Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 038: Bertemu Lagi?


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah.


Selamat membaca :)


***


Setelah membawa Tian Yan ke dalam sebuah ruangan, Xixian pun memberitahunya tugasnya saat ini.


“Mulai hari ini kau adalah guru para murid dalam sekte, berhati-hatilah karena mereka mungkin bisa membunuh Nascent Soul tahap 4 sepertimu!” ungkapnya.


“Nona, kau meremehkan ku?” Tian Yan tersenyum manis, tanpa sadar tangannya pun menjalar ke dagu Xixia.


Ketika mengatakan hal ini, skill aura ketampanan Tian Yan ikut aktif, membuat Xixia cukup terlena, tapi cepat-cepat menguatkan pikirannya kembali.


“Lepaskan aku!” Xixia langsung berkata dengan malu-malu.


“Oh, baiklah ...” Tian Yan menarik kembali tangannya dan Xixia langsung pergi dari ruangan tersebut, namun sebelum pergi, Xixia memberikan Tian Yan token tetua dalam sebagai identitas sementaranya.


“Hah ...” Tian Yan menghela nafas ringan, “Baiklah, mari lihat siapa saja yang harus aku ajari teknik pedang.”


Setelah mengatakan itu, Tian Yan langsung pergi hingga tiba di gerbang dalam sekte Yunlong.


Ketika melewati gerbang besar yang mengarah ke dalam, mata Tian Yan langsung disajikan oleh sekelompok murid dalam yang sedang berlatih ilmu pedang di atas arena persegi.


Total ada 2 pria dan 2 wanita, ketika melihat wajah-wajah yang terlihat tidak asing, Tian Yan mengernyitkan keningnya dan berjalan menghampiri mereka.


Ting! Ting!


“Berhenti!”


Tian Yan langsung berteriak dengan tegas, membuat mereka semua berhenti bertarung dan langsung memandang ke arah Tian Yan.


“Siapa kau?” teriak seorang pemuda berambut hitam kepada Tian Yan.


Di samping pemuda itu terdapat seorang wanita berambut coklat yang mengenakan anting di telinga dan hidungnya.

__ADS_1


Keduanya tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang yang bersama Qing Jia dulu di Hutan Darkness.


Tapi Tian Yan tidak memedulikan mereka berdua, matanya terfokus kepada wanita berambut ungu yang merupakan mantan lawannya dulu.


“Ketua sekte Bai Qing Ye, lama tidak bertemu,” ujar Tian Yan dengan senyum datar.


Bai Qing Ye adalah ketua sekte awan merah, Tian Yan tidak menyangka bahwa sosok berwibawa seperti itu adalah murid dalam dari sekte Yunlong.


“Bagaimana bisa kau ada di sini, Tian Yan!” Bai Qing Ye memasang tatapan tajam dan semakin mempererat pegangan pedangnya, seakan-akan siap kapanpun untuk bertarung dengan Tian Yan.


“Siapa dia, saudari junior?” seorang pemuda dengan rambut hitam dan poni merah datang ke samping Bai Qing Ye untuk bertanya.


“Kakak senior Jian tidak usah pedulikan dia, hanya teman lamaku,” jawab Bai Qing Ye kepada pemuda tersebut dengan wajah datar.


“Hoh? kau temannya saudari junior Bai? seberapa kuat kau?” pemuda tersebut tersenyum menantang ke arah Tian Yan.


“Siapa namamu?” Tian Yan memasang wajah tenang menghadapi sikap pemuda tersebut.


Mendengar pertanyaan dari Tian Yan, pemuda tersebut langsung menghunuskan pedangnya yang tajam ke leher Tian Yan. “Kau bahkan tidak bisa menghindari ini, kau sangat lemah—!”


Pemuda tersebut langsung berhenti berkata-kata ketika merasakan ada sesuatu semacam pedang yang terbuat dari Qi di depan matanya.


Merasakan kekuatan penghancur yang terkandung di dalamnya, pemuda tersebut hampir tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika menusuk kepalanya.


“Aku tanya namamu, bukan omong kosongmu!” ungkap Tian Yan — entah kenapa dia akan selalu serius ketika seseorang mulai menghunuskan pedang kepada dirinya.


“Apa kau berani membunuhku? aku adalah murid dalam sekte—!” Pemuda tersebut ingin melihat ke depan, tapi Tian Yan sudah tidak ada di depannya lagi, melainkan ada di sampingnya.


“Jika kau menjawab omong kosong sekali lagi, aku akan memberimu hukuman, oke?” Tian Yan tersenyum sambil menutup matanya, senyuman itu terlihat seperti senyuman kematian bagi pemuda tersebut.


“Na-Namaku adalah Jian San!” ungkap pemuda tersebut dengan keringat di dahinya yang berceceran.


‘Inikah yang namanya dikalahkan sebelum bertarung? ketika lawan sudah menunjukkan potensi kemenangan di atas 70%, siapapun akan mengalami nasib yang sama seperti Jian San,’ Bai Qing Ye diam-diam menilai situasi dalam hatinya, tiba-tiba dia teringat sesuatu dari ketua sekte mereka, Xixia.


“Ti... Tian Yan, kau tidak mungkin adalah guru pedang kami, kan?” tanya Bai Qing Ye dengan wajah tidak setuju.

__ADS_1


“Hah?”


***


“Bagaimana bisa seperti ini ketua sekte, dia hanyalah Nascent Soul tahap 4, bukankah minimal harus Nascent Soul tahap 7?”


Di dalam sebuah ruangan, Tian Yan beserta calon muridnya berhadapan dengan Xixia yang saat ini sedang bermeditasi di atas altar.


Mendengar keluhan dari pemuda di hadapannya, Xixia sama sekali tidak menghiraukannya untuk beberapa saat. Sampai akhirnya Xixia yang sudah bosan mendengar keluhan pemuda tersebut, langsung membuka kelopak matanya dan berkata: “Apa kau tidak puas, Feng Kuang? jika tidak puas, maka kembalilah ke gerbang murid luar!”


Mendengar sikap tegas dari Xixia, pemuda itu, Feng Kuang, langsung terdiam tak berkutik.


“Ketua sekte, aku rasa yang dikatakan saudara senior benar, bukankah sebaiknya guru kami adalah Nascent Soul tahap 7 atau ke atasnya? pemuda ini hanyalah Nascent Soul tahap 4, pengalaman bertarungnya pasti sedikit,” wanita berambut coklat yang mengenakan anting berupaya untuk mendukung Feng Kuang.


Tapi Xixia seperti tidak menerima protes, “Gong Mai’er, jika kau ingin mengikuti Feng Kuang ke pintu luar, maka pergilah!” ujarnya, lalu melihat ke arah Bai Qing Ye dan Jian San.


“Bagaimana dengan kalian berdua?” tanyanya.


Jian San hanya terdiam tak bersuara, saat ini bahkan pikirannya masih di tempat lain, mencoba mencari tahu kenapa dirinya dapat dengan mudah dikalahkan oleh Tian Yan.


Jadi karena Jian San sudah tidak bisa diharapkan, Bai Qing Ye lah yang langsung menjawab: “Aku akan menuruti apa keputusan anda.”


Bai Qing Ye sepertinya tidak ingin mempermasalahkan masalah ini, terlebih dia adalah anggota baru di sekte ini.


Dulu, ketika Tian Yan berhasil bertahan dari serangannya, Bai Qing Ye langsung memutuskan untuk turun gunung dan bergabung dengan sekte Yunlong untuk meningkatkan ilmu pedangnya, dan karena bakatnya yang cukup bagus, dia langsung diterima sebagai murid dalam.


Jadi, untuk saat ini Bai Qing Ye tidak ingin bertingkah menentang keputusan ketua ataupun tetua sekte karena mungkin dapat membuat dirinya lengser dari posisi murid dalam.


“Lihatlah Bai Qing Ye, dia jauh lebih pintar dari kalian berdua! sekarang cepat pergi dan latihanlah!” Xixia langsung mengusir mereka keluar tanpa memberikan kesempatan kepada Feng Kuang untuk mengeluarkan sepatah katapun.


***


Setelah keluar dari dalam ruangan tersebut, keempatnya langsung kembali ke lapangan tempat mereka berlatih.


“Baiklah ...” Tian Yan tiba-tiba menatap ke arah Feng Kuang, “Apakah kau menyukai Qing Jia?” tanya Tian Yan dengan santai.

__ADS_1


« Bersambung! »


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)


__ADS_2