
Beberapa Origin Dao Lapisan 2 maju tanpa ketakutan sedikitpun, karena pikir mereka Tian Yan dan lainnya harusnya lebih lemah atau bahkan setara dengan mereka.
"Hyahhhhhh!!"
Buummm!!
Tian Yan melepaskan auranya, seketika membenturkan keempat Origin Dao Lapisan 2 yang berdatangan itu hingga terpental ratusan meter menabrak genteng-genteng rumah orang lain.
"..."
Terdiam!...
Hanya aura saja? bagaimana bisa?
"Pergilah, sebelum aku berubah pikiran menjadikan kalian ... Exp-ku!" Tian Yan berkata dengan menunjukkan tampang kejamnya yang membuat takut semua orang di tempat itu hingga berhamburan ke segala arah.
"Exp? apa itu Exp? sejenis makanan?" Bing Hua bertanya dengan senyum darat kepada Jiao Yue.
"Sepertinya." Jiao Yue mengangguk.
Sementara keduanya mengurus hal tidak penting itu, Tian Yan sudah datang ke depan Sheng Yi dengan wajah gelap.
"Saudara Tian ..." Sheng Yi berusaha bangkit berdiri.
"Sheng Yi, aku adalah aku, juga siapa yang memberitahumu Elf itu jahat?"
"Bukankah memang begitu?"
Tian Yan seketika mengubah wajahnya menjadi datar dan menunjuk Jiao Yue yang tengah berbincang dengan Bing Hua.
"Apakah dia kelihatan jahat bagimu?" tanya Tian Yan.
"Itu ..." Sheng Yi baru sadar ketika memperhatikannya.
Jiao Yue tersenyum!
Senyum itu indah dan tenang, tidak ada bedanya dengan senyum manusia. Seseorang bahkan akan menganggap Jiao Yue sebagai manusia selama Jiao Yue tidak menunjukkan telinga runcingnya.
Mereka sama saja ...
"Apakah aku salah ..." Sheng Yi merenung.
"Tapi ... apa benar kau tidak dikendalikan?" Sheng Yi masih tidak yakin.
"Hah ..." Tian Yan menghela nafas, dan mengulurkan tangannya, "Aku adalah aku, selamanya akan begitu."
Untuk sesaat dunia seperti tenang, hanya ada senyum tulus Tian Yan yang terlukiskan di matanya.
Itu bukan senyum kebohongan ...
Sheng Yi menghela nafas dan menangkap uluran tangan Tian Yan sebelum akhirnya bangkit berdiri. "Maafkan aku, ini benar-benar memalukan!"
"Tidak apa-apa, hal seperti ini wajar!" Bukan Tian Yan yang menjawab, melainkan Jiao Yue yang baru saja menghampiri mereka.
Bing Hua juga mengangguk. "Itu benar! Pertikaian antar ras, meski sudah rendah, tapi perang 4.700 tahun yang lalu masih teringat oleh Ras Manusia! Hal ini membuat banyak petinggi-petinggi Ras Manusia yang mendoktrin bahwa ras lain adalah monster yang harus dimusnahkan."
__ADS_1
"Yah!" Jiao Yue juga mengetahui hal ini, sebab di dalam ras Elf nya pun diajarkan hal demikian untuk membenci ras lain.
Jiao Yue kemudian datang ke samping Tian Yan dan memandangi Sheng Yi. "Tapi semua ini akan segera berakhir. Tuan akan membawa kedamaian segera ke Benua Huxing!"
"Enn ... tunggu, sejak kapan aku memiliki rencana seperti itu?!" Tian Yan tercengang, dia bahkan tidak pernah memikirkan menjadi pahlawan seperti saruto yang menyatukan lima desa, sebab itu terlalu merepotkan.
"Hahahaha!"
***
Di arah yang berlawanan dari tempat mereka sebelumnya, sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu berada di ujung kota Shudeng.
Pada halaman rumah itu, beberapa anak kecil berumur sekitar lima sampai tujuh tahun tengah bermain dengan riang dan ceria.
"Adik-adik!" Sheng Yi memanggil mereka.
Para bocah yang sedang bermain itu seketika langsung menghentikan permainan mereka, lalu memandang ke arah kedatangan Sheng Yi.
"Kakak!" Mereka menyahut penuh girang sambil menunggu dengan rapi di depan mereka berempat.
Sheng Yi tersenyum puas dan mengelus kepala salah satu anak laki-laki dan perempuan. "Bagus! bagus! Kakak hari ini mendapatkan banyak daging, jadi ayo kita makan setelah dimasak!"
"Benarkah?"
"Benarkah?"
Tatapan penasaran datang dari para bocah-bocah itu.
"Tentu saja!" jawab Sheng Yi.
"Hihihi ..." Sheng Yi tersenyum manis.
"Saudara Tian, apa kau tidak masalah untuk bermalam sebentar di sini?"
"Emm, yah—"
"Kurasa Tuan tidak bisa! sebab malam adalah hal yang sulit bagi seorang pria tinggal dengan gadis perawan!" potong Bing Hua.
"A-Apa yang Saudari Hua maksud, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu ..." Wajah Sheng Yi memerah ketika mengatakannya.
"Perawan? apa itu? apa itu daging?"
Tatapan penasaran datang lagi dari para bocah di bawah umur ini.
"Ehem, nanti kalian akan tahu, sekarang aku akan siapkan makanan untuk kalian terlebih dahulu!" jawab Sheng Yi, sebelum akhirnya buru-buru masuk ke dalam rumah.
"Aneh ..."
"Kakak aneh hari ini!"
***
Jreng!
Makanan-makanan dengan bumbu bersantan dihidangkan di atas meja, membawa bau kenikmatan yang menggugah selera setiap orang yang duduk di sana.
__ADS_1
"Wahhhh ..." Tatapan para anak-anak sangat rakus dan imut, sebuah perpaduan yang sempurna.
"Haruskah kita makan sekarang?" Sheng Yi tersenyum manis ketika sudah selesai membagikan semua piring dan sendok di atas meja.
"Enn!"
"Baiklah ..."
Makanan pun dibagikan kepada masing-masing orang di sana, termasuk Tian Yan dan lainnya yang ikut dalam makan siang hari itu.
"Ummm ... ini enak! Kau cocok menjadi koki di sekteku!" Komentar Tian Yan setelah mencicipi rasa daging yang disertai oleh nasi hangat.
"Emm, lumayan." Bing Hua juga mengangguk cukup puas setelah mencicipinya.
Sementara itu, Jiao Yue baru saja selesai berdoa. "Simyun ..."
Ia membuka matanya kembali dan ikut memakan makanan tersebut.
Ia tidak mengatakan pujian apapun, tapi dilihat dari ekspresinya saja sudah kelihatan dia cukup puas.
Bukan hanya mereka bertiga, para anak-anak kecil yang lain juga ikut puas dengan masakan lezat yang sudah dibuatkan oleh Sheng Yi.
"Hahaha ..." Sheng Yi juga terlihat puas, bukan karena masakannya enak, tapi karena pujian dari orang-orang.
***
Setelah mereka semua selesai makan dan sedikit beristirahat, kini Kapal Terbang pun sudah terparkir di depan halaman rumah.
"Luar biasa! ini adalah kapal terbang!"
"Kakak itu pasti orang kaya!"
"Apakah dia suami Kakak Yi?"
"Hei, apa yang kalian bicarakan?! Cepat masuk secara berurutan!" Sheng Yi memarahi mereka.
"Baik, kak!"
Setelah semuanya sudah masuk, termasuk Sheng Yi sendiri, akhirnya kapal terbang itu pun secara perlahan-lahan terbang dan pergi dari Kota Shudeng.
Swoosh!
Di geladak depan kapal, Tian Yan beserta yang lain tengah duduk di sana sambil berbincang-bincang.
"Saudara Tian, ke mana tujuan kita?" Sheng Yi bertanya.
"..." Tian Yan sedikit mengernyitkan keningnya, "Kita akan ke Kota Timur Raya!"
"Kota Timur Raya?!" Sheng Yi kelihatannya mengetahuinya. "Itu artinya tujuan kita adalah Pusat Wilayah Timur - Domain Manusia!?"
"Tepat sekali! Aku ingin mencari seseorang di sana!" jawab Tian Yan dengan ekspresi serius.
"Tapi, bukankah di sana sangat berbahaya? aku mendengar ada Origin King Lapisan 2 bernama Zheng Yu yang menjadi pemimpin Kota Timur Raya!" ungkap Sheng Yi.
"Zheng Yu merupakan pemimpin di sana, dan kabarnya ada banyak Origin Field yang melayaninya. Hal ini membuat banyak orang benar-benar tidak berani macam-macam di sana."
__ADS_1
[Bersambung!]