
Satu bulan kemudian, tepat ketika matahari baru hendak memancarkan sinarnya — di geladak atas, Tian Yan berdiri dengan penuh wibawa, di sampingnya terlihat Jiao Yue dan Bing Hua, keduanya benar-benar sudah seperti Servant Tian Yan.
"Di sana!" Jiao Yue memicingkan matanya ke depan. Awalnya memang tidak terlihat jelas, tapi dengan berlalunya waktu, akhirnya terlihat jelas ada daratan hijau di depan sana.
"Hmm ..." Bing Hua melirik Jiao Yue. 'Sudah kuduga kekuatannya jauh lebih kuat dariku, meski ranah kami sama! dia bahkan bisa melihat sesuatu sejauh ratusan ribu mil dengan mudah!'
"Ada apa, Saudari Hua?" Jiao Yue tiba-tiba mendapatkan lirikannya, membuat Bing Hua cepat-cepat tersenyum manis.
"Saudari Yue sangat berbakat dan kuat!" pujinya dengan senyum palsu, karena sesungguhnya dia agak iri.
"Hoh? terima kasih atas pujian Saudari Hua, tapi aku hanya kultivator di bawah rata-rata." Jiao Yue membalas dengan senyum tipis.
"Di bawah rata-rata." Urat biru di dahi Bing Hua terlihat, jika bahkan Jiao Yue di bawah rata-rata, lantas dirinya ini apa? sampah? ini jelas-jelas pengejekan!
Tapi ia masih mempunyai martabat seorang Putri, jadi untuk menghadapi penghinaan seperti ini, ia hanya bisa tersenyum manis, dan dengan inisiatif sendiri ia langsung merangkul lengan Tian Yan ke dalam belah gunung sucinya.
Senyum di wajah Jiao Yue mengendur, cepat-cepat ia juga melakukan hal yang sama karena tidak mau kalah.
Sementara itu, Tian Yan merasakan ini adalah pagi terbaik, mungkin yang terbaik semasa hidupnya ini sampai sekarang.
'Hah ... dua lebih baik.'
'Apa kau melupakanku, bajingan?!'
Tian Yan tiba-tiba teringat wajah Huang Yun di benaknya, membuatnya buru-buru menghilangkan pikiran itu.
'Tiga lebih baik!'
***
Hutan belantara, hijau serta asri, panjang serta luas, dan yang terpenting sunyi serta berbahaya.
Swoosh!
Kapal terbang itu terbang dengan sangat cepat, melintasi di tengah-tengah hutan itu, cepatnya seperti anak panah yang dilepaskan.
Di atas geladak kapal, Jiao Yue yang tengah sibuk membaca kitab sucinya, kini tiba-tiba merasa telinganya sedikit bergerak seolah mendengar sesuatu.
Jiao Yue menutup kitab sucinya, dan pergi ke pinggir kapal terbang. Ia memicingkan mata dan menatap jauh ke depan dengan fokus.
Tian Yan yang tengah menghabiskan waktunya sambil tiduran di atas tempat duduk panjang tiba-tiba membuka matanya secara perlahan dan menoleh ke arah punggung Jiao Yue.
"Ada apa?"
Yah, ini tidak seperti biasanya Jiao Yue bertingkah aneh seperti ini.
__ADS_1
"..." Jiao Yue tidak menjawab, ia justru langsung mengeluarkan busurnya dan memanah ke salah satu tempat jauh di depan.
Swoosh!!
"Kena!" gumamnya.
"Apa yang kau tembak?" Tian Yan bangkit berdiri dan berjalan menghampirinya.
"Tidak, tuan, aku hanya menolong seseorang," jelas Jiao Yue.
"Menolong seseorang?" Tian Yan menatap ke arah di mana arah panah yang ditembakkan oleh Jiao Yue.
Kecepatan kapal terbang itu sangat cepat, jadi setelah beberapa detik, Tian Yan akhirnya melihat siapa yang ditolong.
"..." Wajah Tian Yan mematung ketika melihat ke bawah. Bukan terkejut dengan Spirit Beast yang dibunuh oleh Jiao Yue, tapi terkejut dengan siapa yang ditolong oleh Jiao Yue!
Buru-buru ia langsung melompat turun dari kapal dan terbang ke arah belakang.
"Tuan!" Jiao Yue berteriak, tapi itu tidak ada gunanya, cepat-cepat ia berlari masuk dan menghentikan kapal terbang.
***
Beberapa saat yang lalu — di tengah-tengah hutan lebat, seorang wanita berumur sekitar 20 tahun sedang berlari dengan wajah tak kenal takut, meski bahunya terluka, dan tubuhnya sedikit digenangi darah, ia tetap memutuskan untuk melarikan diri untuk mencari tempat persembunyian yang sempurna.
Wanita itu berbalik dan kali ini seluruh tubuhnya seperti mematung.
"TIDAAAKKKKK!!"
Swoosh!
Bang!
Kepala beruang itu tertembus dan darah termuncrat ke mana-mana membasahi tubuh wanita itu, membuatnya untuk sesaat tidak bisa mempercayai apa yang terjadi.
"Ughhh ..." Kepala wanita itu tiba-tiba merasakan pusing yang menyakitkan, "Sial, aku sudah menggunakan terlalu banyak Zhen Qi! ... sekarang ..."
Pada saat-saat sebelum ia terjatuh pingsan, ia mendongak tinggi ke langit dan melihat ada kapal terbang yang terbang mendekat dari kejauhan.
'Jadi mereka yang menyelamatkanku ... ughh ...'
Burkkk!!
***
Di dalam kegelapan, suara-suara halus namun tegas terdengar memanggil-manggil namanya.
__ADS_1
"Sheng Yi!"
"Sheng Yi!"
Suara itu terus memanggil namanya hingga beberapa saat kemudian wanita yang pingsan itu tiba-tiba secara perlahan membuka kelopak matanya.
"Ughh ..." Dia bangkit duduk tapi masih memegangi kepalanya yang sakit. Setelah sakitnya mereda, barulah ia melihat ke sekitar, pada pandangan pertama matanya yang langsung tertuju pada pemuda familiar di hadapannya.
Wanita itu tidak bisa menahan tangisannya, dan tanpa sadar air mata tidak percaya menetes keluar dari matanya.
"Ti-Ti-Tian Yan!" Dia langsung memeluk tubuh pemuda itu yang tak lain dan tak bukan adalah Tian Yan.
Tian Yan sedikit termundur, tapi ia juga membalas pelukan wanita itu, yang ternyata adalah Sheng Yi, wanita yang pernah dia jumpai dahulu di Dunia Rahasia!
"Hei, lepaskan tangan kotormu!" Jiao Yue berkata dengan nada dingin ketika ia muncul di belakang Tian Yan.
"Ya, benar!" Bing Hua juga muncul di belakangnya dan menatap wanita itu, Sheng Yi, dengan tatapan intimidasi.
"Huhu ..." Sheng Yi menarik kembali pelukannya dan mengusap air matanya. Sepertinya ia benar-benar memiliki pengalaman sulit akhir-akhir ini.
"Saudara Tian, bagaimana kau bisa ..." Sheng Yi menarik ingusnya dan memandang Tian Yan, tapi tanpa sengaja ia melihat Jiao Yue yang ada di belakang Tian Yan, sehingga membuatnya berhenti berkata-kata.
"Elf!" Sheng Yi berseru seperti melihat hantu.
Seketika tangan Sheng Yi langsung menarik lengan Tian Yan, sedangkan dirinya langsung bangkit berdiri dan merentangkan tangannya setelahnya.
"Monster!" Sheng Yi menatap penuh waspada kepada Jiao Yue.
Jiao Yue mengernyitkan keningnya. "Apa yang kau katakan barusan?"
"Pffftt!" Bing Hua tertawa dari sampingnya. "Saudari ini, kau tidak perlu terlalu jujur!"
"Hmph!" Jiao Yue mendengus dingin kepada Bing Hua. "Kau tidak diajak!"
"Ughh!" Baru kali ini Bing Hua mengerti rasanya tidak dianggap.
"Hei! Hei! Berhentilah bertengkar!" Tian Yan juga bangkit berdiri dan berjalan ke samping Sheng Yi.
"Saudara Tian! Hati-hati dengan wanita ini, aku mendengar Elf itu sangat jahat!" Sheng Yi memperingatkan.
Tian Yan menggeleng-gelengkan kepalanya, dari mana Sheng Yi bisa mendengar hal seperti itu? Elf sama saja seperti manusia! Itulah kesimpulan Tian Yan selama hidup dengan Jiao Yue.
"Lupakan, ayo ceritakan kenapa kau bisa ke Benua Huxing!"
[Bersambung!]
__ADS_1