Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 232 : Akhirnya Muncul


__ADS_3

“100 Batu Energi!” ucap seorang lelaki tua pendek.


“Oke, 100 Batu Energi – Apa ada yang lain?” Yan Mo menatap ke setiap sisi namun tidak ada yang menjawab sampai akhirnya terdengar suara dari deretan depan, tempat ia berpapasan.


“150!” ujar Tian Yan singkat.


Ketika Tian Yan menawar seperti itu, ia langsung dicibir oleh beberapa mulut yang ada di sekitarnya.


“Apa dia bodoh? Jelas-jelas penawar sebelumnya sudah diatur oleh Paviliun Harta Karun untuk memicu kenaikan harga, aku tidak menyangka ada orang bodoh yang termakan umpan rendahan semacam itu.”


“Kau benar, kau benar, pemuda itu benar-benar bodoh!”


Mendengar bisikan mereka yang penuh dengan cibiran dan cercaan, Tian Yan sama sekali tidak menghiraukannya.


‘System yang menyuruhku untuk membelinya, aku yakin ini benda yang berharga kedepannya ...’ ucap Tian Yan dalam batin sambil menepis semua cibiran di telinganya dan terus memandangi benda yang berada di atas nampan besi tersebut.


“Ahh ...” Yan Mo memandang Tian Yan dengan perasaan bersalah, dia sebenarnya sudah memasang pengaturan pada lelang batu ini agar reputasinya tidak jatuh, tapi siapa yang sangka Tian Yan akan membelinya?


“Sepertinya sudah tidak ada yang tertarik lagi, jadi ...” Yan Mo memutuskan untuk menjadikan Tian Yan pemenangnya dan lanjut ke pelelangan yang selanjutnya dengan kesengitan dari para hadirin yang membuat suasana mencekam di setiap penawarannya.


“Heuhh, apa tidak ada pedang?” Tian Yan mendesah pelan, rasanya sangat sia-sia jika benda yang ia cari justru tidak ada di sini.


“Baiklah, benda selanjutnya adalah hal yang berharga! Aku harap kalian berpikir keras jika tidak ingin Batu Energi kalian habis, hahaha!” Dengan nada sedikit bercanda, Yan Mo pun mempersilahkan asistennya untuk membawa sesuatu yang sudah ditutupi oleh kain khusus.


“Apa itu? Kenapa ditutup?”


Banyak tatapan penasaran yang menjadi lebih serius, bahkan mereka para VIP yang selama ini cukup tenang akhirnya memutuskan untuk memata-matai lewat kesadaran spiritual mereka, berharap dapat menemukan benda apa itu sebenarnya.


“Kalian tidak perlu memata-matai dan bersabarlah.” Yan Mo tersenyum menyipit sembari menghalau semua kesadaran spiritual yang datang.


“Manusia, benda apa itu? Bukalah supaya raja ini bisa melihatnya!” ucap seorang pria beriris mata seperti buaya dari atas lantai dua.


“Benar! Kenapa terlalu lama??” sambung seorang wanita berhidung dan mulut seperti kucing.


Padahal keduanya hanya Saint Soul, tapi mereka seberani ini, jelas-jelas karena mereka merasa sebagai mayoritas di Alam Suci yang membuat mereka berani memandang remeh manusia dari tingkatan yang lebih tinggi.


Ini benar-benar sombong dan menjatuhkan, tapi bagi seseorang yang sudah hidup ribuan tahun di Alam Suci, lelaki paruh baya itu hanya bisa membalas ucapan mereka dengan senyuman.

__ADS_1


Membunuh mereka bukanlah hal yang begitu sulit, namun dia tidak ingin menciptakan masalah yang bisa mempengaruhi reputasi Paviliun Harta Karun – terlebih Istana Harta Karun tempatnya berasal.


“Karena saudara-saudara di atas sudah tidak sabaran, maka Yang akan melanjutkannya – jadi duduklah dahulu.”


“Hmph!” Keduanya mendengus dingin dan duduk kembali ke kursi mereka.


Yan Mo mengangguk atas kemauan mereka sudah mau menurutinya. “Benda ini cukup berharga, jadi Yang akan membuat aturan kecil— yang berani berbuat gaduh akan dibunuh!” ucapnya dengan santai, akan tetapi gelombang penekanannya memenuhi seisi ruangan hingga membuat beberapa menjadi merinding dan gemetar.


Barulah seusai ia melakukan itu, Yan Mo mengarahkan tangannya dan menarik penutup yang menghalangi benda di atas nampan.


*Sretttt!*


Sebuah pedang! Itu sebuah pedang!


Terlebih lagi dilihat dari kelasnya, semua orang bisa tahu bahwa itu adalah kelas Saint Menengah, tapi rasanya lebih tinggi sedikit, namun bukan Saint Tinggi. Ini membuat beberapa orang menjadi agak bingung, terkecuali para penempa yang ada di dalam pelelangan tersebut.


“Aku tahu kalian bingung, tapi pedang ini adalah kelas Saint Tinggi yang gagal, jadi masih bisa dianggap Saint Menengah, namun kekuatan yang dihasilkan beberapa kali lebih baik dari Saint Menengah,” jelas Yan Mo.


“Pedang ini kami dapatkan dari penjualan di kota-kota lain, kabarnya pedang ini adalah pedang yang ditempa oleh penempa muda berbakat dari ras manusia kami yang berasal dari Sekte Surga Menempa, namanya adalah Gong Su!”


Gong Su, nama itu cukup terkenal karena merupakan murid inti yang berasal dari salah satu sekte besar di sekitar Dongfang Land, meski tidak semua orang tahu, namun mereka yang tahu segera menyebarkannya ke yang lain.


“Woahhh ....”


Yan Mo berhasil menyerang rasa tertarik mereka, lalu membuat mereka kembali terdiam dengan harga yang tinggi. “Pedang ini dibuka dengan 5.000 Batu Energi, kenaikan hanya bisa 100 Batu Energi.”


“...”


“5.000—”


“6.000!” Tawaran dari lelaki berhidung buaya langsung disela oleh wanita berhidung kucing.


“Sialan kau Miao Lin!” kecam Eyu, si buaya itu, dan kembali menaikkan harga. “6.100!”


“6.200!”


“6.300!”

__ADS_1


“Owhhh ... Jadi seperti ini persaingan ketat dari para VIP, sungguh berbeda dengan rakyat jelata seperti kita!”


“Ya! Ya! Batu Energi sudah seperti cemilan bagi mereka yang kabarnya adalah tamu undangan dari kota-kota di sekitar.”


“7.000!”


“Astaga, sudah 7.000, Tuan Eyu benar-benar luar biasa!” puji salah seorang dengan wajah menjilat, berharap bahwa dia akan dipandang ketika melakukan hal itu.


“Hehe, Miao Lin, menyerahlah dan pulang ke kota Miao-Miao!” nyengir Eyu dengan tatapan meremehkan.


“Si-Si-Sialan kau!” Wajah Miao Lin sangat muram, tepat ketika dia hendak menaruh tawaran yang lebih tinggi lagi, suara dari ruangan VIP lain terdengar.


“10.000 Batu Energi!”


“!!!”


“Siapa?!” Semua tatapan segera berpindah dari ruang Miao Lin dan Eyu, menuju ke arah ruang VIP No.7 berada.


“Manusia!”


“Hoh?” Tian Yan menaikkan alisnya menatap pemuda yang berdiri mengenakan jubah labuh putih dengan corak emas di atasnya. “Hmm ... apa dia ingin bermain dengan para spirit Beast bodoh itu?” gumam Tian Yan, merasa bahwa ini akan sedikit menarik.


“11.000 Batu Energi!” Tian Yan memasang tawarannya yang sekali lagi mengundang banyak perhatian, bahkan dari ketiga ruang VIP di atas.


“Wow, siapa lagi manusia ini? Apakah sekarang manusia menjadi semakin angkuh?”


“Benar–benar, mereka tidak takut dengan Tuan Eyu dan Nona Miao Lin!”


Sama seperti mereka yang terkejut, di ruang VIP No.3, beberapa tatapan terkejut lantas ditargetkan kepada Tian Yan atas aksi beraninya.


“Siapa bawang hijau ini?” pemuda itu mendengus lembut.


“Hehe, suami tidak perlu marah, karena dia sudah menawar, maka kita hanya perlu meningkatkan penawaran.”


“Itu benar!” sahut wanitanya yang lain.


“Qi Yun, Qi Jiao, kalian benar! Tidak salah aku memilih istri seperti kalian berdua!” senyum pemuda itu dan kembali menaikkan tawarannya ke angka 11.500, sama sekali tidak menaruh dua Spirit Beast di ruangan lain ke matanya— saat ini ia hanya ingin melihat apakah Tian Yan masih berani menawar lebih tinggi.

__ADS_1


“12.000 Batu Energi!” ujar Tian Yan, sama sekali tidak takut dengan pihak lain, dia bahkan masih memiliki kartu rahasia yang ia tahu cukup jika harganya sudah melebihi batasnya.


***


__ADS_2