
Tian Yan terus menyanjungnya, tapi Huang Yun juga tidak terlena itu saja dalam pujian. Sebab dia tahu mengikuti arahan Tian Yan hanya akan menuntunnya pada keberuntungan yang menanti di masa depan.
"Hehehe ..." Keduanya diam-diam tertawa licik, mereka benar-benar pasangan yang saling memanfaatkan satu sama lain.
"Ngomong-ngomong, apakah terjadi sesuatu selama aku bermeditasi?" tanya Tian Yan sambil duduk di samping Huang Yun.
"Ya, ada sedikit masalah, tapi kau tidak perlu terlalu memedulikan itu," jawab Huang Yun.
"Heh ..." Pemuda itu sedikit melirik Huang Yun, "Apa kau mendapatkan sesuatu?" tanya dia setelah menyelidiki ekspresi Huang Yun yang seperti menyembunyikan sesuatu.
"Tidak, kok. Hanya beberapa sampah."
"Masa?" Tian Yan tersenyum tipis sambil mendekatkan wajahnya ke atas bahu Huang Yun.
"Huhhh ..." Huang Yun mendengus lembut sambil melirik Tian Yan, "Hmm, sebelumnya aku sudah memberimu satu cincin ruang, bukan? itu sudah cukup bagimu berkultivasi sampai Martial Emperor, jadi jangan banyak minta lagi."
"Hehhh ..." Ekspresi Tian Yan yang semulanya sedikit bersemangat kini berubah menjadi agak kecewa.
Akhirnya Tian Yan hanya bisa memendam itu, dan balik bertanya tentang sesuatu. "Apa tujuanmu?"
Yah, apa tujuannya? aku sudah bersamanya kurang lebih beberapa bulan tapi aku belum sempat menanyakan ini.
__ADS_1
Jadi ketika ada kesempatan aku pun memanfaatkannya untuk bertanya.
Huang Yun menjawab, "Tujuanku? tentu saja untuk berkultivasi dengan cepat dan menerobos Half Saint."
Aku menggelengkan kepala. "Tidak, bukan itu maksudku." Aku tahu bahwa itu memang sudah tujuan yang wajib bagi kultivator, tapi yang ingin aku tanyakan adalah, "Tujuan lainmu? sesungguhnya aku bahkan belum tahu untuk apa kau menjadi kuat."
"Benar, aku belum pernah memberitahumu tentang itu ..." gumam Huang Yun dengan lirih.
"Tujuanku adalah untuk menemukan kebenaran!" ungkap Huang Yun dengan wajah serius sehingga Tian Yan merasa atmosfer udara seperti sunyi di sekitar.
"Kebenaran? kebenaran tentang apa?"
"... Tentang semuanya, tentang alam semesta ini, aku ingin mengetahui, siapa yang melakukannya."
"Dewa? aku tidak tahu apakah mereka ada, tapi ... aku hanya ingin tahu bagaimana semua ini dapat bermula."
Pernyataan Huang Yun itu membuatnya merasa tertarik. 'Benar, bagaimana alam semesta ini bermula?'
Sistem menjawab dengan tidak pasti.
[Dikatakan bahwa semuanya bermula dari kekacauan yang berevolusi menjadi dunia yang ditempati oleh host saat ini.]
__ADS_1
'Lantas dari mana kekacauan itu?'
[Tidak diketahui, lagipula ini masihlah sebatas dugaan. Untuk mengetahui kebenaran sejati, haruslah seorang menjadi maha tahu.]
'Maksudmu menjadi dewa?'
[Ya.]
Aku terdiam, tapi mungkin memang seperti itulah cara untuk mengetahui kebenaran itu.
"Tapi kebenaran terkadang menyakitkan dan mengejutkan kau tahu ..." Tian Yan berkata, "Mungkin kau akan gila setelah mengetahuinya."
"Hehe, tidak apa." Huang Yun terkekeh, dia sama sekali tidak takut menghadapi kebenaran itu, "Bahkan jika aku menjadi gila, bukankah ada Xiao Yan yang akan selalu menjagaku?" Huang Yun tersenyum manis pada Tian Yan.
"..." Tian Yan sedikit terlena dalam senyuman manis itu, dia sampai hampir ingin menggigit bibir mungil indah, cantik, dan menawan itu.
"Kau benar, aku akan menjagamu!"
"Benarkah?" Huang Yun menatapnya dengan tatapan menggoda.
"Tentu saja, aku akan membuktikannya nanti, karena itu teruslah awasi aku dari belakang!"
__ADS_1
"Hehe, aku memegang janjimu itu, Xiao Yan."
[Bersambung!]