


"Cukup menghinaku, jangan mendiang orang tuaku. Karena kau tidak memiliki kualifikasi untuk itu! Bahkan Dewa sekalipun tidak memiliki hak mengatakan itu!" Tian Yan berkata dengan nada yang dalam.


Qiang Yang tersenyum bahagia, karena berpikir sudah berhasil mengganggu konsentrasi Tian Yan. "Hehe, apa kau ma—???"


Sedetik sebelum dia dapat menyelesaikan ucapannya, Pedang Hitam di tangan Tian Yan sudah melewati lehernya dan memisahkan tubuh dengan kepala Qiang Yang seperti memotong tomat


"!!!"


"!!!"


"!!!"


Kaisar, Bing Hua, bahkan para penonton, semua orang yang bisa membelalakkan mata mereka.


Tapppp ...


Kepala tanpa tubuh itu terjatuh dan menggelinding ke tanah, seolah kelapa tua yang terjatuh dari pohonnya.


"Bajingan!" Ayah dari Qiang Yang, yakni Qiang Yuchun, langsung menangis darah dan dengan penuh amarah langsung melesat menuju ke arah Tian Yan dengan kultivasi Origin Field Lapisan 3 miliknya.


Tanpa dia sadari, Lu Yuo juga sudah tiba di sampingnya dan menendangnya seperti menendang bola, langsung membuatnya meluncur hingga menghancurkan dinding kekaisaran yang cukup kuat.


"Nak, kau tidak apa-apa?"


"Saudara ..."


Lu Yuo dan Lu Xi mendarat di dekat Tian Yan dan memandanginya dengan khawatir.


"... Ya." Tian Yan menjawab dengan anggukan, "Aku baik-baik saja."

__ADS_1


'Masalahnya adalah ... arghh, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri lagi!?'


Beberapa saat yang lalu Tian Yan mendapatkan pemberitahuan dari System bahwa jumlah Exp sudah tercukupi dan ia akan segera menerobos dalam 12 jam.


Dan bukan hanya itu saja masalahnya, dia juga membuat keluarga kekaisaran marah pastinya.


'Tuan, haruskah aku muncul sekarang?' Jiao Yue tiba-tiba mengirimkan pedang Kesadaran Spiritual kepada Tian Yan.


'Tidak, tunggu dulu!' Jika Jiao Yue benar-benar keluar, maka pertarungan pasti terjadi, jadi untuk saat ini mari lihat alurnya dahulu.


Dari ruang pertemuan, banyak orang yang menyaksikan adegan barusan, dan lagi-lagi mereka dibuat terkejut dengan Keluarga Lu ini.


"Patriark Keluarga Lu sebenarnya sudah kembali ke kejayaannya, yakni Origin Field Lapisan 3!"


"Untung saja dia tidak melawan Qiang Yang tadi, jika tidak ..."


Qiang Yang mungkin kalah dengan satu gerakan.


"Diamlah." Kaisar mengangkat tangannya, lalu menoleh kepada mereka bertiga, "Apakah kalian ingin membuat kekacauan di dalam Istana?"


Lu Yuo menangkupkan tinjunya dan berkata, "Yang Mulia Kaisar, Lu Yan tidak sengaja membuah Qiang Yang, apakah kau akan tetap menghukumnya?"


Kaisar Bing Fan membalas, "Ini peraturan pertandingan ini, aku sebagai Kaisar haruslah adil."


"Hukuman apa?" Lu Yuo bertanya lagi.


"..." Lu Yuo benar-benar terkejut dengan pernyataan itu, 100 tahun adalah waktu yang cukup lama, terlebih lagi sebelumnya memiliki sedikit janji pada Tian Yan, beberapa saat setelah dia menawarkan putrinya untuk dibawa oleh Tian Yan.


Tian Yan kala itu berkata, "Maafkan aku senior, tapi dunia sangat misterius, aku tidak yakin dapat melindungi Saudari Lu Xi."


"Ah ..." Lu Yuo tahu itu hanya alasan, jadi dia bertanya lagi, "Apakah Dermawan Tian sudah memiliki istri?"


"... Ya!"


'Tidak heran ...'


"Tapi, Senior ... jika kau mau, aku akan datang kembali ketika sudah lebih kuat lagi, aku yakin bisa membantu Keluarga Lu pada saat itu.


Perkataan Tian Yan saat itu tampaknya disalahartikan oleh Lu Yuo, padahal maksud Tian Yan dia akan membawa Keluarga Lu ke Sekte Naga Giok, bukan akan menikahi Lu Xi setelah dia menjadi kuat.


Tapi ia sudah terlanjur salah paham dan mengadakan janji di antara keduanya.


Jadi saat ini ketika melihat Tian Yan ditindas, dia langsung menolong.


"Yang Mulia, Lu Yan adalah jenius keluargaku, dapatkah anda menghukum saya saja?" kata Lu Yuo.


"Senior ..." Tian Yan terkejut dengan sikap rela berkorban dari Lu Yuo.


"Diamlah ..." kata Lu Yuo, "Selama putriku bisa bahagia, kenapa tidak?"

__ADS_1


"..."


"Anjing tua, Ayah Kaisar sudah berkata seperti itu, jangan malah menawarkan!" Bing Yuo yang selama ini terdiam kini angkat bicara, sepertinya ingin menarik perhatian sang ayah.


"Kaisar adalah penguasa, kaisar adalah segalanya, kaisar adalah dewa kalian semua! Hormatilah dia!" tegasnya sekali lagi.


"Ughh ..." Lu Yuo sedikit tertekan.


" Ayah Kaisar, biarkan aku membunuhnya!" kata Bing Yuo.


"..." Kaisar hanya terdiam tak bersuara.


Bing Yuo menganggap itu sebagai persetujuan, jadi dengan seringai licik, dia langsung bangkit berdiri dan terbang menuju Tian Yan dan lainnya.


"Berhenti!" Bing Hua tiba-tiba angkat bicara dari kursi tahtanya.


*Berhenti!*


Bing Yuo langsung berhenti, dan menoleh ke belakang dengan raut wajah kesal.


"Kenapa kau—"


"Pemuda itu akan menjadi pelayanku mulai saat ini, jika kau berani menyentuhnya ... aku akan membunuhmu!" ungkapnya.


"!!!" Bing Yuo benar-benar membeku di tempat, harga dirinya seperti diinjak-injak oleh Bing Hua.


"Ya, terserah kau saja, Hua'er." Kaisar tiba-tiba membocorkan suaranya yang membuat Bing Yuo semakin kesal dan malu karena Ayahnya lebih mendukung adik perempuannya.


"Fiuhhh ..." Lu Yuo menghela nafas lega, meski begitu dia masih sedikit khawatir.


"Tian Yan, jika suatu hari nanti ada kesempatan, pastikan penuhi janjimu itu." Lu Yuo menoleh ke arah Tian Yan.


"Ya." Tian Yan menjawab singkat, tapi hatinya lebih bahagia, 'Hahahaha, aku bingung bagaimana cara untuk dekat dengannya, siapa yang menyangka dia akan mengundangku sendiri?'


"Perayaan sudah usai sampai di sini, kalian semua pulanglah!"


***


Siang hari, di dalam sebuah ruangan, Tian Yan ditunjukkan sedang berbicaralah dengan seorang putri cantik yang bukan lain adalah Bing Hua.


"Bakatmu sangat bagus, Lu Yan."


"Terima kasih!" Tian Yan mengangguk.


"Lu Yan, apa kau benar-benar orang Keluarga Lu? ataukah hanya menyamar?"


"Eh?" Tian Yan terkejut.


[Bersambung!]

__ADS_1


__ADS_2