
Jangan lupa like, komen, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
Memikirkan Huang Yun, entah kenapa Tian Yan merasa sedikit khawatir dalam hatinya.
“Hei, apa kau menyetujuinya?” suara dingin membangun Tian Yan dari kelinglungannya.
“Apa yang akan terjadi jika aku menolak?” tanya Tian Yan.
“Jika kau menolak, maka lupakan. Tapi, jika kau menyetujuinya, kau akan menjadi salah satu peserta kompetisi yang akan diadakan dalam 1 bulan mendatang!” jelasnya.
“Katanya asisten, kenapa malah jadi peserta kompetisi? apa kau mempermainkanku?!” Tian Yan menjadi kesal dengan semua ini.
“Jika kau tidak mau, maka pergilah, tapi hati-hatilah karena di luar danau ini terdapat banyak binatang buas yang dapat mencabik seorang Nascent Soul tahap 7 dengan mudah!”
“...” Wajah Tian Yan membeku sejenak, dia tidak menyangka wanita cantik ini sangat licik dan jahat, tapi Tian Yan tidak berani menunjukkan kemarahannya.
“Kakak cantik, aku hanyalah Nascent Soul tahap 4, apa yang bisa kau harapkan dari orang sepertiku?” kata Tian Yan dengan senyum enggan di wajahnya.
“Baiklah, karena kau sudah menyetujuinya, istirahatlah selama 3 hari, setelah itu aku akan membawamu ke pusat Tanah Suci Sheng Yun!” Wanita tersebut langsung bangkit berdiri dan berjalan ke arah pintu.
“Tunggu!” teriak Tian Yan.
Mendengar teriakan tergesa-gesa dari Tian Yan, lantas dia langsung berbalik dan berkata: “Namaku adalah Qing Jia!” lalu langsung pergi keluar ruangan tanpa membiarkan Tian Yan waktu untuk bertanya lagi.
“Brengsek, sejak kapan aku menyetujui ini!” geram Tian Yan.
[Bukankah ini adalah kesempatan emas?]
‘Kesempatan emas your mother!’ cemooh Tian Yan.
[... Host lupa bahwa Host mempunyai aura ketampanan, selama Host tersenyum setulus hati, Host bisa menaklukkan hati banyak wanita!]
‘Maksudmu?...’
[Tanah Suci Sheng Yan dikenal karena semua muridnya adalah perempuan, bukankah ini akan menjadi hal bagus? Host mungkin bisa mendapatkan 1 atau 2 wanita cantik—]
‘Tunggu, Tunggu. Ini sudah terlalu jauh melenceng!’ Tian Yan langsung mencegah agar Sistem tidak melanjutkan pembicaraannya.
Ia pun berpikir, ‘Memang benar bahwa tanah suci ini semuanya adalah wanita, aku mungkin bisa memikat beberapa tetua yang kaya raya dan ... hehehe, aku pasti akan lebih cepat kaya!’
“Ini bencana namun bukan bencana, ini adalah kesempatan!” gumam Tian Yan.
Sekarang dia mulai bersemangat dan langsung memaksakan dirinya untuk bangkit duduk, lalu mulai berkultivasi untuk meredakan rasa sakit disekujur tubuhnya.
__ADS_1
***
3 Hari kemudian.
Tian Yan membuka matanya dan mengeluarkan nafas keruh, meski kondisinya masih dalam cedera saat ini, tapi setidaknya dia sudah bisa bertarung dan bergerak.
Turun dari tempat tidurnya, Tian Yan memukul-mukul debu di pakaiannya.
Karena pakaiannya adalah artefak tingkat langit, serangan sebelumnya tidak menghancurkan pakaiannya, paling hanya membuat kotor saja.
Karena artefak ini juga Tian Yan masih bisa hidup sama sekarang.
“Hah ...” Tian Yan pun berjalan ke luar kamarnya dengan helaan nafas berat.
Klakk ....
Ketika berhasil keluar dari kamarnya, Tian Yan melihat Qing Jia sedang duduk bermeditasi di atas sebuah kursi panjang yang menghadap ke arah jendela luar.
Tidak ingin mengganggu, Tian Yan pun mencari tempat duduk dan duduk sambil menunggu.
Menunggu ... Tian Yan pun sampai mulai kesal karena hari sudah mulai tengah siang tapi wanita ini belum selesai-selesai juga.
Ketika Tian Yan sedang kesal, Qing Jia tiba-tiba membuka kelopak matanya yang indah tersebut secara perlahan, lalu menoleh ke arah Tian Yan, “Apa kau marah? aura tidak senangmu sangat mengganggu kultivasiku,” ungkapnya.
“Bu-Bukan begitu ...” Tian Yan sedikit merinding melihat tatapan tajam dari Qing Jia yang sangat dingin seperti kutub selatan yang sulit untuk diutarakan.
Tapi hal itu hanya terjadi singkat saja, Qing Jia langsung membalikkan wajahnya seperti semula, dan berkata: “Ayo pergi!”
“Baik!” sahut Tian Yan.
Keduanya langsung keluar dari dalam rumah dan secara perlahan terbang ke arah selatan dengan cepat.
Tian Yan hanya diam-diam saja mengikutinya dari belakang, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam sebuah hutan yang tampaknya cukup menakutkan.
Kyak! Kyak!
Suara burung gagak berbunyi dari hutan beberapa meter di depan mereka, seperti sedang bertarung melawan binatang buas yang lain.
Qing Jia menengok ke bawah dan memancarkan auranya sedikit.
Tian Yan yang penasaran pun juga ikut menoleh secara ke bawah sana, sontak dia langsung terkejut melihat seekor harimau dan seekor burung gagak raksasa sedang bertarung dengan gagah perkasa.
Namun ketika keduanya merasakan aura Qing Jia, mereka langsung seperti anjing ketakutan dan langsung berhenti bertarung.
‘Apa yang terjadi? aku bisa merasakan bahwa kedua binatang buas tersebut adalah Nascent Soul tahap 8 puncak, bahkan jika keduanya ketakutan, seharusnya tidak sampai seperti itu!’
[Ding! Setelah analisis selama 3 hari, Sistem berhasil mengidentifikasi beberapa hal mengenai Qing Jia!]
__ADS_1
‘Akhirnya selesai juga!’
‘Tunjukkan!’
[Baik!]
[Hasil analisis: Kultivasi Qing Jia adalah Nascent Soul tahap 9. Namun, jiwa spiritual Qing Jia sudah melebihi yang seharusnya dipunyai oleh cultivator Nascent Soul tahap 9 puncak sekalipun!]
‘!!!’ Tian Yan tertegun sejenak, ‘Mungkinkah Qing Jia berasal dari dunia yang sama seperti Huang Yun?’ pikir Tian Yan.
[Mungkin saja. Lalu, tentang kenapa para binatang buas takut, itu pasti karena tekanan yang dipancarkan langsung dari jiwa ke jiwa, tidak heran mereka tampak ketakutan.]
‘Masuk akal!’
“Hei, kenapa kau melamun seperti itu?” tegur Qing Jia.
“... Tidak usah pedulikan aku, aku hanya sedang memikirkan sesuatu,” balas Tian Yan.
“Hoh, ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanya Qing Jia dengan wajah datar.
“Tian Yan!” jawabnya.
“Hmm, oke,” Qing Jia langsung berbalik dan melanjutkan perjalan mereka.
***
Selang lima menit kemudian, Tian Yan dan Qing Jia tiba di dekat sebuah kediaman besar yang ada di tengah-tengah hutan.
“Ini adalah wilayah inti Tanah Suciku, hanya para elit yang diizinkan masuk ke sini,” ungkap Qing Jia.
Tian Yan mengangguk mengerti.
“Ayo!” Qing Jia dan Tian Yan langsung mendarat di tengah-tengah yang terdapat sebuah bangunan setinggi 10 meter layaknya menara kecil.
“Mari masuk,” ajak Qing Jia.
“He? aku juga ikut?”
“Tentu saja, kau sekarang adalah asistenku,” jawab Qing Jia dengan nada datar.
“Sejak kapan aku setuju—” Tian Yan ingin membantah lagi, tapi Qing Jia langsung mengabaikannya dan berjalan masuk ke dalam ruangan.
« Bersambung! »
Ilustrasi Qing Jia:
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)