
"Kenapa main hancur-hancuran begitu? aku tahu kalian kuat, tapi bukan berarti kalian harus membunuh secara sembarangan, bukan?"
"Secara sembarangan katamu?" Salah satu Origin King Lapisan 2 menarik kerah baju Tian Yan dan berkata secara lugas kepadanya, "Sekte Naga Giok sudah membunuh murid Sekte Cahaya Harapan, itu artinya sekte ini harus dibumi hanguskan!"
"Eh?" Tian Yan pura-pura terkejut, sebab dia masih harus mengulur waktu menunggu kedatangan orang-orangnya.
"Hei, jangan membuang waktu, bunuh juga dia, lalu hancurkan sekte kecil ini," kata Deng Guang dari belakang, cukup kesal karena Tian Yan menghambat para tetua sektenya.
"Baik, Master Sekte!" Tetua itu sedikit mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya kembali kepada Tian Yan.
"Jangan salahkan aku, salahkan nasibmu kenapa harus mati di tanganku." Ekspresi tetua itu terlihat tidak menunjukkan rasa kasihan sedikitpun ketika tangan kanannya mulai terkepal dan diselimuti oleh Origin Qi yang mematikan, siap untuk melubangi tubuh Tian Yan.
"Hyahhhhhhhhhh!!"
*Tungggggg!*
Suara dengungang terdengar setelah tinju pihak lain menabrak bagian perut bawah Tian Yan, itu seperti tongkat besi yang dipukulkan ke arah besi sehingga menghasilkan suara yang berdengung.
"Bagaimana bisa?" Tetua itu menatap secara perlahan kepada mata Tian Yan, tetapi yang dia lihat hanyalah rasa jijik seperti melihat semut yang bertingkat sombong kepada ratu semut.
"Aku ..." Tangan Tian Yan mulai bergerak lalu menggenggam pergelangan tangan Tetua Sekte Cahaya Harapan, "... adalah Tian Yan."
Pada detik itu juga, tatapan Tetua Sekte Cahaya Harapan yang menyerangnya menjadi melebar, bukan karena terkejut dengan pemberitahuan mengejutkan dari Tian Yan, tetapi karena tangan kiri Tian Yan yang saat ini sudah menembus bagian perutnya.
"Uhukkk!" Seteguk darah dimuntahkan, pada akhir ajalnya, tetua sekte itu masih bingung kenapa Tian Yan bisa dengan mudah mengalahkannya, jelas dia tidak menerima kematian ini.
"APA?!" Para tetua sekte cahaya harapan, atau para Origin King Lapisan 2 yang lain sangat terkejut, tak terlepas bahkan Deng Guang dan dua Origin King Lapisan 3 yang lain hanya bisa terdiam ketika menyaksikan pembunuhan instan ini.
"Dia sepertinya benar-benar Master Sekte dari sekte ini." Deng Guang bergumam lirih, dan melirik ke kiri dan kanannya, yakni kepada kedua Origin King Lapisan 3 yang mengikutinya.
"Leluhur V dan Leluhur II, haruskah aku sendiri?"
"Tidak ..." Lelaki tua kurus yang adalah Leluhur II langsung maju selangkah dan memandangi Tian Yan, "Ayo kita maju sama-sama."
__ADS_1
"Ya, dia jika maju sendiri hanya akan mempersulit keadaan, aku juga ingin segera pulang, pinggangku sudah sakit berdiri selama ini di sini," sangga Lelaki Tua botak yang adalah Leluhur IV.
"Baiklah, senior!" Deng Guang mengangguk, kedua Leluhur adalah Master Sekte Cahaya Harapan yang sebelumnya, jadi wajar jika ia memanggil mereka pendahulu atau senior, sebab dia menghormati mereka.
"Ayo ma—" Leluhur II baru ingin memberikan arahan, namun secara tiba-tiba saja muncul gejolak Origin Qi dari pusat Sekte Naga Giok yang secara tiba-tiba saja muncul begitu saja.
"Origin King Lapisan 1! Origin King Lapisan 2 ... Sovereign Lapisan 1 ..." Ia secara perlahan-lahan mulai merasakan aura itu, pada awalnya dirinya beserta mereka yang lain masih tenang, akan tetapi setelah lima detik kemudian, mereka semuanya menjadi serius.
"Origin King Lapisan 3! Dan aura ini ... Elf!" Leluhur IV berkomentar dengan keadaan saat ini yang secara tiba-tiba saja berubah, akan tetapi mereka tidak panik, sebab mereka hanya merasakan satu Origin King Lapisan 3 di antara pihak yang baru bermunculan itu.
"Bocah ini cukup licik!" Leluhur II menoleh dan mendengus dingin, sekarang dia akhirnya sadar bahwa Tian Yan hanya ingin mengulur waktu saja untuk menunggu kedatangan pihak lain.
"Biarkan mereka datang, aku sebelumnya berpikir untuk menghancurkan dari dalam terlebih dahulu, tapi karena sudah begini, maka ayo hancurkan mereka semua sekaligus!" Deng Guang tidak kenal takut, dia sendiri adalah Origin King Lapisan 3 dan ada dua leluhur yang mengikutinya, apalagi yang harus membuatnya takut?
Wish Wish Wush!
Dalam kurun waktu kurang dari 30 detik, setiap sosok yang baru saja tiba langsung bergabung dengan Tian Yan dan tatapan mereka menjadi sangat sengit kepada pihak lain.
"Tian Yan, bukan? apa hanya ini?" Deng Guang maju selangkah dan bertanya.
"Ya, hanya ini. Sekarang aku yang bertanya balik, apakah hanya kalian saja?"
"Hah?"
"Haha ... Hahahahaha!" Deng Guang tertawa ketir, ia tidak menyangka akan bertemu orang seangkuh Tian Yan di sini.
"Ya, hanya ini saja! Tapi sudah cukup untuk meratakan sekte kecil ini!" ungkap Deng Guang dengan sombong, tanpa berbasa-basi lagi ia langsung mengeluarkan tombak peraknya dan menyelimutinya dengan Origin Qi miliknya.
"!"
Mereka yang berada di pihaknya juga langsung mengeluarkan senjata terbaik mereka, dan memasang ancang-ancang untuk menyerang.
"..." Tian Yan tak mau kalah keren, ia juga langsung mengeluarkan Pedang Naga Emas miliknya, lalu diikuti oleh para bawahannya.
__ADS_1
"Jiao Yue, Bing Hua, Senior ... sisakan satu untuk diriku."
"Baik!" Kali ini Jiao Yue dan Bing Hua sudah tidak ada rasa kuatir lagi, mereka benar-benar percaya Tian Yan dapat mengalahkan salah satu dari pihak musuh.
"Oh, yah ... di mana Jiao Wen?" Jiao Yang maju selangkah ke samping Tian Yan.
"Aku akan menceritakannya nanti, sekarang ayo kalahkan mereka terlebih dahulu," jawab Tian Yan.
"Ehh, baiklah." Jiao Yang kelihatan santai, tidak ada rasa takut untuk kalah saat ini. Ia sudah dengan jelas melihat kekuatan putrinya saat di Wilayah Selatan, itu hanya sedikit lebih lemah dari dirinya, terlebih lagi ada Bing Hua di sini yang katanya hampir setara dengan dirinya (Jiao Yue).
Itu artinya ini seimbang!
Ia tidak tahu sekuat apa Tian Yan saat ini, yang jelas dia tidak memiliki perasaan takut atau cemas tentang pertempuran saat ini.
"Apa kalian sudah selesai berbicara omong kosong? bisakah kita mulai saja!" Deng Guang melontarkan tatapan tidak senang kepada mereka.
"Hmm, yah!" Tian Yan juga memasang kuda-kuda berpedang, mereka yang lain juga sama.
"Ayo maju!"
"Ya!"
Swoosh Swoosh Swoosh!
Pertarungan pun terjadi, Tian Yan melawan Deng Guang, sementara Jiao Yang melawan melawan Leluhur IV, serta Jiao Yue dan Bing Hua melawan Leluhur II yang memiliki kultivasi sangat mendalam.
"Haruskah kita memulainya juga?" Zhang Ye, bocah 10 tahun itu tersenyum mematikan kepada kesepuluh Origin King Lapisan 2.
"Bocah sombong!"
"Ayo maju!"
[Bersambung!]
__ADS_1