
Mengikuti pandangan Tian Yan, ia juga akhirnya melihat apa yang menarik perhatian Tian Yan sejak tadi.
Pada pandangan keduanya, terlihat jelas sebuah manik bundar berwarna merah pucat dengan corak naga di sekitarnya sedang berputar-putar di tengah-tengah lava, dan dari dalam itulah selalu terdengar suara raungan naga meski kecil.
"Core Naga Api?" Tian Yan tertegun.
"Ya, itu sepertinya Core Naga Api yang menjadi sumber lava di sekitar sini!" jelas Jian Yong, lalu memandang Tian Yan lagi, "Kau tidak mungkin, kan ..."
"Ayo ambil itu dahulu!" Tian Yan langsung mengucapkan perkataan yang membuat Jian Yong merasa tidak berdaya.
'Apakah dia tuan, atau pembawa bencana?' Jian Yong menangisi nasibnya, tapi Tian Yan sudah pergi, jadi ia hanya bisa mengikutinya, sebab jika keduanya berpisah terlalu jauh, ada kemungkinan Prinsip Es yang menyelimutinya akan menghilang.
"Tunggu aku!"
***
Setelah beberapa saat, keduanya berhasil tiba di dekat Core Naga Api, dan suhu di sekitar benar-benar sangat panas, bahkan prinsip es yang menyelimuti diri mereka seperti akan mencair.
"Hei, Nak. Sebaiknya kita pergi, jika lebih jauh lagi ..." Jian Yong mencoba untuk membujuknya, tapi Tian Yan tidak menghiraukannya dan terus maju.
Semakin mereka berenang mendekat, semakin kuat dan keras raungan naga yang berdengung di telinga mereka.
Hal ini hanya bisa membuat Jian Yong pasrah, ia sudah terikat dengan sumpah kepada Tian Yan, melarikan diri tidak ada bedanya dengan menyinggung langit yang telah menjadi saksi.
"Roar!" Auman naga terdengar lagi dan kali ini langsung membuat semangat Tian Yan bangkit hingga tanpa sadar Manifestasi Dewa Naga Emas di dalam tubuhnya keluar dan melolong ke arah Core Naga Api.
"Roar!"
Suara auman Dewa Naga Emas begitu keras, hingga membuat Core Naga Api yang selama ini berputar, menjadi berhenti, dan seluruh lava seperti ditekan suhunya.
"Hahaha! Aku tidak menyangka semudah ini!" Tian Yan tersenyum bahagia, sebelum akhirnya berenang ke depan dan langsung memerintahkan System.
"Cepat simpan!" kata Tian Yan dalam pikirannya.
[Baik!]
System pun melakukan seperti apa yang diinginkan Tian Yan.
Setelah Core Naga Api itu menghilang, semua lava juga seperti uap panas yang mulai memudar ke awan.
"La-Lavanya menghilang!" Jian Yong memandang ke sekitar dengan takjub.
"Nak, apa yang barusan saja itu Manifestasi Naga? apakah kau seorang Ras Naga?" Jian Yong bertanya dengan penasaran.
"Mana ada. Aku manusia!" Tian Yan membantahnya mentah-mentah.
"Lalu kenapa kau bisa ..."
Sebelum Jian Yong dapat melanjutkannya, Tian Yan langsung memotong. "Tidak usah bahas itu dahulu, sekarang adalah saatnya pergi dari sini!"
Jian Yong mengatupkan mulutnya, ia mengangguk.
Sebab memang benar.
__ADS_1
Mereka harus secepatnya pergi dari sini sebelum ketahuan!
Keduanya pun melanjutkan berenang ke atas.
Sementara di atas jembatan, para pendekar yang sebelumnya hampir dibunuh kini sedang duduk bermeditasi di sana untuk berjaga-jaga jikalau ada musuh yang menyelinap.
Semuanya tampak baik-baik saja, sebelum akhirnya salah satu dari mereka berteriak sambil menunjuk ke arah danau.
"Hei semua, lihat! Ada yang berubah pada Danau Lava ini!"
Membuka mata.
Semua orang pun langsung menoleh ke arah danau.
Dan memang benar ...
Awalnya saja kelihatan sama, tapi dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang, lava-lava yang selama ini selalu memenuhi danau itu mulai memudar dan menurun setiap saat.
"Apa yang terjadi?! bagaimana bisa seperti ini?"
Semua orang mengerutkan kening.
Mereka tidak paham.
Bagaimana bisa Danau Lava yang sudah ada sejak 109 tahun yang lalu secara tiba-tiba saja menyusut?
"Lihat, ada yang gerak-gerak di sebelah sana!" Salah seorang pendekar menunjuk ke tempat di dekat pinggiran danau yang mengarah ke arah luar.
Di tempat gelembung-gelembung itu muncul, beberapa puluh meter di bawahnya, Tian Yan sedang berdiri dengan wajah berkeringat dingin, sangat lelah karena sudah lama menggunakan Prinsip Es Tingkat 3.
"Ugh, terlebih lagi aku yakin akan ada Origin Field di luar sana ... Ranah Jian Yong masih tersegel jadi ia tidak bisa terlalu membantu, aku juga sudah lelah," Tian Yan berkata dalam hati.
"System, belikan aku benda itu!"
[Dimengerti!]
[Ding! Host berhasil membeli Jimat Teleportasi Acak!]
"Keluarkan!"
Setelah System mengeluarkan, Tian Yan lalu menoleh ke arah Jian Yong, "Pegang aku dengan erat!"
"Tuan, aku laki-laki normal ..."
Tian Yan memejamkan matanya dan urat kepala muncul di dahinya.
"Baiklah jika kau tidak mau ikut!" Tian Yan mengangkat tangannya ke atas, dan terpampang dengan jelas Jimat Teleportasi Acak di sana.
"I-I-Itu ..." Jian Yong melebarkan matanya.
Tepat ketika ia sedang terkejut Tian Yan pun mengaliri Origin Qi ke dalamnya, lalu benda itu terbakar seperti kertas dan sebuah kekuatan murni menyelimuti tubuhnya.
"Tu-Tu-Tunggu aku!" Jian Yong berenang dengan susah payah mendekat, dan langsung dengan tidak tahu malunya memeluk paha Tian Yan.
__ADS_1
"Hei brengsek, tidak ada yang menyuruhmu memeluk—"
Swoosh!
Menghilang!
Keduanya langsung dibawa pergi bahkan sebelum Tian Yan mampu menyelesaikan kalimatnya.
Swoosh!
Keduanya muncul kembali, tapi di tempat yang berbeda.
Itu di atas Kapal Terbang, entah kenapa karena keberuntungan tak terduga keduanya berhasil tiba di Kapal Terbang!
"Tuan!" Bing Hua berlari keluar, tapi melihat adegan yang terjadi di depan matanya membuat pandangannya menjadi kosong.
"Tu-Tu-Tunggu, aku normal!" Tian Yan menjadi gelisah, dan buru-buru menendang Jian Yong yang masih memeluk mati pahanya.
Puakk!
Jian Yong tersungkur, dan bangkit dengan wajah kesakitan. "Nak, apa begini caramu bersikap pada orang tua?"
"Bing Hua!" Tian Yan tidak mempedulikannya dan datang ke depan Bing Hua.
"Hei, setidaknya pedulikan aku!" Jian Yong menyolot dari samping.
Bing Hua tertegun, lalu kemudian menoleh ke arah Jian Yong. "Siapa pengemis tua ini?"
"Pe-Pe-Pengemis Tua?" Wajah Jian Yong menjadi suram seperti arang panci.
Matamu pengemis tua!
Apa kau tidak bisa melihat aura pendekar ku?!
"Puffft!" Tian Yan ikut menertawakannya, dan memilih untuk tidak menjelaskan saat ini.
"Dari pads itu, ayo kita cari Yue terlebih dahulu!" kata Tian Yan untuk mengakhiri pembicaraan tidak penting barusan.
"Baik!" Bing Hua mengangguk setuju dan mengajak Tian Yan ke dalam ruang kendali, meninggalkan Jian Yong seorang diri dengan tatapan tak berarti.
"Digelitiki ..." Jian Yong mulai bergumam sendiri.
"Diajak mati ..."
"Dihina ..."
"Sekarang bahkan dilupakan?"
"Boss baru macam apa ini?!" Jian Yong mengumpat dalam hatinya, dia yang sebenarnya adalah Pendekar Pedang terbaik di Wilayah Timur ratusan tahun yang lalu, kini seperti orang tidak penting.
"Nasib ... nasib ..."
[Bersambung!]
__ADS_1